Apa Itu Laba Ditahan? Simak Penjelasan Lengkapnya

  • 1
    Share

Penjelasan lengkap tentang apa itu laba ditahan.

Laba ditahan (Retained Earnings) adalah laba dari operasi dibagikan dan menjadi tambahan penyertaan pemegang saham. Laba ditahan adalah sejumlah uang yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian dividen.

Transaksi-transaksi yang mempengaruhi R/E adalah:

  • Pembagian dividen
  • L/R bersih operasi
  • Koreksi pembukuan atas laba (rugi) tahun-tahun yang lalu

Laporan laba rugi bisa disajikan di dalam laporan laba rugi atau terpisah dari laporan laba rugi. Sebaliknya, laporan laba ditahan dalam laporan perubahan modal, dimana perubahan laba ditahan termasuk di dalamnya.

Standar akuntansi harus membedakan berbagai macam transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi laba rugi dalam laporan laba rugi, dengan berbagai macam transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi laba ditahan dalam laporan laba ditahan.

Perbedaan Laba Rugi dan Laba Ditahan

Laba Rugi (L/R)Laba Ditahan (R/E)
1. Elemen-elemen L/R adalah pendapatan, biaya, laba dan laba rugi, elemen-elemen itu tidak dapat didebetkan atau dikreditkan ke dalam R/E1. Elemen-elemen yang dapat didebetkan atau dikreditkan ke dalam R/E adalah:
a. Penutupan saldo rekening ikhtisar L/R
- Rugi laba (D)
- Laba bersih (K)
b. Distribusi kepada pemegang saham (kas, properti, atau saham)
- Deklarasi dividen (D)
- Laba ditahan (K)
c. Perubahan prinsip akuntansi
- Penyesuaian retroaktif negatif (rugi dan biaya) (D)
- Penyesuaian retroaktif Positif (laba, pendapatan) (K)
d. Koreksi kesalahan periode sebelumnya
- Penyesuaian periode sebelumnya (rugi dan biaya) (D)
- Penyesuaian periode sebelumnya (laba dan pendapatan) (K)
e. Penyisihan laba yang ditahan untuk tujuan-tujuan tertentu (perluasan pabrik, pelunasan utang, dll)
- Pencadangan (D)
- Pembatalan cadangan (K)
f. Transaksi saham treasury
- Penyesuaian negatif transaksi saham treasury (D)
- Laba ditahan (K)
g. Quasi reorganisasi
- Penghapusan untuk nilai buku aktiva menjadi nilai pasar (D)
- Untuk menjadikan bersaldo nol dengan mengkredit sejumlah tertentu dari modal disetor (K)

Note: Penyesuaian periode sebelumnya adalah kesalahan yang dilakukan pada periode sebelumnya yang diketahui dan dikoreksi pada periode sekarang, kecuali penyesuaian terhadap perubahan umur aktiva tetap, nilai residu, dan perubahan jumlah taksiran kerugian piutang.

Penyesuaian akan nampak sebagai berikut :

R/E, saldo awalXXXX
Koreksi kesalahan periode sebelumnya(XXXX)
Laba ditahan setelah penyesuaian, saldo awalXXXX

Laba ditahan (R/E) sangat erat hubungannya dengan dividen. Dimana dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham atas hak kepemilikan lembar saham perusahaan.

Macam-Macam Dividen

1. Dividen Kas
Dividen yang paling umum dibagikan oleh PT adalah dividen kas. Satu hal perlu diperhatikan oleh pimpinan PT sebelum membuat pengumuman adanya dividen kas yaitu apakah tersedia sejumlah uang yang mencukupi pembagian dividen tersebut.

2. Dividen Aktiva Selain Kas (Property Dividends)
Aktiva yang dibagikan bisa berbentuk surat-surat berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh PT, barang dagangan atau aktiva-aktiva lain. Pemegang saham akan melakukan catat dividen yang diterimanya sebesar harga pasar aktiva tersebut.

3. Dividen Utang (Scrip Dividends)
Dividen utang timbul apabila laba tidak dibagi itu saldonya mencukupi untuk pembagian dividen, tetapi saldo kas yang ada tidak cukup. Sehingga pimpinan akan mengeluarkan scrip dividends yaitu perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang di waktu yang akan datang.

4. Dividen Likuidasi
Dividen likuidasi adalah dividen yang sebagian merupakan pembagian modal. Apabila PT membagi dividen likuidasi, maka PT wajib memberitahu pemegang saham mengenai jumlah pembagian laba dan berapa yang merupakan pengembalian modal, sehingga para pemegang saham dapat mengurangi rekening investasinya.

