SemutAspal

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

Langsung ke pembahasan utama, berikut adalah jawaban dari soal jelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.

Sel Hewan

  • Tidak mempunyai dinding sel, hanya terdapat membran sel yang tipis
  • Tidak mempunyai plastida
  • Mempunyai sentrosom
  • Mempunyai lisosom
  • Timbunan zat makanan umumnya berupa lemak dan glikogen
  • Vakuolanya kecil
  • Mitokondria relatif banyak

Sel Tumbuhan

  • Selain mempunyai membran sel, juga mempunyai dinding sel
  • Umumnya mempunyai plastida
  • Tidak mempunyai sentrosom
  • Tidak mempunyai lisosom
  • Timbunan zat makanan biasanya beru-pa amilum
  • Vakuola sedikit, tapi ukurannya besar
  • Jumlah mitokondria relatif sedikit

Pengertian Sel

Pengertian sel tumbuhan dan hewan sama saja. Sel adalah materi terkecil dalam tubuh makhluk hidup yang sangat berperan bagi aktivitas dan kehidupan.

Kamu perlu bantuan alat bernama mikroskop untuk mengamatinya karena ukurannya yang terlalu kecil. Tanpa adanya sel, organisme tidak bisa bertahan hidup dan berkembang.

Semua organ yang saling bekerja sama setiap waktu menunjang kegiatan yang dilakukan tersusun dari sel. Tanpa adanya sel, organ dan sistem organ tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Eksistensi sel pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Robert Hooke pada tahun 1665. Ia mengamati gabus pada batang Quercus suber menggunakan mikroskop yang dirancangnya.

Hooke mengungkapkan bahwa terdapat banyak ruang kosong dalam batang tanaman yang ia amati. Ruang-ruang tersebut dibatasi oleh pembatas berupa dinding yang tebal.

Kemudian Hooke menamakan ruang-ruang kosong tersebut dengan nama cellulae atau sel. Sel yang ditemukan pada penelitiannya tersebut sebenarnya sudah tidak hidup, akan tetapi hasil kerja ini membuka jalur penelitian mengenai sel.

Berangkat dari hasil penelitian Hooke, Antonie Van Leeuwenhoek tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai sel.

Ia memulai penelitian menggunakan air rendaman jerami sebagai objek penelitian. Antonie menggunakan mikroskop lensa tunggal buatannya.

Berdasarkan penelitian tersebut, Antonie melihat beberapa gerakan dari organisme kecil di air rendaman tersebut. Antonie menamakan penemuannya itu sebagai bakteri.

Karena keberhasilannya, Antonie dikenal sebagai orang pertama yang menemukan keberadaan sel hidup dalam perjalanan sejarah penemuan sel.

Bagian-Bagian Sel

Sebelum membahas perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan, ada beberapa bagian dalam sel yang wajib diketahui.

Meski kecil, sel dalam tubuh makhluk hidup jumlahnya sangat banyak bisa ribuan, jutaan, hingga milyaran. Makhluk hidup tersusun dari dua jenis sel yakni uniseluler dan multiseluler.

Uniseluler adalah organisme yang mempunyai bersel tunggal. Makhluk yang tergolong dalam jenis ini adalah bakteri. Multiseluler adalah organisme yang mempunyai banyak sel, sehingga ia memiliki banyak organ dalam tubuhnya.

Sel atau dalam bahasa Latin disebut cellulae yang berarti kamar-kamar kecil digolongkan menjadi dua.

Pertama adalah sel prokariotik, yaitu tipe sel yang dipercaya sebagai organisme pertama di bumi. Beberapa makhluk hidup yang tergolong sel prokariotik antara lain blue green algae dan eubacteria.

Sedangkan yang kedua adalah sel eukariotik, yaitu tipe sel yang lebih kompleks dibandingkan prokariotik. Tumbuhan, hewan, dan jamur adalah organisme eukariotik karena struktur dalam tubuhnya tersusun dari banyak sel.

Sel memiliki beberapa bagian penyusun atau lebih dikenal dengan nama struktur sel. Berikut adalah beberapa bagian yang dimaksud.

1. Dinding Sel

Dinding sel sebagai salah satu penyusun struktur sel adalah bagian yang hanya dimiliki oleh jamur dan tumbuhan. Struktur sel inilah yang membuat sel pada jamur dan tumbuhan terlihat unik daripada sel hewan.

