Hewan Vivipar: Pengertian dan Contohnya

  • 2
    Shares

Hewan vivipar

Keinginan untuk mempertahankan jenisnya membuat hewan harus berkembang biak. Cara perkembangbiakan hewan sangat beragam. Ada yang secara alami dan ada juga yang menggunakan bioteknologi.

Salah satu cara perkembangbiakan hewan secara alami adalah dengan cara melahirkan atau vivipar. Vivipar biasanya terjadi pada hewan kelas mamalia. Artinya, manusia juga berkembang biak dengan cara ini.

Pengertian Hewan Vivipar

Hewan vivipar adalah hewan yang cara perkembangbiakannya dengan cara melahirkan atau beranak. Biasanya perkembangbiakan ini terjadi pada hewan mamalia atau hewan yang dapat menyusui. Proses perkembangbiakan didahului pembuahan sel betina oleh sel jantan.

Hewan vivipar berkembang di dalam tubuh sang induk sebelum mereka dilahirkan. Sang induk akan mengandung individu baru tersebut selama periode waktu tertentu.

Hewan vivipar disebut juga hewan mamalia karena hewan vivipar beranak dan menyusui. Jadi, hewan yang berkembang biak dengan cara vivipar biasanya adalah hewan yang termasuk dalam golongan mamalia.

Ciri-Ciri Hewan Vivipar

  • Sang induk akan menyusui anaknya.
  • Pada umumnya memiliki daun telinga.
  • Banyak terdapat pada hewan mamalia.
  • Seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut.
  • Induk mengandung anaknya selama beberapa waktu.
  • Memiliki kelenjar susu.

Contoh-Contoh Hewan Vivipar

Setelah mengetahui tentang pengertian dan ciri-ciri hewan vivipar, kurang lengkap rasanya bila kita tidak mengetahui contoh-contoh hewan yang termasuk dalam golongan vivipar.

Marilah kita simak tentang contoh-contoh hewan yang termasuk golongan hewan vivipar:

1. Monyet

Monyet adalah istilah yang diberikan untuk semua primata yang bukan golongan prosimia atau kera. Monyet adalah salah satu jenis hewan vivipar yang masih ada hingga sekarang ini.

Pada dasarnya monyet berbeda dengan kera, monyet memiliki ukuran tubuh dan ekor lebih kecil daripada kera.

Tetapi kebanyakan masyarakat umum salah paham dan sering menyamakan dua jenis binatang primata ini.

Monyet memiliki kemampuan belajar menggunakan alat untuk mencari makan. Beberapa jenis monyet juga dimanfaatkan manusia sebagai binatang timangan karena kemampuannya itu.

2. Kera

Seluruh jenis kera seperti gibbon, orang utan, gorila, siamang, dan simpanse berkembang biak dengan cara vivipar.

Karena ciri-ciri fisik masing-masing spesies berbeda maka periode gestasi mereka berbeda-beda, tergantung dari jenis kera dan faktor fisiologisnya.

3. Sapi

Sapi adalah hewan ternak dari suku bovidae yang berkembang biak secara vivipar. Sapi merupakan hewan yang berkembang biak dengan cara vivipar karena memiliki ciri fisik hewan mamalia.

Sapi diternak oleh manusia dengan tujuan untuk diambil susu, daging, dan kulitnya. Selain digunakan sebagai hewan ternak, sapi juga biasa didayagunakan untuk membajak sawah serta mengangkut barang.

Namun, perkembangbiakkan sapi cukup lama, hewan herbivora yang satu ini memiliki masa kehamilan sekitar 270 hari.

Yang perlu diingat di sini adalah bahwa jangka waktu 270 hari tersebut berlaku apabila yang dikandung tersebut adalah betina, jika anak sapi itu jantan maka jangka waktu yang dibutuhkan bisa melebihi dari 270 hari.

4. Gajah

Gajah merupakan binatang mamalia yang memiliki ukuran tubuh yang tinggi dan sangat besar. Gajah Afrika jantan adalah binatang darat terbesar yang mempunyai tinggi mencapai 4 m dan berat sekitar 7 ton.

Gajah terkenal dengan belalainya yang panjang dan kuat. Gajah juga memilliki daun telinga yang besar, yang digunakan untuk mengatur suhu tubuh. Selain itu, gajah memiliki gading.

Gading adalah suatu bagian yang terdapat di sekitar mulut gajah, yang memanjang keluar berwarna putih. Biasanya gajah-gajah diburu untuk diambil gadingnya lalu dijual sebagai sebuah kerajinan.

