Gejala Depresi yang Harus Kamu Ketahui

  • 1
    Share

Stres yang terlalu mendalam tak kunjung usai bisa menyebabkan depresi. Depresi bukanlah kondisi yang wajar, itu termasuk salah satu gangguan kesehatan jiwa.

Lantas, apa saja tanda dan gejala depresi yang paling umum dialami dan harus kamu waspadai? Berikut pembahasan singkat mengenai hal itu.

Gejala depresi

Beberapa Gejala Depresi

Ada beberapa gejala yang mirip antara stres dan depresi, termasuk sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya selalu dinikmati.

Jika dilihat lebih jauh, sebenarnya stres, gangguan kecemasan, dan depresi memiliki perbedaan.

Seringnya, gejala depresi bisa menghambat kegiatan sehari-hari penderitanya dan lebih terasa melelahkan.

Ciri-ciri depresi umumnya ditandai dengan memburuknya suasana hati yang mengendap selama berminggu-minggu bahkan lebih dari 6 bulan berturut-turut.

Ciri-Ciri Depresi Dilihat dari Psikis

  • Mood memburuk secara drastis
  • Merasa sedih terus-menerus
  • Sering menangis tersedu-sedu
  • Merasa putus asa
  • Merasa tidak berharga, tidak berguna, dan tidak berdaya
  • Tidak bersemangat melakukan apapun
  • Terus menerus diselimuti perasaan bersalah
  • Merasa kesal, emosian, dan tidak toleran terhadap orang lain
  • Susah membuat keputusan
  • Tidak dapat merasakan kebahagiaan atau kesenangan dari situasi dan kondisi yang positif
  • Selalu merasa cemas dan khawatir
  • Berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri

Gejala Fisik

  • Bergerak dan/atau berbicara lebih lambat dari biasanya
  • Lebih banyak makan atau justru kebalikannya yaitu malas makan
  • Perubahan drastis berat badan (bisa naik atau turun) karena nafsu makan berubah
  • Sembelit
  • Mendadak merasakan sakit di sekujur tubuh tanpa sebab
  • Tampak lesu, lemas, tidak berenergi, atau selalu kelelahan
  • Gairah seks menurun bahkan hilang sama sekali
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Mengalami gangguan tidur, berupa insomnia, bangun kepagian, atau justru lebih sering tidur

Gejala Sosial

  • Tidak bekerja atau beraktivitas seperti biasa, sering kehilangan fokus sehingga sulit berkonsentrasi
  • Menutup diri, menghindari interaksi dengan teman dan keluarga
  • Tiba-tiba tidak melakukan hobi dan kegiatan yang awalnya sangat disukai
  • Sulit bersosialisasi di rumah dan lingkungan kerja, bahkan sangat rentan bertemu masalah dengan orang sekitar.

Ciri-Ciri Depresi menurut Usia

Meski tak mencolok, pada kelompok usia tertentu memiliki gejala depresi yang khas. Berikut adalah ciri-ciri depresi yang muncul pada masing-masing kelompok usia.

Ciri-ciri depresi

Gejala Depresi pada Anak dan Remaja

Secara umum, ciri-ciri depresi pada anak dan remaja sama dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, ada beberapa gejala depresi tambahan yang khas terjadi pada anak dan remaja, yaitu:

  • Anak-anak yang depresi umumnya kerap merasa sedih, cemas, dan clingy alias ingin selalu dekat dengan seseorang. Kondisi ini kerap kali membuat anak jadi malas ke sekolah, malas makan hingga berat badan turun drastis.
  • Remaja yang depresi umumnya menjadi mudah marah, terlalu sensitif, menjauh dari teman sebayanya, perubahan nafsu makan, hingga kemauan menyakiti diri sendiri. Beberapa remaja yang mengalami depresi rawan terjerumus dalam penggunaan narkoba atau alkohol.

Gejala depresi pada lansia

Depresi dapat terjadi pada semua rentang usia, namun itu tetap bukan hal yang normal. Sayangnya, orang yang berusia lanjut lebih pintar menyembunyikan emosinya sehingga depresi sulit dideteksi.

Gejala depresi pada lansia sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Akan tetapi, terkadang muncul gejala lain yang mengikuti, termasuk:

  • Lebih mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gangguan tidur, entah tidak bisa tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu lama tidur
  • Pikun atau mudah lupa
  • Malas keluar rumah dan menolak bersosialisasi
  • Muncul pikiran bunuh diri

Berbagai gejala yang disebutkan di atas bisa dikatakan sebagai gejala depresi apabila telah berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih.

Meski begitu, mungkin masih banyak tanda dan gejala depresi lainnya yang hanya terjadi pada kasus-kasus tertentu.

Jangan anggap remeh sekecil apapun gejala depresi yang dialami. Jika khawatir atau curiga akan gejala tertentu, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter/psikolog/psikiater/terapis terpercaya.

Ingat, gangguan mental dapat dialami oleh siapapun. Nah, langkah pertama untuk mencapai penyembuhan adalah menyadari bahwa kamu sedang mengalaminya.

Jangan malu untuk melakukan konsultasi hanya karena stigma yang berkembang di masyarakat, sebab kesehatan mental dan orang tercinta adalah yang utama.


  • 1
    Share