Pengertian Organ dan Sistem Organ dalam Biologi

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Pelajaran
  6. /
  7. Pengertian Organ dan Sistem...

Bagikan ke media sosial:

Pengertian organ dan sistem organ
Organ dan sistem organ

Berbicara tentang tubuh, tak lengkap rasanya jika tak membahas organ dan sistem organ. Suatu organ yang ada dalam tubuh makhluk hidup memiliki peranan sangat penting. Jika itu tiada, makhluk hidup yang berkaitan akan lebih susah menyesuaikan diri dengan alam.

Pada manusia, sistem organ merupakan sekumpulan organ yang saling mendukung dan bekerja sama agar tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Kesehatan tubuh manusia ditentukan pada baik atau tidaknya fungsi sistem organ tersebut berjalan.

Sekumpulan sel dengan fungsi yang sama menyusun sebuah jaringan, sekumpulan jaringan yang berbeda menyusun suatu organ, dan organ-organ dengan fungsi berbeda menyusun suatu sistem organ.

Pengertian Organ

Pengertian organ dalam biologi
Otak

Apa yang dimaksud dengan organ? Dalam biologi, pengertian dari organ adalah kumpulan jaringan yang menjalankan suatu fungsi tertentu. Berlangsungnya kehidupan makhluk hidup bergantung pada banyak organ yang bekerja sama dalam sistem organ.

Secara umum, jaringan yang menyusun organ dapat digolongkan menjadi stroma dan parenkim.

  • Stroma adalah jaringan yang mengerjakan fungsi pendukung, pengikat, struktural, atau tambahan.
  • Parenkim merupakan jaringan yang khas terhadap organ dan yang melakukan pekerjaan khusus organ tersebut.

Misalnya, dalam organ kelenjar, stroma meliputi jaringan saraf yang menginervasi parenkim, pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi serta membawa limbah metaboliknya, ditambah jaringan ikat yang menyediakan tempat dan menjaga posisinya.

Sedangkan jaringan yang menghasilkan hormon adalah parenkim. Jaringan utama yang membentuk suatu organ cenderung memiliki asal-usul embriologis yang sama, seperti muncul dari lapisan tubuh yang sama.

Organ ada di sebagian besar organisme multiseluler. Organ berongga adalah organ dalam yang membentuk tabung berongga, atau kantong seperti lambung, usus, atau kandung kemih. Pada organisme bersel tunggal seperti bakteri, analog fungsional dari suatu organ dikenal sebagai organel.

Macam-Macam Organ

Sapi betina
Sapi betina

Hewan

Hewan non-Placozoa seperti manusia mempunyai berbagai macam organ. Jumlah organ dalam organisme apapun tergantung pada definisi yang tepat dari istilah yang digunakan suatu pihak. Beberapa pendapat menyebut bahwa manusia memiliki 78 organ.

Pada tahun 2017, mesenterium dianggap sebagai organ ke-79. Beberapa bulan yang lalu juga ditemukan organ lain. Untuk diketahui, tidak semua organ dibutuhkan untuk bertahan hidup. Hanya ada lima organ yang diperlukan sehingga organ itu disebut sebagai organ vital.

Organ vital yang dimaksud antara lain otak, jantung, hati, paling tidak satu paru-paru, dan paling tidak satu ginjal. Beberapa contoh organ yang ada pada tubuh manusia, antara lain:

  • Sistem saraf: otak kecil, otak besar, batang otak, sumsum tulang belakang.
  • Sekitar wajah: mata, telinga, hidung, mulut, lidah, gigi, kelenjar liur, kelenjar air mata.
  • Di dada: esofagus, paru-paru, jantung, kelenjar tiroid, timus.
  • Daerah perut: hati, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus, pankreas, limpa, ginjal, ureter.
  • Pelvis dan genitalia eksternal: kandung kemih, uretra, testis, ovarium, rahim, vagina, penis, uterus.
  • Kulit
Setangkai bunga
Setangkai bunga

Tumbuhan

Tumbuhan tingkat rendah tidak mempunyai pembedaan organ. Hanya ada satu tipe organ, yang disebut talus. Pada tumbuhan berpembuluh, organisasi sistem organ biasanya meliputi beberapa organ yang terkadang saling tumpang-tindih fungsinya.

Sistem tersebut antara lain fotosintesis dan sistem transportasi hara, sistem respirotranspirasi, reproduksi tumbuhan, penyanggaan/penguatan, pengaturan pertumbuhan, ekskresi dan akumulasi zat, perlindungan diri.

Organ yang tercakup adalah akar, batang, bunga, daun, dan buah beserta biji. Selain itu, terdapat pula organ aksesori misalnya trikoma (rambut daun atau batang), duri, dan sulur, atau organ penyimpanan cadangan makanan seperti umbi, rimpang, dan stolon.

