15 Efek Buruk Begadang yang Perlu Kamu Hindari

  • 1
    Share

Efek buruk begadang

Begadang adalah keadaan dimana seseorang sengaja tidak tidur sampai larut malam.

Jam tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda, orang dewasa dikatakan telah cukup tidur jika tidur selama 7 hingga 9 jam per hari, sedangkan anak-anak perlu tidur selama 10 hingga 13 jam setiap harinya. Jadi jika tidur kurang dari 6 termasuk begadang.

Kebiasaan begadang tentu saja memiliki efek buruk. Pada saat tidur, tubuh kita membuang semua racun (toxin) dari dalam tubuh dan memperbaiki kondisi mental. Proses tersebut membutuhkan tubuh berada pada keadaan rileks yang terbaik yaitu pada saat kita tidur.

Organ tubuh yang berfungsi penetralisir racun yang ada di tubuh adalah hati. Jika kamu begadang, berarti kamu mencegah hati melakukan fungsinya untuk membersihkan racun dalam tubuh. Pada usia remaja, tidur adalah waktu bagi pelepasan hormon pertumbuhan.

Orang yang sering begadang lama-kelamaan akan mengalami perubahan fisik, misalnya saja adalah wajah yang lesu, kantung mata menghitam, dan mata merah.

Alasan Begadang

Biasanya ada beberapa alasan seseorang terpaksa begadang dan tidur larut malam. Faktor-faktor yang membuat seseorang tidur kurang dari enam jam per hari antara lain:

1. Kerja Lembur

Seringkali begadang disebabkan karena ada tuntutan pekerjaan.

Misalnya saja karena kamu adalah seorang pebisnis yang sibuk, seseorang yang workaholic, atau memang terpaksa bekerja sampai malam karena ada deadline. Bisa dipastikan mereka akan tidur larut malam karena harus menyelesaikan semua pekerjaan terlebih dahulu.

Kerja lembur secara perlahan akan menjadi rutinitas dan memforsir tubuh.

Kurang tidur membuat kerja jantung lebih berat dan tidak mengistirahatkan tubuhmu dengan baik.

Sangat mungkin dengan kerja lembur kamu jadi kurang tidur jauh di bawah anjuran tidur minimal delapan jam sehari.

2. Kerja Shift Malam

Kerja shift malam juga akan membalik pola tidurmu. Terjaga pada malam hari dan tidur pada siang hari. Pola hidup seperti ini sangat tidak dianjurkan karena akan ada sedikit gangguan pada sistem dalam tubuh.

Bagaimana tidak, jika biasanya ketika malam kamu beristirahat lalu diganti menjadi bekerja, dan pada saat siang hari ketika kamu biasanya beraktifitas dipakai untuk tidur, apakah tidak akan terjadi perubahan pola hidup?

3. Makan Terlalu Banyak

Makan yang terlalu banyak biasanya bisa membuat seseorang susah tidur. Hal ini terjadi karena tubuh belum selesai melakukan pencernaan tapi kamu malah tidur. Setelah makan, sudah pasti tubuh akan terisi energi kembali.

Maka jika kamu makan kemudian tidur, tubuh akan kelebihan energi yang disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan pada akhirnya akan menjadikanmu gemuk.

4. Insomnia

Ada suatu keadaan ketika seseorang tidak ingin begadang dan ingin tidur delapan jam sehari, dimulai dari pukul sembilan malam. Namun ada hal yang menyulitkan orang itu untuk melakukannya. Orang itu mengalami insomnia.

Insomnia adalah keadaan saat seseorang kesulitan tidur. Insomnia dapat dipengaruhi karena adanya penyakit atau masalah psikologis.

Namun insomnia bukanlah suatu penyakit. Insomnia dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelainan emosional, kelainan fisik, dan pemakaian obat-obatan.

Terkadang seseorang merasa insomnia karena tubuh dan pikirannya tidak merasa capek.

Insomnia seringkali diobati dengan meminum obat penenang dan obat tidur yang bekerja meringankan gejala stres.

Hal ini kalau bisa dihindari karena efek pemakaian obat-obatan dalam jangka waktu lama akan merusak kesehatan tubuh serta menimbulkan ketergantungan terhadap obat-obatan.

5. Terlalu Asik Bermain

Seringkali, lupa waktu adalah alasan seseorang mengalami kekurangan tidur dan begadang. Lupa waktu tidak harus selalu soal pekerjaan yang menumpuk.

Lupa waktu juga bisa terjadi karena kamu terlalu asik bermain. Bermain di sini artinya bisa macam-macam, mulai dari nongkrong di cafe bersama teman-teman, jalan-jalan ke mall, hangout, hingga bermain game online.

Suasana tempat hangout yang cenderung ramai, akan membuat kamu lupa waktu. Belum lagi ditambah obrolan yang menyenangkan bersama teman-teman lalu secara tidak sadar kamu akan begadang.