Gajah termasuk dalam golongan hewan pemakan rumput (Herbivora). Gajah adalah binatang yang dilindungi dan masuk kategori binatang langka.

Hal itu dikarenakan masa kehamilan gajah betina yang sangatlah lama, yakni 18-24 bulan untuk 1 anak gajah. Gajah hanya akan melahirkan anak 4-5 kali saja seumur hidupnya.

5. Kuda

Kuda merupakan salah satu spesies dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Kuda adalah salah satu opsi binatang yang bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan manusia.

Pada umumnya manusia memelihara untuk dimanfaatkan tenaganya, bahkan juga untuk diambil susu atau dagingnya.

Kuda adalah binatang yang memegang peranan penting dalam transportasi orang dan barang selama ribuan tahun. Selain itu kuda juga biasa digunakan sebagai kendaraan perang oleh orang jaman dahulu.

Di Indonesia sendiri kuda dimanfaatkan sebagai penarik delman dan olahraga pacu kuda.

Kuda termasuk hewan vivipar. Anak kuda yang baru saja dilahirkan dapat
langsung berjalan setelah beberapa saat. Vivipar adalah kelompok hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan.

Kuda merupakan hewan vivipar karena memiliki daun telinga serta berkembang biak dengan cara melahirkan. Siklus kehamilan kuda cukup lama, yakni 11-12 bulan setelah terjadinya proses pembuahan.

Yang unik dari kuda adalah mereka selalu melahirkan anaknya ketika malam hari, sangat jarang ditemui kuda betina yang melahirkan anaknya di pagi atau siang hari.

6. Paus

Paus adalah salah satu mamalia yang habitatnya di laut. Meski hidup di laut, tetapi binatang ini bernafas dengan menggunakan paru-paru.

Paus sesekali menuju ke permukaan laut untuk mengambil oksigen kemudian kembali ke laut, begitu seterusnya.

Paus adalah hewan mamalia yang berkembang biak dengan cara vivipar. Sangat jarang ditemukan hewan jenis pisces berkembang biak dengan cara vivipar.

Hingga saat ini keberadaan paus di laut dapat dihitung dengan jari, hal ini dikarenakan perkembangbiakkannya yang cukup lama.

Masa kehamilan paus sangat panjang layaknya gajah dan kuda, mereka membutuhkan waktu sekitar 19 bulan. Dalam sekali masa kehamilan, induk paus hanya melahirkan 1 bayi saja.

7. Kambing

Kambing merupakan binatang mamalia yang memiliki ukuran tubuh sedang. Hewan ini juga dijadikan manusia sebagai hewan ternak karena kambing memiliki berbagai manfaat seperti, daging, susu dan kulitnya.

Akan tetapi tidak semua jenis kambing dapat menghasilkan susu yang bisa dikonsumsi manusia.

Pada umumnya kambing dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 140 cm (tidak termasuk ekor). Dan beratnya dapat mencapai 120 kg untuk jantan dan 50-55 kg untuk betina.

Kambing telah dibudidayakan manusia sejak 8.000 sampai 9.000 tahun silam. Hewan ini juga termasuk dalam golongan hewan herbivora.

Kambing sangat digemari masyarakat karena pengembangbiakkannya yang tidak terlalu sulit. Lama mereka mengandung adalah 150 hari atau sekitar 5 bulanan.

Ketika bayi mereka lahir, bayi kambing tersebut akan diberi susu oleh induknya selama kurang lebih 3 bulan dan setelah lebih dari 3 bulan mereka sudah dapat memakan makanan seperti rerumputan.

8. Singa

Singa merupakan salah satu spesies yang termasuk dalam keluarga felidae atau kucing besar. Singa adalah salah satu binatang yang hidupnya secara berkelompok di alam bebas.

Mereka akan berebut wilayah kekuasaan dan buruan dengan hewan-hewan pemangsa lainnya. Interaksi yang terjadi di ekosistem tersebut adalah contoh simbiosis kompetisi.

Uniknya, ternyata singa betinalah lebih produktif berburu dan mencari mangsa. Sedangkan singa jantan bersikap lebih tenang dan seringnya meminta bagian hasil buruan singa betina.

Namun saat ini populasi singa menurun seiring dengan adanya perburuan liar, selain itu juga karena faktor perkembangbiakkannya yang cukup lama.

Calon bayi singa berada dalam tubuh induknya selama 98-120 hari. Ketika menjalani masa kehamilan, singa betina akan menjauh dari kelompoknya dan hidup secara mandiri.

