Berpikir untuk Keluar dari Paskibra? Yakinkan Dirimu untuk Bertahan

Cari berdasarkan:

Apa yang membuatmu ingin keluar paskibra?

Masih ingatkah kamu, saat pertama kali tau soal paskibra dan betapa antusiasnya kamu saat itu?

Sekarang kamu sudah tau paskibra itu seperti apa, kamu hendak keluar.

Alasanmu pasti tidak jauh-jauh dari 2 hal ini:

  1. Tugas makin banyak
  2. Dimarahin orang tua

Tapi apakah benar demikian? Kenyataannya tidak.

Keluar dari paskibra dengan 2 alasan itu adalah kasus klasik. Hampir semua pangkalan mengalaminya. Tidak cuma satu kali, tapi berkali-kali di setiap angkatan.

Mereka bilang seperti itu karena 2 alasan itu mereka anggap kuat dan tidak terbantahkan.

Padahal, 2 alasan itu (menurut saya) adalah alasan yang tidak bisa diterima karena mereka tidak bisa menunjukkan alasan-alasan masuk paskibranya secara nyata.

Mendaftarkan diri lho bukan didaftarkan.

Apakah kamu mau ikut-ikutan?

Yaudah deh, saya tak alesan sakit ini itu.

Saya jadi teringat, ada salah satu teman dari teman saya, dia keluar paskibra dengan alasan penyakit.

(Sebenarnya dia sehat.)

Dia memang berhasil keluar dari paskibra dengan cara ini.

Tapi ingat, ucapan adalah doa. Jangan main-main dengan ucapan.

Kalau memang sakit beneran, kamu pasti tidak mungkin diterima jadi paskibra sejak awal.

Diterima pun pasti karena penyakitmu itu masih bisa ditoleransi dan dianggap bakal kuat menjalani latihan.

Yang mengurus pangkalan kan tidak cuman 1 kepala. Jadi penerimaanmu sebagai anggota paskibra, sebenarnya, melalui proses debat yang alot.

Jadi gimana dong? Aku beneran tidak dibolehkan orang tua aku.

Kalau aku jadi kamu, aku bakalan nyari tau akar masalahnya. Kenapa kok tidak boleh paskibra-paskibrakaan lagi.

Temuin itu. Selesaikan bareng-bareng sama temen.

Kamu tidak mau?

Yaudah. Kamu emang tidak pantas dipertahankan dan selamat kamu membuang waktumu selama n bulan di paskibra.

Jangan salahkan paskibra, jangan salahkan Tuhan juga (Tuhan selalu merencanakan yang terbaik buat kamu).

Alasan Keluar Paskibra saling Berhubungan

Kemungkinan pertama.

Kamu latihan terus, kamu tidak belajar, nilaimu jelek, dimarahin orang tua, orang tua tidak mau kamu ikut paskibra lagi.

Kemungkinan kedua.

Kamu ada jadwal latihan terus, kamu tidak ikut latihan malah main bareng temen lain, kamu tidak belajar, nilaimu jelek, dimarahin orang tua, orang tua tidak mau kamu ikut paskibra lagi.

Jadi, sebenarnya, problemnya ada di kamu sendiri. Bukan orang lain.

Ya tapi itu terserah kamu, mau mengakui atau tidak.

Tapi harapanku, kamu tetep jadi paskibra, tetep membanggakan orang tua melalui hal itu.

Membanggakan orang tua di jalur akademis aja udah bikin bangga, apalagi ditambah jalur non-akademis. Makin banggalah.

Perkara pemecahan masalahnya gimana, bisa dong didiskusikan sama teman-temanmu. 🙂

Bagi kamu yang ingin bercerita, silakan komentar atau juga bisa mengirim e-mail ke saya jika tidak ingin terpublikasi namanya.

Dan bagi yang membagikan artikel saya, harap hati-hati. 😀

Terima kasih.

Bagikan kebahagiaan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − two =