Meski unik, dinding sel membuat tumbuhan kaku dan tidak bisa bergerak bebas seperti manusia atau hewan. Meski diam, tumbuhan tetap bisa bergerak secara pasif dan lamban sehingga tidak bisa diamati secara langsung dengan indera penglihatan.

Dinding sel terdiri dari dua bagian yaitu sel primer dan sel sekunder. Sel primer berada di antara sel sekunder dan lamela tengah sebagai lapisan terluar.

Dinding sel primer mengandung beberapa zat seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, dan protein. Tekstur sel primer tipis karena terbentuk ketika pembelahan.

Penebalan pada dinding sel primer terjadi akibat adanya zat lignin pembentuk sel sekunder yang teksturnya lebih kaku, tebal, dan lebih kuat. Sel sekunder mengandung beberapa zat seperti lignin, selulosa, dan hemiselulosa.

2. Membran Plasma

Membran plasma adalah bagian terluas pada sel yang bertugas menjaga komponen sel tetap terjaga dengan baik.

Membran plasma atau disebut juga sebagai membran sel dimiliki oleh semua makhluk hidup, baik itu manusia, tumbuhan, jamur, hewan, atau bakteri. Bagian ini tersusun atas beberapa unsur kimia, yakni lipid (fosfolipid), karbohidrat, dan protein.

Membran plasma bersifat semipermeabel, artinya hanya beberapa zat yang dapat melaluinya. Beberapa fungsi dari membran plasma adalah menjaga isi sel agar tidak keluar dan penerima rangsangan dari luar.

Selain itu, membran plasma berperan mengendalikan pertukaran antara sitoplasma dan lingkungannya.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah tempat penyimpanan bahan kimia penting yang diperlukan organisme misalnya ion, enzim, glukosa, lemak, dan protein untuk pembentukan metabolisme sel.

Struktur ini tersusun atas zat-zat seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air, dan mineral.

Sitoplasma bergerak secara dinamis karena beberapa kandungan di dalamnya memiliki muatan ion yang terus menerus bergerak. Gerakan sitoplasma ini disebut gerakan brown.

4. Organel

Dalam sel, organel dapat ditemukan pada sitoplasma. Organel lebih banyak ditemukan pada beberapa makhluk hidup bersel tunggal (eukariotik) daripada makhluk hidup bersel banyak (prokariotik).

Struktur ini memiliki beberapa unit dengan fungsinya masing-masing. Beberapa unit utama dalam organel antara lain nukleus (inti sel), mitokondria, badan golgi, kloroplas, vakuola, dan retikulum endoplasma (RE).

Bagian lain di dalamnya yaitu sentrosom, autophagosome, silia, akrosom, flagella, hydrogenosome, ribosom, lisosom, plastida, sentriol, dan peroksisom.

Penjabaran Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Setelah tahu apa itu sel dan bagian-bagiannya, ada beberapa perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan yang bisa kamu temukan. Berikut adalah beberapa perbedaan antara sel hewan dengan tumbuhan dapat dilihat dari keberadaan organel penyusunnya.

1. Bentuk & Ukuran

Perbedaan sel hewan dan tumbuhan dapat dilihat dari ukuran dan bentuk selnya. Sel tumbuhan biasanya memiliki ukuran lebih besar dan cenderung stabil, sedangkan sel binatang bentuknya tidak tetap dan berukuran kecil.

2. Lisosom

Sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan karena sel hewan memiliki lisosom. Sebuah sel hewan mengandung lisosom dalam sitoplasma. Lisosom mengandung sejumlah enzim yang membantu dalam pencernaan atau pemecahan zat dalam sel hewan.

Sel tumbuhan tidak memiliki lisosom karena proses pencernaannya berbeda. Lisosom terdiri dari membran dengan ketebalan sekitar 9 nanometer untuk mencegah kebocoran enzim.

Membran dalam lisosom memiliki kandungan enzim misalnya hidrolitik, nuclease, fosfatase, dan protease. Enzim-enzim tersebut akan membantu pekerjaan lisosom.

3. Plastida atau Kloroplas

Sel tumbuhan mengandung plastida yang di dalamnya terdapat kloroplas. bagian sel yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan adalah kloroplas.

Bagian ini berfungsi dalam proses fotosintesis, yaitu proses memproduksi makanan dengan memanfaatkan beberapa zat dari luar tubuh tumbuhan.

Kloroplas menyediakan wadah untuk berfotosintesis. Tumbuhan memanfaatkan air, sinar matahari, dan karbondioksida untuk kemudian diubah menjadi energi kimia.

Energi tersebut disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk karbohidrat atau senyawa lain yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan.

