Bangsa yang Awalnya Tidak Ingin Merdeka

Cari berdasarkan:

Ternyata di dunia ini, ada bangsa yang awalnya tidak ingin merdeka. Namun, karena suatu alasan bangsa tersebut terpaksa memerdekakan diri.

Kali ini kita akan melihat dua bangsa yang dipaksa atau terpaksa memerdekakan dirinya.

Singapura

Singapura menempati wilayah kurang dari 800 km persegi yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya dan bertetangga dengan Indonesia. Pulau itu disebut Pulau Ujung oleh orang Melayu.

Singapura (awalnya) tidak menginginkan kemerdekaan melainkan menjadi bagian dari Federasi yang kita kenal sekarang sebagai Malaysia.

Singapura tidak sama seperti daerah Malaysia lainnya. Mayoritas penduduk Singapura adalah keturunan Tionghoa. Entah bagaimana mulanya, pada tahun 1964 terjadi kerusuhan rasial besar-besaran di Singapura. Singapura kemudian dianggap sebagai duri dalam daging. Pada akhirnya, Parlemen Malaysia mengadakan pemungutan suara dengan hasil pengeluaran Singapura dari federasi.

Negeri Singa dikeluarkan dari federasi melalui sidang parlemen. Dalam sidang itu diadakan voting dengan hasil 136 suara setuju dan 0 suara tidak setuju.

Sejak saat itu, Singapura resmi tidak menjadi bagian dari Malaysia lagi. Bangsa kecil dikelilingi tetangga yang besar dan sempat menjadi musuh begitu membayang-bayangi negara itu pada tahun-tahun awal kemerdekaannya. Ketiadaan hinterland juga menambah rasa was-was Singapura. Biarpun sudah sangat maju, tetap saja ia bergantung (hingga kini) terhadap suplai ribuan galon air bersih yang dibeli dengan harga murah dari Johor.

Catatan: Hinterland adalah di pedalaman yang menyokong suatu bandar atau pelabuhan. Hinterland menghasilkan berbagai komoditas yang bisa diperdagangkan.

Lee Kuan Yew (Bapak Bangsa Singapura) sampai meneteskan air mata tatkala Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaysia. Keputusan yang (mungkin) sangat ia sesali dan kemudian ia banggakan.

Hongaria

Hongaria adalah salah satu negara yang terletak di Semenanjung Balkan, sebuah negara yang dikelilingi Pegunungan Karpatia. Negara ini memiliki luas sekitar 93.000 kilometer persegi dan tidak memiliki garis pantai. Tapi hal ini tidak berlaku sekitar seabad lalu, di mana Hongaria memiliki luas wilayah yang jauh lebih besar, punya garis pantai, dan yang paling penting: Hongaria bukan negara merdeka. Sampai tahun 1918, Hongaria adalah bagian dari negara dualis Austria-Hongaria.

Dari namanya, negara Austria-Hongaria terdiri atas dua bagian utama: Kekaisaran Austria dan Kerajaan Hongaria. Meski memiliki kepala negara yang sama, masing-masing bagian memiliki parlemen yang mandiri, punya hukum masing-masing, dan menggunakan bahasanya sendiri. Awalnya, Austria-Hongaria bernama Kekaisaran Austria yang merupakan Austria tapi lebih besar, namun di tahun 1867, bangsa Hongaria diberikan otonomi khusus di mana bangsa mereka diberikan status yang setara dengan bangsa Austria.

Hongaria sempat memprotes keputusan itu tapi tidak pernah ingin merdeka terlebih setelah diberikan otonomi khusus.

Sama seperti semua hal: tak ada yang abadi. Keanggotaan Hongaria dalam negara dualis Austria-Hongaria harus berakhir setelah negara tersebut kalah Perang Dunia I. Karena merupakan negara dualis, baik Austria maupun Hongaria dibuatkan perjanjian damai yang terpisah. Hongaria menjalani Perjanjian Trianon, yang pada berisi:

  • Wilayah Kroasia-Slavonia dan Banat-Bačka-Baranja diberikan kepada Negara Sloven, Kroat, dan Serb, yang merupakan cikal bakal dari Yugoslavia. Hal ini mengakibatkan Hongaria kehilangan garis pantai.
  • Wilayah Felvidék diberikan kepada Ceko sebagai wilayah Slovakia membentuk Cekoslovakia. Ceko sendiri merupakan pecahan dari Austria.
  • Wilayah Transilvania diberikan kepada Kerajaan Rumania.
  • Ini yang paling penting: Persatuan Hongaria dengan Austria dibatalkan, yang artinya bangsa Hongaria dipaksa untuk mendapatkan kemerdekaan yang mereka tidak inginkan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + twelve =