Hewan Ovipar: Pengertian dan Contohnya

Hewan ovipar

Kita sering mendengar apa saja hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, namun sebagian dari kita jarang mendengar istilah hewan ovipar. Apa itu hewan ovipar? Apa saja ciri-ciri hewan ovipar?

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi pengetahuan tentang hewan ovipar. Agar kita semua memahami apa itu hewan ovipar.

Baiklah, saya akan langsung menjabarkan tentang hewan ovipar.

Pengertian Hewan Ovipar

Ovipar adalah cara perkembangbiakan hewan yang dilakukan dengan cara bertelur. Ovipar berakar dari kata ovum yang bisa diartikan sebagai telur. Setelah bertelur sang induk akan mengerami telur tersebut selama waktu tertentu hingga telur itu menetas dan “terlahirlah” individu baru yang sejenis dengan induknya.

Atau dapat juga diartikan dengan hewan yang embrionya berkembang di dalam telur. Calon anak yang berada di dalam telur mendapatkan gizi dari cadangan makanan yang terdapat dalam telur tersebut. Pada perkembangbiakan ovipar, telur sudah dikeluarkan dari tubuh induknya.

Ciri-Ciri Hewan Ovipar

Ciri-ciri hewan ovipar secara fisik bisa dilihat dan diketahui bersama adalah hewan ini memiliki kemampuan untuk berkembangbiak dengan cara berterlur.

Adapun ciri-ciri hewan ovipar lainnya yang perlu kita ketahui dan pelajari agar kita dapat mengidentifikasi bahwa seekor hewan adalah ovipar dalam kehidupan sehari-hari. Berikut cirinya:

  1. Tidak mempunyai daun telinga.
  2. Tidak memiliki kelenjar susu, yang mengakibatkan
  3. Induk tidak menyusui anaknya.
  4. Telur berada di luar tubuh induknya.
  5. Calon embrio pada hewan ovipar dilindungi telur.
  6. Berkembang biak di luar tubuh induknya.
  7. Fertilisasi internal (di dalam).
  8. Berdarah panas.
  9. Berbulu atau bersisik.

Contoh-Contoh Hewan Ovipar

Setelah kita mengetahui bersama pengertian dan ciri-ciri hewan ovipar secara detail. Sekarang saatnya mengetahui apa saja sih hewan ovipar yang ada di dunia agar kita tidak salah mengidentifikasikan hewan tersebut.

1. Ayam

Ayam adalah unggas yang sering dijadikan ternak atau peliharaan karena hewan yang satu ini memiliki berbagai manfaat penting bagi kehidupan manusia.

Pada tahun 2003, jumlah populasi seluruh jenis ayam di dunia sebanyak 24 milyar ekor. Encyclopaedia mengatakan bahwa jumlah ini lebih banyak daripada jumlah semua jenis burung yang di dunia. Ayam mempunyai dua sumber protein, yaitu pada telur dan dagingnya.

Sebagai hewan peliharaan, ayam memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik. Ayam termasuk hewan adaptif. Asalkan lingkungan tempat tinggal mereka menyediakan sumber makanan yang cukup bagi ayam.

Proses pembuahan pada ayam berlangsung dalam tubuh ayam betina. Jumlah telur yang dihasilkan oleh masing masing jenis ayam juga berbeda. Itu tergantung pada usia ayam tersebut, semakin tua betina maka reproduksi telurnya semakin banyak.

Jika telur tersebut sudah dikeluarkan, biasanya ayam membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk mengerami dan menetaskannya.

2. Angsa

Angsa adalah hewan unggas yang habitat utamanya adalah perairan, hewan ini berasal dari genus Cygnus. Angsa termasuk burung terbesar dari famili Anatidae, sekaligus salah satu burung yang memiliki kemampuan berenang dan terbang.

3 spesies terbesar angsa antara lain angsa putih, angsa trompet dan angsa whooper. Spesies angsa ini memiliki panjang 60 inci dan berat badan sekitar 50 pound. Selain itu, angsa jenis ini juga mempunyai leher panjang dan selaput di sela-sela jari kakinya.

Angsa seringnya hidup di suatu tempat yang beriklim sedang. Lima jenis angsa tersebar di bumi bagian utara, satu jenis hidup di Australia. Dan sisanya tersebar di Benua Amerika.

Angsa juga termasuk dalam keluarga hewan pemakan tumbuhan dan rerumputan (Herbivora). Walaupun angsa juga sering memakan hewan-hewan air kecil yang hidup di sekitar habitatnya.

