Review Manga One Piece Chapter 1001


One Piece chapter 1001 akhirnya bisa kita baca setelah menunggu beberapa lama. Di chapter kali ini kita akan melihat serunya awal pertempuran 5 supernova vs 2 yonkou. Apa kejutan yang ada di chapter 1001 ini? Mari kita bahas chapter ini dengan singkat.

Pertempuran Para Monster di Onigashima – One Piece 1001

Halaman cover di chapter ini memperlihatkan Jinbe sedang berbaring di atas ubur-ubur yang melayang di lautan. Di sekitarnya terlihat banyak ubur-ubur lain yang memperhatikan Jinbe.

Review One Piece chapter 1001

Di panel pertama kita langsung melanjutkan kisah chapter 1000. Big Mom marah pada Luffy yang terus mengatakan keinginannya menjadi raja bajak laut. Di sisi lain, keempat supernova mengomentari haki Luffy dan hasil serangannya.

“Serangan itu berhasil melukaiku. Apa yang terjadi setelah aku menghajarnya di Kuri,” gumam Kaido dalam hatinya. Menurut Kaido, hanya beberapa orang saja yang benar-benar bisa melawannya.

“Apa kau ingin membuktikan kalau kau sama hebatnya dengan mereka?” tanya Kaido dalam hati. Sejalan dengan itu, muncul bayang-bayang Roger, Shirohige, Rocks, Shanks, dan Oden di belakang Luffy menurut sudut pandang Kaido.

Luffy dan orang-orang hebat

Tak ingin lama terbenam dalam bayang-bayang, Kaido bangun dan dengan cepat menghantam Luffy menggunakan jurus Thunder Bagua. Luffy tidak dapat menghindari serangan Kaido meski sudah menebak serangan tersebut dengan kenbunshoku haki.

Bedanya, kini Luffy tidak langsung terkapar. Kaido tampak senang dengan perlawanan Luffy. Setelah itu, Big Mom menyerang Luffy menggunakan Heavenly Fire dari Prometheus. Dengan sigap, Zoro langsung membelah Prometheus menjadi dua menggunakan jurus Foxfire Style: Flame Slice.

Iklan

Kaos merah

Benar. Dia menggunakan jurus milik Kinemon. Big Mom memberi respon kocak kala melihat salah satu homie kesayangannya terbelah. Menyambung Big Mom, Kaido hendak memukul Luffy lagi. Sayangnya, Law langsung memindahkan Luffy ke dekatnya.

Opini dan Teori

Zoro di sini benar-benar bertindak keren sesuai perannya sebagai seorang wakil kapten. Dia tau kapan harus menolong kaptennya dan mengambil tindakan terbaik untuk itu. Sesuatu yang memang harus dimiliki oleh tangan kanan calon raja bajak laut.

Setelah Luffy berada di depannya, Law mengomentari soal niatnya memindahkan Kinemon dan yang lainnya. Dia sudah berniat melakukannya tanpa disuruh oleh Luffy. Law tersinggung karena kesannya dia menuruti perintah Luffy. Kid mengomentari itu dengan nada ejekan.

Big Mom kembali menyerang menggunakan Prometheus, kali ini targetnya adalah ketiga kapten kocak. Matahari mungil itu mengeluarkan jurus Heavenly Fireballs dari mulutnya.

Menengahi keributan, Luffy memberi tantangan untuk membuktikan siapa pecundang di antara mereka. Orang pertama yang menyentuh bola api Prometheus adalah pecundangnya. Sontak, perkataan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Law dan Kid.

Keduanya memang berkata tidak, tapi ketiga kapten tersebut akhirnya melakukan tantangan aneh itu. Ekspresi muka ketiganya sangat kocak saat mencoba menjadi yang terakhir menyentuh bola api Prometheus.

Ketiga trio kapten kocak yakni Law, Luffy, dan Kid.

Seperti diduga, ketiganya terkena serangan Big Mom. Melihat kekoplakan ketiga kapten itu, Zoro marah-marah. Di sisi yonkou, Kaido berniat bermain-main dengan supernova dan menyuruh Linlin melihat saja.

Setelah kekocakan para kapten, Zoro dan Killer menuju Kaido. Zoro terlihat menggunakan penutup kepalanya sebagai tanda ia telah serius. “Jangan jadi beban,” ucap Zoro pada Kiler. Tak mau kalah, Killer berujar jika saat itu dia menggunakan senjata kesayangannya, pasti Zoro telah tiada.

Zoro menyerang Kaido dengan Three Sword Style: Rengoku Onigiri dan Killer menggunakan Decapitation Claw. Serangan tersebut sukses mengenai Kaido hingga berkata, “Seperti yang aku duga.” Zoro sadar bahwa kemampuan enma belum sepenuhnya keluar.

Opini dan Teori

Sepertinya Kaido menyadari bahwa Zoro menggunakan pedang Oden. Dia sadar bahwa jika pedang itu digunakan dengan baik maka dirinya akan terluka. Untungnya, di serangan kali ini, kemampuan enma belum sepenuhnya keluar.

Setelah itu, ketiga kapten langsung bersiap dengan jurus terbaik mereka untuk menyerang Kaido. Luffy dengan Gear Fourth, Kid dengan Punk Rotten, dan Law melakukan Room. Melihat itu, Kaido menjadi bersemangat menghadapi “monster-monster cilik” itu.

Gomu gomu no kong gun adalah yang pertama mengenai Kaido, lalu disambung dengan Punk Vice dari Kid, dan ditutup Tact dari Law yang menimbun Kaido dengan bebatuan.

Melihat rekannya diserang secara bertubi-tubi, Linlin hanya tertawa di atas Zeus. Kaido tentu tidak bisa dikalahkan dengan cara seperti itu. Dengan tertawa juga, Kaido keluar dari timbunan batu menggunakan wujud zoannya.

Di panel terakhir diperlihatkan bahwa kedua pihak telah siap dalam wujud terbaiknya. Pemenang dari pertempuran ini akan semakin dekat dengan title Raja Bajak Laut.

Setelah mengalahkan supernova, Kaido dan Linlin akan langsung merampas harta benda, teman, dan poneglyphs yang dimiliki oleh masing-masing kelompok bajak laut.

Awal pertarungan serius 5 supernova vs 2 yonkou.

Opini dan Teori

Jujur, aura yang disuguhkan di One Piece chapter 1001 sangat sangar melebihi Marineford. Jual beli serangan terjadi dengan cepat dan tampak setara. Meski begitu, saya yakin bahwa kelima supernova akan dikalahkan lagi oleh kedua yonkou ini.

Bukan tanpa alasan, kedua yonkou ini sedari tadi masih belum serius. Mengingat keduanya pernah menjadi kru Bajak Laut Rocks, ada kemungkinan combo keduanya akan sangat mematikan. Terlebih jika nanti Onigashima sudah mendarat di Ibu Kota Bunga, Kaido akan lebih kuat lagi.