Klasifikasi Makhluk Hidup Pelajaran Biologi Kelas X

Klasifikasi makhluk hidup

Banyaknya makhluk hidup di dunia ini membuktikan bahwa kita perlu mengelompokkan makhluk hidup itu atau bahasa kerennya membuat klasifikasi makhluk hidup.

Pengelompokan ini bukan tidak berfungsi apapun. Klasifikasi memudahkan kita dalam memahami makhluk selain manusia.

Sekarang, dasar-dasar klasifikasi sudah dibuat oleh cendikiawan-cendikiawan biologi. Klasifikasi mungkin bertambah bahkan berubah, namun setidaknya kita sudah bisa mengelompokkan makhluk hidup.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu upaya pengelompokan makhluk hidup berdasarkan suatu ciri umum yang melekat pada makhluk hidup tersebut.

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk:

  • Mempermudah pengenalan makhluk hidup yang beraneka ragam,
  • Membagi makhluk hidup berdasarkan kelompoknya,
  • Mempermudah penyebutan sekumpulan hewan dengan ciri yang sama.

Manfaatnya:

  • Kita lebih mudah mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam,
  • Kita mengetahui makhluk hidup sesuai dengan pengelompokkannya,
  • Kita mengetahui ada tidaknya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Klasifikasi Sistem Alamiah

Dasar yang digunakan terutama yaitu adanya persamaan morfologi. Contohnya:

  • Kucing, sapi, kerbau, harimau, dan kuda (hewan berkaki 4)
  • Ayam, itik, bebek, dan burung (hewan berkaki 2)
  • Beringin, mangga, kelapa, apel, jambu, dan asam (pepohonan)
  • Rerumputan dan semak-semak
  • Tomat, terong, lombok (perdu)

2. Klasifikasi Sistem Artifisial (Buatan)

Merupakan sistem klasifikasi untuk tujuan praktis, misalnya berdasarkan kegunaanannya. Contohnya:

  • Jahe, kina, dan ginseng (tanaman obat)
  • Mawar, melati, kamboja, dan anggrek (tanaman hias)
  • Mangga, jeruk, jambu, dan apel (tanaman buah)
  • Padi, jagung, sagu (tanaman makanan pokok)

3. Klasifikasi Sistem Filogenetik

Dasar yang digunakan yaitu jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar organisme dengan melihat persamaan ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan etologi (perilaku). Filogeni adalah sejarah perkembangan makhluk hidup mulai dari filum terendah sampai filum yang sekarang.

Sistem klasifikasi yang kita kenal saat ini merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan.

Perkembangan tersebut membagi klasifikasi makhluk hidup menjadi 2, 3, 4, 5, atau 6 kingdom.

Klasifikasi 2 Kerajaan

Pengelompokan pertama, makhluk hidup terbagi menjadi 2 kerajaan. Yakni Kerajaan Tumbuhan (Plant Kingdom) dan Kerajaan Hewan (Animal Kingdom).

  1. Kerajaan Tumbuhan (Plant Kingdom)
    Kerajaan tumbuhan meliputi semua makhluk hidup yang memiliki dinding sel berbahan selulosa serta beberapa dari mereka memiliki klorofil. Adanya klorofil pada makhluk hidup dari Kerajaan Tumbuhan menunjukkan bahwa mereka bisa berfotosintesis.
    • Contoh: mangga, jambu, rambutan, manggis, dan segala jenis pepohonan, rerumputan, dan semak-semak lainnya. Serta termasuk juga di dalamnya bakteri dan jamur (walau mereka tidak berklorofil).
  2. Kerajaan Hewan (Animal Kingdom)
    Kerajaan hewan meliputi semua makhluk hidup yang tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, namun mampu berpindah tempat.
    • Contoh: sapi, anjing, kucing, monyet, paus, lumba-lumba, kelelawar, cacing, siput, ular, elang, dan hewan-hewan lainnya.

Klasifikasi 3 Kerajaan

Berbeda dengan klasifikasi 2 kingdom, klasifikasi ini membuat kerajaan terpisah untuk jamur (fungi).

Alasannya adalah karena jamur tidak bisa berfotosintesis sehingga dia adalah heterotrof.

Selain karena fungi adalah heterotrof, dinding sel fungi tidak terbentuk dari selulosa, melainkan kitin.

Jadi, klasifikasi 3 kingdom menjadi seperti ini

  1. Kerajaan Jamur (Fungi Kingdom)
    Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi tersebut ke dalam sel-selnya. Kalangan ilmuwan kerap memakai istilah cendawan sebagai sinonim bagi Fungi.
    • Ciri-ciri: Eukariotik, Multiseluler, dinding terbuat dari kitin, tidak mempunyai klorofil, sehingga heterotrof.
  2. Kerajaan Tumbuhan (Kingdom Plantae)
    Deskripsi dan contoh Plantae kingdom sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanan sendiri (autotrof) karena dapat melakukan fotosintesis.
  3. Kerajaan Hewan (Kingdom Animalia)
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin sebelumnya, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mendapatkan makanannya dengan cara memangsa makhluk hidup lain entah sesama kingdom (karnivora), berbeda kingdom (herbivora), maupun keduanya (omnivora).

