Pengertian, Tugas & Tanggung Jawab Advokat


Pengertian advokat

Advokat, pengacara, atau kuasa hukum adalah kata benda dan subyek. Dalam praktiknya dikenal juga dengan istilah konsultan hukum.

Istilah pengacara terdengar seperti jasa profesi hukum yang berperan untuk melakukan pembelaan dalam suatu sengketa yang dapat diselesaikan di luar dan/atau di dalam sidang pengadilan.

Dalam profesi hukum, dikenal istilah beracara yang terkait dengan pengaturan hukum acara dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata.

Semakin ke sini, istilah pengacara dibedakan dengan istilah konsultan hukum yang kegiatannya lebih ke penyediaan jasa konsultasi hukum secara umum.

Pengertian Advokat menurut Para Ahli

1. Kamus Hukum

Advokat ini diartikan sebagai seorang pembela, seorang (ahli hukum) yang dapat mengajukan dan membela perkara di dalam maupun di luar sidang pengadilan.

2. UU Advokat Indonesia Pasal 1 Ayat 1

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini.

Iklan

Kaos garis-garis

3. Balckā€™s Law Dictionary

Advokat ialah seseorang yang dapat membantu, mempertahankan, dan/atau membela orang lain. Seseorang yang dapat memberikan nasihat hukum dan membela kepentingan orang lain di muka peradilan atau sidang, seorang konsultan.

4. Luhut M.P

Kata advocaat (Belanda) adalah seseorang yang telah resmi diangkat untuk dapat menjalankan profesinya dan memiliki gelar mester in de rechten (Mr).

Kata advocates (latin) yang mengandung arti seorang ahli hukum yang dapat memberikan pertolongan atau bantuan dalam masalah hukum.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Advokat adalah seorang ahli hukum yang berwenang sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan; pengacara.

6. Subekti

Advokat adalah seorang pembela dan juga penasehat.

Tugas & Tanggung Jawab Advokat

Pembelaan dilakukan oleh pengacara terhadap institusi formal (peradilan) maupun informal (diskursus), atau orang yang mendapat sertifikasi untuk memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Di Indonesia, agar seseorang dapat bekerja sebagai seorang pengacara, mereka harus menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi hukum, setelah itu harus mengikuti pendidikan khusus serta lulus ujian profesi yang dilaksanakan oleh suatu organisasi pengacara.

Mereka adalah ahlinya dalam seni advokasi yang melibatkan presentasi kasus di pengadilan dan pemberian saran pada setiap aspek litigasi.

Advokat menerima pekerjaan dan biayanya dari pengacara, yang mentransfer klien mereka dalam kasus-kasus yang masuk pengadilan.

Tugas dan Tanggung jawab Advokat

  1. Mewawancarai klien dan menyediakan nasihat hukum ahli bagi mereka
  2. Meneliti dan mempersiapkan kasus dan menghadirkan mereka dalam pengadilan
  3. Menulis dokumen-dokumen hukum serta menyiapkan pembelaan tertulis untuk kasus perdata
  4. Penghubung dengan profesional lain seperti pengacara
  5. Mengkhususkan diri dalam bidang hukum tertentu
  6. Mewakili klien di pertanyaan publik, pengadilan, arbitrase dan pengadilan
  7. Negosiasi
  8. Mempertanyakan saksi

Kualifikasi dan Pendidikan yang Dibutuhkan Advokat

  1. Lulusan fakultas hukum/pascasarjana hukum
  2. Interpersonal yang sangat baik
  3. Bisa melakukan presentasi dan keterampilan komunikasi tertulis/lisan yang baik
  4. Memiliki integritas, kerahasiaan dan cara non-merugikan
  5. Kepercayaan diri, motivasi, dan teguh dalam pendirian
  6. Kesadaran hukum dan komersial
  7. Manajemen yang sangat baik
  8. Keterampilan akademik dan penelitian yang sangat baik