Review Manga One Piece Chapter 994

One Piece chapter 994 akhirnya terbit setelah sabar menanti selama seminggu. Chapter 994 masih mengisahkan perjuangan Luffy dan teman-temannya melawan Bajak Laut Binatang Buas di Pulau Onigashima.

Apa saja kejadian seru yang terjadi pada chapter kali ini? Mari kita lihat kelanjutan seru manga One Piece kali ini.

Nama Lainku adalah Yamato – One Piece 994

Cover story One Piece kali ini masih melanjutkan kisah perjalanan Capone Gang Bege bersama keluarga bajak lautnya. Dalam panel terlihat kapal Bege sedang dikejar-kejar kapal Angkatan Laut.

Kapal Angkatan Laut yang mengejarnya juga menembaki kapal Bege dengan meriam meski tak ada yang bisa mengenai kapal keluarga berbahagia itu.

Review One Piece chapter 994

Panel pertama memperlihatkan dari sudut lain serangan Kaido pada akhir chapter 993. Di sana terlihat pancaran haki yang meluap-luap. Terlihat pula, Kiku terjatuh seusai lengannya terkena serangan angin Kaido. Lengan Kiku terlihat terpental cukup ke belakang tubuhnya.

Kedahsyatan serangan Kaido mampu membuat semua orang di atas tengkorak panik. Baik suku Mink maupun anak buah Kaido, semuanya berusaha menjauh dari atap.

Melihat lengan temannya terpental, Izou mendekat dan Kinemon mengeluarkan kemampuan pedangnya pada lengan Kiku bermaksud menghentikan pendarahan. Kikunojo selamat, dia masih bisa berdiri dan hendak bertarung kembali melawan Kaido bersama Akazaya lainnya.

Luffy, Sanji, dan Jinbe kini sudah naik ke lantai satu. Mereka bergegas menuju ke tempat Kinemon untuk membantunya bertarung melawan Kaido. Pada satu panel, anak buah Kaido lebih menganggap kehadiran Jinbe daripada Sanji.

Ada 2 headliner Kaido menghadang ketiga kru Bajak Laut Topi Jerami, yakni Fourtricks (smile ayam) dan Hamlet (smile jerapah). Bentuknya sama anehnya dengan pengguna smile gorila di chapter sebelumnya. Keduanya disingkirkan dengan sekali pukul oleh Jinbe dan Sanji.

Luffy, Jinbe, dan Sanji bergegas menuju tempat Kinemon.

Beralih ke bawah, wabah iblis es semakin menjadi. Wabah ini tidak pandang mana kawan mana lawan. Semua yang tergigit atau bahkan hanya tersentuh, otomatis akan berubah menjadi iblis es.

Para pleasures mengeluh pada Queen, mengapa mereka juga terkena wabah itu. Tanggapan Queen tentu tidak peduli, “Pleasures kalian itu tidak berguna! Bisanya cuma tertawa saja! Bergunalah sedikit!” seru Queen.

Oomasa, salah satu bos yakuza bawahan Hyogoro ternyata sudah terinfeksi. Dia berniat harakiri agar tidak menyerang kawan aliansinya.

Mengetahui tindakan bawahannya, Hyogoro melarangnya. Hyogoro yakin pasti ada cara untuk menyembuhkan wabah itu, dan bila terlambat Hyogoro sendirilah yang akan mengambil tindakan pada Oomasa.

Dalam kekacauan itu, Chopper, Brook, dan Robin bertahan di tengah wabah. Chopper berkata bahwa mustahil untuk membuat obat dan menyuntikannya ke semua iblis.

Namun, Chopper berpendapat bahwa keadaan ini berbeda dengan kejadian saat di Penjara Udon. Saat ini, pencipta virus yaitu Queen ada di sini. “Pembuat virus itu selalu menyiapkan vaksin dan selalu membawanya saat menggunakan virus,” ujar Tony Tony Chopper.

Opini dan Teori

Berbicara tentang virus sebagai senjata biologis, tentu pernyataan Chopper cukup masuk akal. Tidak mungkin ada orang yang ingin terbunuh oleh virus buatannya sendiri. Queen Si Wabah memang sangat pintar dalam masalah virus-virusan, namun apakah tubuhnya kebal terhadap semua virus buatannya? Mungkin akan terjawab di chapter selanjutnya.

Asalkan Chopper bisa mendapatkan vaksin yang telah disiapkan, dia bisa memperbanyaknya. Tentu hal itu akan sangat merepotkan, sebab yang dihadapinya sekelas All Star.

Seseorang yang telah terinfeksi wabah buatan Queen dan menjadi iblis es bukan hanya menjadi buas, namun kekuatan otot mereka akan meningkat dan kulitnya terasa dingin membeku.

Mustahil tubuh seseorang akan bertahan dalam kondisi separah itu. Melihat keadaan yang runyam, jalan termudah untuk mengalahkan iblis es adalah membiarkannya mati dengan sendirinya.

Analisis kelompok Topi Jerami dikonfirmasi sendiri oleh Queen. Ditambahkan, waktu hingga ajal menjemput seusai terinfeksi virus adalah satu jam.

Di satu panel terlihat Apoo yang sedang berusaha kabur dari kekacauan. Dikonfirmasi oleh Apoo, senjata biologis ‘iblis es’ buatan Queen Si Wabah baru saja diciptakan.

Queen yang melihat gelagat Apoo segera melemparkan vaksin virus yang dicari-cari Chopper padanya. Queen berpesan agar vaksin tersebut jangan sampai jatuh ke tangan siapapun. Jika tidak, Queen akan membuat perhitungan dengan supernova satu ini.

Semua sudah tersetting dengan sempurna, Queen memulai game bertahan hidupnya yang kali ini bertajuk kejar-kejaran dengan iblis es.

Mendengar ocehan Queen, semua orang di lantai bawah langsung tertuju pada Apoo. Mereka mengejar Apoo dengan penuh semangat agar bisa mendapatkan vaksin dan tetap bertahan hidup.

Queen memulai game kekacauan dengan wabah dan vaksinya.

Berpindah ke tempat Momonosuke berada, Yamato menghadang kelompok Sasaki yang hendak membawa Momonosuke ke King. Melihat niat Yamato, Momonosuke bertanya identitasnya.

Shinobu yang terkapar berkata bahwa dia tidak mengenal Yamato, tapi jika memang berpihak pada Kozuki, Shinobu memohon agar menyelamatkan Momonosuke saja.

Yamato enggan, dia ingin menyelamatkan mereka berdua. 20 tahun lalu, dengan topeng di wajahnya, Yamato ternyata juga melihat eksekusi Oden. Yamato menangis saat kejadian yang menimpa Oden terjadi.

Sambil menangkis bom yang mengarah pada mereka, Yamato juga bercerita bahwa saat itu dia lari sampai ke Kuri untuk menyelamatkan Momonosuke. Dia meminta maaf karena hanya melihat Momonosuke hampir dijatuhkan oleh Kaido.

Pada saat itu Yamato yang masih anak-anak belum cukup kuat untuk bertarung. Kembali, Momonosuke bertanya pada Yamato tentang identitasnya. Dengan bulat tekad, Yamato kembali berkata, “Nama lainku adalah Yamato dan aku siap mengorbankan nyawaku untukmu!”

Yamato mengenalkan dirinya pada Momonosuke.

One Piece chapter 994 berakhir dan terlihat kata libur di sampingnya.