Struktur Teks Eksposisi Lengkap dengan Contoh Artikelnya

Cari berdasarkan:

“Bagaimana struktur teks eksposisi? Apa saja ciri-ciri teks eksposisi yang benar? Berikan contoh artikel dengan struktur eksposisi!”

Jika kamu dapat tugas dari sekolah dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, kali ini saya akan bahas masalah eksposisi mulai dari defenisi (pengertian), strukturnya, hingga contoh artikel yang memperkuat pemahaman.

Definisi dan Pengertian Teks Eksposisi

Eksposisi (exposition) berasal dari kata expose dalam bahasa Inggris yang mimiliki arti membuka, membongkar, atau menyingkap lebih jelas. Jadi teks eksposisi adalah sebuah teks atau artikel yang mengandung informasi beserta penjelasan-penjelasannya dengan gaya penyampaian yang singkat, padat, akurat, dan mendalam. Contoh-contoh tulisan eksposisi bisa dilihat lewat berita di koran dan petunjuk penggunaan.

Teks eksposisi menyingkap suatu permasalahan dari sumbernya dan itu berupa fakta.

Struktur Teks Eksposisi

Struktur teks eksposisi terdiri dari tiga bagian utama, yakni tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.

  1. Pernyataan/Pendapat (tesis) adalah bagian teks yang menguraikan pernyataan pendapat awal (tesis) sang penulis atau prediksi penulis tentang suatu permasalahan berdasarkan fakta di lapangan. Bagian ini juga biasa disebut sebagai bagian pembuka.
  2. Argumentasi adalah bagian yang memaparkan beragam argumen yang disertai beberapa alasan dan fakta yang penulis rasakan.
  3. Penegasan Ulang Pendapat atau reiteration adalah bagian teks eksposisi yang berisikan penguatan pendapat sang penulis yang ditunjang oleh fakta-fakta di bagian argumentasi.

Ciri Ciri Teks Eksposisi

Teks atau pengembangan paragraf yang adalah artikel eksposisi memiliki ciri atau karakteristik tertentu, yang antara lain:

  1. Bersifat netral dan obyektif
  2. Disertai dengan data-data yang riil dan akurat
  3. Disajikan dengan lugas dan bahasa yang baku
  4. Menjelaskan informasi-informasi berbasis pengetahuan
  5. Memakai fakta-fakta sebagai alat konkritisasi dan kontribusi
  6. Gaya bahasa bersifat informatif yang mengajak
  7. Tidak memihak serta tidak memaksakan pendapat penulis terhadap pembaca
  8. Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana.

Tujuan Teks Eksposisi Dibuat

Tujuan artikel eksposisi dibuat adalah untuk memaparkan serta menjelaskan infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah dan akan mendapatkan wawasan secara rinci tentang suatu permasalahan atau kejadian yang sedang terjadi.

Jenis jenis Teks Eksposisi

Teks eksposisi dikelompokkan menjadi 9 jenis, yakni: teks eksposisi berita, definisi, proses, ilustrasi, klasifikasi, perbandingan, analis, pertentangan, dan laporan.

  1. Teks Eksposisi Berita memberikan informasi tentang suatu kejadian yang sedang terjadi. Sering dijumpai dalam teks berita atau surat kabar.
  2. Teks Eksposisi Definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi tentang suatu hal.
  3. Teks Eksposisi Proses berisi tentang cara-cara lengkap dengan langkah-langkahnya untuk melakukan suatu hal dari langkah awal hingga langkah terakhir.
  4. Teks Eksposisi Ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi dan penjelasan-penjelasan tertentu dengan memberikan gambaran sederhana mengenai suatu permasalahan.
  5. Teks Eksposisi Klasifikasi adalah teks eksposisi tentang suatu gagasan utama yang dapat dikelompokan ke dalam suatu grup atau kelas.
  6. Teks Eksposisi Perbandingan menerangkan ide dan gagasan pada kalimat utama dengan metode perbandingan.
  7. Teks Eksposisi Analisis memaparkan proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian gagasan utama, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
  8. Teks Eksposisi Pertentangan berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, atau sebaliknya.”
  9. Teks Eksposisi Laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Yang dimaksud dengan unsur kebahasaan dalam kalimat eksposisi yaitu kaidah dan ciri kebahasaan yang digunakan untuk menyusun serta membuat teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah dengan menggunakan pronomina, konjungsi dan memakai kata leksikal.

a. Menggunakan Pronomina

Pronomina adalah kata ganti orang, benda, atau nomina yang dapat digunakan terutama pada saat pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam:

  1. Pronomina Persona adalah kata ganti orang baik persona tunggal ataupun jamak. Persona tunggal contohnya: aku, kamu, ia, dia, anda, saudara, bapak, ibu, kakanda, adinda, ayah, bunda, papa, mama, mas, mbak, kakak, -nya, -mu, -ku, si-. Persona jamak contohnya: kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
  2. Pronomina Nonpersona adalah kata ganti bukan orang, baik itu pronomina petunjuk maupun penanya. Pronomina penunjuk, contohnya: ini, itu, sini, situ, sana. Dan pronomina penanya contohnya: apa, mana, siapa.

b. Menggunakan Konjungsi

Apa kegunaan konjungsi bagi teks eksposisi?

