Huruf Kapital: Permulaan Segala Kalimat

Penulisan huruf kapital

Huruf kapital adalah karakter yang digunakan dan ditulis pada awal kalimat. Huruf kapital bisa memiliki bentuk yang sama dengan huruf kecilnya, misal c, i, j, k, m, o, p, s, u, v, w, x, y, dan z. Namun bisa juga berbeda misalnya huruf kapital a, b, d, e, f, g, h, l, n, q, r, dan t.

Huruf kapital di masyarakat sering disebut sebagai huruf gede, huruf balok, atau aksara kapital.

Dalam ragam tulis bahasa Indonesia, ada ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia/PUEBI (dulu Ejaan Yang Disempurnakan/EYD) yang harus dipatuhi.

Selain untuk belajar menulis formal, mulai menggunakan huruf kapital dengan cara yang tepat akan memperjelas maksud tulisan. Itulah alasan mengapa perlu memahami penggunaan huruf kapital yang benar.

Sudah memiliki niat belajar menulis huruf kapital dengan benar? Artikel ini juga dilengkapi dengan contoh penggunaan huruf kapital yang salah beserta alasannya.

Penulisan Huruf Kapital secara Umum

penulisan alfabet besar

1. Huruf Pertama Kalimat

Aturan pertama, gunakan huruf kapital atau huruf besar sebagai abjad pertama pada kata pertama sebuah kalimat. Ini adalah kegunaan huruf kapital yang harus diketahui oleh semua orang.

Contoh penggunaan:

  • Dimensi penggunaan adalah dimensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan penggunaan jasa keuangan dan aktual produk.
  • Galah bersambung itu cukup panjang untuk menyodok mangga di atas.
  • Huruf I (besar) atau i (kecil) adalah abjad ke-9 dalam alfabet Latin.
  • Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah kumpulan aturan tata tulis bahasa Indonesia.
  • Kota Surabaya adalah kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.
  • Kota Malang di Jawa Timur adalah kota kelahiranku 19 tahun yang lalu.

2. Huruf Pertama Kalimat Langsung

Gunakan huruf kapital atau huruf besar sebagai abjad pertama pada kata pertama sebuah kalimat langsung. Hal ini perlu diketahui sebab banyak orang tidak tau setelah tanda petik huruf besar atau kecil.

Setelah tanda petik pembuka dalam sebuah petikan langsung, abjad pertama harus menggunakan huruf kapital.

Contoh pemakaian:

  • Ayah berkata, “Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan masyarakat Indonesia.”
  • Pujangga tadi berkata, “Kalimat dan kata termasuk semua unsur kehidupan.”
  • Ibu bertanya, “Apakah benar yang dikatakan orang itu? Carilah kebenarannya beritanya sekarang.”
  • Akhirnya kita berhasil mencapai puncak gunung itu,” katanya.
  • Pak Anton menasehati guru honorer baru di sekolah, “Sabar, Pak. Kesempatan masih ada.”
  • Katanya, “Cepat makan wortel itu!”

3. Keagamaan

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama pada kata dan/atau ungkapan yang memiliki hubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan.

Contoh penggunaan:

  • Protestan, Alkitab, Yesus,
  • Islam, Quran, Masjid,
  • Hindu, Tripitaka,
  • Allah,
  • Dewa, Dewi,
  • Yang Mahakuasa, Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Yang Mahabesar,
  • Tuhan akan menunjukkan hidayah kepada hamba-Nya.
  • Bimbinglah hamba-Mu yang lemah ini ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Ingat:

Jangan gunakan huruf kapital pada kata yang semacam dengan imam, puasa, kebaktian, misa, ibadah, dan salat.

Contoh pemakaiannya adalah Ibu kebaktian di Gereja setiap hari Sabtu bukan hari Minggu.

Penulisan Huruf Kapital pada Diri Seseorang

penggunaan abjad gedhe

4. Gelar Kehormatan

Poin A

Cara penulisan nama, gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan adalah dengan memakai huruf kapital sebagai abjad pertama nama gelar baru diikuti dengan nama orang.