6. Jet Lag

Ketika kamu terlalu sering terbang maka dapat timbul jet lag atau disebut juga sebagai mabuk pasca terbang.

Dampak jet lag ini bisa bertahan sampai berhari-hari. Dan salah satu dampaknya adalah membuatmu susah tidur.

Jet lag dapat muncul pada saat kamu melakukan perjalanan panjang dan lama menggunakan pesawat terbang, atau bisa juga karena kamu mabuk udara.

7. Terlalu Banyak Minum Kopi

Seperti yang tertulis di artikel saya tentang kandungan kopi, terlalu banyak minum kopi di malam hari akan mengakibatkan susah tidur.

Idealnya jangan minum kopi ketika mendekati jam tidur. Jika terlanjur suka minum kopi ada baiknya mulai menata jam minumnya agar jam tidur tidak terganggu.

Efek Buruk Begadang

Jika dibiasakan, begadang akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan juga psikismu. Begadang menyebabkan hilang konsentrasi dan mengakibatkan kurang fokus.

Contoh kejadian yang mungkin saja terjadi adalah kecelakaan lalu lintas karena kurang konsentrasi, serta kesalahan dalam presentasi pada saat meeting karena tidak fokus dan lelah.

Selain itu, masih banyak lagi bahaya yang akan muncul setelah begadang. Berikut ini adalah penjelasan beberapa bahaya begadang.

Mari kita telaah satu per satu efek buruk begadang berikut ini:

Pengaruh Langsung

1. Muka Pucat dan Muncul Mata Panda

Ciri fisik yang acapkali muncul ketika kamu sering begadang adalah mukamu terlihat pucat, tidak cerah, kusam, sayu, dan lelah. Dan yang paling terkenal, matamu akan memerah dan berkantung.

Selain itu, efek buruk begadang yakni menimbulkan dan mempercepat munculnya kerutan di sekitar mata.

Menurut penelitian dari Phil Gehrman, PhD, CBSM, yaitu Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia mengemukakan bahwa tidur kurang dari enam jam sehari menyebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon stres dan kortisol.

Kortisol dalam jumlah banyak akan berakibat memecah zat kolagen dan protein dalam kulit.

2. Pusing dan Susah Konsentrasi

Kurang tidur juga sering menyebabkan kurang konsentrasi dan hilang fokus.

Ketika kamu tidur kurang dari enam jam, maka kamu cenderung bangun dalam keadaan pusing, tidak bersemangat, lesu, dan tidak bergairah.

Kurang tidur juga menyebabkan kamu lebih sulit berkonsentrasi, akibatnya kamu tidak bisa mengingat dengan baik.

Kemampuan memecahkan masalah yang kamu miliki pun menjadi tumpul. Susah fokus dapat berakibat fatal jika berkendara atau bekerja karena kemungkinan “kecelakaan” sangat tinggi.

3. Daya Tahan Menurun

Efek buruk dari kebiasaan begadang adalah daya tahan tubuh yang menurun.

Menurunnya daya tahan tubuh akan membuatmu lebih mudah terserang flu, demam, batuk, meriang, dan tidak enak badan. Berbagai penyakit lain yang bisa menyerang tubuh karena menurunnya daya tubuh adalah penyakit stroke, gangguan ginjal, hati dan paru-paru, obesitas, dan hipertensi.

Ketika begadang, tubuh akan dipompa untuk terus beraktivitas sampai larut malam padahal pada tubuh juga memerlukan waktu beristirahat, memperbarui sel, dan membuang “racun”.

Jika waktu istirahat kurang, kerja tubuh otomatis akan tidak sempurna sehingga efek sampingnya adalah menurunnya daya tahan tubuh.

4. Pola Makan Tidak Teratur

Pola hidup begadang akan membuatmu selalu melewatkan sarapan karena kamu akan bangun siang keesokan harinya.

Untuk menerapkan pola hidup sehat, salah satunya adalah menjaga pola makan secara teratur dengan makan makanan bergizi. Dengan begadang, pola makan kamu akan jauh dari kata teratur dan sehat.

5. Mudah Mengantuk

Kamu akan mudah mengantuk keesokan harinya ketika malam harinya begadang. Hal ini terjadi akibat kebutuhan istirahat kamu belum tercukupi.

Kurang tidur sangat berbahaya bagi kesehatan. Implikasi yang sering terjadi adalah mudah mengantuk ketika siang hari.

Mengantuk sangat berbahaya ketika sedang mengemudi. Telah banyak kasus kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian pengendara kendaraan baik motor maupun mobil, yang diakibatkan rasa kantuk.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika memperkirakan bahwa 100.000 kecelakaan mobil serta 1.500 kematian di jalan raya penyebab utamanya adalah kelelahan, penelitian ini dilakukan selama satu tahun di Amerika Serikat.

Bahaya berkendara saat ngantuk bahkan bisa disejajarkan dengan mengendarai dalam keadaan mabuk. Bahkan, mengendarai setelah tidur malam hanya 3 jam meningkatkan risiko kecelakaan hingga lebih dari empat kali lipat.

Pengaruh terhadap Pikiran

1. Stress dan Depresi

Begadang berarti mengurangi jam tidur di malam hari. Kebanyakan orang yang didiagnosis mengalami depresi dan kecemasan berlebih adalah mereka yang tidur kurang dari enam jam.

Tidak hanya kebiasaan begadang, gangguan tidur bisa saja mengarah pada insomnia yang sangat berkaitan dengan kondisi depresi.

Stress dan depresi merupakan efek buruk yang sering timbul akibat begadang. Kurang tidur menyebabkan pikiranmu tidak tenang, cenderung gelisah dan emosi berlebihan.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki jam tidur kurang dari lima jam sehari selama tujuh hari berturut-turut akan menyebabkan stress, sedih, marah, dan lelah pikir.

Selain itu, kurang tidur juga menyebabkan depresi. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 dengan melakukan survey terhadap 10.000 orang, menyebutkan bahwa orang yang sering begadang lima kali lebih rentan terserang depresi daripada orang yang cukup beristirahat.

2. Mudah Marah

Kurang tidur akan menyebabkan emosi lebih susah dikontrol dan cenderung meledak-ledak. Hal ini dipengaruhi hormon yang tidak bisa diproduksi tubuh ketika begadang.

Jika seseorang kurang tidur, otomatis tubuh hanya bisa sedikit menghasilkan hormon yang dibutuhkan. Mudah marah adalah implikasi dari depresi yang dialami akibat tidur kurang dari enam jam sehari.

3. Gelisah

Perasaan yang tidak tenang, berdebar-debar, dan gelisah adalah efek buruk lain dari begadang. Tentu hal ini akan mempengaruhi kesehatan psikologis.

Perasaan gelisah juga disebabkan oleh hormon-hormon yang ada di dalam tubuh. Gelisah dan perasaan tidak tenang disertai jantung berdebar-debar merupakan implikasi langsung dari akibat begadang.

Resiko Penyakit Jangka Panjang

1. Hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan penyebab penyakit stroke, serangan jantung, gagal jantung kronis. Dan faktor penyebab hipertensi, salah satunya, adalah kebiasaan begadang.

Riset yang dilakukan oleh ilmuan Henry Ford Hospital, Detroit menyebutkan bahwa orang-orang dengan gejala insomnia memiliki kemungkinan hipertensi.

Sedangkan menurut penelitian Christoper Drake, dari Ford Hospital Sleep Disorders and Research Center, penyebab hipertensi pada penderita insomnia dikarenakan faktor seberapa seringnya seseorang terbangun ketika tidur di malam hari serta berapa waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur.

Penelitian gangguan tidur lebih lanjut yang dilakukan oleh National Institutes of Health, menyebutkan bahwa sekitar tiga puluh sampai empat puluh persen orang dewasa memiliki gejala insomnia. Kemudian sekitar sekitar 10% hingga 15% orang dewasa menderita insomnia kronis.

2. Penyakit Jantung

Selain hipertensi, serangan jantung juga bisa disebabkan angin malam. Seseorang yang terbiasa tidur larut malam dan begadang, cenderung lebih banyak terkena angin malam.

Angin malam kurang baik bagi kesehatan. Serangan jantung seperti yang diketahui merupakan “pembunuh” nomor satu di Indonesia. Untuk mencegah dan meminimalisirnya, hapuskanlah kebiasaan begadang.

3. Resiko Stroke

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kurangnya tidur menyebabkan stroke.

Misalnya saja penelitian yang dilakukan oleh Warwick Medical School dalam publikasi European Heart Journal yang menyebutkan bahwa jika tidur kurang dari enam jam setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena stroke yang dapat mengakibatkan kematian (rasio sekitar 15%).

4. Risiko Kanker

Ternyata efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan rasio terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur memiliki risiko terkena kanker yang lebih tinggi.

Belum diketahui secara pasti apa yang berkaitan antara begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga ada kaitannya dengan stres dan kerusakan sel tubuh.

5. Diabetes

Penelitian yang dilakukan oleh Tulane University School of Medicine menjelaskan bahwa seseorang akan mengalami penurunan kadar hormon akibat kurang tidur.

Penelitian tersebut dapat menjelaskan bahwa orang yang terlalu sering begadang rentan diabetes lalu terkena obesitas.

Pola tidur pada larut malam dan kurang dari enam jam setiap hari akan memunculkan rasa lapar ketika malam, akibatnya seseorang akan merasa lapar dan membiasakan diri untuk makan ketika tengah malam.

Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin serta meningkatkan hormon stres kortisol sehingga tubuh tidak dapat menyerap gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula dalam darah semakin meningkat. Kondisi ini dapat memicu diabetes.

6. Obesitas

Obesitas berkaitan erat dengan diabetes. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Brigham and Women Hospital di Boston menyebutkan bahwa begadang akan membuat seseorang mengalami obesitas karena proses metabolisme tubuh yang lambat.

Selain itu, masih terdapat penelitian yang dilakukan oleh Kepala Endokrinologi dari Tulane University School of Medicine, Dr Vivian Fonseca yang menyebutkan bahwa obesitas berkaitan dengan kurang tidur. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon akibat kurang tidur.

Begadang terlalu sering juga berefek pada meningkatnya hormon lapar ghrelin. Orang yang kurang tidur cenderung lebih banyak makan cemilan berkalori tinggi. Selain itu, mereka juga cenderung mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dalam porsi yang lebih besar.

Studi lain membuktikan bahwa seseorang yang gemar begadang cenderung mengalami kenaikan berat badan ditambah peningkatan risiko obesitas dibandingkan orang yang kebutuhan tidurnya tercukupi.

Obesitas, hipertensi, dan diabetes dapat berdampak sangat buruk. Apalagi jika ketiganya terjadi bersamaan.

7. Alzheimer

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari University of Rochester Medical Center School of Medicine and Dentistry, New York menjelaskan tentang kebiasaan begadang yang mengakibatkan penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit “lupa” baik secara permanen maupun sementara. Alzheimer biasanya menyerang usia lanjut.

Alzheimer memang tidak menular, namun lebih kepada penderita mengalami disorientasi dan lupa mengingat terhadap orang, tempat, serta waktu. Banyak faktor yang mempengaruhi penyebabnya.

8. Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskular adalah sistem tubuh yang berfungsi mentransformasi zat ke sel dan sebaliknya. Hal ini banyak dipengaruhi oleh jantung.

Seperti yang telah kita ketahui, kebiasaan begadang akan mempengaruhi kerja jantung. Kebiasaan begadang kurang baik bagi kesehatan jantung.

9. Meningkatkan Risiko Kematian

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis kebiasaan tidur 1,3 juta orang dalam 16 studi terpisah.

Temuannya menunjukkan bahwa orang yang setiap malam tidur kurang dari enam jam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12%. Mereka juga menemukan bahwa orang yang kebutuhan tidurnya tidak tercukupi memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat.

Apa penyebabnya?

Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa tidur kurang dari 5 jam dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah berakibat pada meningkatnya tekanan darah.

Terlebih lagi, kurang tidur juga dapat memicu terjadinya kekurangan magnesium yang bisa menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (ateroskelosis).

Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan masalah pada jantung.

Pengaruh pada Hormon

1. Hormon Pertumbuhan Menurun

Hormon-hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi pada saat tidur. Pada saat tidur, tubuh memperbarui dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Jika tidak membiasakan budaya hidup sehat, kamu telah memangkas waktu tidur sehingga secara otomatis juga akan membatasi produksi hormon baik yang dihasilkan tubuh.

Berkebalikan dengan hormon pertumbuhan yang dilepas dalam jumlah lebih sedikit ketika begadang, kurang tidur membuat hormon kortisol (hormon stres) dilepaskan dalam jumlah yang lebih banyak.

Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit. Padahal kolagen adalah protein yang membuat kulit lebih kencang dan elastis.

2. Gairah Seks Menurun

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2002, menyebutkan bahwa orang yang menderita “Sleep Apnea” memiliki jumlah hormon testosteron yang relatif rendah.

Hampir 50% penderita “Sleep Apnea” yang parah, hormon testosteronnya rendah pada malam hari. “Sleep Apnea” adalah gangguan pernapasan pada saat tidur.

Berdasarkan penelitian para ahli, pria dan wanita yang kurang tidur pada malam hari dapat berakibat pada menurunnya gairah seksualitas. Penyebabnya karena begadang akan menguras energi, perasaan mengantuk, serta tekanan darah yang cenderung meningkat.

Libido yang menurun adalah salah satu efek begadang. Ketika kurang tidur, tubuh menjadi kelelahan, mengantuk, meningkatkan ketegangan, dan pada akhirnya menjadi kurang berminat kepada seks.

Penutup

Setelah mengetahui bahwa efek buruk begadang yang tidak baik bagi tubuh, kini saatnya kamu berpikir lagi sebelum memutuskan untuk begadang.

Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur minimal tujuh jam per harinya.

Jika terdapat gangguan tidur yang membuat kualitas atau jam tidur berkurang, kamu bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.


  • 1
    Share