Pengertian Tumbuhan yang Berperan Penting

  • 1
    Share

Tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Organisme ini tersebar luas hampir di seluruh dunia sehingga kita dengan mudah dapat menemukannya. Tumbuhan memiliki zat hijau daun (klorofil) yang berfungsi sebagai zat utama dalam fotosintesis.

Perkembangan filogenetik modern turut mempengaruhi definisi dan ciri-ciri tumbuhan. Sekarang, kata tumbuhan dapat merujuk pada empat takson (kelompok organisme) yakni Embryophyta, Viridiplantae, Archaeplastida, dan Plantae tradisional.

Dalam ilmu biologi, pengertian tumbuhan adalah organisme eukariota multiseluler yang masuk dalam Kerajaan Plantae. Ini terdiri atas beberapa klad yakni tanaman berbunga, tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), Lycopodiopsida, paku-pakuan, lumut, dan sejumlah alga hijau.

Pengertian tumbuhan

Ada sekitar 350.000 spesies tumbuhan, belum termasuk alga hijau. 258.650 spesies di antaranya adalah tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis spesies adalah lumut. Hampir semua tumbuhan di dunia ini bersifat autotrof atau dapat memproduksi energi sendiri melalui proses fotosintesis.

Tumbuhan hijau memproduksi hampir seluruh molekul oksigen di bumi dan merupakan bagian terpenting dalam sistem ekologi ekologi dunia ini. Tanaman bisa dikarakterisasi menurut cara berkembang biak, kemampuan pertumbuhan, dan pergiliran keturunan.

Tumbuhan-tumbahan yang telah didomestikasi dapat menghasilkan biji, buah, dan sayuran sebagai bahan dasar pangan manusia. Selain itu, tumbuhan dapat difungsikan sebagai tanaman hias dan obat berkhasiat dalam ilmu medis.

Ilmu mengenai studi tanaman yang disebut botani adalah salah satu cabang ilmu biologi.

Pengertian Tumbuhan

Pengertian tumbuhan adalah organisme multiseluler di Kerajaan Plantae yang dapat melakukan fotosintesis untuk membuat definisi makanannya sendiri. Contoh umum dari tumbuhan adalah rumput, pohon, dan semak.

Singkatnya tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tumbuh di tanah dan memiliki jenis batang, daun, dan akar yang termasuk dalam Plantae Kingdom. Meski begitu, ada juga beberapa tumbuhan yang mengapung di air.

Ciri-Ciri Khas Tumbuhan

Ciri yang dapat dengan mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna kehijauan atau kekuningan akibat kandungan pigmen klorofil dalamnya yang berperan vital dalam proses pengolahan energi secara mandiri melalui fotosintesis.

Iklan

Kaos garis-garis

Karena sifat tumbuhan yang autotrof, organisme ini selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan). Kehadiran tumbuhan di suatu ekosistem mempengaruhi kehidupan makhluk hidup lainnya.

Meski tumbuhan dapat bergerak, mereka bersifat stasioner atau tidak dapat berpindah atas kehendak sendiri, meski beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum.

Akibat sifat pasif tumbuhan ini, mereka harus dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan gangguan yang muncul di sekitarnya.

Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih beragam daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme bertahan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Reproduksi juga terpengaruh oleh sifat ini.

Pada tingkat seluler, dinding sel yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meski ada tumbuhan yang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida serta vakuola yang besar yang sering kali mendominasi volume sel.

Tumbuhan memang tidak memiliki organ indera tetapi mereka dapat merasakan lingkungannya meskipun dengan cara berbeda. Tumbuhan dapat “mendengar”, “melihat”, dan “mencium” meskipun tidak memiliki telinga, mata, dan hidung.

Tanaman “bernafas” dengan stomata. Karbon dioksida dari atmosfer memasuki sel tumbuhan dan kemudian diolah. Melalui fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi oksigen. Gas yang dilepaskan tanaman itu adalah produk sampingan metabolik ke atmosfer melalui stomata.

Manfaat Tumbuhan

Tumbuhan yang ada di dunia ini memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah manfaat adanya tumbuhan di dunia.

  • Tumbuhan sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh sebagian besar organisme. Oksigen merupakan produk sampingan dari fotosintesis.
  • Kehadiran tumbuhan sangat penting bagi kehidupan organisme lain karena tumbuhan adalah produsen utama dalam rantai makanan. Tumbuhan dapat menyimpan pati. Selain itu, tumbuhan juga berperan sebagai sumber mineral dan senyawa penting.
  • Tumbuhan adalah habitat bagi organisme tertentu, termasuk serangga dan organisme arboreal.
  • Tumbuhan tertentu memiliki khasiat sebagai obat. Contoh tanaman obat yang bisa ditemui adalah Dandelion (Taraxacum officinale) sebagai pencahar ringan, daun pisang raja (Plantago mayor) untuk mengurangi peradangan dan nyeri, akar dan daun burdock (Arctium minus) untuk meredakan eksim atau kulit pecah-pecah.
  • Sebagai bahan baku beragam produk seperti minyak atsiri, pigmen, resin, pernis, pelumas, tanin, alkaloid, amber, lilin, produk kosmetik, plastik, karet, dan tinta.
  • Tumbuhan juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Misalnya kayu dari tanaman digunakan dalam konstruksi gedung, alat musik, perahu, furnitur, dan bahan baku pembuatan kertas.
  • Lumut berperan penting dalam upaya meminimalkan erosi di sepanjang badan air, menjaga siklus air dan nutrisi di hutan, serta mengatur suhu di permafrost.
  • Tumbuhan adalah habitat bagi organisme lain, entah itu di atas, di dalam, maupun di bawah tempatnya berada.
  • Akar tumbuhan akan merekatkan tanah sehingga dapat mengurangi erosi.
  • Tumbuhan yang telah mati dan membusuk akan menyuburkan tanah di sekitarnya.
  • Tumbuhan menjaga iklim dan mencegah polusi udara.