Contoh penulisan nama gelar:

  • Pangeran Antasari,
  • Sultan Hasanuddin,
  • Haji Agus Salim,
  • Raden Ayu Maharani,
  • Imam Syafii,
  • Doktor Rajiman,
  • Mahaputra Yamin,
  • Nabi Elisa,
  • Agung Pramono, S.H,
  • Ardiansyah, M.Hum.

Poin B

Huruf kapital tidak digunakan sebagai abjad pertama dalam penulisan nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Contoh penggunaannya:

  • Ayah baru saja diangkat menjadi seorang lurah.
  • Pada tahun ini ayahnya pergi umrah.
  • Ilmunya tidak seberapa, tetapi lagaknya seperti kiai.

Poin C

Huruf kapital digunakan sebagai abjad pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, nama jabatan, dan kepangkatan yang dipakai dalam sebuah sapaan.

Misalnya:

  • Selamat datang di Kenya, Yang Mulia.
  • Semoga berbahagia, Kaisar.
  • Terima kasih, Dok.
  • Selamat siang, Kiai.
  • Mari lihat hasilnya, Prof.
  • Mohon izin, Letnan.

5. Jabatan

Poin A

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan nama jabatan yang diikuti nama orang, instansi, atau tempat yang merujuk pada seseorang.

  Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Simpleks dan Kompleks

Contoh penulisan:

  • Wakil Presiden Adam Malik,
  • Presiden Republik Indonesia,
  • Perdana Menteri Scott Morrison,
  • Profesor Yudian Wahyudi,
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri,
  • Proklamator Republik Indonesia (Soekarno-Hatta),
  • Gubernur Provinsi Kalimantan Utara,
  • Bupati Buleleng,
  • Kepala Desa Andong,
  • Marsekal Hadi Tjahjanto.

Catatan: Penulisan baku dan benar menurut KBBI adalah provinsi bukan propinsi.

Poin B

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan nama jabatan atau instansi yang merujuk pada bentuk lengkapnya.

Contoh pemakaian yang benar:

  • Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta.
  • Hari Selasa dilaksanakan pertemuan presiden dengan para gubernur di Istana Bogor.
  • Dekret mengangkat Soeprijadi sebagai Panglima Besar TKR namun ia tidak kunjung datang sehingga Kepala Staf Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo ditetapkan sebagai pemimpin sementara.
  • Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Kementerian Olahraga.
  • Sidak tadi malam dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukamaju.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai abjad pertama dalam penulisan nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau tempat tertentu.

Contoh penggunaan:

  • Inspektur dua polisi memiliki tanda pangkat balok emas satu, setara dengan letnan dua dalam kepangkatan TNI.
  • Sebagai pemimpin pertama, ia secara sanat dihormati di sini.
  • Di setiap kecamatan terdapat seorang camat.
  • Sebutkan dua saja pangkat di atas letnan!

6. Nama Orang

Poin A

Penulisan nama orang yang benar adalah dengan diawali huruf kapital pada setiap kata dengan beberapa pengecualian.

Contoh penulisan:

  • Dewi Sartika,
  • André-Marie Ampère,
  • Wage Rudolf Supratman,
  • Dewa Setiawan,
  • Mujair Efendy,
  • Jenderal Besar Abdul Haris Nasution,
  • Rudolf Diesel.

Contoh kalimat:

  • Bibi pergi ke Padang dengan Udin.
  • Sarah dan ibu pergi ke Malang pada hari Minggu lalu.

Catatan:

(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama pada kata:

  • de, van, dan der (nama Belanda),
  • von (nama Jerman),
  • da (nama Portugal).

Contoh pemakaian:

  • J.J de Hollander,
  • J.P. van Bruggen,
  • H. van der Giessen,
  • Otto von Bismarck,
  • Vasco da Gama.

(2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna “anak dari” misalnya bin, binti, dan boru, atau huruf pertama kata penugasan.