Klasifikasi 4 Kerajaan

Pengelompokan makhluk hidup terus berkembang, dan setelah ditemukannya inti sel (nucleus), kerajaan makhluk hidup bertambah. Makhluk hidup mendapatkan 1 lagi kriteria pengelompokan yaitu berdasarkan inti selnya, diselubungi selaput atau tidak.

  1. Monera Kingdom
    Monera adalah salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup lima kerajaan, yang sekarang sudah tidak dipakai lagi. Anggota kingdom Monera meliputi makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular), sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal.
    • Sebagian besar anggota Monera adalah prokariotik
    • Cara reproduksi monera dapat berlangsung secara aseksual dan seksual.
    • Kingdom ini dibagi menjadi dua divisi yaitu Bacteria (atau Schizomycetes) dan Cyanophyta atau alga hijau-biru.
    • Pengelompokan ini sekarang tidak digunakan lagi, setelah berbagai temuan menunjukkan bahwa Cyanophyta sekarang ini lebih tepat dianggap sebagai bakteria dan dinamakan sebagai Cyanobacteria.
  2. Kingdom Fungi
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 3 kerajaan. Fungi memiliki ciri yang mirip dengan tumbuhan tapi sebenarnya berbeda karena dinding selnya tidak terbuat dari selulosa tetapi kitin.
  3. Kingdom Plantae
    Penjelasannya sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup autotrof.
  4. Kingdom Animalia
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin pengelompokan 2 kerajaan, salah satunya yaitu makhluk ini dapat berpindah tempat.

Klasifikasi 5 Kerajaan

Tak cukup sampai hanya 4 kerajaan, H.R. Whittaker pernah mengusulkan klasifikasi makhluk hidup itu 5 kerajaan, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plant, dan Animal.

Menurut Whittaker, ganggang yang dikelompokkan sebagai kingdom Plantae, serta Protozoa yang dikelompokkan kingdom Animalia seharusnya berdiri sendiri di bawah satu kingdom berbeda, yaitu Kingdom Protista.

  1. Kingdom Monera
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 4 kerajaan. Dan pastinya sistem ini sudah tidak digunaan lagi.
  2. Protista Kingdom
    Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungi. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama protista, tetapi sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.
  3. Kingdom Fungi
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 3 kerajaan. Fungi memiliki ciri yang mirip dengan tumbuhan tapi sebenarnya berbeda karena dinding selnya terbentuk dari kitin.
  4. Kingdom Plantae
    Deskripsi dan contoh Plantae kingdom sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis.
  5. Kingdom Animalia
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin sebelumnya, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mendapatkan makanannya dengan cara memangsa makhluk hidup lain.

Klasifikasi 6 Kerajaan

Pada pengelompokan ini, virus ditambahkan sebagai kingdom baru. Tubuh virus yang tersusun oleh asam nuklea yang diselubungi oleh protein membuatnya layak menjadi kingdom terpisah.

Sistem klasifikasi 6 kingdom merupakan sistem klasifikasi 5 kingdom ditambah dengan Virus kingdom.

Virus hanya bisa hidup dan memperbanyak diri dalam sel inangnya yang hidup. Jika virus keluar dari sel inangnya atau sel inangnya mati, ia tidak akan bisa hidup.

Tingkatan Takson pada Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup. Cabang biologi yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Takson adalah kelompok.

Tingkatan-tingkatan takson pada makhluk hidup mulai dari takson yang tertinggi ke tingkat yang lebih rendah adalah sebagai berikut:

Pada hewan:

  • Regnum/Kingdom
  • Phylum
  • Classis = kelas
  • Ordo = bangsa
  • Familia = suku
  • Genus = marga
  • Species = jenis
  • Varietas = macam

Pada tumbuhan:

  • Regnum/Kingdom
  • Divisio
  • Classis
  • Ordo
  • Familia
  • Genus
  • Species
  • Varietas

1. Contoh klasifikasi pada hewan
Phylum: Chordata
Sub phylum: Vertebrata
Classis: Mamalia
Ordo: Carnivora
Familia: Felidae
Genus: Felis
Species: Felis domestic/kucing
Varietas: kucing, anggora, dan persi

2. Contoh pada hewan
Phylum: Chordata
Sub phylum: Vertebrata
Classis: Mamalia
Ordo: Rodentia
Familia: Caviidae
Genus: Cavia
Species: Cavia cobaya (Tikus belanda)

3. Contoh klasifikasi pada tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Monocotyledonae
Ordo: Poales
Familia: Poaceae
Genus: Oryza
Species: Oryza sativa (padi)
Varietas: rajalele, bengawan, dan pelita

4. Contoh pada tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Monocotyledonae
Ordo: Zingiberales
Familia: Musaceae
Genus: Musa
Species: Musa paradisiaca (pisang)
Varietas: pisang ambon, pisang kepok, pisang raja, dan pisang tanduk

5. Contoh klasifikasi pada tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Dicotyledonae
Ordo: Rutales
Familia: Rutaceae
Genus: Citrus
Species:
Citrus nobilis (jeruk keprok)
Citrus maxima (jeruk bali)
Citrus aurantifolia (jeruk nipis)