SemutAspal

Klasifikasi Makhluk Hidup Pelajaran Biologi Kelas X

Klasifikasi makhluk hidup kelas 10
Klasifikasi makhluk hidup kelas 10

Banyaknya makhluk hidup di dunia ini membuktikan bahwa kita perlu mengelompokkan makhluk hidup itu atau bahasa kerennya membuat klasifikasi makhluk hidup.

Pengelompokan ini bukan tidak berfungsi apapun. Lantas, mengapa diperlukan klasifikasi makhluk hidup? Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah untuk memudahkan kita dalam memahami makhluk selain manusia.

Sekarang, dasar klasifikasi makhluk hidup sudah dibuat oleh para cendikiawan biologi. Klasifikasi mungkin bertambah bahkan berubah, namun setidaknya kita sudah bisa mengelompokkan makhluk hidup.

Manfaat klasifikasi makhluk hidup:

  • Mempermudah mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam,
  • Kita mengetahui makhluk hidup sesuai dengan pengelompokkannya,
  • Kita mengetahui ada tidaknya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Apa yang dimaksud dengan klasifikasi makhluk hidup? Pada dasarnya, klasifikasi adalah proses yang berkaitan dengan kategorisasi. Ahli biologi memakai sistem klasifikasi untuk mengelompokkan organisme yang memiliki persamaan struktur.

Setiap kelompok organisme tersebut kemudian dikelompokkan lagi menjadi kelompok yang lebih besar. Pengelompokkan ini pertama kali diusulkan oleh John Ray dari Inggris, lalu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), ahli botani berkebangsaan Swedia yang juga sebagai Carolus Linnaeus.

Jadi, pengertian klasifikasi makhluk hidup adalah suatu upaya pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang melekat pada makhluk hidup tersebut. Penggolongan ini disusun secara runtut sesuai tingkatannya.

Hierarkinya dimulai dari yang paling kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang paling besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.

Klasifikasi makhluk hidup mempermudah kita memahami perbedaan ciri-ciri organisme, cara organisme berkembang, cara hidup, cara makan, hingga cara berkembang biak. Ahli biologi mengelompokkan makhluk hidup dengan menggunakan takson.

Takson dibuat dengan cara mencandra makhluk hidup yang diteliti. Mencandra berarti mengidentifikasi, membuat deskripsi, dan memberi nama organisme. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan ke dalam kelompok yang disebut takson.

Pengertian takson adalah kelompok makhluk hidup yang terdiri dari berbagai macam organisme yang memiliki persamaan ciri. Tiap-tiap takson tersebut ditempatkan sesuai dengan tingkatannya. Langkah-langkah pembuatan takson mengikuti sistem tertentu. Itulah sebabnya taksonomi juga disebut sistematik.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Mengapa makhluk hidup perlu dikelompokkan? Berikut adalah beberapa tujuan dibentuknya klasifikasi makhluk hidup:

1. Mempermudah Pengenalan Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan mengelompokkan organisme berdasarkan ciri-cirinya. Dengan mengetahui klasifikasi makhluk hidup tertentu, kita akan mengetahui ciri-ciri dari makhluk tersebut sekaligus mempelajari organisme dengan ciri yang serupa.

2. Mengetahui Hubungan Kekerabatan

Klasifikasi makhluk hidup terbentuk melalui pengelompokan berdasarkan ciri. Tingkat takson yang diperkenalkan Linnaeus menggambarkan hubungan kekerabatan antar makhluk hidup. Dengan mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, kamu jadi memahami hubungan kekerabatan pada makhluk hidup.

3. Membedakan Makhluk Hidup

Berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki makhluk hidup, kamu dapat mengetahui dan membedakan makhluk hidup satu dengan lainnya. Contoh antara kera dan monyet, keduanya memiliki nama ilmiah yang berbeda karena perbedaan ciri yang dimiliki meskipun terlihat mirip.

4. Menyederhanakan Objek Studi

Ada jutaan makhluk hidup di dunia sehingga untuk mempelajarinya dibutuhkan waktu yang lama. Klasifikasi ilmiah dilakukan agar objek studi menjadi lebih sederhana. Klasifikasi ini membantu dalam mengenali dan mempelajari organisme karena telah dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri.

