Contoh Puisi Pendidikan Singkat dengan Berbagai Tema

Membuat puisi pendidikan adalah salah satu tugas yang mungkin diberikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Buat kamu yang lagi cari contoh puisi pendidikan singkat, kamu ada di tempat yang tepat.

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang memiliki gaya bahasa unik dengan dilengkapi dengan rima dan irama yang ciamik. Jenis puisi ini bisa membahas beragam topik, termasuk pendidikan di masa pandemi.

Tiap puisi dirangkai dalam bentuk baris sesuai tema yang diinginkan. Terdapat tiga jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi bebas yang masing-masing memiliki aturan yang berbeda.

Contoh Puisi Pendidikan yang Singkat

Contoh puisi pendidikan singkat
Contoh puisi pendidikan

Berikut adalah kumpulan puisi yang telah saya dapat dari berbagai sumber.

Apa Kabar Pendidikan Negeriku

Karya Dian Hartanti

Sampai kini aku tak tahu
Apakah title sarjana yang dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku, dan anak-anakku

Tujuh belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun aku tetap tak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tak memberiku otak brilian dan keterampilan yang sepadan

Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang
Aku terampil mencuri ide-ide, bukannya mencipta

Apa kabar pendidikan negeriku,
Adakah kini kau sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan dapat merasai sekolah yang indah
Dan masa depan yang cerah?

Pesan dari Guru

Karya Ruhama

Kulihat dari kejauhan ia memarkir sepeda tuanya
Kulihat keringat berkilap di dahinya
Kudengar suara nafasnya yang terengah-engah
Kucium aroma keringat yang berbaur dengan parfumnya
Tersungging senyum manis dari bibirnya
Bibir yang selalu mengucap kata-kata mutiara
Bibir yang tak henti mendoakan siswanya
Bibir yang mengeluarkan ilmu untuk diajarkan kepada siswanya
Suatu hari, ia pernah berkata
“Anak-anakku, kita memang hidup di desa
Terpencil, jauh dari ramainya ibu kota
Tapi, jangan pernah kalian merasa kerdil
Bangkitlah, bergeraklah, berjuanglah
Hancurkan kebodohanmu
Raih cita-citamu
Bangkit dari tidurmu dan gapai mimpi indah itu
Aku memang orang tua yang sudah sepuh
Tapi, cintaku pada kalian takkan pernah lusuh”

Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya

Karya Dorothy Law Nalte

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
Ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
Ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
Ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
Ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
Ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
Ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
Ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
Ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Sajak Ujian Nasional

Karya Norman Adi Satria

Bila harinya tiba
Tiba-tiba kita baru sadar bahwa inilah harinya
Belajar 9 cawu atau 6 semester
Hanya ditentukan ketuntasannya
6 hari dalam seminggu

Kalau gagal, bisa fatal
Mengulang, menanggung malu
Meninggalkan, sama saja membuang masa depan
Sedangkan kita punya mimpi-mimpi
yang terlanjur ditargetkan

Lalu kita terhasut aneka wacana
Bahwa ujian nasional
bukanlah penilaian bijaksana
Ini salah pemerintah
Ini salah menteri
Ini salah presiden
Ini salah bapak ibu mengapa menyekolahkan

Kita tidak merasa salah
Dengan dalil kenalan remaja
memang harus dialami ketika remaja
Kalau ketika dewasa itu disebut kenakalan dewasa
Oom atau tante nakal misalnya

Karena berpusing dengan aneka pikiran
Malam tak bisa membawa kantuk
Esok pagi datang ke sekolah
Dengan tangan berisi pensil 2B
Tapi pikiran kosong
Ketika melihat soal ujian
Pusing tiba-tiba menyerang

Untung akal muslihat masih terang
Lebih baik menjatuhkan badan di ruang ujian
Dan teriak-teriak meniru suara harimau atau kadal
Yang penting judulnya kesurupan

Esoknya kita melihat akting kita di layar kaca
Jadi berita

Bukankah belajar itu tidak gampang?
Tentu, bagi orang yang tak perlu ilmu
Tapi menceburkan diri ke bangku sekolahan

Mengejar Mimpi

Karya Mohammad Sya’roni

Bilamana mentari bangun pagi
Ku telah berlari memulai hari
Mentari tersenyum menyemangati
Diiringi syahdunya merpati bernyanyi
Walau kerikil tajam ku temui
Walau angin pagi menusuk ulang ini
Walau hujan memandikan diri ini
Walau ransel membebani raga ini
Namun, tak menyerah diri ini
Semakin kilat lari ini
Tuk menuju sekolah yang menanti
Tempatku menuntut ilmu tuk nanti
Walau kadang tak paham ilmu ini
Ku tanyakan pada guru tiap hari
Walau tugas menumpuk tanpa henti
Tak kenal lelah ku kerjakan semua ini
Ku takkan menyerah mengejar mimpi
Walau badai kehidupan melempar diri ini
Ke lautan putus asa dan malas diri
Namun, ku bangkit lagi mengejar mimpi
Dengan doa dan usaha ku kejar mimpi
Dan tawakal pada sang illahi
Ku jadikan pelecut tuk mengejar mimpi
Demi masa depan yang syahdu nanti