Contoh penulisan:

  • Abdul Rahman bin Zaini,
  • Ibrahim bin Adham,
  • Indani boru Sitompul,
  • Siti Fatimah binti Salim,
  • Ayam Jantan dari Timur,
  • Mutiara Hitam dari Selatan,
  • Zaitun binti Zainal.

Poin B

Gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan singkatan nama orang yang digunakan untuk nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh penggunaan:

  • 40 J/K atau JK-1 → 40 Joule per Kelvin.
  • 40 N → 40 Newton.

Poin C

Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Contoh penerapan:

  • Mesin diesel,
  • Ikan mujair,
  • 100 volt,
  • 50 ampere.

7. Singkatan Gelar, Pangkat, dan Sapaan

Gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan bersamaan dengan nama diri seseorang.

Contoh singkatan nama orang:

  • Dr. Handoko → Doktor Handoko,
  • S.H. → Sarjana Hukum,
  • S.S. → Sarjana Sastra,
  • S.K.M. → Sarjana Kesehatan Masyarakat,
  • S.Kp. → Sarjana Keperawatan,
  • M.A. → Master of Arts,
  • M.Hum. → Magister Humaniora,
  • M.Si. → Magister Sains,
  • Prof. → Profesor,
  • K.H. → Kiai Haji,
  • Hj. → Hajah,
  • Mgr. → Monseigneur,
  • Pdt. → Pendeta,
  • Dg. → Daeng,
  • Dt. → Datuk,
  • R.A. → Raden Ayu,
  • St. → Sutan,
  • Tb. → Tubagus,
  • Tn. Handoko → Tuan Handoko,
  • Bpk. Anton → Bapak Anton,
  • Ny. → Nyonya,
  • Sdri. Novia → Saudari Novia,
  • Sdr. Didik → Saudara Didik.

8. Kekerabatan

Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan untuk menyapa.

Contoh penulisan:

  • Kita tentunya menghormati bapak dan ibu kita.
  • Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga di desa.
  • Aku tidak mempunyai saudara yang tinggal di Kota Jakarta.
  • Banyak wanita ingin menjadi aktris seperti kakakku.
  • Dimana tinggalnya adikmu sekarang?
  • Paman dan bibiku memiliki rumah di Bandung.

9. Kata Sapaan (Penting)

Gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama kata “Anda” yang dipakai dalam penyapaan.

  Pengertian Sel yang Harus Kamu Ketahui

Contoh penggunaan:

  • Sudahkah Anda tahu tugas Anda setelah ini?
  • Siapa nama guru Anda itu, pak?
  • Apakah Anda sudah membawa syarat-syarat yang diperlukan?
  • Surat Anda telah kami terima.
  • Ayo pergi bersama saya ke Kota Tua.
  • Kapan Anda berkunjung ke sini dan mengapa tidak mengabari saya?

Aturan Penggunaan Huruf Kapital untuk Kepentingan Negara

pemakaian huruf besar

10. Kebangsaan

Poin A

Gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama penulisan nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contohnya:

  • Kemerdekaan itu sudah diimpikan sejak lama oleh bangsa India.
  • Salah satu suku yang ada di Sulawesi Selatan adalah suku Bugis.
  • Orang Jawa belum tentu bisa berbahasa Jawa.
  • Sangat banyak suku Dayak di Kalimantan.

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan dalam sebuah kata turunan (biasanya berada di tengah kata).

Misalnya:

  • Kita terus melakukan proses pengindonesiaan kata asing.
  • Meski kita sering ke Inggris bukan berarti sikap kita keinggris-inggrisan.
  • Kita tidak boleh terlalu kebarat-baratan.

11. Lembaga Negara

Poin A

Gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi, kecuali kata tugas misalnya dan, oleh, atau, dan untuk.

Contoh penggunaan:

  • Republik Demokratik Kongo,
  • Kementerian Keuangan,
  • Ikatan Dokter Indonesia,
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat,
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2001,
  • Perserikatan Negara-Negara Asia Tenggara,
  • Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,
  • Universitas Soedirman,
  • Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tuntang,
  • Kraton Kasunanan Surakarta.

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, atau nama dokumen resmi.

