Benarkah Makan Mie dengan Nasi Itu Buruk?

makan mie dengan nasi

Nasi telah menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Banyak orang bahkan menganggap bahwa akan selalu lapar jika belum makan nasi. Biasanya nasi akan disandingkan dengan lauk pauk termasuk mie instan.

Kapan terakhir kali kamu makan mie instan dibarengi nasi putih? Jika itu sering dilakukan, sebaiknya mulailah menguranginya sekarang juga.

Mengkonsumsi sepiring mie instan dengan nasi memang mengenyangkan. Dan jika dilihat dari segi praktis, mi memang merupakan makanan yang enak, rasanya khas dan cocok dijadikan lauk pengganti ikan atau sayur.

Tanpa lauk, makan nasi pakai mi instan saja sudah sangat enak. Hanya saja, kebiasaan ini rupanya sangat tidak baik untuk kesehatan.

Menurut ahli gizi dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, kebiasaan mengkonsumsi mie instan dicampur nasi hanya akan membuat tubuh terisi karbohidrat yang akan diubah menjadi gula. Tubuh akan kekurangan zat gizi lain seperti mineral, protein, vitamin, dan lemak.

“Sudah makan nasi ditambahin lagi mie instan, itu parah. Jadi double karbohidrat,” terangnya.

Jika kamu termasuk orang yang doyan makan mie dengan nasi maka risiko terkena diabetes akan meningkat, dibanding jika kamu banyak makan sayur dan buah.

“Penyakit yang akan cepat datang itu seperti diabetes, kencing manis dan lain sebagainya yang berkaitan dengan peningkatan gula darah,” tuturnya.

Maka dari itu, Dr Samuel menyarankan untuk tidak makan mie instan dan nasi bersamaan. Kalau pun tidak bisa menerapkannya secara langsung karena sudah terlanjur ketagihan, cobalah untuk pelan-pelan menguranginya.

Tubuh kelebihan kalori dapat meningkatkan risiko obesitas hingga terkena diabetes. Mie instan yang dicampur dengan nasi dapat meningkatkan kalori dalam tubuh secara signifikan, menaikkan indeks glikemik, dan menyebabkan peningkatan gula dalam darah. Ini juga akan meningkatkan timbunan lemak dalam tubuh.

Makan Mie dengan Nasi Tidak Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Walau kaya akan karbohidrat dan kalori, makan nasi dengan lauk mie instan tidak memenuhi kebutuhan tubuh yang butuh vitamin, protein, zat besi, dan serat juga.

Para ahli menyarankan agar kita membatasi makan mie instan. Usahakan untuk mengonsumsi mie instan maksimal satu kali dalam seminggu.

Makan mie dengan nasi akan menghasilkan setidaknya 750 kalori. Secara kesehatan hal ini sangat tidak baik untuk tubuh.

Ketika kita memakan makanan yang mengandung karbohidrat, itu akan dicerna menjadi gula atau amilum. Lalu hasil dari proses pencernaan nanti akan memasuki pankreas, dan diolah menjadi hormon insulin. Jika dalam porsi banyak, hormon juga akan terproduksi banyak.

Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat juga akan membuat pankreas rusak. Sebab hasil produksi gula yang nantinya akan diolah menjadi hormon insulin, organ tubuh yang paling banyak berperan adalah pankreas.

Jika terlalu banyak gula, maka pankreas juga akan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga lama kelamaan pankreas mengalami kerusakan.

Zat karbohidrat berlebihan dalam tubuh akan dipecah menjadi zat lain. Misalnya kekurangan nutrisi lemak. Maka karbohidrat tersebut juga akan dipecah menjadi lemak.

Hasil pemrosesan tersebut akan dikirim ke hati sebagai pembantu sistem pencernaan.

Kamu mungkin masih bisa tersenyum lega jika hati menjadi tempat menumpuknya sel lemak yang baik. Namun, jika ternyata yang menumpuk di hati adalah lemak jahat, siapa yang tahu?

Mie instan merupakan salah satu makanan yang kurang bergizi untuk dikonsumsi setiap hari. Dalam istilah kedokteran lebih terkenal dengan istilah junk food atau makanan sampah.

Bahaya junk food adalah tak adanya kandungan protein dan vitamin, apalagi serat. Hanya ada lemak dan karbohidrat saja.

  • 1
    Share