Mengapa Stres Dapat Mengganggu Sistem Pernapasan?

Stres terbukti dapat memengaruhi kerja tubuh, termasuk mengganggu sistem pernapasan sekalipun yang stres tidak menderita gangguan pernapasan.

Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang mengalami sesak napas hebat ketika dalam sedang tertekan. Lantas, apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi?

Stres mengganggu sistem pernapasan

Mengapa Stres Mengganggu Sistem Pernapasan?

Saat dihadapkan pada situasi yang memicu stres, otak berada dalam kondisi fight or flight (melawan atau lari).

Hipotalamus pada otak, sebuah bagian yang merangsang produksi hormon, mengirimkan semacam sinyal ke kelenjar adrenal agar segera melepas hormon kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon tersebut meningkatkan kerja berbagai organ, termasuk mempercepat denyut jantung guna menambah aliran darah menuju organ-organ penting.

Otomatis, laju napas juga akan meningkat drastis agar mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh dengan cepat.

Tujuan utama mekanisme ini adalah untuk mempersiapkan tubuh agar siap menanggapi bahaya. Namun pada saat bersamaan, hormon stres bisa mempersempit otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah.

Pernapasan juga menjadi tidak efektif karena napas menjadi pendek dan cepat, bukan perlahan dan dalam seperti dalam kondisi normal. Tentunya, seluruh perubahan ini berkemungkinan membuatmu sesak napas saat mengalami stres.

Selain stres, kamu juga bisa mengalami kesulitan bernapas ketika panik, cemas, gugup, dan juga saat sedih. keempat kondisi itu memicu reaksi hormon yang sama sehingga efeknya pun serupa pada tubuhmu.

Baca artikel berikut jika tertarik tentang cara menghindari stres.

Apakah Sesak Napas ketika Stres Berbahaya?

Stres adalah sebuah respons alami ketika manusia berhadapan dengan masalah atau situasi menegangkan. Stres yang berlangsung singkat bahkan mampu membantumu melakukan tindakan dengan cepat dalam situasi genting.

Sesak napas dan gejala lain yang dialami berangsur menghilang begitu pemicu stres teratasi. Selama hanya muncul sesekali, sesak napas saat stres bukan merupakan gangguan kesehatan yang perlu dikhawatirkan.

Situasinya baru berbeda jika mengalami stres terus-menerus, atau disebut sebagai stres kronis. Kondisi ini ditandai dengan gejala stres yang tidak kunjung mereda dan selalu mengalaminya setiap hari.

Berbeda dengan stres jangka pendek, stres kronis dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik serta psikologis. Selain sesak napas, kamu mungkin mengalami stres kronis bila ada gejala berikut:

  • Rasa cemas berlebihan
  • Gejala depresi
  • Gugup berlebihan
  • Mudah marah
  • Sakit kepala
  • Insomnia

Sesak napas akibat stres tentu berbahaya bagi orang yang menderita penyakit pernapasan. Terutama asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru obstruktif kronis. Pasalnya, kondisi ini memperparah gejala penyakit yang ada.

Cara Mengatasi Sesak Napas saat Stres

Stres dan sesak napas yang bersamanya memang tidak bisa dicegah karena merupakan respon alami, tapi tentu ada cara untuk meredakannya dengan teknik relaksasi sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri.

Ketika stres datang melanda, carilah tempat yang tenang untuk membuat dirimu lebih rileks. Lalu, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Kencangkan sejenak otot-otot tubuh, lalu biarkan rileks kembali.
  2. Bayangkan otot mengendur secara perlahan dan tubuh mulai terasa berat.
  3. Kosongkan sejenak pikiran dari semua masalah.
  4. Biarkan tubuhmu semakin rileks dengan keadaan.
  5. Rasakan ketenangan yang berada di sekitarmu.
  6. Begitu waktu relaksasi dirasa cukup, kembalikan lagi kesadaranmu dengan menggerakkan kedua tangan dan kaki. Regangkan tubuh, lalu bergeraklah kembali seperti biasa.

Sesak napas saat stres dipicu oleh pengaruh hormon kortisol dan adrenalin dalam tubuh yang sedang bekerja. Hal itu merupakan kondisi normal yang akan membaik dengan sendirinya. Kamu tidak perlu merasa cemas dan masalah ini akan teratasi selama sesak napas hanya terjadi sesekali.

Namun, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila sesak napas berlangsung terus-menerus atau makin memperparah gejala penyakit pernapasan tertentu. Pemeriksaan lebih lanjut tentu akan membantumu menyelesaikan masalah ini dengan menemukan penanganan yang tepat.