Macam Organ berdasarkan Letak

Organ tubuh manusia terbagi menjadi organ dalam dan organ luar. Jantung, hati, dan ginjal merupakan beberapa contoh organ dalam tubuh, lalu contoh organ luar tubuh adalah hidung dan kulit. Dalam studi anatomi, istilah viskus mengacu pada organ dalam. Viscera adalah bentuk jamak.

Budaya Masyarakat

Banyak komunitas memiliki sistem donor organ. Dalam sistem tersebut, organ dari pendonor (baik yang masih hidup atau telah meninggal) ditransplantasikan ke seseorang dengan organ yang rusak.

Transplantasi organ besar sering kali memerlukan imunosupresi untuk mencegah penolakan organ atau penyakit graft-versus-host. Ada keinginan yang cukup besar di seluruh dunia untuk menciptakan organ buatan atau penanaman organ di laboratorium.

Asal dan Evolusi

Tingkat organisasi organ pada hewan dapat ditelusuri pertama kali pada cacing pipih dan filum yang diturunkan. Taxa yang kurang maju (seperti Placozoa, Spons dan Radiata) tidak menunjukkan konsolidasi jaringan mereka ke dalam organ.

Hewan yang lebih kompleks terdiri dari organ berbeda dan telah berevolusi. Misal, hati pada vertebrata berevolusi selama lebih dari 500 juta tahun. Sedangkan usus dan otak lebih purba, muncul dari nenek moyang vertebrata, serangga, dan cacing selam lebih dari 600 juta tahun.

Mengingat asal mula sebagian besar organ vertebrata, para peneliti telah mencari sistem model organ yang berevolusi baru-baru ini, dan idealnya telah berevolusi beberapa kali secara independen.

Model luar biasa untuk jenis penelitian ini adalah plasenta, yang telah berevolusi lebih dari 100 kali secara independen pada vertebrata, relatif baru berevolusi pada beberapa garis keturunan, dan ada dalam bentuk peralihan pada taxa yang masih ada.

Studi tentang evolusi plasenta telah mengidentifikasi berbagai proses genetik dan fisiologis yang berkontribusi terhadap pengetahuan tentang asal-usul dan evolusi organ ini, termasuk:

  • Penggunaan kembali jaringan hewan yang ada.
  • Akuisisi sifat fungsional baru oleh jaringan tersebut.
  • Interaksi baru dari jenis jaringan yang berbeda.

Pengertian Sistem Organ

Apa yang dimaksud dengan sistem organ? Pengertian sistem organ adalah kelompok organ yang bekerja sama membentuk suatu fungsi yang berguna dan unik.

Pada tubuh hewan dan manusia, sistem organ dibedakan menjadi sepuluh sistem organ manusia dan fungsinya, yakni pencernaan, pernapasan, peredaran darah, ekskresi, rangka, saraf, otot, kelenjar, reproduksi, dan integument.

Sistem Rangka

Pengertian sistem organ dalam biologi
Sistem rangka

Pengertian sistem rangka adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk memberikan bentuk tubuh dan menyokong tubuh makhluk hidup. Ini terdiri atas tulang-tulang yang berada dalam seperti tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, dan tulang anggota gerak bagian bawah.

Sistem Otot

Otot manusia
Otot manusia

Sistem otot yang ada pada tubuh berfungsi sebagai alat gerak aktif makhluk hidup. Ini terdiri atas otot polos, otot lurik, dan otot jantung seperti yang telah dijabarkan pada jaringan hewan vertebrata.

Sistem Pernapasan

Sistem organ pernapasan
Penjelasan sistem organ pernapasan

Sistem pernapasan berfungsi dalam proses memperoleh oksigen, mengolahnya dalam tubuh, dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme. Ini terdiri atas hidung, trakea, faring, laring, bronkus, dan paru-paru.

Sistem pernapasan adalah salah satu sistem organ yang memiliki peran vital bagi kelangsungan hidup manusia. Proses penyerapan dan pengolahan oksigen untuk dialirkan ke seluruh sel dan jaringan tubuh berlangsung di dalam paru-paru.

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan
Penjelasan sistem pencernaan

Sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan agar dapat digunakan oleh tubuh. Organ penyusun sistem pencernaan dan fungsinya terdiri atas lidah, gigi, kerongkongan, kelenjar air liur, lambung, hati, pankreas, usus, dan empedu.

Mulut

Proses pencernaan makanan dimulai melalui rongga mulut yang dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Organ yang bekerja di dalam mulut antara lain lidah, gigi, dan kelenjar ludah. Pencernaan mekanik makanan yang dilakukan ketika mengunyah didukung oleh lidah dan gigi.

