SemutAspal

Pengertian Domain: Apa Itu & Kegunaan untuk Website

Pengertian domain
Pengertian domain

Saat ini, website telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, berfungsi sebagai platform digital yang memfasilitasi akses ke berbagai informasi yang disediakan oleh individu, kelompok, atau organisasi. Website ini terdiri dari sejumlah halaman web yang saling terhubung dan disimpan di server.

Apa Pengertian Domain?

Masih banyak orang yang belum memahami sepenuhnya konsep domain. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan domain?

Dalam pengertian yang lebih teknis, sebuah domain website merupakan sebuah alamat unik yang mengidentifikasi server agar dapat lebih mudah diingat oleh pengguna daripada menggunakan alamat IP.

Untuk memberikan gambaran yang lebih sederhana, kita bisa mengibaratkan nama domain sebagai alamat rumah yang telah disederhanakan.

Misalnya, jika alamat fisiknya adalah “Jl. Melati Kuning Nomor 21, Dk. Rambutan, Ds. Delik, Kec. Tuntang”, maka nama domain yang lebih mudah diingat bisa menjadi “RumahMerah”.

Promo garansi Shopee

Dengan begitu, semua orang yang mengunjungi “RumahMerah” secara otomatis akan mengakses alamat yang dimaksud. Saat kita ingin membangun sesuatu di lahan tersebut, itulah saat hosting diperlukan. Tentang apa itu hosting akan kita bahas lebih lanjut nanti.

Sebagai contoh, domain yang kamu akses sekarang ini adalah “semutaspal.com.” Nama domain disusun oleh dua komponen utama, yaitu “domain” (semutaspal) dan “ekstensi” (.com).

Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan nama domain tidak bisa sembarangan. Ada sebuah organisasi internasional yang mengatur ekstensi nama domain yang tersedia, yaitu Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Jika suatu nama domain telah dimiliki oleh pihak lain, nama domain itu tidak dapat digunakan oleh orang lain. Inilah esensi dari konsep domain dalam konteks pengembangan situs web. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang topik terkait.

Jenis dan Tipe

Pengertian domain
Pengertian domain

Setidaknya 46,5% dari nama domain yang digunakan menggunakan ekstensi .com, menjadikannya ekstensi yang paling dominan. Tetapi, penting untuk diingat bahwa banyak ekstensi lain yang tersedia, seperti .org serta .net. Berikut ini adalah beberapa contoh tipe domain yang sering dimanfaatkan.

1. TLD

TLD adalah singkatan dari Top Level Domain, komponen puncak dalam hierarki sistem penamaan domain internet. Ada beragam TLD yang dapat dipergunakan, dengan beberapa yang paling umum dipakai yaitu .com, .net, .org, dan .edu.

Internet Assigned Numbers Authority (IANA) bertanggung jawab atas pengelolaan daftar TLD. Untuk melihat daftar TLD yang dikelola oleh IANA, kamu dapat mengunjungi Daftar TLD IANA.

Penting untuk dicatat bahwa TLD ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu ccTLD (country code Top Level Domain) yang merujuk pada kode negara, dan gTLD (Generic Top-Level Domain) yang mengacu pada domain generik.

a. ccTLD

Domain yang dipakai mengidentifikasi kode negara namanya ccTLD (country code Top Level Domain). ccTLD berisi domain menurut kode negara, seperti .uk yaitu United Kingdom. ccTLD digunakan untuk situs yang berkaitan dengan wilayah tertentu.

Selain itu, ccTLD sering dibeli untuk mengidentifikasi jenis layanan. Sebagai contoh, .co yang merupakan ccTLD Kolombia digunakan oleh korporasi, sementara .tv dari Tuvalu digunakan perusahaan televisi.

Untuk melihat lebih banyak contoh domain ccTLD yang sering digunakan, kamu dapat merujuk ke artikel domain ccTLD yang populer.

b. gTLD

Secara prinsip, gTLD atau generic Top Level Domain adalah jenis domain tingkat atas yang tidak berkaitan dengan kode negara tertentu.

Mayoritas gTLD dirancang untuk tujuan website yang sangat spesifik, seperti .gov untuk website pemerintah, .mil untuk website militer, dan .org bagi organisasi non-profit.

2. SLD

Dalam sistem hierarki nama domain, Second Level Domain (SLD) adalah tipe nama domain yang berlokasi di depan TLD.

Untuk memberikan contoh, semutaspal.com adalah sebuah website yang memiliki SLD “semutaspal” yang berada di bawah TLD “.com”. Biasanya, SLD merujuk pada organisasi atau entitas yang mendaftarkan domain tersebut melalui registrar nama domain.

3. Subdomain

Third Level Domain merupakan nama lain dari subdomain dan terletak di bagian awal dari URL. Sebagai contoh, dalam ‘m.facebook.com’, ‘m’ adalah subdomain dari ‘facebook.com’. Subdomain ini digunakan untuk berbagai keperluan dan diperlakukan sebagai situs yang terpisah dari domain utamanya.

Dengan demikian, alamat URL seperti mail.google.com, drive.google.com, dan google.com dianggap sebagai situs yang berbeda. Dalam konteks ini, istilah “domain” merujuk pada penamaan situs.

Cara Daftar Domain

Mendaftarkan domain adalah proses yang relatif mudah, meskipun saya tidak dapat memberikan panduan langkah demi langkah secara detail. Namun, secara umum, prosesnya akan mirip dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Pertama, kunjungi situs penjual domain.
  2. Selanjutnya, cari domain yang sesuai dengan keinginanmu.
  3. Jika domain yang diincar masih tersedia, kamu dapat melanjutkan dengan proses pembelian.
  4. Namun, jika domain tersebut sudah diambil, kamu perlu mencari domain lain yang tersedia.
  5. Setelah menemukan domain yang cocok, pilih durasi yang kamu inginkan, biasanya selama 1 tahun.
  6. Jika memiliki kode promo, masukkan kode tersebut untuk mendapatkan potongan harga.
  7. Tambahkan domain yang kamu pilih ke dalam keranjang belanja.
  8. Terakhir, klik tombol “beli” dan lanjutkan dengan proses pembayaran.

Syarat, peraturan, serta harga domain berfluktuasi berdasarkan ekstensi yang diterapkan. Sebelumnya, telah dijelaskan berbagai jenis TLD yang dapat ditemui.

Perbedaan yang paling mencolok antara TLD dan SLD adalah peran masing-masing; TLD berfungsi sebagai ekstensi, sementara SLD umumnya digunakan sebagai nama situs.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian domain dan beberapa contohnya yang ada di seluruh dunia. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi pembaca.


Dapatkan berita terbaru! Ikuti kami di Google News dan dapatkan kabar terupdate langsung di genggaman.

Promo garansi Shopee
Yosua Herbi
Herbi adalah seorang Web Developer asal Jawa Tengah lulusan D-3 Manajemen Informatika. Memiliki pengalaman dan kecintaan di bidang geopolitik, keuangan, pemrograman, digital marketing, dan sosial.