Pengertian Planet beserta Ciri-Cirinya

Pengertian planet dan cirinya

Pengertian Planet

Masalah batasan rendah disampaikan pada rapat Majelis Umum IAU tahun 2006. Setelah debat sengit dan satu proposal gagal, mereka memungut suara untuk mengesahkan resolusi yang mendefinisikan planet di Tata Surya.

Planet adalah benda langit yang (a) berada di orbit mengitari Matahari, (b) memiliki massa yang cukup agar gravitasinya melebihi gaya benda tegar sehingga memiliki kesetimbangan hidrostatik (nyaris bulat), dan (c) telah membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya.

Majelis Umum IAU tahun 2006

Sesuai pengertian tersebut, Tata Surya dianggap memiliki delapan planet. Benda-benda yang tidak memenuhi ketiga syarat tersebut (seperti Pluto, Makemake, dan Eris) dikelompokkan sebagai planet katai, dengan syarat tambahan itu bukan merupakan satelit alami planet lain. Awalnya komite IAU mengusulkan pengertian yang mencakup banyak planet karena poin (c) belum dibuat. Setelah diskusi sengit, pemungutan suara selanjutnya memutuskan benda-benda tersebut dikelompokkan sebagai planet katai.

Pengertian ini didasarkan pada teori-teori pembentukan planet, yaitu ketika embrio planet sudah membersihkan orbitnya dari objek-objek kecil. Seperti yang dijelaskan astronom Steven Soter.

Hasil akhir dari akresi cakram kedua adalah sedikitnya benda yang relatif besar (planet) baik di orbit bebas yang mencegah tabrakan antar benda. Planet dan komet kecil, termasuk KBO [Kuiper Belt Objects] berbeda dari planet karena mereka bisa bertabrakan dengan planet atau satu sama lain.

Kontroversi

Pasca pemungutan suara IAU tahun 2006, muncul kontroversi dan perdebatan seputar definisi ini. Banyak astronom yang memutuskan tidak menggunakan pengertian planet hasil pemungutan suara. Sebagian perdebatan tersebut terpusat pada keyakinan bahwa poin (c) (membersihkan orbit) seharusnya tidak disertakan dan objek-objek yang sekarang dikategorikan planet katai harusnya menjadi bagian dari pengertian planet yang lebih luas.

Di luar komunitas para ahli, Pluto memiliki dampak budaya yang besar di masyarakat karena planet itu ditemukan tahun 1930. Penemuan Eris masif disebarkan oleh media sebagai planet kesepuluh, sehingga klasifikasi ulang ketiga objek tersebut sebagai planet katai juga banyak menarik perhatian.

Planet Dalam dan Planet Luar

Planet di dalam tata surya, terbagi menjadi 2 kelompok planet yaitu planet dalam yang terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars serta planet luar yang terdiri dari Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Terdapat karakteristik khusus dari masing-masing golongan planet tersebut.

Ciri-Ciri Planet Dalam

  1. Mempunyai permukaan yang padat.
  2. Terbentuk dari logam dan batu.
  3. Tidak mempunyai cincin.
  4. Mempunyai satelit yang jumlahnya sedikit.

Ciri-Ciri Planet Luar

  1. Mempunyai cincin serta atmosfer yang tebal.
  2. Terbentuk dari helium dan hidrogen.
  3. Memiliki banyak satelit.

Ciri-Ciri Planet secara Umum

Ciri Dinamis.

1. Orbit

Menurut definisi terkini, semua planet harus berevolusi di bintang, sehingga potensi “planet liar” apapun dianggap tidak ada.

Di Tata Surya kita, semua planet berevolusi searah dengan rotasi Matahari (berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara). Sedikitnya satu planet luar Tata Surya, WASP-17b, ditemukan berevolusi tidak searah rotasi bintangnya.

Periode satu masa revolusi planet disebut periode sidereal atau tahun. Tahun planet bergantung pada jarak dari bintangnya; semakin jauh sebuah planet dari bintangnya, tidak hanya semakin jauh jarak yang harus ditempuh, tetapi juga semakin lambat kecepatannya berevolusi, karena pengaruh gravitasi bintang tidak terlalu besar. Jarak planet dengan pusat bervariasi sepanjang tahun sehingga tidak ada orbit planet yang berbentuk lingkaran sempurna. Titik terdekat suatu planet dengan bintangnya disebut periastron (perihelion), sedangkan titik terjauhnya disebut apastron (aphelion).

