Pengertian Sosiologi dan Ruang Lingkupnya

Pengertian sosiologi

Pengertian Sosiologi

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.

Sosiologi termasuk dalam ilmu pengetahuan umum dan bukan sebuah ilmu pengetahuan yang khusus. Sosiologi mengamati dan mempelajari berbagai gejala umum yang terjadi pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak. Sosiologi memperhatikan pola peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.

Begitulah beberapa pengertian sosiologi.

Ruang Lingkup Sosiologi

Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Sosiologi awalnya termasuk dalam filsafat (induk ilmu pengetahuan; Mother of Scientarium).

Filsafat sendiri merupakan ilmu yang mencakup berbagai macam ilmu pengetahuan tentang masyarakat, sains, geografi, dan hal-hal lain, namun seiring berkembangnya zaman, ilmu-ilmu tersebut mulai memisahkan diri dan berkembang secara independen.

Sosiologi muncul pada abad XIX sebagai sebuah ilmu yang mempelajari masyarakat. Berdampingan dengan Sosiologi, ilmu Psikologi mempelajari perilaku dan sifat-sifat manusia.

Sosiologi sebagai Ilmu Sosial

Sosiologi digolongkan sebagai ilmu sosial sebab dalam sosiologi obyek pembelajrannya menggunakan masyarakat.

Status Sosial

Menurut Mayor Polak (1979), status dimaksudkan sebagai kedudukan sosial seorang oknum dalam masyarakat maupun kelompok.

Status mempunyai dua aspek, yakni aspeknya agak stabil, dan kedua aspeknya yang lebih dinamis. Polak mengatakan bahwa status mempunyai aspek struktural dan fungsional.

Status sosial dapat dibedakan atas dua macam menurut proses perkembangannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Status yang diperoleh atas dasar keturunan (Ascribed-Status).
  2. Status yang diperoleh melalui usaha yang disengaja (Achieved-Status).

Peranan Sosial

Peranan sosial adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dalam usahanya menjalankan hak dan kewajiban dirinya sesuai dengan status sosialnya.

Seseorang dapat dikatakan memiliki peranan jika dia telah menjalankan hak dan kewajiban dirinya sesuai dengan status sosialnya di dalam masyarakat.

Atas dasar definisi tersebut maka peranan dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai aspek dinamis dari status.

Masalah Sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antar unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial, misal goyahnya kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial dapat muncul karena adanya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Sumber masalah sosial bisa berupa proses sosial dan bencana alam.

Ada tidaknya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan seperti tokoh masyarakat, organisasi sosial, hasil musyawarah bersama, pemerintah, dan lain sebagainya.

4 Jenis faktor masalah sosial, antara lain:

  • Faktor ekonomi: Kemiskinan, pengangguran, dll.
  • Faktor budaya: Perceraian, kenakalan remaja, dll.
  • Faktor biologis: Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
  • Faktor psikologis: penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Kebudayaan

Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal.

Sedangkan ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture” yaitu keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sebuah sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.