Kerongkongan

Makanan kemudian ditelan setelah diproses di mulut. Esofagus atau kerongkongan adalah tabung berotot pada vertebrata yang dilalui makanan. Organ ini menghubungkan mulut dengan lambung. Makanan bergerak melalui esofagus menggunakan proses peristaltik.

Lambung

Lambung sebagai salah satu organ dalam sistem pencernaan yang mengembang seperti kantung adalah tempat makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Organ ini terletak di bagian atas rongga perut kiri dan berbentuk seperti huruf J.

Hati

Hati atau hepar merupakan sebuah kelenjar yang “terbesar” di tubuh manusia dan terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Organ ini juga termasuk sebagai alat ekskresi karena membantu fungsi ginjal.

Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama, yakni menghasilkan enzim pencernaan (fungsi eksokrin) dan menghasilkan beberapa hormon (fungsi endokrin).

Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian kaput atau kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran pankreas utama.

Usus Halus

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan di antara lambung dan usus besar. Organ ini terdiri atas tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada duodenum terdapat dua saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.

Usus Besar

Usus besar atau kolon dalam anatomi tubuh manusia adalah bagian antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.

Pada mamalia, kolon terdiri atas kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan” dan bagian sisanya disebut “kolon kiri”.

Anus

Anus adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh yang terletak di bagian posterior peritoneum. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Otot sphinkter terdiri dari dua jenis yaitu bagian dalam dan luar. Otot ini membantu menahan feses saat defekasi.

Salah satu otot sphinkter adalah otot polos yang bekerja tanpa perintah, sedangkan lainnya adalah otot rangka. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi yang merupakan fungsi utama anus.

Muskuloskeletal dan Sistem Saraf

Ilustrasi sistem saraf
Ilustrasi sistem saraf

Sistem saraf terdiri atas semua sel saraf dalam tubuh, baik saraf sensorik maupun saraf motorik. Banyak saraf tersebut terhubung ke otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf tepi.

Hal tersebut membuat manusia dapat merasakan, memahami, dan memberi respons terhadap lingkungan di sekitarnya. Sistem saraf juga berperan dalam proses gerak tubuh bersama dengan sistem muskuloskeletal.

Sistem muskuloskeletal meliputi otot (muskulo) dan tulang (skeletal). Secara umum, sistem ini berfungsi pada proses gerak tubuh, menjaga postur dan keseimbangan, menghasilkan panas tubuh melalui metabolisme, serta melindungi organ.

Sistem Urogenital

Diagram sistem urogenital
Diagram sistem urogenital

Sistem organ ini berfungsi untuk menyaring racun, cairan, dan elektrolit yang berlebihan (misal kalium dan natrium) di dalam darah. Itu terdiri atas ginjal, kandung kemih, saluran kemih, dan uretra.

Setelah proses penyaringan, darah yang ada akan diserap kembali untuk diedarkan kembali, sedangkan sisa limbah dan zat beracun yang telah tersaring akan dikeluarkan dalam wujud urine.

Selain untuk membuang urine, sistem ini juga bertugas untuk mengatur kadar elektrolit dan cairan tubuh, serta memastikan tingkat asam-basa atau pH darah berada pada kadar yang semestinya.

Sistem Ekskresi

Ilustrasi ginjal sebagai salah satu organ sistem ekskresi
Ilustrasi ginjal sebagai salah satu organ sistem ekskresi

Sistem ekskresi berfungsi untuk membuang zat sisa metabolisme dan zat-zat berbahaya lainnya. Ini terdiri dari ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra.

Racun dan zat limbah di tubuh dapat dikeluarkan melalui sistem ekskresi yang terdiri dari kelenjar keringat di kulit, urine yang dihasilkan oleh sistem urogenital yang telah dijelaskan sebelumnya, serta tinja atau feses yang dihasilkan dalam proses pencernaan.

Kulit

Kulit merupakan alat ekskresi yang mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang mengandung produk limbah terutama garam. Struktur kulit manusia terdiri atas epidermis, dermis, dan hypodermis.

Hati

Hati merupakan sebuah organ dalam sistem pencernaan yang berfungsi menghasilkan empedu. Empedu adalah cairan kehijauan dan terasa pahit, berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua dan disimpan dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum.

Paru-paru

Paru-paru adalah organ vital yang bertanggung jawab terhadap proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Normalnya, manusia memiliki dua kantong paru-paru di sisi kanan dan kiri rongga dada.

Ginjal

Ginjal menyaring darah, memungkinkan residu dalam darah dikeluarkan dalam bentuk urin. Urin yang dikeluarkan tersebut merupakan hasil dari sistem perkemihan yang bertugas menjaga kadar keseimbangan cairan dan tingkat pH dalam tubuh.