5. Mempermudah Penamaan Hewan

Seiring waktu berjalan, berbagai spesies baru terus ditemukan. Spesies-spesies yang baru ditemukan tentu belum memiliki nama sehingga perlu dilakukan klasifikasi makhluk hidup. Dengan melihat ciri-ciri spesies yang ditemukan, spesies tersebut diberi nama ilmiah sesuai ciri-ciri yang dimilikinya.

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Terdapat tiga golongan atau kelompok dalam sistem klasifikasi makhluk hidup yakni sistem alami, sistem buatan (artifisial), dan sistem filogenetik. Simak uraian lengkap masing-masing penggolongan tersebut di bawah ini.

1. Klasifikasi Sistem Alamiah

Klasifikasi makhluk hidup pada dasarnya bertumpu pada persamaan ciri organisme. Hal ini dapat diketahui melalui pengamatan pada morfologi makhluk hidup.

Misalnya, kamu mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau. Secara alami, kamu melihat kelima binatang itu mempunyai empat kaki sehingga membentuk kelompok binatang berkaki empat.

Jadi, klasifikasi sistem alami terbentuk berdasarkan ciri makhluk hidup secara alami. Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles dari Yunani. Aristoteles membagi makhluk hidup menjadi dua kingdom, yaitu hewan dan tumbuhan.

Dunia hewan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan menurut ukuran dan strukturnya.

Contoh pengelompokkan hewan secara alami:

  • Kucing, sapi, kerbau, harimau, dan kuda (hewan berkaki 4)
  • Ayam, itik, bebek, dan burung (hewan berkaki 2)
  • Beringin, mangga, kelapa, apel, jambu, dan asam (pepohonan)
  • Rerumputan dan semak-semak
  • Tomat, terong, lombok (perdu)

2. Klasifikasi Sistem Artifisial (Buatan)

Sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan mudah dipahami dibandingkan sistem klasifikasi secara alami. Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) atau Carolus Linnaeus, seorang ahli botani dari Swedia yang kemudian dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.

Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan pada struktur tubuh makhluk hidup. Ini merupakan sistem klasifikasi untuk tujuan praktis, misalnya berdasarkan kegunaannya. Contoh pengklasifikasianya adalah sebagai berikut:

  • Jahe, kina, dan ginseng (tanaman obat)
  • Mawar, melati, kamboja, dan anggrek (tanaman hias)
  • Mangga, jeruk, jambu, dan apel (tanaman buah)
  • Padi, jagung, sagu (tanaman makanan pokok)

3. Klasifikasi Sistem Filogenetik

Klasifikasi sistem filogenetik mulai diperkenalkan sejak dikemukakannya teori evolusi Darwin dan Lamarck. Sistem filogenetik adalah sistem klasifikasi makhluk hidup menurut hubungan kekerabatan antarorganisme dengan melihat persamaan ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan etologi (perilaku).

Filogeni adalah sejarah perkembangan makhluk hidup mulai dari filum terendah sampai filum yang sekarang. Sistem klasifikasi yang dikenal saat ini merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan tersebut membagi klasifikasi makhluk hidup menjadi 2, 3, 4, 5, atau 6 kingdom.

Klasifikasi 2 Kerajaan

Pengelompokan pertama, makhluk hidup terbagi menjadi 2 kerajaan. Yakni Kerajaan Tumbuhan (Plant Kingdom) dan Kerajaan Hewan (Animal Kingdom).

  • Kerajaan Tumbuhan (Plant Kingdom)
    Kerajaan tumbuhan meliputi semua makhluk hidup yang memiliki dinding sel berbahan selulosa serta beberapa dari mereka memiliki klorofil. Adanya klorofil pada makhluk hidup dari Kerajaan Tumbuhan menunjukkan bahwa mereka bisa berfotosintesis.
    • Contoh: mangga, jambu, rambutan, manggis, dan segala jenis pepohonan, rerumputan, dan semak-semak lainnya. Serta termasuk juga di dalamnya bakteri dan jamur (walau mereka tidak berklorofil).
  • Kerajaan Hewan (Animal Kingdom)
    Kerajaan hewan meliputi semua makhluk hidup yang tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, namun mampu berpindah tempat.
    • Contoh: sapi, anjing, kucing, monyet, paus, lumba-lumba, kelelawar, cacing, siput, ular, elang, dan hewan-hewan lainnya.

