Apa Itu RSI dalam Saham? Inilah Penjelasannya

Apa itu RSI dalam trading
Pengertian RSI dan contohnya

Kamu memerlukan banyak pertimbangan sebelum menjadi seorang trader maupun investor, apalagi jika kamu masih benar-benar awam tentang dunia investasi. Dunia investasi penuh dengan istilah-istilah yang wajib dipelajari. Meski begitu, kamu bisa mempelajarinya sedikit demi sedikit.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu hal yang penting untuk diketahui yaitu apa itu RSI dalam saham. Simak pembahasan tentang salah satu indikator yang bisa kamu gunakan ini.

Apa Itu RSI dalam Saham?

Relative strength index atau lebih sering disebut dengan istilah RSI adalah indikator yang diciptakan oleh J. Welles Wilder Jr. pada tahun 1978 lalu menjadi indikator trading yang cukup populer sekarang ini. RSI merupakan hasil dari analisis teknikal yang digunakan oleh para trader dan investor saham.

Tujuan utama dilakukannya analisis teknikal yang bernama relative strength index ini adalah untuk mengetahui besaran volatilitas harga aset tertentu. Kamu bisa melihat dengan jelas apakah aset investasi berada dalam posisi oversold atau kondisi overbought menggunakan RSI.

Untuk menghindari kerugian, kamu perlu memahami emiten saham yang kamu beli serta kondisi pasarnya agar tidak salah prediksi atau berbalik arah.

Moving average RSI (Relative Strength Index)
RSI indikator saham

Timing yang Tepat untuk Transaksi

Analisis relative strength index ini menjadi salah satu alat yang sangat praktis untuk mengetahui pergerakan harga suatu aset. Informasi tersebut bisa digunakan untuk menentukan waktu paling tepat melakukan sebuah aksi penjualan maupun pembelian.

Kamu juga bisa melihat minat beli dan jual pada pasar saham melalui RSI. Cara baca RSI cukup mudah, apabila nilai RSI menunjukkan 70 maka bisa mempertimbangkan untuk menjual aset saham. Sebaliknya, kamu bisa membeli aset yang kamu amati jika indikator ini menunjukkan nilai di bawah 30.

Secara umum, periode default analisis relative strength index adalah 14 hari. Meski begitu, pemegang saham diberi kebebasan dalam pengaturan indikator RSI saham ini.

Kamu bisa mengaturnya menjadi 7 hari. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat sensitivitas analisa saham relative strength index. Jika terasa terlalu sensitif, kamu bisa mengubahnya menjadi 21 hari untuk menurunkan tingkat sensitivitas.

Semua itu bisa kamu lakukan semaumu. Dengan catatan, kamu harus mengetahui risikonya terlebih dahulu sehingga nantinya bisa mendapatkan profit yang menguntungkan melalui analisa relative strength index (RSI) tersebut.

Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial:

Jual
Tutup