Jenis Tumbuhan dan Contohnya

Setiap tumbuhan yang ada di dunia ini memiliki keunikan dalam penampilan fisik, struktur, maupun perilaku fisiologisnya. Selain itu, habitat, toleransi, dan kebutuhan nutrisi tumbuhan juga beragam. Dari keberagaman tersebut ahli botani mengklasifikasikan tumbuhan.

Secara umum tumbuhan dikelompokkan dalam dua kelompok utama yakni vaskular dan nonvaskular. Namun, cakupan pengelompokan semacam ini tampaknya sangat luas. Secara lebih rinci pengelompokan tumbuhan adalah sebagai berikut.

Vaskular

Pengertian tumbuhan berpembuluh atau Trachaeophyta adalah kelompok tumbuhan yang memiliki sistem pembuluh yang jelas dan khas untuk menyalurkan hara/nutrien dari tanah oleh akar ke bagian tajuk serta hasil fotosintesis dan metabolisme dari daun ke seluruh tubuh.

Pembuluh tersebut memiliki tipe sel khusus untuk masing-masing keperluan dan dapat dengan jelas dibedakan secara anatomi. Tumbuhan berpembuluh juga memiliki akar, batang, dan daun sejati, sehingga termasuk ke dalam kormofita. Pengelompokan ini bersifat monofiletik.

Yang masuk dalam klasifikasi ini adalah tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan hijau daratan atau Embryophyta yaitu tumbuhan berbiji dan tumbuhan paku, namun tidak mencakup kelompok yang biasa dikenal sebagai tumbuhan lumut (Anthocerophyta, Hepatophyta, dan Bryophyta).

Sistem pembuluh pada tumbuhan ini dikenal sebagai sistem pembuluh kayu (xylem) dan sistem pembuluh tapis (phloem). Masing-masing sistem pembuluh memiliki jaringan-jaringan dengan tipe sel tertentu.

Nonvaskular

Pengertian tumbuhan tidak berpembuluh (tumbuhan non-vaskuler) adalah tumbuhan tanpa sistem pengangkut. Meskipun tumbuhan non-vaskuler tidak memiliki jaringan pengangkut tersebut, namun mereka tetap memiliki jaringan sederhana yang khusus untuk transport air internal.

Tumbuhan lumut dan lumut hati berdaun memiliki struktur yang terlihat seperti daun, padahal itu hanya sebuah lembaran sel tanpa kutikula, tanpa stomata, tidak ada ruang udara internal, dan tidak memiliki xilem maupun floem. Akibatnya, mereka dikatakan poikilohidrik.

Semua tanaman darat memiliki siklus hidup pergiliran keturunan antara sporofit diploid dan gametofit haploid, namun pada tumbuhan non-vaskuler fase gametofit adalah fase yang dominan.

Pada tanaman jenis ini, sporofit tumbuh dan bergantung pada gametofit untuk mengambil air, nutrisi mineral, serta penyediaan hasil fotosintesis. Tumbuhan tidak berpembuluh terdiri atas dua kelompok yang tidak berhubungan erat:

  • Tumbuhan lumut: lumut daun, lumut hati, dan Anthocerotophyta (lumut tanduk)
    Pada kelompok ini, tanaman yang dominan adalah gametofit haploid dengan bagian diploid hanya jadi sporofit yang melekat, terdiri dari tangkai dan sporangium. Karena tumbuhan tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, maka tingginya tidak bisa seperti kebanyakan tumbuhan berpembuluh.
  • Ganggang terutama ganggang hijau
    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa alga terdiri dari beberapa kelompok yang tidak terkait. Ternyata ciri-ciri umum berfotosintesis dan hidup di air sebagai indikator hubungan kekerabatan adalah menyesatkan. Hanya ganggang yang termasuk dalam Viridiplantae yang masih dianggap kerabat dari tanaman darat.

Kelompok tumbuhan tidak berpembuluh kadang disebut sebagai “tanaman tingkat rendah”, mengacu pada statusnya sebagai kelompok tanaman paling awal dalam evolusi.

Namun status tersebut kurang tepat sebab kedua kelompok polifiletik dan dapat digunakan untuk memasukkan tumbuhan berpembuluh kriptogamae, seperti pakis dan kerabatnya yang berkembang biak menggunakan spora.

Tumbuhan tidak berpembuluh sering menjadi spesies yang pertama kali tumbuh di lingkungan baru dan tidak ramah, bersama dengan prokariota dan protista. Dengan demikian, tumbuhan tidak berpembuluh berfungsi sebagai spesies pionir atau tumbuhan perintis.


  • 1
    Share