Klasifikasi 3 Kerajaan

Berbeda dengan klasifikasi 2 kingdom, klasifikasi ini membuat kerajaan terpisah untuk jamur (fungi). Alasannya adalah karena jamur tidak bisa berfotosintesis sehingga dia adalah heterotrof. Selain karena fungi adalah heterotrof, dinding sel fungi tidak terbentuk dari selulosa, melainkan kitin.

Jadi, klasifikasi 3 kingdom menjadi seperti ini

  • Kerajaan Jamur (Fungi Kingdom)
    Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi tersebut ke dalam sel-selnya. Kalangan ilmuwan kerap memakai istilah cendawan sebagai sinonim bagi Fungi.
    • Ciri-ciri: Eukariotik, Multiseluler, dinding terbuat dari kitin, tidak mempunyai klorofil, sehingga heterotrof.
    • Ciri-ciri: Eukariotik, Multiseluler, dinding terbuat dari kitin, tidak mempunyai klorofil, sehingga heterotrof.
  • Kerajaan Tumbuhan (Kingdom Plantae)
    Deskripsi dan contoh Plantae kingdom sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanan sendiri (autotrof) karena dapat melakukan fotosintesis.
  • Kerajaan Hewan (Kingdom Animalia)
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin sebelumnya, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mendapatkan makanannya dengan cara memangsa makhluk hidup lain entah sesama kingdom (karnivora), berbeda kingdom (herbivora), maupun keduanya (omnivora).

Klasifikasi 4 Kerajaan

Pengelompokan makhluk hidup terus berkembang, dan setelah ditemukannya inti sel (nucleus), kerajaan makhluk hidup bertambah. Makhluk hidup mendapatkan 1 lagi kriteria pengelompokan yaitu berdasarkan inti selnya, diselubungi selaput atau tidak.

  • Monera Kingdom
    Monera adalah salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup lima kerajaan, yang sekarang sudah tidak dipakai lagi. Anggota kingdom Monera meliputi makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular), sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal.
    • Sebagian besar anggota Monera adalah prokariotik
    • Cara reproduksi monera dapat berlangsung secara aseksual dan seksual.
    • Kingdom ini dibagi menjadi dua divisi yaitu Bacteria (atau Schizomycetes) dan Cyanophyta atau alga hijau-biru.
    • Pengelompokan ini sekarang tidak digunakan lagi, setelah berbagai temuan menunjukkan bahwa Cyanophyta sekarang ini lebih tepat dianggap sebagai bakteria dan dinamakan sebagai Cyanobacteria.
  • Kingdom Fungi
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 3 kerajaan. Fungi memiliki ciri yang mirip dengan tumbuhan tapi sebenarnya berbeda karena dinding selnya tidak terbuat dari selulosa tetapi kitin.
  • Kingdom Plantae
    Penjelasannya sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup autotrof.
  • Kingdom Animalia
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin pengelompokan 2 kerajaan, salah satunya yaitu makhluk ini dapat berpindah tempat.

Klasifikasi 5 Kerajaan

Tak cukup sampai hanya 4 kerajaan,H.R. Whittaker pernah mengusulkan klasifikasi makhluk hidup itu 5 kerajaan, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plant, dan Animal.

Menurut Whittaker, ganggang yang dikelompokkan sebagai kingdom Plantae, serta Protozoa yang dikelompokkan kingdom Animalia seharusnya berdiri sendiri di bawah satu kingdom berbeda, yaitu Kingdom Protista.