Telur yang dihasilkan angsa juga beragam jumlahnya. Biasanya betina hanya menelurkan 3-8 telur saja. Proses pengeraman telur angsa hingga menetas membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pengeraman telur ayam, yakni sekitar 29-30 hari. Dalam satu pengeraman telur, setidaknya 4-6 telur angsa bisa menetas.

3. Bebek

Bebek atau biasa disebut dengan itik adalah hewan ovipar selanjutnya. Bebek adalah golongan burung yang mempunyai ukuran tubuh lebih kecil daripada angsa.

Itik juga masih masuk pada kawanan spesies burung dengan keluarga Anatidae yang dapat ditemukan di sekitar kita. Bebek bisa beraktivitas di darat maupun di permukaan air tawar, tetapi bebek lebih banyak ditemukan di perairan air tawar.

Bebek memiliki bentuk tubuh berlekuk, lebar, dan memiliki leher yang relatif panjang. Paruh bebek berbentuk lebar dan lurus ke depan. Bebek sebagai seorang hewan omnivora memakan berbagai jenis makanan mulai dari rerumputan, cacing, ikan, serangga, hingga tanaman air.

Itik berkembang biak dengan cara bertelur seperti halnya ayam dan angsa. Yang menarik dari hewan itik ini adalah mereka tidak mengerami telurnya sendiri, akan tetapi telur mereka akan dierami oleh ayam bahkan mentok. Pengeraman telur itik ini lebih lama dibandingkan dengan ayam, yakni sekitar 28 hari.

4. Burung Puyuh

Hewan yang termasuk dalam jenis hewan ovipar selanjutnya adalah burung puyuh. Burung puyuh mempunyai ukuran tubuh relatif kecil. Burung puyuh adalah unggas kecil berperut gemuk.

Pada umumnya burung puyuh adalah hewan pemakan biji-bijian. Selain memakan biji-bijian, burung puyuh juga memakan serangga dan hewan kecil yang terdapat di sekitarnya.

Burung puyuh bisa membuat sarang dan tinggal di atas permukaan tanah. Burung puyuh memiliki kemampuan terbang yang cepat namun jarak terbangnya tidak terlalu jauh.

5. Ikan

Ikan termasuk golongan vertebrata poikilotermik atau hewan berdarah dingin. Ikan adalah hewan yang hanya bisa hidup di dalam air, entah itu air tawar atau air asin. Karena ikan mempunyai alat pernafasan bernama insang.

Ada sekitar 27.000 spesies ikan di muka bumi. Ikan-ikan tersebut memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, dari yang sekecil jempol kita hingga sebesar perahu. Ada hewan air lain yang dianggap sebagai golongan ikan, seperti cumi dan ikan duyung.

6. Katak

Selain merupakan hewan yang berkembang biak dengan ovipar (bertelur), katak juga termasuk hewan amfibi. Makanan utama katak adalah serangga atau hewan kecil lainnya. Apabila berada di air, hewan ini mempunyai keahlian berenang yang baik dan ketika di darat katak berpindah tempat dengan cara melompat.

Katak memiliki ciri khas, yaitu tubuhnya berlendir dan memiliki lidah yang cukup panjang. Sedangkan untuk perkembangbiakannya, katak bisa menghasilkan telur yang sangat banyak dalam sekali pembuahan. Telur-telur tersebut akan dijaga oleh sang induk sekitar 12 minggu hingga telur tersebut berubah sempurna menjadi katak dewasa.

7. Penyu

Penyu memiliki tampilan yang mirip dengan kura-kura yang hidup di laut. Hewan ini bisa kita temukan sedang berenang di seluruh samudera yang ada di dunia. Menurut pernyataan ilmuwan, penyu sudah ada sejak zaman dinosaurus atau sekitar 145-208 juta tahun yang lalu.

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, kira-kira 208 tahun sekali. Penyu jantan menghabiskan masa hidupnya di dalam laut. Berbeda dengan betinanya yang sesekali mampir ke pantai untuk bertelur. Pantai yang disinggahi penyu betina adalah pantai sepi yang berpasir. Telur penyu dikeluarkan melalui kloaka.

8. Capung

Contoh selanjutnya adalah dari capung. Capung merupakan hewan yang proses reproduksinya dari telur hingga menjadi capung dewasa membutuhkan waktu lama.