Contoh pemakaian:

  • Beberapa badan hukum dimiliki oleh negara.
  • Kerja sama dilakukan oleh pemerintah dan rakyat.
  • Amerika menjadi sebuah negara republik.
  • Anda bisa dituntut menurut undang-undang yang berlaku.
  • Berikut adalah daftar negara-negara berdaulat saat ini.
  • Bentuk pemerintahan negara Indonesia adalah republik konstitusional.

Catatan:

Jika dimaksudkan untuk menulis nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintahan dari negara tertentu, misalnya Pemerintah Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Contoh penulisan yang benar:

  • Aturan mengenai uang pensiun sudah mulai digodok Pemerintah.
  • Tahun ini Kementerian Keuangan sedang menelaah masalah itu.
  • Surat itu seharusnya telah ditandatangani oleh Direktur Utama se-Jawa Barat.

12. Nama-nama Resmi

Pakailah huruf kapital sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang menjadi nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.

Contoh penulisan:

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa,
  • Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan,
  • Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial,
  • Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan.

Aturan Penulisan Huruf Kapital yang Dekat dengan Kita

pemakaian huruf kapital

13. Waktu dan Peringatan

Poin A

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan nama hari, tanggal, bulan, tahun, dan juga hari raya.

Contoh penulisannya:

  • Tarikh Masehi, tahun Hijriah,
  • Bulan Januari, bulan Ramadhan, bulan Juli,
  • Hari Pahlawan, hari Sumpah Pemuda, hari Nasional,
  • Kamis, 20 Februari 2020.
  • Hari Senin, hari Selasa,
  • Hari Paskah, hari Galungan, hari Lebaran, hari Natal, hari Idul Fitri,
  • Abad kesebelas, abad ke-11, abad XI,
  • Abad keenam belas, abad ke-16, abad XVI,
  • Abad ke-22 atau abad XXII tidak ada abad keduapuluhdua beserta variasinya.
  • 1960-an, 1970-an, 2000-an.

Poin B

Pakailah huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan nama peristiwa sejarah.

Contoh pemakaiannya:

  • Perang Bubat,
  • Konferensi Inter Indonesia,
  • Perang Dunia II, Perang Dingin,
  • Perang Kemerdekaan Indonesia.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai abjad pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai objek maupun subjek.

Contoh penggunaannya:

  • Soekarno dan Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia lagi.

14. Karya Tulis (Sering Lupa)

Pakailah huruf kapital sebagai abjad pertama semua kata (termasuk pada kata ulang sempurna) kalimat judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah. Ini tidak berlaku pada kata tugas yang tidak terletak di awal kalimat misalnya di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.

  Penulisan Singkatan dan Akronim yang Benar dalam Bahasa Indonesia

Contoh penulisan kalimat judul yang benar sesuai EYD (sekarang PUEBI):

  • Saya sedang membaca buku berjudul Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  • Baca saja majalah kenamaan berjudul Bahasa dan Sastra.
  • Dia adalah agen koran Kompas.
  • Beliaulah yang menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.
  • Definisi Basis Data adalah buku yang harus dimiliki oleh mahasiswamu.

Penempatan Huruf Kapital Terkait Tempat

Poin A

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan unsur-unsur nama geografi (tempat).

Contoh penerapannya:

  • Banyuwangi, Cirebon, Tangerang,
  • Asia Selatan, Karibia,
  • Malaysia, Singapura, Kamboja, Filipina,
  • Eropa, Eurasia, Afrika,
  • Jawa Tengah, Kaltara,
  • Taman Nasional Baluran,
  • Jabodetabek.

Poin B

Gunakan huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama geografi.

