Trik Meningkatkan Konsentrasi Anak [Efektif]

  • 1
    Share

Banyak orang pergi ke internet untuk mencari trik meningkatkan konsentrasi anak. Kamu tidak sendirian di sini.

Konsentrasi adalah hal yang dibutuhkan manusia untuk menyelesaikan sesuatu secara tuntas. Akan tetapi, tidak semua anak mampu berkonsentrasi dengan baik pada kesempatan-kesempatan tertentu yang membutuhkan perhatian anak misalnya ketika belajar.

Dilansir dari Healthline, 47% waktu seseorang tersita untuk memikirkan sesuatu yang bukan tugas utama mereka. Hal ini tentu juga terjadi pada anak-anak. Gangguan konsentrasi tersebut jelas menimbulkan pengaruh negatif bila berlangsung terus menerus.

Tak jarang gangguan konsentrasi juga berpengaruh pada cara berkomunikasi sang anak. Pada beberapa kasus, sulit berkonsentrasi sering dikaitkan dengan ADHD. Tapi tenang, konsentrasi anak bisa dilatih secara perlahan. Berikut adalah trik meningkatkan konsentrasi anak.

Trik Meningkatkan Konsentrasi Anak

Trik meningkatkan konsentrasi anak

1. Satu Waktu untuk Satu Kegiatan

Psikolog klinis Jamie Howard, PhD menyarankan bahwa orangtua perlu menyempatkan waktu untuk melatih anak fokus.

“Kita mungkin lebih mengapresiasi ketika anak dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Namun, penelitian dengan jelas menyebutkan multitasking akan mengurangi konsentrasi dan kinerja,” papar Howard dilansir dari PBS.

Iklan

Kaos lengan pendek

Di usia 4-5 tahun, anak biasanya dapat berkonsentrasi selama 5-20 menit pada satu objek atau satu aktivitas. “Untuk itu, agar anak konsentrasi, mintalah dia lakukan satu hal dalam satu waktu dan setelah selesai baru bisa menyelesaikan pekerjaan yang lain,” imbuhnya.

2. Buat Lingkungan Nyaman

Fokus adalah hal yang paling dibutuhkan oleh anak ketika sedang melakukan tugasnya. Oleh sebab itu, ciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak. Termasuk untuk belajar, berikan penerangan yang cukup agar sang anak bisa beraktivitas dengan fokus.

“Di usia sekolah dasar, orangtua masih perlu mengawasi anak agar mereka dapat fokus menyelesaikan tugasnya. Seiring bertambahnya usia, biarkan mereka mengatur waktunya sendiri. Orangtua hanya perlu memberi masukan atau saran ketika ada hal yang kurang cocok,” terang Howard.

3. Minimalkan Gangguan

Anak-anak tidak pandai menyaring suara di sekitarnya. Oleh sebab itu, beri anak suasana yang tepat agar bisa berkonsentrasi. Jika anak melakukan suatu aktivitas (misal belajar), jangan setel televisi dengan suara keras yang pada akhirnya akan mengganggu mereka.

Perlakuan ke anak yang satu ini juga meningkatkan kepercayaan mereka terhadap orang tua. Kita tentu ingat bahwa belajar adalah pekerjaan yang menyita tenaga, mendengar orang lain bersenang-senang tentu sangat mengganggu perhatian.

4. Hargailah dan Berikan Penghargaan

Tidak hanya orang dewasa yang butuh penghargaan atas kerja keras yang mereka lakukan, anak-anak pun juga. Anak-anak harus mulai diajari tentang cara mendapatkan hal yang mereka inginkan. Hal tersebut diharapkan akan memberi semangat untuk fokus melakukan suatu hal.

Ketika kamu melihat ada peningkatan atau telah melakukan hal-hal dengan lebih baik, beri mereka pujian atau hadiah yang sesuai dan mendidik. Anak-anak harus termotivasi saat melakukan tugas yang diembannya. Mereka harus merasa puas ketika telah menyelesaikan suatu tugas.

5. Beri Waktu Istirahat

Fokus membutuhkan energi yang tidak sedikit. Agar anak tidak terlalu lelah, Howard menyarankan agar memberi waktu istirahat, terutama setelah mengerjakan PR. Dengan kata lain, memberi mereka istirahat sejenak agar jadi ice breaking dan isi ulang energinya.

Ujar Howard, anak usia SD bisa diberi waktu istirahat dengan tambahan snack atau permainan sederhana. Sedangkan, anak remaja butuh istirahat dengan melakukan hal yang dia suka, termasuk mengecek sosial medianya.

6. Latihan Pernapasan

Ucap Howard, melatih pernapasan adalah cara membuat anak fokus. Dengan menarik napas panjang, detak jantung menurun dan pikiran jadi lebih jernih. Kemampuan ini sangat penting dimiliki anak, terutama sebagai cara membuat anak fokus, ketika melakukan hal-hal sulit.

“Tugas atau sesuatu yang sulit dapat membuat anak cemas. Nah, menarik napas panjang dan teratur ternyata dapat menenangkan pikiran anak. Sehingga, mereka bisa lebih relaks dan santai dalam mengerjakan tugasnya tersebut,” ungkap Howard.

7. Bagi tugas besar jadi beberapa bagian

Sama seperti orang dewasa yang tidak serta merta bisa belajar hal baru dengan cepat, anak juga demikian. Bahkan tidak sedikit orang yang merasa cemas ketika melakukan tugas baru mereka. Jadi mari latih fokus anak dengan pelan-pelan.

Ini adalah strategi lain untuk membuat anak fokus pada tugasnya. “Misalnya ibu memberi buku tentang binatang. Beri anak waktu setidaknya 15 menit untuk membaca satu bagian, kemudian minta ia menuliskan tentang binatang itu,” ujar Howard.


  • 1
    Share