Penjajah Indonesia: 6 Negara yang Menjajah Nusantara

Indonesia merdeka tahun 1945 dan tidak pernah terjajah secara fisik oleh bangsa manapun sejak saat itu.

Itu satu hal yang perlu kamu ketahui.

Jadi, apabila mendapat pertanyaan, “Negara mana yang menjajah Indonesia?” Jawabannya tidak ada.

Namun, jika yang ditanyakan, “Negara mana yang menjajah wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia?” Saya akan menjawab lewat artikel kali ini.

Negara Penjajah Wilayah yang Kini Dikenal sebagai Indonesia

Secara sederhana, tercacat dalam sejarah bahwa wilayah yang kini kita kenal sebagai Indonesia pernah dijajah oleh 6 negara. Inilah 6 negara yang pernah menjajah dan menguasai Nusantara.

Negara penjajah Indonesia

1. Portugis

Negara pertama yang menjajah Indonesia adalah Portugis. Dengan salah satu tokoh pentingnya, Alfonso de Albuquerque, Portugis berhasil mengenalkan Nusantara ke dunia Eropa.

Awalnya, Portugis datang ke Malaka dalam misi pencarian rempah-rempah. Namun, karena adanya keinginan untuk mendapatkan kontrol lebih atas rempah-rempah, armada Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku.

Kedatangannya kala itu di Maluku disambut hangat oleh raja-raja Maluku, hingga pada suatu ketika, Portugis melanggar aturan yang disepakati yaitu menerapkan praktik monopoli tidak sehat.

Jika Timor Leste dianggap sebagai bagian Nusantara, Portugis bertahan di sini setidaknya hingga tahun 1975.

2. Spanyol

Sama seperti Portugis, Spanyol berhasil datang ke Nusantara. Bedanya, Spanyol tidak datang dari Malaka namun dari Samudra Pasifik karena kedua negara terikat perjanjian.

Portugis yang pada saat itu telah menguasai wilayah Maluku, menganggap bahwa Spanyol melanggar hak monopoli Portugis. Untuk itulah, Spanyol menggandeng Kerajaan Tidore dan Portugis memutuskan bekerja sama dengan Kerajaan Ternate.

Pada tahun 1529, konflik berkepanjangan tersebut diakhiri dengan perjanjian yang memaksa Spanyol meninggalkan Maluku dan kembali ke Filipina, sedangkan Portugis tetap melakukan perdagangan di Maluku.

Perjanjian Tordesillas
Hasil Perjanjian Tordesillas dan Saragosa

Perjanjian

Perjanjian yang mengikat antara Portugis dan Spanyol adalah Perjanjian Tordesillas dan Saragosa, yang pada intinya membagi dunia menjadi 2 bagi Spanyol dan Portugis.

3. Belanda

Di antara semua negara yang pernah menjajah Nusantara, Belanda lah yang menjajah paling lama. Belanda berhasil menguasai hampir semua wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia.

Sama dengan negara lainnya, tujuan Belanda pada awalnya adalah untuk berdagang dan mencari rempah-rempah.

4. Prancis

Setelah Belanda terkalahkan oleh Prancis di Eropa, semua wilayah jajahannya jatuh ke tangan Prancis. Pada tahun 1808, Raja Louis Napoleon selaku Raja Prancis, mengirimkan Willem Daendels ke Batavia sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia.

Pemerintahan Daendels yang kejam mendapat banyak kecaman, hingga pada akhirnya digantikan oleh Jan Willem Janssens.

Namun pada 18 September 1811, Janssens mengaku kalah atas Inggris dan menyerahkan seluruh Pulau Jawa kepada Inggris.

5. Inggris

Kalahnya Prancis di tangan Janssens adalah awal bagi Inggris menguasai pulau-pulau di Nusantara. Di bawah kepemimpinan Stamford Raffles, Pulau Jawa dibagi menjadi 16 karesidenan.

Namun akibat konflik yang terjadi di Eropa antara Belanda dan Inggris, Inggris akhirnya memberikan kembali wilayahnya di Asia Tenggara.

6. Jepang

Jepang masuk ke Nusantara ketika masa Perang Dunia II. Namun setelah negaranya dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah dan satu per satu wilayah jajahannya lepas memerdekakan diri.

Kesimpulan

Setidaknya itulah 6 negara penjajah wilayah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia.

Ingat, Indonesia tidak pernah dijajah dan 6 negara di atas pun sebenarnya tidak semuanya pernah menjajah karena pergantian rezim yang super ribet di Eropa pada masa lalu.

Misalnya, Prancis sekarang adalah Republik Prancis Kelima bukan Kekaisaran Prancis Pertama di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte.

Jika kamu sangat tertarik dengan hal ini, kamu bisa membaca sejarah 6 negara tersebut.

Terima kasih.

  • 2
    Shares