Puisi tentang Pendidikan 2 Bait

Guru
Karya David Aribowo

Terlahir karena terpilih
Berada di bumi karena takdir
Melangkah dengan menebar berkat
Menjadi terang karena tuntutan

Terpilih menjadi guru teladan
Berada di sekolah karena pilihan
Memberi ilmu dengan menebar senyum
Guru teladan yang menjadi terang

Puisi Pendek Pendidikan 3 Bait

Pahlawan Selanjutnya
Karya Ardaradja Kusuma B.

Pattimura mempertajam pedang sebelum bertarung
Kita mempertajam pensil untuk bersiap belajar
Diponegoro bersiap dengan memperkuat pertahanan pasukannya
Kita juga akan membaca buku untuk bersiap di masa depan

Perjuangan pahlawan hebat masih ada
Api semangat diturunkan ke kita kawula muda
Untuk belajar dan menambah pengetahuan
Meneruskan perjuangan mereka melalui ilmu

Jangan berkecil hati dan semangat
Karena perjuangan kita sama hebatnya
Teruslah haus akan ilmu dan lapar akan fakta
Dengan itulah kita menjadi pahlawan selanjutnya

Contoh Puisi Pendidikan Pendek 4 Bait

Mahaguru
Karya Indra Haksari

Bila mentari menyapa pagi
Semangat ceria selalu mengiringi
Bukan harta benda yang kau cari
Tapi pada Sang Ilmu kau mengabdi

Seperti Ismaya menuntun langkah ksatria
Menanggalkan jemawa memajukan peradaban manusia
Berlogika hati, luas ilmu, bijak bertindak

Bukan ajaran basa basi yang kau beri
Tapi sikap kritis yang kau hadirkan di sini
Meskipun krikil caci maki kadang kau temui

Hormatku untukmu Mahaguru
Bintang yang tak pernah lelah memandu
Saat perahuku mengarungi samudra ilmu

Puisi Tema Pendidikan 5 Bait

Terang
Karya Bella Artidesimasari

Dahulu temaram
Kami tak kenal terang
Pun siang tak kunjung benderang
Hingga pahlawan datang

Adorasi pahlawan-pahlawan kami
T’lah tuntun kami menuju padang cahaya
Menitis kami dengan asanya
Tak kenal lelahnya

Pendar asa dalam nadinya
Tri Dharma dalam jantungnya
Debarnya menyeru harsa
Dengan ilmunya kini kami terang

Kini cakrawala menjemput siang
Maka lantanglah terang kami bagikan
Dalam tinta, aksara, buku, dan suara
Rusak pendar itu dalam nadi

Terang adalah kami

Puisi Singkat tentang Pendidikan di Masa Pandemi

Rasa Syukur kepada Sang Pahlawan
Karya Christian Abiyoga

Virus durjana ini
Merebak kemana-mana
Ke satu daerah lainnya
Tak kenal panas maupun dingin tempat itu

Harapan bertemu, menimba ilmu darimu
Sirna begitu saja
Oh sang pahlawan tanpa tanda jasa
Ketika diri ini mendengar dirimu berkata
Study at home

Diri ini pun termenung diam
Menangis, berdoa
Dengan harapan
Hal ini cepat berlalu

Namun, di masa yang sulit ini
Engkau tetaplah seorang pahlawan
Hadir di dalam layar laptop ini
Tuk menyampaikan ilmu yang tak ternilai harganya
Secara online

Dengan bangga
Dan rasa syukur ini
Diri ini ingin berkata
Terima kasih tuk segalanya!

Puisi Pendidikan Nasional

Para Pelajar
Karya Elfrida Octaviani

Kami tumbuh untuk Indonesia
Kami hidup untuk Indonesia
Kami berdiri untuk Indonesia
Kami mati untuk Indonesia

Tidak semata-mata kamu hanya meminta
Dengan jeritan dan ronta
Tapi kami juga mengalirkan
Ilmu sebagai terapan yang meringankan

Malam tergelap tepat sebelum fajar
Rintangan dan halangan selalu mengajar
Esa hilang dua terbilang
Tak akan ada harapan yang hilang

Tiap puisi yang dibuat mengandung tujuan tertentu, termasuk puisi pendidikan. Contoh puisi pendidikan di atas memberi pesan dan gagasan tentang pendidikan sekaligus sebagai sarana merenung atau merefleksikan diri.

Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial:

Jual
Tutup