Review Manga One Piece Chapter 1000


One Piece chapter 1000 akhirnya bisa kita baca setelah menunggu beberapa lama. Bocoran chapter kali ini terbit lebih cepat dari dugaan. Di chapter 1000, kita akan melihat bagaimana permulaan pertempuran antara 5 Supernova dan 2 Yonkou.

Apa kejutan yang ada di chapter 1000 ini? Mari kita bahas chapter ini dengan singkat.

Luffy Si Topi Jerami – One Piece 1000

Review One Piece chapter 1000

Luffy akhirnya tiba di lantai 5 kastil Onigashima. Lantai itu ternyata sudah dibereskan oleh para Musketeer. Kapten SHP itu bisa langsung menuju atap tanpa perlu bersusah payah.

Shishilian tampak sedih hingga meneteskan air mata, sebab itu saja yang bisa dia lakukan untuk perjuangan mengalahkan Kaido saat ini. Seperti yang kita tau, beberapa chapter lalu mereka telah dikalahkan Kaido.

Menuju langit-langit tempat pesta, Marco terbang hendak mengirim Zoro menuju atap. Dalam perjalanannya dia dihadang oleh King dan Queen. Teknik memanjangkan leher digunakan Queen sehingga dia bisa menahan sayap kanan Marco.

Anehnya, meski King dan Queen berhasil menahan Marco, Queen berceloteh bahwa Marco tidak bisa disentuh dalam wujud zoannya. Daripada berlama-lama membawa Zoro melawan 2 dinosaurus, Marco akhirnya melempar Zoro menuju lubang yang dulu dibuat Kaido.

Opini dan Teori

Seingat saya, Garp dulu bisa memukul Marco dalam wujud zoannya ketika Perang Marineford. Entah karena apa Queen berceloteh soal tidak bisa menyentuh tubuh Marco.

King dan Queen menghadang Marco

Ke tempat Momonosuke, Yamato bercerita tentang buku catatan yang ia temukan di sungai dekat kastil Oden yang dibakar Kaido 20 tahun lalu. Entah siapa yang melemparnya keluar, Yamato tidak tau.

Shinobu menjelaskan pada Momonosuke bahwa buku itu berisi catatan semua petualangan Oden ke seluruh dunia. Momo yang lahir di kapal Shirohige, ikut bersama Oden di kapal Oro Jackson milik Bajak Laut Gol D. Roger, semua ada tertulis.

Menurut buku tersebut, 20 tahun sejak catatan itu dibuat, akan datang bajak laut muda yang kuat ke Dunia Baru. Yamato awalnya berpendapat bahwa Ace adalah orang yang dimaksud. Tapi melihat dia sudah tiada kini, Yamato mengingat kembali pembicaraannya dengan Ace.

Ketika itu, Ace bercerita tentang mimpi Luffy yang ingin menjadi raja bajak laut. Ace meminta agar tidak menertawakan mimpi adik kecilnya itu. Dalam benak Yamato, Roger juga mengatakan hal yang sama dan itu membuat Oden terkesan.

Yamato berkata pada Ace, “Dalam catatan milik Kozuki Oden, ada seorang pria hebat mengatakan hal yang sama. Jadi aku tak akan menertawakan mimpi adik kecilmu itu.” Mendengar itu, Ace berkata ingin mengajaknya minum-minum tapi sayang orang itu telah tiada.

Opini dan Teori

Ace tidak tau bahwa orang yang dimaksud Yamato adalah Roger, ayahnya sendiri. Mungkin di alam sana, Ace sudah berjumpa dengan kedua orang tuanya dan membicarakan hal yang sama.

Setelah selesai bercengkerama, Ace akhirnya meninggalkan Onigashima. Dia diberi vivre card oleh Yamato. Pada waktu itu, Ace belum tau banyak soal vivre card jadi harus diberi tau kegunaannya oleh Yamato. Anak Kaido itu menyobeknya sedikit agar bisa bertemu Ace kembali.

Sayangnya, 2 tahun yang lalu, vivre card Ace hangus terbakar. Yamato kemudian mendapat berita tentang kematian Ace dari surat kabar. Yamato bercerita bahwa banyak hal sudah tertulis dalam catatan Oden.

Terakhir di dalam catatan Oden tertulis, “20 tahun yang akan datang, generasi bajak laut yang baru akan memimpin era selanjutnya. Mereka akan datang ke Dunia Baru. Dan meski aku akan mati, merekalah nantinya yang akan mengalahkan Kaido.”

Supernova bersiap melawan Yonkou

Akhirnya 5 supernova yakni Luffy, Zoro, Kid, Killer, dan Law diperlihatkan tiba di atap Onigashima. Law tiba ke atas dengan menggunakan jurus Room andalannya, Kid dan Killer melewati jalan yang relatif sama dengan Luffy.

Luffy lantas berjalan menuju Kinemon yang telah kalah telak melawan Kaido. Dia dengan santainya melewati dan tidak menghiraukan kedua Yonkou yang bertanya, “Hei, Bocah. Cepat katakan. Kau mau jadi apa?”

Sampai di Kinemon, dia meminta maaf karena datang terlambat. Terlihat semua Akazaya terkapar dengan banyak luka berdarah. Mereka adalah Kinemon, Inuarashi, Denjiro, Kiku, Raizo, Izou, Nekomamushi, Ashura Doji, dan Kawamatsu.

Dalam masa sulitnya, Kinemon merasa malu jika bertemu dengan Oden di akhirat tapi tidak bisa mengalahkan Kaido. Dia kembali meminta tolong pada Luffy untuk menyelamatkan Wanokuni. Permintaan tersebut tentu dikabulkan Luffy.

Opini dan Teori

Kita ingat bahwa pada setiap pertempuran, Luffy hampir selalu melakukan hal yang sama. Luffy akan dimintai tolong dan dia mengiyakannya. Ini adalah sebuah penegasan bahwa Luffy adalah harapan terakhir untuk mengalahkan musuh utama.

Jawaban Luffy membuat Kinemon menangis sejadi-jadinya. Luffy lantas meminta Law agar memindahkan Akazaya ke lantai bawah. Bersamaan dengan itu, Kaido terlihat mengarahkan gadanya menghantam Luffy.

Tepat sebelum mengenai Luffy, dia berhasil melompat dan bersiap dengan gear tiga. Luffy menghantam kepala Kaido dengan jurus Gomu Gomu no Red Rock. Jurus itu sanggup membuat Kaido tersungkur mencium tanah.

One Piece Chapter 1000 ditutup dengan jawaban Luffy atas pertanyaan Kaido, “Namaku adalah Monkey D. Luffy. Aku akan mengalahkan kalian berdua, dan aku akan menjadi raja bajak laut.”

Gomu Gomu no Red Rock menghantam Kaido - One Piece chapter 1000

Opini dan Teori

Di akhir chapter 1000, kita diberi harapan bahwa aliansi pembebasan Wano berpeluang menang mengalahkan Kaido. Saya rasa terlalu cepat jika menganggap bahwa perang ini akan segera usai.

Kita belum mendapat sajian yang lebih wah dari Perang Marineford, ini baru pemanasan. Kita masih bisa berasumsi akan melihat kemampuan total Big Mom dan Kaido.

Perlu diketahui pula, kita bisa berpendapat bahwa Kaido tengah membagi kekuatannya, satu untuk menerbangkan Onigashima dan sisanya untuk menghadapi para Supernova. Yang pasti, Perang Wano tidak akan selesai dengan cepat dan mudah.

Di satu panel, terlihat gaya Luffy memegang topi jerami seperti gaya Shank memberi topi itu pada Luffy kecil.