Ketika sebuah planet menjauhi apastron, kecepatan revolusinya bertambah karena planet menukar energi potensial gravitasi menjadi energi kinetik, mirip seperti kasus benda jatuh di Bumi; ketika planet menjauhi periastron, kecepatannya berkurang, mirip seperti kasus benda dilempar ke atas lalu mencapai puncak jalur lemparannya.

2. Kemiringan Sumbu

Planet juga memiliki kemiringan sumbu yang beragam derajatnya. Kemiringan sumbu berada pada sudut terhadap bidang khatulistiwa bintangnya. Hal ini mengakibatkan jumlah cahaya yang diterima setiap belahan planet tidak menentu sepanjang tahun; saat belahan utara menjauh dari bintang, belahan selatan mendekati bintang, dan sebaliknya. Karena itu, setiap planet memiliki musim dan perubahan iklim sepanjang tahun.

Masa ketika setiap belahan berada di titik terjauh atau terdekat dari bintangnya disebut titik balik. Setiap planet memiliki dua titik balik di orbitnya; ketika satu belahan mencapai titik balik musim panas (siang terlama), belahan lain mencapai titik balik musim dingin (malam terlama). Jumlah cahaya dan panas tidak menentu yang diterima setiap belahan menciptakan perubahan pola cuaca tahunan untuk setiap belahan planet.

Kemiringan sumbu Yupiter sangat kecil sampai-sampai variasi musimnya juga sedikit. Di sisi lain, Uranus memiliki kemiringan sumbu yang sangat ekstrem hingga bisa terjadi siang abadi atau malam abadi ketika mencapai titik balik. Di kalangan planet luar Tata Surya, kemiringan sumbu tidak diketahui pasti, meski banyak benda “Yupiter panas” dipercayai memiliki sedikit kemiringan sumbu atau tidak sama sekali karena dekatnya posisi planet itu dengan bintangnya.

3. Rotasi

Planet berotasi di sumbu kasat mata yang menembus pusatnya. Periode rotasi suatu planet disebut hari bintang. Kebanyakan planet di Tata Surya berotasi dengan arah yang sama seperti orbitnya, yaitu berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara Matahari, kecuali Venus dan Uranus yang berotasi searah jarum jam. Dan uniknya, kemiringan sumbu Uranus yang sangat ekstrem berarti ada konvensi berbeda tentang kutub “utara” Uranus dan tentang rotasi arah rotasinya. Apapun itu, tanpa melihat konvensinya, Uranus memiliki rotasi mundur yang relatif terhadap orbit edarnya.

Rotasi suatu planet dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor saat pembentukan planet. Momentum sudut bersihnya bisa tercipta oleh momentum sudut yang berasal dari objek-objek akresi. Akresi gas oleh raksasa gas juga memengaruhi momentum sudut. Pada masa-masa akhir pembentukan planet, proses stokastik berupa akresi protoplanet dapat mengubah sumbu rotasi planet secara acak. Ada perbedaan panjang hari yang besar antarplanet. Satu hari Venus adalah 243 hari Bumi, sedangkan Yupiter beberapa jam saja.

Periode rotasi planet luar surya tidak diketahui. Namun letak mereka yang dekat dengan bintangnya berarti benda-benda Yupiter panas terkunci secara tidal (orbitnya sinkron dengan rotasinya). Ini berarti bahwa mereka hanya menampakkan satu belahan planet ke bintangnya, sehingga satu sisi selalu siang, satu lainnya selalu malam.

4. Pembersihan Orbit

Ciri dinamis utama yang menentukan status benda langit disebut planet adalah benda tersebut telah “membersihkan” jalur edarnya. Planet yang telah membersihkan jalur edarnya memiliki massa yang cukup untuk menyapu semua planetesimal di orbit yang dilaluinya. Hasilnya, planet berevolusi secara konstan, tidak berbagi orbit dengan beberapa objek berukuran serupa. Ciri ini tercantum dalam pengertian resmi planet IAU bulan Agustus 2006. Kriteria tersebut tidak mencakup benda-benda langit mirip planet seperti Pluto, Eris, dan Ceres, sehingga mereka tergolong planet katai. Walaupun sampai sekarang kriteria ini berlaku di Tata Surya saja, sejumlah sistem luar surya muda ditemukan dengan bukti pembersihan orbit di cakram sirkum bintangnya.

Ciri Fisik.

1. Massa

Ciri-ciri fisik utama yang menentukan sebuah planet adalah benda tersebut cukup besar untuk memaksa gravitasinya sendiri mendominasi gaya elektromagnetik yang menyelubungi struktur fisiknya, sehingga terciptalah kesetimbangan hidrostatik. Ini berarti bahwa semua planet berbentuk bola atau sferoidal. Sampai titik massa tertentu, bentuk suatu objek bisa tidak tentu, tetapi terlepas dari titik tersebut yang bervariasi tergantung penyusun kimianya, gravitasi mulai menarik suatu objek ke pusat massanya sampai objek tersebut membentuk bola.

Massa juga merupakan ciri utama yang membedakan planet dengan bintang. Batas atas massa planet adalah 13 kali massa Yupiter (13MJ) untuk objek-objek dengan kelimpahan isotop matahari. Lebih dari itu, suatu objek memiliki kondisi yang tepat untuk melakukan fusi nuklir. Selain Matahari, tidak ada objek bermassa seperti itu di Tata Surya; tetapi ada eksoplanet seukuran bintang kita itu.

Planet terkecil yang pernah diketahui, tidak termasuk planet kerdil, dan bukan satelit adalah PSR B1257+12A. Itu adalah salah satu planet luar Tata Surya pertama. Ditemukan pada tahun 1992, planet itu mengelilingi sebuah pulsar. Massanya sekitar separuh massa planet Merkurius. Planet terkecil yang berevolusi di bintang deret utama selain Matahari adalah Kepler-37b. Massa dan radiusnya agak lebih besar daripada Bulan.

2. Diferensiasi Internal

Setiap planet mengawali eksistensinya dalam bentuk cair; pada pembentukan awal, material yang lebih padat dan berat tenggelam ke tengah, sehingga material ringan tetap berada di dekat permukaan. Masing-masing memiliki interior berbeda yang secara umum terdiri dari inti planet yang padat lalu diselimuti mantel cair atau padat. Planet-planet kebumian terjebak di dalam kerak padat, namun pada raksasa gas, mantelnya luluh menjadi lapisan awan teratas. Planet kebumian memiliki inti elemen magnetik seperti besi, nikel, dan mantel silikat. Yupiter dan Saturnus diyakini memiliki inti batu dan logam yang diselimuti mantel hidrogen metalik. Uranus dan Neptunus, yang berukuran lebih kecil, memiliki inti batu yang diselimuti mantel air, es, amonia, dan metana. Pergerakan cairan di dalam inti planet-planet tersebut menghasilkan geodinamo. Geodinamo inilah menciptakan medan magnet di planet tersebut.

3. Atmosfer

Selain Merkurius, semua planet di Tata Surya memiliki atmosfer dasar karena gravitasi massanya besar dan cukup kuat untuk menahan gas agar dekat dengan permukaan. Planet gas raksasa memiliki kemampuan yang cukup untuk menyimpan banyak gas ringan hidrogen dan helium, sementara gas planet-planet kecil lolos ke luar angkasa. Komposisi atmosfer Bumi berbeda dengan planet lain karena beragamnya proses kehidupan yang mentranspirasikan planet telah menghasilkan molekul oksigen bebas.

Atmosfer planet dipengaruhi oleh berbagai insolasi atau energi internal, sehingga berujung pada pembentukan sistem cuaca dinamis seperti badai (Bumi), badai debu seplanet (Mars), antisiklon seukuran Bumi (Yupiter; disebut Titik Merah Besar), dan lubang di atmosfer (Neptunus). Sedikitnya satu planet luar surya, HD 189733 b, diklaim memiliki sistem cuaca seperti Titik Merah Besar di Yupiter namun dengan ukuran dua kali lipat lebih besar.

Akibat letaknya yang terlalu dekat dengan bintang induknya, benda-benda Yupiter panas kehilangan atmosfernya karena radiasi bintang, mirip ekor komet. Planet-planet ini memiliki perbedaan suhu siang dan malam yang terlampau jauh sampai-sampai mampu menghasilkan angin supersonik. Tetapi sisi terang dan gelap HD 189733 b terlihat memiliki suhu yang sama, menandakan bahwa atmosfer planet ini efektif mendistribusikan kembali energi bintang ke penjuru planet.

4. Magnetosfer

Salah satu ciri penting dari sebuah planet adalah momen magnet intrinsiknya yang merupakan cikal bakal magnetosfernya. Keberadaan medan magnet menandakan bahwa planet tersebut secara geologi masih hidup. Dengan kata lain, planet termagnetkan memiliki aliran bahan konduktor listrik di interiornya yang menciptakan medan magnet. Medan ini sangat memengaruhi interaksi planet dengan angin bintang. Sebuah planet yang termagnetkan membuat selubung bernama magnetosfer yang tidak dapat ditembus angin bintang. Magnetosfer dapat berukuran lebih besar daripada planet itu sendiri. Kebalikannya, planet yang tidak termagnetkan memiliki magnetosfer kecil yang tercipta oleh interaksi ionosfer dengan angin bintang, tetapi tidak melindungi planet tersebut secara signifikan.

Dari delapan planet di Tata Surya, hanya Venus dan Mars yang tidak memiliki medan magnet. Selain itu, satelit Yupiter Ganymede punya medan magnetik. Dari semua planet termagnetkan, medan Merkurius adalah yang terlemah dan tidak mampu memantulkan angin bintang kita. Medan magnet Ganymede beberapa kali lipat lebih besar dan medan Yupiter adlaah yang terkuat di Tata Surya (kuat sekali sampai-sampai planet ini memiliki ancaman kesehatan serius bagi misi berawak ke satelit-satelitnya pada masa depan). Medan magnet planet raksasa lainnya memiliki kekuatan yang agak setara dengan Bumi, namun momen magnetnya lebih besar. Medan magnet Uranus dan Neptunus relatif sangat miring terhadap sumbu rotasi dan terlepas dari pusat planetnya.

Pada tahun 2004, tim astronom di Hawaii mengamati sebuah planet luar Tata Surya yang mengitari bintang HD 179949. Planet ini terlihat menciptakan titik matahari di permukaan bintang induknya. Tim berhipotesis bahwa magnetosfer planet sedang mentransfer energi ke permukaan bintang dan meningkatkan suhunya dari 7760°C menjadi 8160°C.

Ciri-Ciri Sekunder Planet

Beberapa planet atau planet kerdil di Tata Surya (seperti Neptunus atau Pluto) memiliki periode orbit yang sejalan satu sama lain atau dengan benda-benda yang lebih kecil (hal ini lazim terjadi di sistem satelit). Semua planet kecuali Merkurius dan Venus memiliki satelit alami. Bumi punya satu satelit yang kita sebut Bulan, Mars dua, dan planet gas raksasa punya setumpuk satelit dengan sistem keplanetan yang kompleks. Banyak satelit planet gas memiliki ciri-ciri yang sama seperti planet kebumian dan planet katai. Beberapa di antaranya bahkan dianggap ramah kehidupan (terutama Europa).

Empat planet gas juga diitari oleh “cincin” planet dengan ukuran dan kerumitan yang beragam. Cincin itu terdiri dari debu atau partikel, namun bisa menginangi ‘anak bulan’ mungil yang gravitasinya membentuk dan mempertahankan strukturnya. Meskipun asal usul pembentukannya tidak diketahui secara pasti, cincin planet diyakini sebagai hasil satelit alami yang masuk batas Roche planet induknya dan hancur akibat gaya gelombang pasang.

Tidak ada ciri sekunder yang terlihat di planet-planet luar Tata Surya. Akan tetapi, planet katai sub-coklat Cha 110913-773444, yang dianggap sebagai planet liar, diyakini dikelilingi oleh sebuah cakram protoplanet mungil.

Kesimpulan

Begitulah pengertian planet beserta beberapa hal penting lainnya.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi kita semua. Jika ada pertanyaan, boleh sekali kita berdiskusi di kolom komentar. Mengenai nama-nama planet dan ciri-cirinya akan saya bahas di artikel lain yang terpisah.

Terima kasih.

  • 1
    Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =