Cara Memilih Broker Forex Terbaik Khusus Pemula

Cara memilih broker forex

Kemajuan teknologi memberi ruang bagi banyak orang untuk memperoleh keuntungan lewat investasi pada mata uang dunia dengan metode investasi foreign exchange (valas). Seiringan dengan itu, semakin banyak broker forex yang beroperasi.

Banyaknya broker forex tidak selalu berbanding lurus dengan broker yang dapat dipercaya, ada beberapa broker forex penipu ilegal yang tidak teregulasi. Penting untuk mengetahui broker terpercaya agar kegiatan trading berjalan tanpa hambatan.

Berikut adalah beberapa kriteria yang dapat kamu jadikan pedoman sederhana tentang cara memilih broker forex.

1. Regulasi

Indikator pertama yang harus terpenuhi adalah memiliki izin resmi dan telah teregulasi oleh otoritas yang berwenang. Negara Indonesia memiliki BAPPETI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai regulator broker forex.

Kamu bisa langsung buka website BAPPETI pada menu Pialang Berjangka untuk mengecek terdaftar tidaknya broker forex. Website tersebut juga memberikan informasi broker forex yang izinnya dicabut BAPPETI.

Jika kamu berminat memilih broker forex asing, kamu perlu mengecek website regulator negara asal broker tersebut. Dengan catatan, kamu tidak bisa mengeluh pada BAPPETI jika terjadi suatu masalah pada broker tersebut.

  • Amerika Serikat punya NFA dan CFTC.
  • Prancis punya AMF.
  • Inggris punya FCA.
  • Jerman punya BaFIN.
  • Siprus punya CySEC.

2. Berpengalaman

Tips memilih broker forex yang kedua. Broker forex yang bisa dipercaya seringnya lebih berpengalaman dalam menangani aktivitas trading forex. Setidaknya broker tersebut telah beroperasi setidaknya 5 tahun berturut-turut.

Selain itu, broker tersebut umumnya memenangkan penghargaan bergengsi di level nasional maupun internasional. Prestasi tersebut tentunya dapat menjadi bukti nyata bahwa broker itu berpengalaman.

3. Review Positif dari Trader

Broker forex terpercaya biasanya mendapatkan review yang positif dari para trader. Selain itu kamu sebagai trader pemula dapat meminta referensi dari para trader profesional soal pilihan broker mereka.

Profesional tentu lebih paham dalam menentukan broker forex yang paling cocok untuk pemula. Kamu bisa bergabung dengan berbagai forum trader forex agar dapat segera berkomunikasi dengan trader lain.

4. Transparansi

Broker forex terpercaya seharusnya transparan dalam memberikan informasi terkait semua aktivitas trading sehingga trader dapat mengetahui secara pasti kebijakan yang berlaku.

Adanya transparansi data, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman antara broker dan trader. Sebagai contoh, informasi terkait spread atau fee transaksi, daya ungking (leverage), minimal deposit awal, hingga proses pencairan.

5. Penarikan Dana (Withdrawal)

Bisa dibilang ini adalah poin yang paling dipikirkan, sebab jangan sampai kamu tidak bisa menarik dana setelah dapat keuntungan (profit) dari trading forex. Oleh sebab itu, penting untuk membuka dan mengetahui seluk beluk broker forex terutama terkait dengan penarikan dana.

6. Layanan Edukasi

Poin selanjutnya, dalam memilih broker forex perlu melihat layanan edukasi yang disediakan. Misalnya memberikan akses ke akun demo sebagai sarana belajar trading forex gratis.

Akun demo tersebut diberikan uang virtual yang bisa dipakai untuk transaksi jual beli forex. Namun keuntungan dari akun demo tersebut tidak bisa dicairkan. Fasilitas tersebut memberi gambaran nyata seperti apa transaksi forex dilakukan.

7. Layanan Pelanggan

Seorang trader tentu masih membutuhkan layanan pelanggan ketika mendapatkan masalah tertentu. Penting bagi trader untuk memilih broker dengan layanan pelanggan 24/7 yang siap sedia.

Beberapa broker bahkan memiliki nomor bebas pulsa atau jika tidak mereka menawarkan panggilan balik gratis melalui agen pusat panggilan. Broker forex terbaik biasanya menawarkan fitur “obrolan langsung” agar dapat berkomunikasi dengan cepat.

Jika sudah seperti ini, pilihlah broker yang memberi dukungan 24 jam dalam 7 hari menggunakan bahasa Indonesia. Seharusnya, broker forex memiliki dukungan semacam itu melihat pasar Indonesia yang sangat besar.

8. Eksekusi Transaksi Forex

Lama waktu eksekusi order juga harus dipertimbangkan sebab ini salah satu hal vital. Ketika kamu mengeklik tombol “beli”, kamu semestinya langsung melakukan order pasangan mata uang pada harga yang ditentukan.

Pengecualian mungkin terjadi saat pasar forex sedang tidak stabil. Jika terjadi penundaan dalam waktu lama dan secara teratur itu merugikanmu, tentu broker tersebut harus segera ditinggalkan.

9. Biaya Transaksi (Spread)

Model bisnis yang dilakukan broker untuk mendapatkan komisi adalah menerapkan biaya transaksi atau spread. Tentu kita sebagai trader perlu mempertimbangkan besaran spread yang wajar bagi sebuah pelayanan transaksi valas.

Spread yang terlalu rendah tentu berimbas ada layanan yang kurang maksimal. Namun, broker yang menarik spread terlalu tinggi patut dicurigai. Jadi, bandingkan satu broker dengan broker lainnya sebelum memilih broker.

10. Platform Trading Forex

Platform trading forex yang dipakai biasanya berupa perangkat lunak dalam bentuk website maupun aplikasi smartphone. Interface broker yang baik seharusnya mudah dipahami oleh trader agar tidak salah langkah.

Fitur dukungan, setor dana (deposit), dan tarik dana seringnya digabung dalam satu aplikasi. Pilih broker yang memiliki platform lengkap dan aman sehingga dapat melakukan transaksi dengan nyaman.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih broker forex yang mendukung Metatrader (MT4 atau MT5) sehingga memiliki alternatif platform trading yang lebih beragam.

11. Penawaran Promo

Beberapa broker forex acap kali memberikan berbagai promo menarik untuk trader yang setia. Meski begitu, ada beberapa broker forex yang menawarkan promo yang tidak masuk akal dan patut dicurigai. Jangan tergiur iming-iming yang menjanjikan tanpa mengecek terlebih dahulu kredibilitas dari broker forex tersebut.

Jualan
Tutup
Tutup