Pemenang Nobel Fisika 2020: Lubang Hitam Bikin Ambyar

Lubang hitam bikin ambyar

Nobel Fisika tahun 2020 dianugerahkan kepada 3 ilmuwan yang mengabdikan diri pada riset tentang lubang hitam. Roger Penrose mendapat setengah dari hadiah untuk temuan metode matematika, dipakai untuk meneliti teori relativitas umum Einstein.

Sementara Reinhard Genzel dan Andrea Ghez berbagi setengah sisanya yakni sekitar USD 1,1 juta, untuk penemuan sebuah objek tak kasat mata yang sangat masif di pusat galaksi Bima Sakti dan mempengaruhi lintasan semua bintang di jantung galaksi kita.

Andrea Ghez pun menerangkan apa itu lubang hitam. Jika ditanya orang awam, dia akan menjawab secara sederhana. “Lubang hitam adalah obyek yang menarik gravitasi dengan sangat intens sehingga tidak ada yang bisa lolos darinya, bahkan cahaya sekalipun,” katanya.

“Sangat sedikit orang memahami apa lubang hitam itu, tapi saya pikir sangat banyak orang terpukau dengannya,” tambah profesor wanita di Universitas California, Los Angeles itu, dilansir detikINET dari AFP.

Lubang Hitam Bikin Ambyar

Lantas berbicara pengandaian, bagaimana jika seseorang jatuh ke lubang hitam? “Kita tidak akan bertahan,” jawabnya.

“Jadi jika jatuh ke lubang hitam dengan kaki terlebih dahulu, hal pertama yang terjadi adalah tarikan gravitasi akan jauh lebih kuat di kaki daripada di kepala sehingga bikin kita ambyar,” jelasnya.

“Kita tidak merasakan apapun karena kita tidak eksis, kita tidak akan bertahan hidup, kita akan remuk sampai berkeping-keping,” tambah Andrea.

Dia yakin bahwa akan lebih banyak misteri lubang hitam yang terungkap seiring perkembangan teknologi. “Saya pikir ini adalah area fisika di mana angka penemuan terus bertambah lebih cepat karena teknologi juga berkembang begitu cepat,” lanjut Andrea.

Sebagai wanita pemenang Nobel, Andrea Ghez berada di kelompok istimewa. Wanita terakhir yang memenangkan Nobel Fisika adalah Donna Strickland dari Kanada dua tahun silam.

Sebelumnya adalah Maria Goeppert pada 1962 dan Marie Curie pada 1903. Hanya ada 4 wanita pemenang Nobel Fisika, terpaut jauh dari pria yang berjumlah 200 orang.

“Area ini memang didominasi oleh pria dalam waktu yang sangat panjang. Tapi hari ini, ada banyak wanita berkecimpung. Jadi saya senang bisa menjadi role model bagi wanita muda,” pungkas Andrea yang terus melanjutkan riset tentang lubang hitam.