Mereka setidaknya membutuhkan waktu 4-6 minggu untuk menghasilkan keturunan baru mereka. Tahapan untuk menjadi capung dewasa adalah telur, nifma, lalu capung dewasa.

Capung adalah kelompok serangga yang tergolong dalam bangsa Odonata. Jenis serangga ini tinggal dan menghabiskan waktunya di daerah berair yang mereka gunakan sebagai tempat menyimpan telur dan untuk mencari makanan setiap hari. Habitat capung menyebar luas di daerah hutan, kebun, sawah, dan perkarangan rumah.

Pada mulanya capung betina dan jantan akan melakukan pembuahan dan nantinya telur-telur mereka akan diletakkan di ranting tanaman yang berada di dalam air. Meski begitu, ternyata ada beberapa jenis capung yang meletakkan telurnya langsung di dalam air.

Setelah 1-2 minggu, telur tersebut akan menetas dan menghasilkan larva atau nimfa. Nimfa tersebut akan terus tumbuh dan berkembang menjadi seekor capung dewasa dalam waktu kurang lebih 6 minggu.

Capung dewasa memiliki masa bertahan hidup sekitar 4-6 bulan saja, kemudian mereka akan mati dengan sendirinya.

9. Cicak

Hewan ovipar yang selanjutnya adalah cicak, cicak sering kita jumpai pada malam hari di dinding rumah kita. Cicak juga termasuk dalam hewan insektivora dengan makanan favoritnya nyamuk, dan serangga kecil lainnya. Cicak memiliki mekanisme pertahanan diri yang unik yaitu dengan memutus ekornya saat merasa terancam.

Ada sekitar 2000 spesies cicak berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Dalam perkembangannya, cicak menghasilkan sekitar 4-10 telur dalam sekali pembuahan. Jumlah telur yang dihasilkan tergantung dari usia dan spesies cicak tersebut.

Biasanya telur cicak akan disembunyikan oleh induknya di suatu tempat yang tidak terlihat oleh predatornya. Telur cicak berwarna putih dengan ukuran yang cukup kecil. Adapun jangka waktu telur cicak menetas sekitar 30-80 hari.

10. Tokek

Tokek adalah saudara dekat cicak karena mempunyai bentuk tubuh yang hampir sama dan hanya berbeda ukuran dan warna. Tokek termasuk hewan reptil yang hidup di sekitar kita. Tokek memiliki suara yang nyaring, biasanya tokek tinggal di tempat-tempat sempit.

Hingga saat ini, keberadaan tokek sudah semakin menipis karena beberapa orang memanfaatkannya untuk dijadikan bahan pembuat obat.

Namun, sudah ada beberapa orang yang sadar bahwa tokek bisa dibudidayakan demi mendapatkan lebih banyak keuntungan itu. Tokek betina biasanya menghasilkan 2-4 telur dalam sekali pembuahan.

Seekor tokek biasanya akan bertelur 3-4 kali dalam setahun. Hal ini bisa terjadi karena pengeraman telur tokek berlangsung sekitar 90-120 hari. Namun, jangka waktu tersebut bisa molor hingga 200 hari. Hal itu dipengaruhi oleh suhu ruangan yang digunakan untuk menyimpan telur.

11.Kadal

Kadal juga termasuk dalam keluarga hewan reptil yang mempunyai hubungan dekat dengan cicak dan tokek. Kadal mendapatkan makanannya dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. Kadal memiliki ciri-ciri yaitu bertubuh kecil dan mempunyai sisik pada tubuhnya.

12.Lebah

Lebah termasuk dalam keluarga serangga yang hidup berkelompok. Selain itu lebah memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia dan tumbuhan. Lebah tinggal di sarang hexagonal yang dibuatnya sendiri, pada umumnya lebah membuat sarang di atas pohon, atas bukit, dan bahkan di atap rumah.

13. Kumbang

Kumbang merupakan salah satu hewan dari golongan serangga yang membentuk ordo Coleopteran. Kumbang adalah hewan bersayap yang bisa terbang. Akan tetapi kumbang tidak bisa terbang dalam waktu lama dan setinggi burung.

14. Kura-kura

Kura-kura adalah hewan berkaki empat yang memiliki sisik pada tubuhnya dan hewan ini juga termasuk golongan reptil. Kura-kura memiliki tempurung keras pada bagian atas tubuhnya. Tempurung ini digunakan kura-kura untuk bersembunyi saat dirinya merasa terancam.

