Translate Aksara Sunda ke Aksara Latin dengan Mudah

Untuk kamu yang pengen translate aksara Sunda ke Latin dan sebaliknya, berikut adalah sebuah alat sederhana untuk mengetik aksara Sunda online dengan keyboard biasa (QWERTY). Tanpa susah, cukup ketikkan kata yang kamu mau dan aksara Sundanya akan langsung muncul.

Masukkan teks Latin pada kotak di bawah ini.

Terjemahan aksara Sunda ada pada kotak di bawah ini.

Alat bisa menjadi alternatif Google Translate dalam hal penerjemahan alfabet Latin ke aksara Sunda dan sebaliknya. Tentu program ini akan lebih akurat digunakan untuk menulis teks dalam bahasa Sunda.

Buka halaman translate bahasa Sunda yang telah kami buat untuk melakukannya. Kamu bisa menerjemahkan nama orang maupun nama tempat.

Alat penerjemah yang satu ini akan berjalan dengan semestinya di perangkatmu setelah mengunduh dan menginstal font khusus aksara Sunda pada link berikut ini.

Translate aksara Sunda online

Sejarah Aksara Sunda

Aksara Sunda Baku (ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮘᮊᮥ) adalah sistem penulisan yang digunakan oleh masyarakat Sunda. Aksara ini dibangun berdasarkan aksara Sunda Kuno yang digunakan oleh masyarakat Sunda kuno antara abad ke-14 dan ke-18. Saat ini aksara Sunda baku biasa disebut dengan aksara Sunda.

Aksara Sunda Kuno dikembangkan berdasarkan aksara Pallawa dari India. Naskah terakhir yang ditulis dalam aksara Sunda Kuna adalah Carita Waruga Guru.

Dari abad ke-17 hingga ke-19, bahasa Sunda seringnya hanya dituturkan dan tidak ditulis. Aksara Jawa dan Pegon digunakan untuk menulis bahasa Sunda selama periode ini.

Pada tahun 1996, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan rencana untuk memperkenalkan aksara Sunda resmi, dan pada Oktober 1997, aksara Sunda Kuno dipilih dan diganti namanya menjadi Aksara Sunda.

Tipologi

Aksara baku memiliki 32 karakter dasar, terdiri dari 7 aksara swara (vokal bebas): a, é, i, o, u, e, dan eu, dan 23 aksara ngalagéna (konsonan dengan vokal a): ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, wa-sa-ha, fa-va-qa-xa-za.

Penambahan lima bunyi pada aksara ngalagena ditambahkan untuk memenuhi tujuan aksara Sunda sebagai alat perekam perkembangan bahasa Sunda, terutama penyerapan kata dan bunyi asing.

Namun glyph untuk aksara baru tersebut bukanlah hal yang baru, melainkan menggunakan kembali beberapa varian dalam aksara Sunda lama, misalnya: glyph untuk fa dan va merupakan varian dari pa Sunda Kuna, glyph untuk qa dan xa merupakan varian dari ka Sunda Kuna, dan glyph untuk za adalah varian dari ja Sunda Kuno.

Ada dua suara non-standar, kha dan sha, untuk menulis konsonan Arab asing (خ) and (ش). Ini dianggap tidak baku karena penggunaannya hanya didukung oleh segelintir orang Sunda.

Ada juga rarangkén atau lampiran untuk menghilangkan, memodifikasi, atau menambahkan suara vokal atau konsonan pada karakter dasar. 13 rarangkén berdasarkan posisinya hingga pangkalnya dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok:

  1. Lima rarangkén di atas huruf dasar
  2. Tiga rarangkén di bawah huruf dasar
  3. Lima rarangkén sebaris dengan huruf dasar

Selain itu, ada glyph untuk karakter angka, dari nol hingga sembilan.

Secara grafis, karakter ngalagena termasuk rarangkén memiliki sudut 45°-75°. Secara umum perbandingan dimensi (tinggi: lebar) adalah 4:4, kecuali untuk karakter ngalagena ra (4:3), ba dan nya (4:6), dan karakter swara i (4:3).

Rarangkén memiliki rasio dimensi 2:2, kecuali panyecek (1:1), panglayar (4:2), panyakra (2:4), pamaéh (4:2) dan pamingkal (2:4 sisi bawah, 3:2 sisi kanan). Angka memiliki rasio 4:4, kecuali angka 4 dan 5 (4:3).

Daftar aksara Sunda
Daftar aksara Sunda
Huruf vokal dalam aksara Sunda
Huruf vokal dalam aksara Sunda

Aplikasi translate Sunda belum mendukung translate foto. Program ini dikembangkan oleh Dian Tresna Nugraha. Released under GPL.

Tutup
Tutup