  • Kingdom Monera
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 4 kerajaan. Dan pastinya sistem ini sudah tidak digunaan lagi.
  • Protista Kingdom
    Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungi. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama protista, tetapi sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.
  • Kingdom Fungi
    Penjelasannya sama dengan yang sudah tertulis di klasifikasi 3 kerajaan. Fungi memiliki ciri yang mirip dengan tumbuhan tapi sebenarnya berbeda karena dinding selnya terbentuk dari kitin.
  • Kingdom Plantae
    Deskripsi dan contoh Plantae kingdom sama dengan poin sebelumnya di pengelompokan 2 kingdom, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis.
  • Kingdom Animalia
    Penjelasan dan contoh Animalia kingdom bisa dilihat pada poin sebelumnya, salah satunya yaitu semua makhluk hidup yang mendapatkan makanannya dengan cara memangsa makhluk hidup lain.

Klasifikasi 6 Kerajaan

Pada pengelompokan ini, virus ditambahkan sebagai kingdom baru. Tubuh virus yang tersusun oleh asam nuklea yang diselubungi oleh protein membuatnya layak menjadi kingdom terpisah. Sistem klasifikasi 6 kingdom merupakan sistem klasifikasi 5 kingdom ditambah dengan Virus kingdom.

Virus hanya bisa hidup dan memperbanyak diri dalam sel inangnya yang hidup. Jika virus keluar dari sel inangnya atau sel inangnya mati, ia tidak akan bisa hidup.

Tingkatan Takson pada Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup. Cabang ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Takson adalah kelompok.

Domain adalah level teratas dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Dalam sebuah domain, terdapat banyak makhluk hidup karena takson ini berada di tingkatan paling atas sehingga klasifikasinya juga paling luas.

Pada tingkatan domain, perbedaan pada makhluk hidup didasarkan pada jenis selnya saja, yaitu Bacteria, Archaea, dan Eukarya. Setelah domain, tingkatan-tingkatan takson pada makhluk hidup mulai dari takson yang tertinggi ke tingkat yang lebih rendah adalah sebagai berikut:

Hewan

Urutan takson yang paling tepat untuk hewan adalah sebagai berikut.

  • Regnum/Kingdom
  • Phylum
  • Classis = kelas
  • Ordo = bangsa
  • Familia = suku
  • Genus = marga
  • Species = jenis
  • Varietas = macam

Tumbuhan

Urutan takson yang paling tepat untuk tumbuhan adalah sebagai berikut.

  • Regnum/Kingdom
  • Divisio
  • Classis
  • Ordo
  • Familia
  • Genus
  • Species
  • Varietas

1. Contoh Klasifikasi pada Hewan
Phylum: Chordata
Sub phylum: Vertebrata
Classis: Mamalia
Ordo: Carnivora
Familia: Felidae
Genus: Felis
Species: Felis domestic (kucing)
Varietas: kucing, anggora, dan persi

2. Contoh pada Hewan
Phylum: Chordata
Sub phylum: Vertebrata
Classis: Mamalia
Ordo: Rodentia
Familia: Caviidae
Genus: Cavia
Species: Cavia cobaya (tikus belanda)

3. Contoh Klasifikasi pada Tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Monocotyledonae
Ordo: Poales
Familia: Poaceae
Genus: Oryza
Species: Oryza sativa (padi)
Varietas: rajalele, bengawan, dan pelita

4. Contoh pada Tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Monocotyledonae
Ordo: Zingiberales
Familia: Musaceae
Genus: Musa
Species: Musa paradisiaca (pisang)
Varietas: pisang ambon, pisang kepok, pisang raja, dan pisang tanduk

5. Contoh Klasifikasi Makhluk Hidup pada Tumbuhan
Divisio: Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis: Dicotyledonae
Ordo: Rutales
Familia: Rutaceae
Genus: Citrus
Species:
Citrus nobilis (jeruk keprok)
Citrus maxima (jeruk bali)
C. aurantifolia (jeruk nipis)

Sekian pembahasan mengenai klasifikasi makhluk hidup kelas 10 yang bisa kamu jadikan referensi belajar.


Dapatkan berita terbaru! Ikuti kami di Google News dan dapatkan kabar terupdate langsung di genggaman.

Promo garansi Shopee
Yosua Herbi
Herbi adalah seorang Web Developer asal Jawa Tengah. Pada tahun 2019, dia menyelesaikan program studi D-3 Manajemen Informatika.
Logo SemutAspal