Stadion Final Asian Games 2018 Cabang Sepak Bola

Stadion Final Asian Games 2018 Cabang Sepak Bola

Stadion untuk laga final cabang sepak bola Asian Games 2018 telah ditetapkan. Stadion Pakansari, Bogor akan menjadi venue dari salah satu nomor cabang olahraga paling bergengsi di Asian Games 2018.

Awalnya Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC) memilih Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai venue laga final sepakbola. Namun, setelah berkomunikasi dengan PSSI, panitia memutuskan untuk menggunakan Stadion Pakansari.

Dengan kapasitas 30.000 penonton, Stadion Pakansari mampu menggelar pertandingan bertaraf internasional. Dulu final Piala AFF di tahun 2016 berlangsung di stadion ini.

Stadion Pakansari adalah salah satu stadion yang disiapkan penyelenggara untuk menghelat pertandingan-pertandingan di cabang sepak bola. Selain stadion ini, Gelora Bandung Lautan Api, Patriot Chandrabhaga, Wibawa Mukti, dan Si Jalak Harupat digunakan untuk menghelat pertandingan berkelas dari tim-tim hebat Asia.

Untuk fase knockout sendiri, INASGOC telah menyiapkan tiga stadion selain Stadion Pakansari. Stadion lain yang disiapkan adalah Stadion Wibawa Mukti dan Patriot Chandrabhaga.

Stadion Pakansari sendiri sudah melaksanakan uji coba kelayakan pada pra-event sepak bola bertajuk PSSI Anniversary Cup 2018 pada 27 April hingga 3 Mei. Timnas Indonesia U-23 berlaga dengan tiga tim kontestan Asian Games: Bahrain, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), serta Uzbekistan.

Pendapat tentang Stadion Laga Final

Tidak ada keluhan dari tim-tim tamu berkaitan dengan kelayakan lapangan.

Pujian disampaikan pelatih Tim Nasional Bahrain U-23, Samir Chammam. “Pengetahuan saya tentang Indonesia hanya sedikit. Namun, ketika saya datang ke sini, saya terkejut dengan kondisi stadionnya yang bagus dan megah. Selain itu, suporter yang hadir sangat luar biasa,” ujar Samir.

“Stadionnya bagus, begitu pula lapangannya,” ujar pelatih Timnas U-23 Uzbekistan, Ravsan Xaydarov.

Tentu, selain pujian juga muncul sejumlah kritik. Pelatih Tim Nasional Korea Utara U-23, Ju Song-il menyebut sistem pencahayaan perlu diperbaiki.

“Pencahayaan masih terasa kurang terang buat kami tim yang berlaga di lapangan,” kata pelatih kepala Korea Utara U-23, Ju Song Il.

Korea Utara saat itu memang sempat mengalami kendala ketika dalam pertandingan kontra Bahrain, Kamis (3/5/2018) sore pertandingan dihentikan sejenak di babak kedua karena lampu tidak menyala dengan maksimal.

Semoga saja semua masalah itu sudah bisa diatasi sekarang. Sehingga citra sepakbola Indonesia semakin baik.

  • 1
    Share