5. Dividen Saham
Dividen saham adalah pembagian tambahan saham, tanpa dipungut pembayaran kepada para pemegang saham, sebanding dengan sahamsaham yang dimilikinya. (Baridwan, 2000 : 434)

Tiga tanggal penting dalam pembagian dividen diantaranya adalah sebagai berikut :

KejadianKeteranganJurnal
Tanggal PengumumanDewan direksi mengumumkan pembagian dividen sehingga perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar dividen.R/E (D)
Hutang Dividen (K)
Tanggal Pencatatan
(Date of record)
Pada tanggal ini ditentukan pemegang saham yang akan menerima pembayaran dividen.Tidak diperlukan jurnal hanya diperlukan catatan memo untuk pemegang saham yang berhak dalam buku pembantu
Tanggal Pembayaran
(Date of payment)
Kas (atau aktiva lain) didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak.Hutang dividen (D)
Kas (K)

Pencadangan Laba Ditahan

Kadang-kadang manajemen perusahaan bermaksud menggunakan sumber-sumber perusahaan untuk tujuan-tujuan khusus tertentu sehingga tidak dapat membagikan dividen.

Sehingga untuk memberitahukan kepada pemakai laporan tentang maksud tersebut dibentuklah pencadangan R/E.

Contoh:

  • Untuk perluasan perluasan pabrik dilakukan dengan mentransfer dari laba ditahan Rp1000.000 selama 5 tahun. Jurnal untuk mencatat pencadangan tersebut setiap tahun selama 5 tahun adalah sebagai berikut:
    • R/E Rp1000.000 (D)
    • Laba ditahan yang dicadangkan untuk perluasan pabrik Rp1000.000 (K)
  • Pada akhir tahun kelima saldo cadangan berjumlah Rp5000.000. Apabila perluasan pabrik telah selesai dan pencadangan tersebut sudah tidak diperlukan, maka jumlah tersebut ditransfer kembali ke laba ditahan:
    • Laba ditahan yang dicadangkan untuk perluasan pabrik Rp5000.000 (D)
    • R/E Rp5000.000 (K)

Quasi Reorganisasi

Apabila perusahaan menderita rugi, rekening laba ditahan akan bersaldo negatif atau defisit. Menurut undang-undang quasi reorganisasi meliputi 3 langkah berikut ini:

  1. Semua aktiva dinilai kembali pada nilainya sekarang (biasanya nilai bersih yang dapat direalisasi) sehingga perusahaan tidak dibebani biaya yang tinggi pada tahun-tahun berikutnya karena nilai aktiva yang terlalu tinggi.
  2. Agio harus dibentuk paling tidak sama dengan jumlah defisit, dengan cara donasi dari pemegang saham perusahaan, pengurangan nominal saham, atau cara-cara lainnya.
  3. Jumlah defisit kemudian dibebankan ke agio saham hingga bersaldo nol.

Karakteristik quasi reorganisasi:

  • Adanya bagian atau elemen hak-hak pemegang saham yang dicatat dengan nilai terlalu tinggi;
  • Adanya aktiva-aktiva yang dinilai tinggi menurut ukuran yang berlaku pada waktu itu;
  • Adanya institusi menajamen baru.

Contoh:

Posisi modal pemegang saham PT. Liesti sebelum quasi reorganisasi adalah sebagai berikut:

Saham biasa, 10.000 lembar nominal Rp150Rp 1.500.000
Agio SahamRp300.000
R/E(Rp 500.000)
Jumlah modal pemegang sahamRp1.300.000

Dalam rangka quasi reorganisasi dilakukan langkah-langkah berikut ini:

a. Diadakan revaluasi (penilaian kembali) terhadap aktiva-aktiva perusahaan:
Persediaan barang dinaikkan sebesarRp.100000
Intangible AssetsRp.200000
Aktiva tetap diturunkanRp.100000
Persediaan100000
R/E200000
Intangible200000
Aktiva Tetap100000
(R/E ? ((Intangible + AT)-Persediaan)) = 200.000
b. Nilai nominal saham diturunkan dari Rp150/lembar menjadi Rp50/lembar
Jurnal penurunan nilai nominal saham
Modal saham biasa500000
Agio Saham Biasa500000
(10.000lb x Rp 50 = Rp 500.000)
c. Penghapusan defisit
Agio saham biasa500000
R/E500000
(Nilai R/E awal)
Posisi modal pemegang saham PT. Liesti setelah quasi reorganisasi adalah sebagai berikut:
Saham biasa, 10.000 lembar nominal Rp50500000
Agio saham300000
R/E0
Jumlah modal pemegang saham800000

  • 1
    Share