Tempurung kura-kura terdiri atas dua bagian, tempurung bagian atas untuk menutupi punggung atau disebut kerapas dan bagian tempurung bawah untuk menutupi perut kura-kura atau biasa disebut dengan plastron. Bagian luar tempurung berupa sisik-sisik yang besar dan memiliki tekstur yang keras.

15. Nyamuk

Nyamuk adalah serangga yang tergolong dalam orde Dipreta. Nyamuk betina memiliki mulut yang membentuk proboscis panjang untuk menembus kulit mangsanya untuk menghisap darah karena nyamuk adalah salah satu serangga penghisap darah.

Nyamuk merupakan hewan yang sering mengganggu bahkan dapat menyebabkan seseorang menderita suatu penyakit. Di sekitar kita terdapat nyamuk yang dikenal sebagai penyebab malaria atau Plasmodium malariae.

Nyamuk jenis tersebut hanya akan menggigit sebagian kecil tubuh manusia. Gigitan tersebut meninggalkan sporozit dalam jaringan darah manusia. Sporozit itu nantinya akan menyebabkan suatu penyakit.

Berbicara tentang reproduksi nyamuk, mereka dapat dikatakan memiliki siklus reproduksi yang cukup cepat. Nyamuk akan melalui 4 tahapan hingga mereka menjadi nyamuk dewasa.

4 tahapan tersebut terdiri atas tahap telur, larva, pupa, lalu nyamuk dewasa. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seekor nyamuk dewasa adalah sekitar 20 hari.

16. Buaya

Hewan ovipar selanjutnya adalah buaya, selain hewan ovipar buaya juga masuk golongan reptil. Pada umumnya, habitat buaya adalah air tawar yang antara lain sungai dan danau. Tetapi ada sebagian buaya yang hidup di air payau seperti danau muara.

Buaya juga termasuk dalam golongan hewan buas karena merupakan hewan karnivora (pemakan daging). Makanan utama hewan ini adalah vertebrata. Kadang-kadang buaya juga memakan reptil lain, mamalia, moluska, krustasea, dan bahkan manusia.

Buaya yang merupakan hewan amfibi adalah salah satu hewan predator yang cukup kuat dibandingkan predator lainnya. Siklus kehidupan dari buaya sendiri sama dengan hewan ovipar lainnya.

Buaya betina akan mengubur dan menjaga telurnya di dalam sebuah sarang yang telah dibuatnya, biasanya sarang tersebut berada di dekat sumber air.

Jangka waktu telur buaya menetas masih belum ada informasi yang akurat, sehingga kemungkinannya, jangka waktu ini sangat tergantung dengan lingkungan tempat buaya betina menaruh telur-telurnya.

17. Kepiting

Kepiting merupakan hewan krustasea yang memiliki jumlah kaki sepuluh. Hewan ini dapat ditemukan di seluruh dunia. Kepiting memiliki berbagai jenis spesies, ada yang hidup di laut, perairan air tawar, dan juga di daratan.

Kepiting memiliki ukuran badan yang beraneka ragam mulai dari yang terkecil hingga yang terbesarnya. Sejatinya, kepiting memiliki lima pasang kaki dan salah satu kakinya digunakan sebagai capit. Tapi tidak semua kepiting begitu, ada sebagian kecil yang berbeda.

18. Kupu-kupu

Kupu-kupu adalah serangga dari ordo Lepidopetra atau serangga bersayap sisik. Saat kupu-kupu sedang beristirahat atau hinggap, dia selalu menegakkan dan membentangkan sayapnya.

Kupu-kupu biasanya memiliki sayap yang indah dan memiliki berbagai warna yang indah. Namun, sama seperti sidik jari, setiap kupu-kupu tidak memiliki warna sayap yang sama. Hal itu disebabkan karena perbedaan jenis dan habitat kupu-kupu.

Kupu-kupu adalah salah satu jenis hewan insekta yang berkembang biak dengan cara ovipar. Hingga saat ini, sudah banyak jenis spesies kupu-kupu yang tersebar di seluruh dunia.

Hal ini terjadi karena adanya seleksi alam di setiap wilayah belahan bumi. Kupu-kupu memiliki ciri khas pada sayapnya yang berwarna-warni. Siklus hidup kupu-kupu sangat unik, yakni melalui 4 tahapan.

