Review Manga One Piece Chapter 992

One Piece Chapter 992 telah dirilis. Setelah menunggu beberapa lama karena Oda jatuh sakit sehingga produksi sementara diliburkan hingga kondisinya membaik.

Pada chapter 992 ini, kita akan melanjutkan petualangan Bajak Laut Topi Jerami di Wanokuni. Tujuan utama arc kali ini adalah mengalahkan 2 kaisar laut yakni Big Mom dan Kaido.

One Piece 992

Chapter One Piece 992 menampilkan cover berwarna yang menampilkan Luffy dan Yamato serta pesta Bajak Laut Topi Jerami beranggota lengkap di atas kapal Thousand Sunny.

Selain kru SHP, juga ada beberapa burung dan seekor beruang di samping Jinbe. Zoro tampak nikmat memakan mie dengan sumpit di tangan kirinya.

Review One Piece chapter 992

Perospero dan Marco telah berhasil menemui Big Mom. Dalam panel pertama, Big Mom memastikan bahwa dialah yang memutuskan untuk beraliansi dengan Kaido.

Alasan utama Perospero datang ke Wanokuni adalah mengingatkan Big Mom mengenai mimpinya menjadi raja bajak laut.

Marco yang turut mendengar percakapan Big Mom dengan anak tertuanya berkesimpulan bahwa tujuan aliansinya dengan Perospero sudah tidak bisa tercapai. Marco berkata bahwa kedatangannya ke Wanokuni karena permintaan tolong Perospero untuk “menjatuhkan Kaido”.

Tidak percaya dengan pernyataan mantan Ketua Divisi I Shirohige, Big Mom tidak menyangka Marco yang sehebat itu mau membantu Luffy dan berkata, “Kalian sisa-sisa pasukan Shirohige lagi susah ya!”

Menjawab ejekan Big Mom, Marco berkata bahwa sepertinya Yonkou wanita itu salah paham tentang makna “sisa-sisa pasukan”. Pernyataan Marco yang cukup kontroversial, dia menyatakan bahwa kru bajak laut Shirohige kini sudah bebas.

Percakapan Big Mom dengan Marco

Beralih ke Carrot, dia yang melihat Perospero berlari mendekatinya. Di sisi Luffy, dia terlihat terus berlari menuju kastil meninggalkan samurai yang membukakan jalan untuknya.

Di ruang perjamuan dalam kastil, terlihat Black Maria dikelilingi wanita-wanita menyanyikan lagu sesuai permintaan. Lagu itu terdengar romantis menurut mereka yang mendengarkan.

Di sana, Shinobu dan Yamato terlihat masih bersama dengan Momonosuke setelah kabur dari laga melawan King dan Quenn pada beberapa chapter lalu.

Opini dan Teori

Perospero, Marco, dan Big Mom dapat bertemu lebih cepat karena ulah Robin dan Jinbe. Perospero yang tidak dapat meyakinkan Big Mom, tentu akan tetap memihak Big Mom dalam Perang Wanokuni.

Namun, melihat kehadiran Marco di sana dan bergabungnya Carrot nantinya, kemungkinan besar di chapter mendatang kita akan melihat pertempuran Marco dan Carrot vs Perospero dan Big Mom.

Beriringan dengan lagu, kita dibawa ke pertempuran di atas tengkorak Onigashima. Serangan Kinemon pada chapter 991 ternyata hanya ditujukan untuk meredam serangan Kaido.

Kelanjutan dari serangan itu adalah kedua pihak saling mendekat untuk memberikan serangan. Kaido yang seorang Yonkou tentu tidak takut menghadapi 9 sarung pedang merah.

Erangan Kaido ternyata mampu berubah menjadi halilintar. Menyebar mengelilingi wujud naga Kaido, Akazaya memberikan serangan gabungannya.

Serangan dibuka oleh Nekomamushi dengan teriakan “Meow Akabyoubu”, dilanjutkan Kawamatsu dengan “Kapparyuu Amanogawa” tepat di moncong Kaido. Tak tinggal diam, Kaido yang dilukai membalas Kawamatsu dengan cakar naganya.

Tak selang lama, Inuarashi datang melukai Kaido dengan jurus “Inu Odoshi” menggunakan pedang di kakinya. Dari bawah, Kiku dan Izo turut menyerang dengan senjata dan jurusnya masing-masing.

Kaido yang dari beberapa chapter lalu merasakan serangan Akazaya masih saja bertanya-tanya mengapa tubuh zoannya dapat terluka padahal jurus yang dia terima sekarang sangat berbeda dengan jurus yang dikeluarkan Oden.

Belum patah semangat, Kaido kembali mengeluarkan Boro Breath untuk menyerang 9 sarung pedang merah. Kali ini giliran Raizo yang menunjukkan kemampuannya.

Dengan Maki Maki no Jutsu, Raizo menyerap serangan Kaido. Raizo mengklaim bahwa segala hal dapat diserap oleh makimono miliknya.

Setelah sukses menyerap Boro Breath Kaido, Raizo melilitkan makimono miliknya ke tubuh Kaido dan mengeluarkan jurus pelepasan Houkan. Kaido sempat terjatuh tapi bangkit kembali.

Opini dan Teori

Daya tahan tubuh Kaido memang luar biasa. Dia masih bisa melawan meski dikeroyok 9 orang. Serangan Kaido kerap dilakukan dengan mulut dan cakarnya. Hingga sekarang, kita telah melihat Kaido mengeluarkan api dan halilintar dari mulut naganya itu.

Sesaat 9 Akazaya teringat hari dimana mereka menolak diajari salah satu jurus Oden karena beranggapan bahwa mereka memiliki gaya bertarung masing-masing.

Dari pengakuan Oden, “Oden Nitoryu” adalah jurus terkuat. Terlihat juga Kozuki Toki di masa itu berbincang dengan Oden. Istri Oden itu berkata bahwa pengikut suaminya saling beradu memperebutkan posisi murid nomor 1 hingga ada yang hampir mati.

Ke masa kini, ternyata 9 Akazaya bersiap melakukan jurus Oden itu. Kaido berkata percuma meniru Oden karena 9 Akazaya bukan Oden. Kembali lagi ke masa lalu, ternyata Oden mengajarkan ryuo kepada murid-muridnya yang bandel.

Chapter 992 ditutup dengan serangan “Oden Nitoryu: Tougen Tokka” 9 Akazaya, persis seperti yang dilakukan oleh Oden 20 tahun yang lalu.

Oden Nitoryu: Tougen Tokka dari 9 Akazaya

Tidak ada kata-kata libur di halaman terakhir ini.