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi atau kata hubung dapat diaplikasikan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi. Dengan demikian akan membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula dikombinasikan dengan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada kalimat eksposisi:

  1. Konjungsi waktu, contohnya: lau, sesudah, sebelum setelah, setelah itu, kemudian
  2. Konjungsi gabungan, contohnya: dan, serta, dengan
  3. Konjungsi pertentangan, contohnya: akan tetapi, tetapi, sedangkan, namun, melainkan
  4. Konjungsi pilihan, contohnya: atau
  5. Konjungsi perincian, contohnya: adalah, merupakan, yaitu, ialah, antara lain, yakni
  6. Konjungsi persyaratan, contohnya: jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
  7. Konjungsi penjelasan, contohnya: bahwa
  8. Konjungsi perbandingan, contohnya: bagai, serupa, seperti, ibarat
  9. Konjungsi pembatasan, contohnya: asal, asalkan, kecuali, selain
  10. Konjungsi tujuan, contohnya: untuk, agar, supaya
  11. Konjungsi sebab-akibat, contohnya: karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya
  12. Konjungsi penegasan/penguatan, contohnya: apalagi, hanya, bahkan, lagi pula, itu pun
  13. Konjungsi penyimpulan, contohnya: oleh sebab itu, jadi, oleh karena itu, dengan demikian.

c. Memakai Kata atau Makna Leksikal Tertentu (Kata yang Mengacu pada Kamus)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 805) Leksikal adalah berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosa kata. Jadi, dapat ditarik simpulan bahwa makna leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata. Kata-kata leksikal yang dimaksud mencakup:

  1. Nomina adalah kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak. Dalam kalimat perannya sebagai subjek. Contohnya: kursi, gubuk, kucing, perbuatan, kekuatan, dan gawai.
  2. Verba adalah kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat perannya sebagai predikat. Contohnya: menendang, datang, merangkak, berjalan, dan menuruni.
  3. Adjektif adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya: manis, ganteng, indah, keren, berlebihan, keras, panjang, luas, negatif, positif, keruh, panas, teliti.
  4. Adverbia adalah kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain. Contohnya: di-, dari-, ke-, sini, mana, sana, saat, ketika, mula-mula, dan dengan.

Contoh Artikel atau Paragraf Teks Eksposisi

Agar dapat memahami lebih dalam mengenai bagian struktur kalimat eksposisi, berikut disajikan contoh paragraf atau artikel yang termasuk kalimat eksposisi.

Contoh Teks Eksposisi tentang Lingkungan Sekolah

Tesis:
Kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor dari beberapa faktor penting lainnya dalam upaya menciptakan suasana nyaman bagi seluruh warga sekolah dan tentu juga lingkungan sekitarnya. Setiap sekolah tentu harus selalu berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih dengan mengajarkan siswa-siswi agar menjaga kebersihan.

Untuk menarik minat warga sekolah, terutama para siswa, maka sering kali dilakukan lomba kebersihan kelas dan kebun sekolah secara rutin dan berkelanjutan. Beberapa cara dan upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekolah, antara lain ialah membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, serta merawat kebun sekolah agar selalu terlihat asri.

Argumentasi:
Dalam upaya penguatan praktik kedisiplinan dan tanggung jawab siswa dalam menjaga lingkungan sekolahnya, biasanya di setiap kelas telah dilakukan pembagian jadwal piket setiap hari yang bertugas menjaga kebersihan secara bergiliran. Petugas piket biasanya melakukan tugas menyapu ruang kelas, menghapus papan tulis, membersihkan jendela, dan mempersiapkan alat tulis guru.

Di hari Jumat atau Sabtu, sekolah biasanya memiliki program untuk melakukan kegiatan bersih-bersih secara massal dan menyeluruh. Seluruh warga sekolah melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Selain meningkatkan kualitas kebersihan sekolah, salah satu manfaat yang bisa dipetik dari program rutin ini adalah untuk mempererat hubungan antara murid dan murid maupun guru dan murid.

Penegasan Ulang:
Kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah. Dan bahkan menjadi faktor penting demi mencapai proses belajar mengajar yang nyaman dan menyenangkan. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kesehatan seseorang. Sehingga kebersihan merupakan usaha manusia agar lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus dan berkesinambungan.

Sebagai perbandingan dan untuk lebih bisa memahami tentang teks eksposisi, berikut ini juga disajikan contoh lain dari artikel yang tergolong eksposisi.

Realita Hukum di Indonesia Saat Ini

Tesis:
Jika kita menilik hukum di Indonesia seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang, maka kita ketahui bahwa telah secara tegas diatur berbagai hukuman bagi pelaku berbagai tindak kejahatan. Namun sayangnya, realita yang seringkali terjadi di lapangan justru muncul ketidakadilan hukum, terutama kalangan rakyat biasa. Hukum terlihat tegas bagi rakyat bawah, namun tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saat ini.

Argumentasi:
Seperti yang sudah sering diberitakan oleh media mainstream, bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia hanya mendapatkan hukuman yang masih tergolong ringan, tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan. Bahkan ada sejumlah koruptor yang menerima fasilitas mewah di dalam penjara. Hal terbalik seringkali terjadi kepada seorang maling ayam dihajar masa hingga tewas atau mendapat hukuman yang lebih berat ketimbang koruptor yang menggelapkan uang negara berapapun nominalnya. Belum pernah ada berita seorang koruptor di Indonesia dikeroyok masa hingga tewas.

Penegasan Ulang:
Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas dan terlihat berwibawa di hadapan rakyat kecil. Sebut saja salah satu contoh kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor yang cenderung di bawah lima tahun penjara.

Bagikan kebahagiaan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × five =