Tumbuhan bisa membuat makanan mereka sendiri (autotrof) karena terdapat kloroplas. Kloroplas yang juga bisa disebut sebagai zat hijau daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis.

Karena sel binatang tidak memiliki kloroplas, binatang perlu makan daging atau tumbuhan. Organisme yang perlu makan ini disebut sebagai heterotrof.

4. Dinding sel

Sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan karena sel tumbuhan memiliki membran plasma dan dinding sel.

Dinding sel pada tumbuhan berfungsi sebagai bagian yang mempertahankan bentuk sel dan memberikan perlindungan terhadap sel. Dinding sel ini terdiri dari selulosa dan hemiselulosa.

Berbeda dengan sel hewan yang tidak memiliki dinding sel dan hanya memiliki membran plasma. Membran plasma berfungsi sebagai batas luar sel hewan. Ketiadaan dinding sel ini membuat hewan bisa bergerak lebih bebas.

Tapi perlu diingat bahwa tumbuhan juga bisa bergerak melalui pertumbuhannya. Gerakan ini disebut gerakan pasif karena perlu waktu untuk mengamati pergerakannya.

5. Sentriol

Ini organel yang absen dalam sel tanaman. Pada sel binatang, sentriol membantu pergerakan kromosom dalam proses pembelahan sel.

Sentriol berbentuk seperti tabung dengan diameter 250 nanometer dengan panjang antara 150-500 nanometer.

Organel ini terletak di dekat nukleus atau inti sel. Saat pembelahan sel terjadi, sentriol akan menggandakan diri dengan replikasi DNA.

Sentriol terdiri dari 2 bagian komponen mikrotubula yang pada setiap komponennya ada 9 mikrotubul. Ketika pembelahan sel terjadi, sentriol akan membantu proses mitosis dan sitokinesis.

6. Vakuola

Sebuah sel tanaman biasanya memiliki besar dan menonjol vakuola tunggal, yang merupakan struktur kandung kemih seperti mengandung air dan zat terlarut lainnya, sehingga berfungsi sebagai gudang sel.

Sel binatang mungkin tidak mengandung satu atau banyak vakuola kecil. Vakuola adalah organel sel berisi cairan yang dipisahkan membran yang disebut tonoplas.

Cairan ini seperti air yang mengandung enzim, alkaloid, garam, asam, basa, mineral, glukosa, asam organik, dan asam amino. Organel ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.

Vakuola kontraktil bertugas untuk mengeluarkan air dari sel untuk menjaga molekul dalam sel dan konsentrasi ion. Vakuola nonkontraktil bertugas mencerna makanan yang dikonsumsi dan mengedarkannya ke seluruh bagian.

Vakuola lebih mudah dijumpai pada tumbuhan daripada hewan. Pada tumbuhan, bagian ini berukuran besar dan permanen.

Sedangkan pada hewan, vakuola berukuran lebih kecil dan tidak permanen. Hanya ada beberapa hewan yang memiliki vakuola dalam selnya yaitu hewan-hewan uniseluler seperti protozoa.

7. Silia

Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan berikutnya ada pada organel sel yang bernama Silia. Dalam tubuh makhluk hidup, silia bertanggung jawab dalam pergerakan sel dan melindungi perjalanan sel ketika proses metabolisme berlangsung.

Silia dalam jumlah yang cukup banyak bisa ditemukan di permukaan sel. Bentuknya terlihat seperti benang tipis.

Hewan adalah organisme yang memiliki silia karena pergerakannya yang dinamis dan aktif. Tumbuhan tidak memiliki silia karena sel-selnya cenderung stabil dan jarang bergerak.

8. Plastida

Fotosintesis memerlukan tempat. Organel sel yang berperan dalam hal ini adalah plastida. Plastida berada pada membran dalam dan membran luar yang bentuknya cukup beragam.

Selain untuk proses fotosintesis, plastida juga berperan sebagai wadah untuk bernafas, makan, dan minum.

Kandungan pigmen berwarna hijau (klorofil) pada plastida disebut kloroplas, sedangkan pigmen selain warna hijau disebut kromoplas. Selain kloroplas dan kromoplas, plastida juga menghasilkan pigmen tidak berwarna atau disebut leukoplas.

Ukuran diameter plastida berkisar antara 4-6 ultrameter dengan jumlah mencapai 20-40 ultrameter pada beberapa tumbuhan tingkat tinggi. Plastida hanya bisa ditemukan pada tumbuhan, sel-sel pada hewan tidak memiliki plastida.

