Psikotes Gambar yang Dipakai saat Rekrutmen

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Umum
  6. /
  7. Psikotes Gambar yang Dipakai...

Bagikan ke media sosial:

Ilustrasi psikotes gambar
Ilustrasi psikotes

Salah satu tahap rekrutmen yang akan kamu hadapi saat mendaftar di perusahaan adalah psikotes. Kamu akan dihadapkan oleh berbagai jenis tes psikotes ketika rekrutmen, mulai tes angka hingga tes gambar.

Perusahaan perlu melakukan tes ini agar rekruter mengetahui perilaku, pola pikir, dan karakteristik pelamar kerja. Tes ini masuk sebagai salah satu pertimbangan penerimaan pelamar kerja.

Salah satu psikotes yang diujikan adalah tes gambar. Perusahaan setidaknya akan menggunakan satu jenis tes psikologi gambar. Apa saja psikotes gambar yang sering digunakan oleh rekruter? Berikut adalah soal psikotes gambar dan jawabannya.

1. Draw-A-Person Test (DAP)

Psikotes gambar orang wanita
Draw a person test

Jenis psikotes gambar pertama yang mungkin kamu temui saat proses rekrutmen adalah tes draw-a-person (DAP) atau psikotes gambar orang. Dalam tes ini, kamu diminta untuk menggambar seseorang pada selembar kertas yang telah disediakan penyelenggara.

Menurut ResearchGate, tes psikologi ini dikembangkan oleh psikolog asal Amerika Serikat Karen Machover pada tahun 1948. Tes ini awalnya dipakai sebagai tes tambahan untuk tes inteligensi Standford-Binet, utamanya untuk penyandang disabilitas buta huruf.

Para ahli psikologi menyadari tes gambar ini berguna dalam berbagai aspek, mulai melihat gambaran kepribadian, inteligensi, hingga kecenderungan stres seseorang. Tes DAP kini dipakai untuk berbagai macam kebutuhan misalnya proses rekrutmen di perusahaan dan proses diagnosa psikologi klinis.

2. Tree-Drawing Test (Tes Baum)

Soal psikotes gambar pohon mangga
Tes DAP

Selain tes DAP, kamu mungkin akan bertemu dengan tree-drawing test atau psikotes gambar pohon. Saya pernah menjalani tes ini dulu sewaktu melamar kerja di rumah sakit. Dalam tes ini, kamu diminta menggambar pohon pada selembar kertas. Kadang kamu juga diminta mendeskripsikan gambarmu itu.

Tes psikologi yang juga dikenal dengan nama tes Baum ini dikembangkan oleh konselor bimbingan kejuruan berkebangsaan Swiss Charles Koch pada tahun 1952. Menurut National Library of Medicine, tes Baum dipakai untuk menilai kepribadian seseorang yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

3. Tes House-Tree-Person (HTP)

Tes psikotes gambar pohon dan orang
Tes HTP

Tes House-Tree-Person (HTP) adalah psikotes gambar yang sering digunakan pada proses rekrutmen selanjutnya. Pada tes ini, kamu diminta untuk menggambar 3 objek yakni rumah, pohon, dan orang.

Dilansir dari Encyclopedia, HTP test dikembangkan oleh psikolog asal Amerika Serikat John Buck pada tahun 1948. Memang, tes yang membutuhkan gambar manusia sudah umum digunakan sebagai tes kepribadian proyektif ketika itu.

Namun, Buck percaya bahwa gambar rumah dan pohon akan memberikan informasi yang relevan tentang fungsi kepribadian seseorang. Pada tahun 1969, Buck bekerja sama dengan psikolog Emanuel Hammer untuk menyempurnakan tes ini menjadi versi yang saat ini banyak digunakan.

4. Tes Wartegg

Komponen kotak tes Wartegg
Tes Wartegg

Psikotes gambar lainnya yang mungkin kamu jumpai saat proses rekrutmen adalah Wartegg test. Menurut Gestalt Theory, tes ini dipublikasikan pertama kali oleh oleh psikolog Austria-Jerman Ehrig Wartegg pada dekade 1920-an hingga tahun 1930-an.

Berbeda dengan soal psikotes gambar di atas, tes Wartegg menggunakan delapan kotak dengan objek yang berbeda-beda di dalamanya. Kamu diminta melengkapi gambar tersebut namun gambaranmu tidak boleh keluar kotak.

Hasil tes ini banyak dipakai untuk menilai aspek-aspek psikologi seperti intelegensi, kepribadian, produktivitas, dan persepsi.

5. Tes Logika Gambar Deret

Ilustrasi psikotes gambar
Psikotes gambar deret

Terakhir, jenis psikotes gambar yang mungkin kamu temui saat proses rekrutmen adalah tes logika gambar deret. Psikotes ini juga disebut dengan diagrammatic reasoning test atau tes logika abstrak.

Diagrammatic reasoning test merupakan bagian dari tes aptitude yang dipakai rekruter untuk mengukur potensi kerja pelamar kerja. Lebih lanjut, tes ini menurut Assesment Day mampu menilai:

  • Kemampuan analisa
  • Kemampuan pengambilan keputusan
  • Penalaran logis dan abstrak
  • Kemampuan berpikir kritis
  • Kemampuan memecahkan masalah

Biasanysa, diagrammatic reasoning test dilakukan bersamaan dengan jenis-jenis tes aptitude lainnya seperti tes penalaran numerik, verbal, dan spasial.

Nah, itulah beberapa jenis tes psikotes gambar yang kemungkinan besar akan kamu temukan saat proses rekrutmen di suatu perusahaan.


Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial: