Garuda Pancasila: Lambang Negara Indonesia

Garuda Pancasila: Lambang Negara Indonesia

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita perlu mengetahui lambang negara Indonesia. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara bangsa Indonesia sehingga sudah semestinya kita mempelajari makna dari lambang Pancasila.

Jangan sampai kita mengaku cinta Indonesia namun tidak paham makna dan arti lambang Pancasila.

Nah, pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Pancasila terutama mengenai lambang Pancasila atau yang lebih dikenal sebagai lambang Garuda Pancasila.

Jadi, kamu semoga nantinya bisa menjawab pertanyaan seperti:

  • Berapa lembar bulu yang ada di sayap?
  • Apa sih artinya lambang banteng?
  • Manakah lambang yang sila pertama?
  • Tuliskan hal yang kamu ketahui pada lambang negara Garuda Indonesia!

Berikut adalah informasi dan hal penting yang harus kamu ketahui tentang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Sejarah Pancasila [Singkat]

Sejarah Pancasila dimulai dari pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Badan tersebut dibentuk pada tanggal 29 April tahun 1945 oleh pemerintahan pendudukan Jepang.

BPUPKI dibentuk untuk memperlihatkan keseriusan Jepang terhadap masa depan bangsa Indonesia dalam usaha memperoleh kemerdekaannya. Banyak yang yang menilai bahwa hal ini dilakukan hanya untuk kepentingan politik Jepang yang saat itu sedang tersudut dalam Perang Pasifik.

Pada tanggal 1 Juni tahun 1945, Soekarno memberikan pidatonya tentang lima dasar negara Indonesia yang beliau namakan Pancasila.

Setelah itu BPUPKI dibubarkan dan terbentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 7 Agustus 1945, hal ini dimaksudkan agar memperkuat kesan bahwa Jepang mendukung kemerdekaan bangsa ini karena sehari sebelumnya, yakni tanggal 6 Agustus, Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Kemudian pada tanggal 9 Agustus, Sekutu mengebom Nagasaki.

Singkat cerita, hal ini dimanfaatkan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk segera meraih kemerdekaan yang dicita-citakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno, atas nama bangsa Indonesia, menyatakan kemerdekaan republik ini.

Berlanjut pada tanggal 18 Agustus 1945, para bapak pendiri bangsa menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Yang pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 temukan 5 sila Pancasila, yaitu:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pada saat itulah, Pancasila secara resmi menjadi dasar negara Republik Indonesia.

Pengertian Pancasila

Pancasila adalah dasar negera Republik Indonesia sekaligus menjadi ideologi falsafah berbangsa dan bernegara. Pancasila juga merupakan sebuah cita-cita yang diharapkan oleh para bapak pendiri bangsa untuk menjadi pedoman pengelolaan negara Indonesia.

Pancasila tersusun dari dua kata. Kata yang pertama adalah panca yang berarti lima dan kata yang kedua adalah sila yang berarti asas hidup. Kedua kata tersebut adalah frasa dari bahasa Sansekerta.

Ideologi Pancasila dengan mudah bisa kita pahami melalui lambang negara Indonesia. Pada lambang tersebut terdapat 5 sila dengan masing-masing gambar berfilosofi mendalam. Sering kali, lambang itu disebut dengan lambang Garuda Pancasila.

Pada lambang tersebut terdapat tameng yang terbagi menjadi 5 bagian. Bagian itu memiliki gambar yang berbeda satu sama lain. Gambar-gambar itu ialah bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas.

Setiap bagian tentu memiliki makna filosofisnya masing-masing.

Fakta-fakta terkait Garuda Pancasila

Berikut berbagai fakta yang terkandung dalam setiap detail lambang negara kita dan juga sejarah menarik tentangnya yang harus kita ketahui sebagai penerus bangsa Indonesia.

1. Diciptakan pada 1950

Lambang negara Indonesia Garuda Pancasila diusulkan oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, seorang perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal KNIL.

Pria berdarah campuran Arab-Indonesia itu merancang lambang garuda setelah adanya perintah presiden pertama kita, Ir. Soekarno, untuk membuat rancangan lambang negara.

Melalui proses penyeleksian oleh Panitia Lambang Negara, dipilihlah dua desain, yaitu milik Sultan Hamid II dan milik Muhammad Yamin. Panitia menolak desain Yamin karena dinilai desainnya banyak mengandung unsur budaya Jepang dan memilih desain garuda milik Sultan Hamid II. Di situlah awal mula lambang negara kita ini muncul.

2. Burung yang Dinaiki oleh Dewa Wishnu

Pemilihan lambang negara yang berupa burung Garuda bukan dipilih secara sembarangkan melainkan sudah melewati beberapa proses dan melihat filosofi yang terkandung dalam sebuah desain. Menurut mitologi Hindu, Garuda adalah hewan yang dinaiki oleh Dewa Wishnu, menjadi lambang kejayaan dan keagungan yang didukung dengan warna emasnya.

Kisah Garuda sendiri adalah tentang kegigihan dalam memperjuangkan kebebasan.

Hewan tersebut berusaha membebaskan ibunya dari naga dengan mencarikan amertha sari sebagai ganti ibunya. Dalam perjalanannya mencari amertha sari, Garuda bertemu Wishnu dan dijanjikan oleh dewa itu bahwa apabila Garuda mau menjadi tunggangannya, amertha sari pun akan diberikan. Garuda pun mau dan ia harus menjadi tunggangan Wishnu.

3. Jumlah Bulu Sayap

Pada sayap Garuda Pancasila, terdapat 17 helai bulu sayap di kiri dan kanan yang menjadi lambang tanggal kemerdekaan. Sedangkan jumlah bulu pada ekor adalah delapan dan merupakan simbol bulan Agustus yang merupakan bulan kedelapan. Lalu jumlah bulu pada pangkal ekor adalah 19 dan pada leher adalah 45, menandakan tahun kemerdekaan Indonesia yaitu tahun 1945.

4. Perisai

Perisai adalah perlambang perlindungan, perjuangan, dan pertahanan diri. Tidak hanya itu, garis hitam tebal yang melintang di tengah perisai adalah lambang garis khatulistiwa yang melintasi negara Indonesia. Warna merah dan putih yang menjadi latar belakang empat lambang di dalam perisai tidak lain dan tidak bukan adalah warna bendera Indonesia.

5. Sila Pertama Bergambar Bintang

Sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini dilambangkan dengan bintang bersudut lima di atas latar belakang berwarna hitam. Layaknya bintang di langit, lambang sila pertama ini menyimbolkan tuntunan jiwa masyarakat Indonesia serta menjadi cahaya penerang dalam berbangsa dan bernegara layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia.

Bintang bersudut lima juga bermakna sebagai cahaya yang menerangi lima dasar negara (Pembukaan UUD 1945 alinea keempat), lima sifat negara (pembukaan UUD 1945 alinea kedua), dan lima tujuan negara (Pembukaan UUD 1945 alinea keempat). Sedangkan latar berwarna hitam menunjukkan bahwa alam ini gelap sehingga adanya Penerang untuk menjadi petunjuk bagi manusia agar tidak tersesat. Makna yang lebih dalam, Tuhan adalah asal dari segala sesuatu yang ada di dunia ini.

6. Sila Kedua Bergambar Rantai

Sila kedua Pancasila berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila kedua ini dilambangkan dengan mata rantai bulat dan persegi yang berwarna emas di bagian kiri bawah perisai dengan latar belakang berwarna merah. Rantai-rantai itu saling terhubung satu sama lain.

Mata rantai bulat melambangkan wanita dan mata rantai persegi melambangkan pria. Mata rantai yang saling terikat pada simbol tersebut melambangkan hubungan pria dan wanita. Keduanya harus bersatu untuk membangun kemanusiaan di Indonesia.

7. Sila Ketiga Bergambar Pohon Beringin

Sila ketiga Pancasila berbunyi persatuan Indonesia. Sila ketiga ini dilambangkan dengan pohon beringin. Posisi pohon beringin di perisai garuda pancasila berada di bagian kiri atas perisai dengan latar belakang berwarna putih.

Pohon beringin merupakan pohon besar yang paling mencerminkan Indonesia. Indonesia menjadi tempat berteduh bagi seluruh rakyat Indonesia. Pohon beringin memiliki akar tunjang –sebuah akar tunggal panjang yang tumbuh sangat dalam di bawah tanah, hal ini mencerminkan kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.

Pohon beringin juga memiliki akar yang bergelantungan dari rantingnya, hal ini mencerminkan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan meski memiliki berbagai macam latar belakang, suku, agama, dan budaya dari Sabang sampai Merauke.

8. Sila Keempat Bergambar Kepala Banteng

Sila keempat Pancasila berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Sila keempat ini dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai dengan latar belakang berwarna merah.

Orang Indonesia menganggap bahwa banteng merupakan hewan sosial hidup berkelompok dan suka berkumpul. Untuk mencapai kata mufakat orang-orang perlu berkumpul terlebih dahulu dan itu sangat digambarkan oleh banteng. Hal ini dilakukan agar menjadi semakin kuat dan dapat terhindar dari bahaya lawan.

9. Sila Kelima Bergambar Padi dan Kapas

Sila kelima Pancasila berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila kelima ini dilambangkan dengan padi dan kapas di bagian kanan bawah perisai dengan latar belakang berwarna putih.

Sila itu menyuarakan adanya keseimbangan kelas di Indonesia. Penggambarannya yang menggunakan padi dan kapas merupakan simbol dari pangan dan sandang, di mana setiap warga Indonesia berhak mendapatkan hak-hak dasar tanpa adanya diskriminasi sosial. Suatu bangsa akan dikatakan baik bila hal tersebut sudah bisa direalisasikan di seluruh lapisan masyarakat sehingga tercipta keadilan yang tanpa pandang bulu.

10. Pita yang Bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika

Sebagai pengingat dan penguat untuk menjaga keberagaman, sehelain kain putih dengan tulisan “Bhinneka Tunggal Ika” dicengkeram kuat oleh kedua kaki Sang Garuda. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika berarti “Beraneka Satu Itu”, teks ini adalah kutipan yang diambil Kakawin Sutasoma gubahan Mpu Tantular. Kata “Bhinneka” memiliki arti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “tunggal” berarti satu, sedangkan kata “ika” bermakna itu.

11. Makna Warna

Selain simbol bendera negara Indonesia, warna-warna yang ada di lambang negara Indonesia (Garuda Pancasila) ternyata memiliki artinya sendiri-sendiri. Berikut adalah artinya:

  • Warna putih berarti kebenaran, kesucian, dan kemurnian.
  • Warna hitam memiliki arti keabadian.
  • Warna merah memiliki makna keberanian.
  • Warna hijau mempunyai arti kesuburan dan kemakmuran.
  • Warna kuning bermakna kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.

Warna dominan pada gambar Garuda Pancasila adalah warna kuning emas.

Selesai

Cukup sekian ulasan tantang makna dan arti lambang negara kita, Garuda Pancasila serta sejarah singkatnya. Semoga kamu dapat mengetahui makna lambang negara Indonesia ini.

Jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada sahabatmu atau orang-orang yang memang cinta Indonesia.

Terima kasih

  • 1
    Share