Alasan Sikat Gigi Malam Harus Kamu Lakukan

  • 1
    Share

Alasan harus sikat gigi sebelum tidur malam

Sikat gigi adalah salah satu alat yang bisa dipakai untuk mencegah penyakit mulut. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, kamu disarankan menyikat gigi minimal dua kali sehari agar terhindar dari penyakit itu.

Setidaknya, lakukan kegiatan menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari ketika akan berangkat tidur. Tapi, yang namanya orang, jadwal sikat gigi malam hari kerap dilewatkan.

Padahal, menyikat gigi sewaktu akan berangkat tidur sama pentingnya dengan sikat gigi waktu akan berangkat beraktivitas. Orang dewasa maupun anak-anak kompak berpendapat kalau sikat gigi malam-malam tentu harus menghadapi rasa kantuk, capek, dan dingin.

Buat kamu yang sering malas sikat gigi malam, jangan alasan lagi. Berikut beberapa alasan penting mengapa harus sikat gigi sebelum tidur malam.

1. Mengurangi Risiko Bau Mulut

Hal pertama yang jelas akan terjadi jika kamu lupa menggosok gigi waktu malam adalah bau mulut. Sebab, bakteri tentu tidak ikut tidur ketika kamu tidur. Mereka akan mencerna protein dan sisa-sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi dan gusi.

Protein tersebutlah yang kemudian menghasilkan gas pemicu bau tak sedap pada rongga mulut. Karena kamu tahu bagaimana rasanya bau mulut tak sedap, lebih baik segera atasi masalah itu dengan rajin sikat gigi sebelum tidur.

Jika kamu beralasan malas menggosok gigi karena sedang sakit, coba gunakan sikat gigi yang bulunya lebih lembut dan tidak bikin ngilu. Banyak merek sikat gigi lembut yang dijual di pasaran.

2. Mengurangi Penumpukan Asam

Pada dasarnya, air liur manusia mengandung kalium yang dapat menetralkan asam dalam mulut. Namun, produksi air liur biasanya menurun pada malam hari.

Untuk itu, kamu perlu menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride agar kadar air liur terkontrol dan zat asam penyebab gigi rapuh dapat dinetralkan.

Dengan rutin melakukan kebiasaan baik ini, kamu akan terhindar dari keluhan gigi keropos maupun terkikis. Untuk bentuk sikat giginya, bisa pakai yang apa saja, tidak harus sikat gigi elektrik. Yang terpenting adalah kandungan pasta gigi yang digunakan.

3. Minimalisir Risiko Peradangan

Infeksi terjadi sebagai efek menumpuknya karang gigi sebagai media tempat berkembangnya bakteri. Biasanya peradangan gusi ditandai dengan rasa nyeri saat mengunyah, gusi terasa lunak, dan keluar darah maupun nanah di area gusi dan gigi.

Jika tak segera ditangani, hal tersebut dapat memicu efek yang lebih buruk seperti degradasi tulang hingga rusaknya jaringan gigi yang ada. Sebelum hal itu terjadi, lebih baik kamu mulai memperhatikan perawatan gigimu.

Cara paling sederhana adalah dengan rajin sikat gigi sebelum tidur. Karena seperti yang sudah disebutkan, hal ini dapat mencegah timbulnya karang gigi yang memicu masalah kesehatan lain.

4. Memperlambat Perkembangan Kuman dan Bakteri

Perlambatan perkembangan kuman dan bakteri tentu bermanfaat banyak pada kesehatan mulutmu. Salah satunya yaitu terhindar dari risiko munculnya karang gigi maupun gigi keropos.

Untuk itu, penting untuk menyikat gigi sebelum tidur agar perkembangan bakteri dan kuman dalam rongga mulut bisa diminimalisir dan bahkan dicegah pertumbuhannya.

Pastikan kamu juga menerapakan cara sikat gigi yang baik agar upaya preventif yang kamu lakukan tidak sia-sia.

Mengutip laman Alodokter, sikat gigi yang baik dilakukan selama 20 detik pada setiap bagian dengan gerakan memutar. Gerakan memutar dilakukan supaya bulu sikat lebih optimal mengangkat plak yang terselip di antara gigi dan gusi.

5. Mengurangi Risiko Penyakit Lain

Malas gosok gigi pada malam hari ternyata dapat memicu berbagai penyakit serius lainnya, termasuk penyakit jantung. Faktanya hal ini benar-benar dimungkinkan untuk terjadi.

Disebutkan dalam Journal Infection and Immunity yang terbit tahun 2017, bakteri penyebab penyakit periodontal atau radang gusi mampu meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya sumbatan aliran darah ke pembuluh arteri yang dibawa oleh bakteri Streptococcus mutans atau bakteri perusak gigi yang bergerak mengikuti aliran darah.

Selain jantung, bakteri yang sama juga dapat menyerang paru-paru dan ginjal sehingga dapat memicu masalah pada saluran pernafasan dan sistem pencernaan.


  • 1
    Share