Tahap-tahap tersebut adalah tahap masih dalam telur, kemudian berubah menjadi larva, setelah itu berubah menjadi kepompong, dan terakhir adalah menjadi kupu-kupu dewasa. Metamorfosis kupu-kupu membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 hari.

19. Tawon

Tawon adalah sejenis serangga yang dikenal suka menyengat apabila merasa terancam oleh makhluk lain. Tawon termasuk dalam ordo Hymenoptera, bersama dengan semut dan lebah. Akan tetapi orang-orang awam sering menyamakan tawon dengan lebah.

Jumlah spesies tawon yang hidup dan telah diketahui manusia di dunia adalah 75.000 spesies. Sebagian besar tawon hidup sebagai parasit, dengan menaruh telur mereka pada tubuh hewan lain. Tawon dapat ditemukan hampir di seluruh dunia.

20. Kalkun

Kalkun adalah sebutan untuk hewan sejenis burung yang berukuran tubuh besar. Spesies kalkun termasuk dalam golongan galliformes genus Meleagris. Kalkun betina pada umumnya memiliki ukuran lebih kecil dari kalkun jantan, dan juga tidak memiliki variasi warna pada bulunya.

Kalkun liar adalah hewan yang diburu di kawasan Amerika Utara. Tetapi kalkun jenis ini tidak sama dengan kalkul yang sering kita jumpai. Kalkun itu termasuk salah satu hewan yang gesit dan bisa terbang.

21. Burung Merpati

Merpati adalah sejenis hewan kelas aves dengan ciri khas berwarna coklat, abu-abu, dan juga putih cerah. Bentuk ekor dan sayapnya bervariasi tergantung dari habitat hidup mereka. Merpati merupakan burung yang hidup secara berkelompok. Mereka berkembang biak dengan cara bertelur.

Merpati betina dan jantan akan bersama-sama membangun sarang mereka di pepohonan ataupun di lubang bangunan yang tidak terpakai. Sekali pembuahan, seekor aves betina hanya menghasilkan 2-4 telur saja.

Sedangkan untuk pengeramannya, mereka membutuhkan waktu sekitar 16-18 hari hingga telurnya menetas. Perlu diketahui bahwa proses pengeraman telur pada merpati ini dilakukan oleh kedua induknya, yaitu burung merpati jantan dan betina.

22. Semut

Semut adalah contoh hewan yang hidup berkoloni. Dalam satu kelompok tersebut terdapat 4 kasta, yakni semut ratu yang merupakan semut terbesar di kelompok tersebut, semut jantan yang tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan semut ratu, semut pekerja yang bertugas untuk membawa telur-telur semut serta mencari makanan, dan semut prajurit yang bertugas melindungi telur-telur dan bertarung apabila ada predator menyerang.

Telur yang dimiliki oleh semut memiliki warna yang putih dengan bentuk yang lonjong. Dalam setahun, ratu semut dan semut jantan bisa menghasilkan 1.300-1.700 telur.

Sedangkan untuk jangka waktu penetasan telur sejak telur diproduksi adalah kurang lebih 30-40 hari hingga menjadi semut kecil dan bertindak sebagai semut pekerja.

23. Burung Hantu

Keberadaan burung hantu hingga saat ini sudah semakin langka, hal ini dikarenakan adanya perburuan yang memanfaatkan burung hantu untuk diperjualbelikan.

Padahal, burung hantu seharusnya dilestarikan dan perlu dibudidayakan, mengingat saat ini jumlahnya yang tinggal sedikit.

Siklus kehidupan telur burung hantu tidak rumit, mereka hanya butuh waktu yang cukup lama untuk berkembang dari telur hingga menetas.

Pada mulanya burung hantu akan menghasilkan telur sekitar 3-4 telur dalam sekali reproduksi. Telur-telur tersebut akan dierami dalam jangka waktu sekitar 32-36 hari hingga menetas. Namun, telur telur tersebut tidak langsung menetas secara bersamaan, tapi satu per satu.

Jarak waktu antara peneteasan telur 1 dengan yang lainnya sekitar 2-3 minggu. Dalam fase ini, baik burung hantu jantan maupun betina akan bergantian untuk melindungi anak-anaknya.

Selesai

Nah, itu dia penjabaran dan pengertian tentang hewan ovipar lengkap dengan ciri-ciri dan contoh hewan-hewan ovipar yang ada di bumi.

Semoga bisa dipahami semuanya dan bermanfaat bagi kegiatanmu.