Ia akan kembali pada kelompokknya setelah anak-anaknya terlahir dan dapat berjalan dengan baik. Proses ini membutuhkan waktu setidaknya 7-10 bulan.

9. Harimau

Harimau termasuk salah satu hewan yang tergolong dalam keluarga kucing besar sama seperti singa.

Harimau adalah hewan terbesar dari golongan kucing besar, bahkan melebihi ukuran singa. Harimau adalah hewan pelari tercepat dalam kelas mamalia setelah cetah.

Hewan ini juga dikenal sebagai hewan karnivora. Harimau biasa memangsa hewan yang memiliki ukuran yang agak besar sepeti, rusa, kijang, dan babi.

Apabila hewan tersebut tidak ditemukan, maka harimau akan mencari mangsa yang berukuran lebih kecil seperti landak.

Ciri khas yang dimiliki oleh harimau adalah kulitnya yang berloreng-loreng. Meski masih satu keluarga dengan kucing, akan tetapi harimau dan kucing memiliki perbedaan, perbedaannya adalah harimau bisa berenang.

Sedangkan untuk siklus kehamilannya, siklus kehamilan harimau cukup lama, yakni 93-112 hari.

Seringnya, harimau betina akan lebih sensitif ketika sedang mengandung. Hal ini terkadang membuat para harimau jantan menghindar dan memilih untuk mengamatinya dari kejauhan.

10. Unta

Berikutnya adalah hewan yang dapat bertahan hidup di gurun pasir bersuhu tinggi, yaitu unta.

Unta adalah spesies binatang berkuku belah dari genus camelus. Pada umumnya unta memiliki harapan hidup yang cukup tinggi yaitu antara 30-50 tahun.

Unta juga memiliki kemampuan untuk menahan makan dan minum selama beberapa waktu karena unta memiliki punuk yang digunakan untuk menyimpan air.

Masa kehamilan unta bisa dibilang cukup lama, mereka membutuhkan waktu sekitar 13-15 bulan untuk mengandung anaknya.

11. Kelelawar

Kelelawar adalah satu-satunya contoh hewan vivipar yang dapat terbang. Hewan ini berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.

Mamalia terbang ini memulai aktivitasnya pada malam hari, yang biasa disebut hewan noktural.

Kelelawar masuk pada contoh hewan vivipar, karena mereka berkembang biak dengan cara melahirkan meskipun mereka bisa terbang layaknya burung.

Jangka waktu kelelawar mengandung anaknya adalah 1,5-6 bulan, tergantung dari jenis kelelawar tersebut dan juga lingkungan tempat tinggalnya.

12. Tikus

Hewan yang merupakan hewan vivipar selanjutnya adalah tikus. Kita mungkin geli mendengar nama tikus.

Tikus adalah binatang yang sering kita jumpai di rumah kita, dan kita menganggapnya sebagai hama. Tikus merupakan hewan mamalia yang perkembangbiakkannya relatif cepat.

Hanya dalam jangka waktu 2 bulan, betinanya dapat melahirkan puluhan anak tikus. Hal ini disebabkan oleh siklus kehamilan tikus yang singkat. Mereka hanya membutuhkan waktu 20-25 hari saja untuk mengandung calon anaknya.

Namun taukah kamu satu fakta tentang hewan ini? Ternyata ada orang yang membudidayakan tikus untuk diperjualbelikan, khususnya dijual kepada mereka yang memelihara ular.

13. Kucing

Kucing adalah salah satu hewan yang termasuk dalam keluarga mamalia pemakan daging, sama seperti harimau. Beberapa orang malah menganggap bahwa kucing adalah harimau versi kecil.

Namun kucing tidak membahayakan kehidupan manusia. Kucing memiliki tubuh kecil yang ditutupi oleh rambut dengan berbagai variasi warna dan bentuk.

Karena keindahan tubuh dan rambutnya tidak sedikit orang yang memelihara hewan ini. Kucing telah berbaur dengan manusia sejak 6.000 tahun sebelum masehi.

Jenis dan spesies kucing hingga saat ini sudah cukup banyak, mereka sudah tersebar di seluruh penjuru dunia.

Banyaknya spesies kucing yang ada di sekitar kita tidak lain dikarenakan proses reproduksinya yang sangat cepat dan seleksi alam yang berpihak padanya.

Kucing yang telah melakukan proses pembuahan biasanya akan mengandung calon anaknya sekitar 65 hari. Dan dalam sekali kehamilan, mereka biasanya akan melahirkan 2-4 atau bahkan lebih bayi kucing.

14. Jerapah

Jerapah adalah hewan mamalia berkuku genap dan merupakan hewan tertinggi di darat.

