Manfaat Cuka Apel dan Cara Pakainya yang Mudah

Cuka apel yang banyak manfaat dibuat melalui dua langkah. Proses pertama adalah peragian yang memfermentasi gula dan mengubahnya menjadi alkohol. Proses kedua adalah penambahan bakteri agar dapat segera menjadi asam asetat yang merupakan senyawa aktif utama cuka.

Cuka apel sejak berabad-abad digunakan sebagai obat rumahan yang mujarab. Pengobatan tersebut telah dibuktikan melalui berbagai riset yang dilakukan. Manfaat cuka apel untuk kesehatan tak terbantahkan dengan efek antimikroba dan antioksida dalamnya.

Para peneliti percaya asam asetat adalah sumber manfaat kesehatan cuka sari apel. Dalam cuka apel setidaknya terkandung 5 hingga 6 persen asam asetat.

Cuka sari apel organik juga mengandung sebuah zat yang disebut ibu. Itu terdiri dari rangkaian protein, enzim, dan bakteri ramah yang membuat produk cuka tampak keruh.

Meskipun cuka sari apel tidak mengandung banyak vitamin maupun mineral, terdapat sedikit kandungan kalium dalamnya. Merek cuka apel berkualitas baik setidaknya juga mengandung asam amino dan antioksidan.

Manfaat Cuka Apel

Manfaat cuka apel

1. Menurunkan Kadar Gula Darah

Cuka apel dapat memberi manfaat pada pengobatan diabetes tipe 2. Kadar gula darah penderita diabetes tipe 2 biasanya tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena ketidakmampuan produksi (resistensi) insulin.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa cuka dapat meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 19-34% saat diet tinggi karbohidrat. Cuka apel menurunkan gula darah dan respons insulin secara signifikan.

Beberapa peneliti percaya bahwa kadar gula darah yang tinggi adalah penyebab utama berbagai penyakit kronis dan juga penuaan.

Penelitian lain yang dilakukan pada peserta lima orang sehat menunjukkan bahwa cuka apel mampu menurunkan gula darah sebesar 31,4% setelah makan 50 gram roti putih.

Gula darah penderita diabetes yang mengonsumsi dua sendok makan cuka sari apel sebelum tidur berkurang sebesar 4% keesokan paginya.

2. Menurunkan Kolesterol

Riset yang dirilis Pakistan Journal of Biological Sciences mengungkapkan tikus yang diberi cuka mengalami penurunan LDL (kolesterol jahat) dan peningkatan HDL (kolesterol baik). Apel juga mengandung pektin, serat yang telah ditemukan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Cuka sari apel meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh, sehingga dapat mencegah penyakit jantung. Dosis pektin yang lebih tinggi berkontribusi terhadap kesehatan jantung.

3. Menurunkan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa cuka apel juga memiliki manfaat pada berat badan. Dalam sebuah jurnal European Journal of Clinical Nutrition menerangkan bahwa kombinasi cuka apel dan makanan tinggi karbohidrat dapat lebih menimbulkan rasa kenyang.

Selain itu, penelitian Central Research Institute, Mizkan Group Corporation yang dilakukan pada 175 orang obesitas menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel setiap hari menyebabkan penurunan lemak perut dan berat badan. Berikut detail dari riset yang dilakukan selama 3 bulan:

  • Mengonsumsi 1 sdm cuka apel (12 mL) turun 1,2 kg
  • Mengonsumsi 2 sdm cuka apel (30 mL) turun 1,7 kg

Secara keseluruhan, cuka apel dapat berkontribusi pada penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menurunkan gula darah dan kadar insulin.

4. Membunuh Bakteri Jahat

Cuka apel bisa membunuh patogen, termasuk bakteri berbahaya. Secara tradisional cuka apel digunakan untuk membersihkan, mendisinfeksi, dan mengobati berbagai jamur kuku, kutu, kutil, serta infeksi telinga.

Hippocrates yang merupakan Bapak Pengobatan Modern menggunakan cuka apel untuk membersihkan luka. Seperti dilansir dari Health Line, itu sudah dilakukannya sejak 2.000 tahun yang lalu.

Cuka apel adalah salah satu pengawet makanan. Penelitian menunjukkan bahwa cuka apel bisa menghambat perkembangan bakteri seperti E. coli yang biasanya ada untuk merusak makanan.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Cuka sari apel dapat bermanfaat untuk mengatasi kulit kering dan eksim. Menggunakan cuka sari apel topikal dapat menyeimbangkan kembali pH alami kulit dan meningkatkan perlindungan bagi kulit.

Mengingat sifat antibakterinya, secara teori, cuka sari apel dapat mencegah infeksi kulit seperti eksim dan masalah kondisi kulit lainnya. Cuka sari apel untuk kulit biasanya diencerkan terlebih dahulu lalu digunakan sebagai pencuci muka atau toner.

Cara Pakai Cuka Apel

Sebagian besar riset merokomendasikan agar mengonsumsi cuka apel bersama air dengan dosis 1 hingga 2 sdm setiap harinya. Dosis tersebut mungkin harus disesuaikan bagi tiap-tiap orang.

Sebelum mengonsumsi cuka apel, kamu harus tahu bahwa cuka apel akan bereaksi ketika diminum bersama obat tertentu seperti pengobatan diabetes.

Oleh karena itu, bagi orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan medis tertentu harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi cuka apel.

Efek samping lain yang harus diketahui adalah, cuka apel dapat meningkatkan risiko rusaknya lapisan enamel gigi. Oleh sebab itu, setelah mengonsumsi cuka apel dianjurkan untuk berkumur atau menyikat gigi 30 menit setelahnya.