9. Flagella

Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan selanjutnya adalah flagela. Dalam ilmu biologi, flagela adalah organel sel yang berbentuk panjang dan tipis seperti benang dengan pergerakannya yang aktif.

Bagian ini bisa ditemukan pada makhluk hidup uniseluler dan beberapa organisme multiseluler.

Flagela berfungsi sebagai alat gerak pada organisme prokariotik dan eukariotik. Bentuknya seperti tabung dengan diameternya antara 15-20 nanometer dan berwarna bening.

Beberapa organisme dapat mempunyai flagela lebih dari satu dalam selnya, misalnya alga bersel satu (Escherichia coli dan Euglena viridis).

Flagela mudah ditemukan pada sel hewan daripada sel tumbuhan karena hewan aktif bergerak sedangkan tumbuhan cenderung lebih pasif.

Meski begitu, beberapa tumbuhan juga memiliki flagela seperti lumut dan beberapa tumbuh-tumbuhan yang berbiji terbuka.

Flagela pada tumbuhan berfungsi sebagai alat untuk menuju ke tempat yang banyak terdapat sumber-sumber air. Sementara tumbuh-tumbuhan yang berbunga tidak memilikinya.

10. Asam Amino

Sebenarnya selain perbedaan di atas, ada satu perbedaan lagi, yaitu asam aminonya. Semua jenis asam amino dapat disintesis di dalam sel tumbuhan.

Sedangkan sel binatang hanya akan mensintesis beberapa jenis asam amino saja. Perbedaan organel sel hewan dan tumbuhan cukup banyak.

11. Plasmodemata

Sel tumbuhan mempunyai plasmodemata, sedangkan sel hewan tidak mempunyainya. Plasmodemata adalah jembatan hidup pada sel tumbuhan yang berperan menghubungkan sitoplasma dan memungkinkan komunikasi antar sel.

Tabel

Dilihat dari struktur dasarnya, sebenarnya dua jenis sel ini terbilang mirip. Namun karena perbedaan stimulus dari lingkungannya, maka muncul perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.

Contoh jika dilihat dari peran ekologis, dua jenis sel ini memiliki peran yang sangat berbeda.

Sederhananya, sel tumbuhan berperan sebagai produsen makanan dan sel hewan berperan sebagai konsumen dari tumbuhan atau hewan lainnya. Supaya lebih memahami, lihat tabel perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan berikut ini.

PerbedaanSel HewanSel Tumbuhan
Bentuk selBeraneka ragam dan bisa berubah bentukKaku dan jarang berubah bentuk
Ukuran selKecilBesar
Dinding selTidak adaAda
Matriks ekstraselulerAdaAda
LisosomBisa ditemukanJarang ditemukan
PeroksisomAdaAda
GlioksisomJarang ditemukanAda
Elastisitas jaringanTinggi, tidak ada dinding selRendah, ada dinding sel
Letak inti selDi tengah selDi peripheral sitoplasma
Sentrosom/sentriolAdaJarang ditemukan
Organel respirasiMitokondriaMitokondria dan kloroplas (plastida)
Vakuola selKecil dan banyakBesar dan hanya satu
SiliaBanyakSedikit
FlagelaBanyakSedikit
Pembentukan spindleAmphiastralAnastral
Sitokinesis selMembentuk furrowingMembentuk lempeng mitosis
Ketahanan tekananLemah tanpa vakuola kontraktilKuat karena dinding sel
Tingkat totipotensiRendahTinggi
Sambungan antar selDesmosome Tight JunctionPlasmodesmata

Kesimpulan

Jadi seperti itulah perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, misal sel tumbuhan, karena sel hewan tidak memiliki dinding sel dan kloroplas. Biasanya sel hewan memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada.

Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin ada pada soal:

  • Sebutkan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan!
  • Jelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan!
  • Apa perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan?

Ini adalah bagian dari konten pengertian sel. Semoga sekarang sudah paham dan bisa menjawab persoalan ini. Jika benar-benar membantu, kamu bisa membagikan konten ini kepada teman-temanmu.

Apakah sel hewan memiliki dinding sel?

Tidak, sel hewan tidak memiliki dinding sel.


Dapatkan berita terbaru! Ikuti kami di Google News dan dapatkan kabar terupdate langsung di genggaman.

Promo garansi Shopee
Yosua Herbi
Herbi adalah seorang Web Developer asal Jawa Tengah. Pada tahun 2019, dia menyelesaikan program studi D-3 Manajemen Informatika.
Logo SemutAspal