Menyusun Strategi Kembali ≠ Memulai dari Awal

Menyusun strategi

Perjuangan kita belum berakhir.

Masih tersisa banyak pekerjaan yang belum diurus.

Coba ingat masa-masa saat kita belum kenal apa-apa. Tentang bagaimana bersemangatnya kita waktu itu.

Pernahkah kita menghiraukan orang-orang di sekitar kita yang bilang, “Paskib itu nggak berguna, paskib itu nggak perlu.”

Sekarang, kamu sudah tau tentang susahnya menjadi seorang Paskibra.

Banyak himpitan yang semakin mendesak lelah badan siang dan malam.

Banyak tekanan yang semakin menguras pikiran sadar dan tak sadar.

Lantas, apakah sekarang waktunya berhenti?

Tidak. Belum. Ayo menyusun strategi baru.

Jika kita berhenti sekarang, sama saja kita menyerah dengan tantangan yang datang dari diri kita sendiri.

Jangan menyerah sekarang. Percaya padaku, pada temanmu.

Percayalah pada dirinya yang selalu berjuang sendirian sekarang. Percaya pada temanmu yang telah kau tinggalkan berjuang sendiri.

Karya ini harus tetap kau jaga.

Kau harus rela berkorban. Kau harus mau untuk tetap berjuang bersama temanmu yang selalu tegar menjaga karya itu dalam hatinya.

Ketahuilah, banyak orang di luar sana menunggu kita jatuh terkapar.

Mereka akan bersorak kegirangan ketika melihat apa yang kita miliki hancur.

Ini bukan masalah malu atau pun gengsi, ini masalah komitmen kita bersama terhadap janji pengorbanan di awal.

Masih maukah kamu pergi?

Ayo. Kita susun strategi lagi.

Kita sudah tau bagaimana medan tempur kita. Akan lebih mudah memulainya kembali daripada di saat kita belum tau apa-apa dulu.

Aku tunggu kamu, di bawah tempat teduh itu. Kita mulai permainan ini dari awal lagi. Kita menyusun strategi lagi.

Spread the love