Sistem Reproduksi

Diagram sistem reproduksi wanita
Diagram sistem reproduksi wanita

Sistem reproduksi makhluk hidup berfungsi untuk proses perkembangbiakkan. Untuk banyak makhluk hidup termasuk manusia, sistem reproduksi yang dimiliki akan bergantung pada jenis kelamin individu tersebut.

Pada manusia, sistem reproduksi pria meliputi semua organ reproduksi misalnya penis, testis, epididimis, dan vas deferens. Sedangkan, struktur dan fungsi organ pada sistem reproduksi perempuan adalah vagina, rahim, ovarium, dan tuba falopi.

Hanya terdapat 2 jenis organ reproduksi yaitu, organ reproduksi pria dan wanita.

Alat Reproduksi Pria

Organ reproduksi pria dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Alat kelamin luar terdiri atas penis, testis, dan skrotum. Alat kelamin dalam terdiri dari kelenjar prostat, vas deferens, dan uretra.

Alat Reproduksi Wanita

Organ reproduksi wanita dapat dikelompokkan menjadi dua struktur, yaitu organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam. Struktur eksternal terdiri atas labia mayora, labia minora, kelenjar bartholin, dan klitoris. Struktur internal terdiri atas vagina, ovarium, saluran tuba, serviks, dan rahim.

Sistem Endokrin

Diagram sistem endokrin
Diagram sistem endokrin

Sistem endokrin terdiri dari semua kelenjar penghasil hormon dalam tubuh yang berfungsi untuk mengatur metabolisme. Berbagai kelenjar tubuh yang termasuk sistem endokrin adalah kelenjar adrenal, kelenjar tiroid, pankreas, testis, dan ovarium.

Sistem Integumen

Anatomi sistem organ integumen
Anatomi sistem organ integumen

Sistem integument adalah sistem yang melindungi tubuh dari keadaan di lingkungan sekitar. Ini terdiri atas organ kulit, kuku, rambut pada manusia, bulu pada burung, dan sisik pada hewan.

Sistem Indra

Ilustrasi sistem indra manusia
Ilustrasi sistem indra manusia

Sistem indra pada manusia terdiri dari 5 indra atau yang biasa disebut pancaindra. Ini terdiri dari mata yang berfungsi untuk melihat, telinga dipakai untuk mendengar, hidung untuk mengenali bau, lidah untuk mengecap, dan kulit sebagai indra peraba.

Selain berfungsi sebagai indra peraba, kulit juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya, mengatur suhu tubuh, dan menjaga kadar cairan dalam tubuh.

Kardiovaskular atau Sistem Peredaran Darah

Organ jantung dalam sistem kardiovaskular
Organ jantung dalam sistem kardiovaskular

Sistem kardiovaskular bertanggung jawab untuk memastikan sirkulasi darah berjalan lancar, yakni dengan memompa dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Sistem kardiovaskular terdiri atas jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular).

Darah sendiri merupakan sarana pendistribusian oksigen, nutrisi, dan zat penting lain seperti hormon, untuk diedarkan ke sel-sel di seluruh tubuh. Selain itu, darah dipakai untuk membawa zat beracun seperti karbon dioksida ke paru-paru agar segera dikeluarkan dari tubuh.

Sistem peredaran darah manusia sebagai sistem peredaran darah tertutup akan mengalirkan darah menggunakan pembuluh darah dan melewati jantung dua kali. Oleh sebab itu, sistem peredaran darah merupakan sirkuit ganda yang memiliki elemen-elemen berikut ini.

Sirkuit Sistematik

Sirkuit sistematik atau biasa disebut sirkuit utama merupakan aliran darah kaya oksigen dari bilik kiri jantung (ventrikel) ke jaringan tubuh. Oksigen ditukar dengan karbon dioksida dan kemudian diangkut lagi menuju atrium kanan jantung.

Sirkulasi Paru

Sirkulasi paru merupakan sistem peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbon dioksida dari ventrikel kanan disalurkan melalui arteri pulmonalis ke paru-paru, kemudian ditukar dengan darah yang kaya oksigen melalui vena pulmonalis ke atrium kiri jantung.

Sistem Imunitas

Ilustrasi sistem kekebalan tubuh
Ilustrasi sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau imun merupakan sistem yang meliputi sel-sel khusus seperti sel darah putih dan limfosit, serta sistem limfatik yang terdiri atas limpa, hati, kelenjar timus, dan kelenjar getah bening.

Imunitas berperan dalam mendeteksi keberadaan zat berbahaya atau beracun, sel kanker, serta berbagai penyebab infeksi seperti virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Selanjutnya, sistem ini akan memproduksi antibodi untuk menghancurkannya.


Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial: