Konjungsi Eksternal dan Internal dalam Kalimat

Konjungsi eksternal dan internal

Apa yang dimaksud dengan konjungsi eksternal dan internal?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari yang namanya interaksi. Namun, sering kita tidak mengetahui jenis kata apa yang dipakai.

Ini penting dipelajari jika kamu sedang belajar bahasa Indonesia, entah di sekolah atau karena alasan lain.

Artikel ini akan membahas suatu hal yang mungkin kamu lupakan.

Konjungsi Eksternal

Pengertian konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa, deskripsi benda, atau kualitas yang berbeda dalam sebuah susunan kalimat kompleks atau antara dua kalimat simpleks. Konjungsi eksternal mempunyai empat kategori makna.

  • Penambahan (dan, atau),
  • Perbandingan (tetapi, sementara),
  • Waktu (setelah, sebelum, sejak, ketika, saat),
  • Sebab-akibat (sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun, maka, kalau).

Contoh kalimat konjungsi eksternal.

  1. Penambahan: Banjir terjadi karena perubahan alam dan tindakan manusia.
  2. Perbandingan: Bencana banjir tidak semerta-merta karena kondisi alam tetapi juga andil dari kecerobohan manusia yang tidak berpikir panjang untuk menjaga lingkungannya.
  3. Waktu: Ketika hutan diubah menjadi pemukiman penduduk, hutan yang seharusnya dapat menahan aliran permukaan cukup besar menjadi tidak bisa menahannya.
  4. Sebab-akibat: Jika air melimpah, air akan meluap dan menggenangi kawasan ini.

Konjungsi Internal

Konjungsi internal adalah konjungsi yang membangun teks dengan cara menghubungkan argumen atau ide yang terdapat dalam dua klausa simpleks atau kalimat tunggal. Sama seperti konjungsi eksternal, dibagi ke dalam empat jenis konjungsi.

  • Penambahan (selain itu, di samping itu, lebih lanjut),
  • Perbandingan (akan tetapi, sebaliknya, sementara itu, di sisi lain),
  • Waktu (pertama, kedua, kemudian , lalu, berikutnya, selanjutnya),
  • Sebab-akibat (akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya).

Konjungsi internal sering digunakan dalam sebuah teks eksposisi, diskusi atau eksplorasi. Hal ini bisa terjadi karena jenis teks tersebut merupakan teks pengungkapan gagasan.

Sementara itu, konjungsi eksternal banyak dipakai pada teks deskripsi, laporan, eksplansi, dan prosedur. Hal ini bisa terjadi karena teks tersebut merupakan deskripsi mengenai peristiwa dan kualitas dari hal yang dijelaskan.

Contoh kalimat konjungsi internal.

  1. Perilaku masyarakat yang sering membuang sampah di sungai adalah penyebab terbesar terjadinya banjir. Selain itu, pembangunan rumah di daerah resapan semakin memicu terjadinya banjir. (Penambahan)
  2. Karena besarnya ukuran tetesan hujan, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air sangat kecil. Sebaliknya, jika ukuran tetesan hujan kecil maka infiltrasi air sangat besar. (Perbandingan)
  3. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan penampungan air penuh. Kemudian, air akan meluap ke daerah sekitar jika nanti hujan lebat lagi. (Waktu)
  4. Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, di daerah itu terjadi erosi sehingga sedimen masuk ke sungai dan daya tampung sungai berkurang. (Sebab-akibat)

Perbedaan Konjungsi Internal dan Eksternal

Berikut ini adalah perbedaan antara konjungsi eksternal dan konjungsi internal.

JenisKonjungsi EksternalKonjungsi Internal
PenambahanMenambah kejadian atau aktivitas.Menambah argumen.
PerbandinganMembandingkan kejadian, suatu hal, dan kualitas.Membandingkan argumen dan bukti.
WaktuMengurutkan kejadian.Mengurutkan argumen dalam suatu teks.
Sebab-akibatMenjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.Mengambil kesimpulan atau menyangkal argumen.

Cukup mudah bukan menerapkan kata konjungsi internal maupun eksternal dalam sebuah kalimat? Sekian yang dapat saya jelaskan. Semoga dapat membantu kamu mengerjakan PR atau sekedar menambah pengetahuan.

  • 1
    Share