Kisah Cinta Anak Paskibra

Kisah cinta paskibra

Siang ini panas, langit membara.

Untung saya di dalam ruangan ber-AC siang ini. Bukan santai-santai, tapi mencari panasku sendiri.

Panas akibat mengingat masa lalu yang indah.

Hmm. Indah juga masa laluku bila kuingat.

Di mataku saat remaja, dia saat itu sangat cantik dan sekarang semakin cantik. Hahah. Benar, saya cowok.

Seperti paskibra pada umumnya, kisah cinta paskibra dilarang di sini.

Kami tidak mampu berbuat banyak selain saling tau perasaan kami dan berharap yang lain tidak mengetahuinya.

Mungkin, akan banyak yang berkata, “Jadian aja dong. Jadian.”

Heee, bung! Saat itu saya masih remaja, seperti remaja lainnya yang jajan masih minta uang orang tua, bahkan banyak yang belum bisa mencuci baju sendiri.

Jadi jika kami jadian, kami akan dihadapkan dengan problematika kisah cinta paskibra dan remaja lainnya saat usia kami masih cocok untuk lari-larian di warnet.

Ya itu beberapa tahun lalu. Sekarang kami sudah jauh. Entah dimana dia sekarang, entah sudah berkeluarga dan punya anak.

Semoga dia sekarang bahagia dengan jalan hidupnya.

Andaikan sekarang didekatkan oleh Yang Berkuasa, saya rasa tidak akan terjadi masalah apapun. Sebab kami sudah lulus, dan jodoh bisa datang dari mana saja.

#Cepok

Bali ra mas? Wis sore ki.

Eeee… Kamprrr. Kaget aku. Yo bali to tung..