Tinggi jerapah jantan bisa mencapai 4,4 hingga 4,8 meter dan memiliki berat tubuh sekitar 1.360 kg. Jerapah betina relatif lebih pendek dan ringan dibandingkan dengan jerapah jantan.

Dengan lehernya yang panjang, jerapah lebih mudah mendapatkan makanannya. Selain itu, lehernya yang panjang membuat mereka memiliki area panjang yang lebih jauh sehingga bisa lebih mudah mendeteksi ancaman.

Jerapah masih memiliki hubungan dekat dengan hewan lain seperti rusa, sapi, tetapi dari suku yang berbeda.

Habitat asli jerapah adalah daerah Chad sampai dengan Afrika Selatan. Jerapah termasuk anggota keluarga hewan pemakan rumput (Herbivora).

Apakah jerapah termasuk hewan vivipar? Jerapah adalah hewan yang lama proses perkembangbiakkannya, mereka membutuhkan waktu 15 bulan untuk mengandung calon anaknya.

15. Anjing

Anjing adalah mamalia yang telah mengalami proses domestikasi sejak 15.000 tahun yang lalu. Hewan ini mengalami perkembangan yang sangat variatif hingga menghasilkan berbagai macam jenis.

Anjing termasuk mamalia yang makanan utamanya adalah daging, sama seperti kucing. Anjing juga termasuk hewan yang pintar apabila dilatih dengan baik.

Walaupun termasuk hewan karnivora tidak sedikit manusia yang memelihara hewan ini. Karena hewan ini memiliki rambut yang indah, menurut sebagian orang.

Hingga saat ini sudah banyak yang memelihara anjing karena dapat dijadikan sebagai alarm apabila ada orang asing yang mendekati rumah kita serta dapat pula dijadikan sebagai hiburan karena tingkahnya yang lucu.

Siklus kehidupan anjing cukup cepat. Ketika masa kawin, anjing betina dan jantan akan melakukan pembuahan di dalam.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengandung adalah 55-65 hari, dimana dalam sekali kehamilan, anjing betina akan mengandung 4 atau lebih bayi anjing.

16. Orangutan

Orangutan merupakan hewan sejenis kera yang memiliki ukuran tubuh yang besar dengan warna rambut merah kecoklatan.

Binatang ini hidup di daerah hutan tropis Indonesia dan Malaysia. Khususnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Orangutan memiliki tubuh yang gemuk dan besar, juga lengan besar dan panjang. Hewan ini memiliki tinggi sekitar 1,25-1,5 m, dan tubuhnya ditutupi rambut berwarna merah kecoklatan. Mereka memiliki kepala yang besar dan posisi mulut yang agak tinggi.

17. Lumba-lumba

Lumba-lumba tergolong hewan vivipar karena berkembang biak dengan cara melahirkan.

Lumba-lumba merupakan mamalia laut yang memiliki kecerdasan tinggi dibandingkan dengan hewan laut lainnya.

Bentuk tubuh lumba-lumba bisa mengurangi gesekan dengan air, sehingga mereka dapat berenang dengan cepat karena kecilnya hambatan.

Lumba-lumba adalah golongan hewan menyusui karena lumba-lumba adalah mamalia. Mereka memilik habitat utama di laut. Lumba-lumba juga kerabat dari ikan paus dan pesut, jenis mereka sekitar 40 spesies.

Lumba-lumba tergolong hewan laut yang sangat ramah, sehingga tidak mengherankan apabila mereka disegani oleh ikan-ikan di laut, bahkan manusia.

Perkembangbiakkan lumba-lumba dapat dikatakan cukup lama, tergantung dari jenis lumba-lumbanya. Berikut adalah lamanya masa kehamilan beberapa spesies lumba-lumba:

  • Killer Whale : 15-18 bulan
  • Short beaked common dolphin : 10-11 bulan
  • Spinner dolphin : 10 bulan
  • Striped dolphin : 12 bulan

18. Anjing Laut

Anjing laut merupakan mamalia berbadan besar dari ordo karnivora yang hidup di daerah sejuk. Hewan ini memiliki kulit yang licin. Anjing laut beradaptasi dengan baik untuk hidup di habitat akuatik.

Semua jenis anjing laut adalah hewan pemakan daging (karnivora), hewan yang mereka makan antara lain cumi-cumi, ikan, dan binatang laut lainnya.

Anjing laut jenis leopard adalah predator terbesar di antara anjing laut lainnya. Anjing laut tersebut memangsa berbagai macam hewan seperti penguin, krill, hingga anjing laut jenis lain.

19. Singa Laut

Singa laut merupakan salah satu spesies pada eman genera pinnipedia modern. Selain itu mereka adalah mamalia yang hidup di laut bersama kerabatnya anjing laut dan lumba-lumba.

Singa laut memiliki habitat utama di semua samudera seluruh dunia kecuali Samudera Atlantik.

Meskipun mereka bergerak cukup lambat, akan tetapi tingkah laku mereka cukup menarik perhatian orang yang melihatnya. Sama dengan Singa, singa laut berkembang biak dengan cara melahirkan.

Perkembangbiakkan anjing laut bisa dikatakan lama. Lama mengandung pada hewan vivipar yang satu ini adalah sekitar 350 hari. Dalam sekali masa kehamilan tersebut mereka hanya melahirkan 1-2 ekor saja.

20. Tupai

Tupai adalah hewan mamalia kecil yang memiliki kesamaan ciri-ciri dengan hewan bajing. Apakah tupai termasuk hewan vivipar?

Secara umum tupai tidak sama dengan keluarga bajing. Binatang ini termasuk salah satu hewan pemakan serangga (insektivora). Sedangkan bajing adalah hewan pengerat.

Tupai adalah hewan yang hidup di atas pohon. Hewan ini biasanya akan memburu serangga bersama hewan pemakan serangga lainnya. Ciri khas hewan ini ada pada moncongnya.

Selain itu, tingkat kecerdasan tupai juga sangat tinggi, meskipun kepalanya sangat kecil. Untuk siklus perkembangbiakknya cepat, mereka hanya membutuhkan waktu 44 hari saja dan dapat melahirkan 2-10 anak tupai.

21. Kelinci

Kelinci merupakan hewan mamalia bertubuh kecil dari keluarga leporidae. Hewan ini berkembang biak dengan cara beranak (vivipara). Kelinci juga sering dijadikan binatang peliharaan bahkan hewan ternak.

Dengan maksud untuk dimanfaatkan dagingnya, namun tidak semua kelinci bisa dimanfaatkan dagingnya, hanya beberapa jenis kelinci saja.

Dari jenis rambutnya, kelinci dibagi menjadi dua, yakni kelinci berambut pendek dan kelinci berambut panjang. Kelinci termasuk hewan herbivora atau hewan pemakan rumput.

Kelinci adalah binatang peliharaan yang digemari oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Ketertarikan dalam memelihara kelinci disebabkan oleh bentuknya yang lucu dan menggemaskan.

Selain itu, proses budidayanya juga tidak terlalu sulit. Kamu cukup menempatkan kelinci jantan dan betina dalam satu kandang dan tunggulah hingga 2-3 hari.

Setelah itu, pisahkan keduanya dan amati kelinci betinanya. Sama seperti harimau, kelinci betina yang sedang mengandung lebih agresif daripada biasanya.

Masa kehamilan kelinci sangat tergantung dengan jenis kelincinya, namun rata-rata antara 21 hingga 30 hari.

22. Kerbau

Kerbau adalah hewan yang bertubuh besar dengan ciri khas tanduknya yang kuat dan tajam di kepalanya. Binatang ini sering dimanfaatkan tenaganya dan juga dimakan dagingnya.

Hingga saat ini budidaya kerbau masih banyak, meskipun kerbau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengandung anaknya.

Waktu yang diperlukan kerbau betina untuk mengandung anaknya adalah 281 hingga 334 hari. Dan dalam masa itu, kerbau hanya akan melahirkan 1-2 anak saja.

23. Zebra

Zebra adalah hewan yang hidup secara berkelompok seperti halnya singa dan harimau. Mereka memiliki ciri khas pada bagian tubuhnya, yaitu tubuhnya bergaris hitam dan putih beraturan.

Mereka sangat sulit untuk menghasilkan keturunan dalam jumlah yang banyak. Hal ini terjadi karena periode kehamilannya sangat lama, yaitu 365 hari dan dalam masa itu betina hanya akan melahirkan beberapa calon anak saja.

Selesai

Nah, itu dia penjelasan dan penjabaran tentang hewan vivipar, mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan contoh-contoh hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan beserta lama periode mengandung anak-anaknya.

Semoga teman-teman menjadi lebih paham tentang jenis-jenis hewan vivipar.

Dari situ kita dapat mengamati bahwa hewan langka sulit dibudidayakan karena periode kehamilan mereka yang sangat lama. Berbeda dengan hewan ovipar yang relatif lebih cepat dalam membentuk individu baru.


  • 2
    Shares