Contohnya yang benar:

  • Bukit Bintang, Gunung Tengger, Gunung Fuji, Gunung Salak
  • Danau Bedugul, Laut China Selatan, Jalan Diponegoro,
  • Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Alpen, Gunung Gandul,
  • Jalan Sudirman, Jalan Raya Sambung, Gang Blusuk, Jalan Tol Cipali,
  • Jazirah Arab, Semenanjung Melayu, Semenanjung Balkan,
  • Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Halmahera,
  • Ngarai Sianok, Lembah Hijau, Pasar Nusukan, Kota Solo,
  • Kabupaten Magetan, Kota Semarang, Kabupaten Bukittinggi,
  • Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Pasar Senen,
  • Desa Delik, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Gondangrejo,
  • Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Hulu, Sungai Progo,
  • Tanjung Harapan, Teluk Jakarta, Selat Bali,
  • Terusan Suez, Pantai Indrayanti.

Contoh poin A dan B:

  • Selat Makassar adalah selat yang menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi.
  • Banyak pulau di Indonesia tidak berpenghuni.
  • Danau Toba adalah danau terluas di Indonesia.
  • Kecamatan Bergas adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang terdiri dari 13 desa.
  • Kelurahan Kadipiro adalah kelurahan terluas se-Kota Surakarta sebelum dipecah menjadi 3 kelurahan.
  • Pasar Klewer di Solo terbakar malam ini. Kebakaran di pasar tersebut membuat warga panik.

Catatan: Penggunaan huruf kapital dengan disertai arah mata angin perlu memperhatikan konteks kalimatnya.

Contohnya: Surabaya terletak di sebelah barat Pulau Madura.

Penggunaan Huruf Kapital yang Paling Sering Ditanyakan

Poin A

Pakailah huruf kapital sebagai abjad pertama dalam penulisan nama diri atau nama tempat jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Kalau dijabarkan bisa jadi sebuah susunan kata A khas B.

Misalnya:

  • Ukiran Jepara, sarung Mandar,
  • Pempek Palembang, dodol Garut, lumpia Semarang,
  • Tari Melayu, tari Kecak, tari Saman,
  • Asinan Bogor, kacang Bogor,
  • Sate Nangka, sate Mak Ajad.

Catatan: Mengenai kata “tari” ada satu hal lain yang perlu diperhatikan.
Contoh kalimat: Acara ini nantinya akan dimulai dengan tari-tarian.

Poin B

Huruf kapital tidak dipakai sebagai abjad pertama nama geografi yang tidak diikuti oleh nama tempat.

Contoh penggunaan:

  • Saya berlayar menuju teluk.
  • Dia berenang menyeberangi selat.
  • Kakakku sedang andi di sungai.
  • Saudaraku pernah berenang di danau ini.

Poin C

Huruf kapital tidak dipakai sebagai abjad pertama nama geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis. Biasanya ada pada nama buah, makanan, dan hewan.

Contoh penulisan:

  • Kunci inggris, talas bogor,
  • Harimau sumatera, jalak bali, kucing persia,
  • Petai cina, tempe malang,
  • Pisang ambon, jeruk bali, apel malang, nangka belanda,
  • Bika ambon, gula jawa.

Contoh berikut bukan nama jenis.

  • Dia memiliki koleksi batik Cirebon, batik Yogyakarta, batik Pekalongan, batik Solo, dan batik Madura.
  • Selain film Hongkong, situs web itu juga akan mengomentari film India, film Korea, dan film Jepang.
  • Murid-murid sekolah dasar itu menampilkan tarian Sumatra Utara, tarian Kalimantan Utara, dan tarian Sulawesi Barat di hadapan kepala sekolah dari berbagai daerah.
  • Lagu itu sudah tak asing lagi di telinga pecinta musik Amerika Serikat.

Mari Belajar Huruf Kapital!

Nah, seperti itulah cara penulisan huruf kapital yang benar menurut EYD (sekarang PUEBI). Kita boleh menggunakan 2 huruf kapital atau lebih apabila kita sedang menulis singkatan atau akronim.

16 aturan penulisan huruf kapital tersebut kerap dianggap remeh oleh banyak orang padahal sangat menentukan pemahaman kalimat oleh pembaca.

Untuk itu, agar orang terdekat Anda tidak salah dalam penulisan huruf besar, kamu bisa membagikan kamus sederhana ini melalui media sosial.

Terima kasih.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − seventeen =