Tabel Periodik: Sejarah, Fungsi, Sifat, dan Gambar

Gambar sistem periodik unsur kimia
Gambar tabel periodik unsur kimia

Apa itu tabel periodik? Tabel periodik adalah suatu tabel yang menampilkan unsur-unsur kimia. Unsur kimia tersebut memiliki jumlah cukup banyak dengan sifat yang berbeda. Tabel periodik unsur dibuat untuk mengenal nama unsur dari partikel kimia dengan mudah melalui pengelompokkan.

Apa yang dimaksud dengan unsur? Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana melalui proses kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom.

Dalam pengelompokan tabel periodik, sifat fisik dan kimia setiap unsur tersebut telah dituangkan para ahli kimia pada tabel unsur. Fungsi tabel periodik unsur adalah untuk membantu mengetahui nomor atom, konfigurasi elektron, dan mempelajari setiap sifat unsur serta keteraturannya.

Tabel tersebut diverifikasi oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

Pada sistem tabel ini akan ditemukan golongan dan periode di suatu lajur. Secara umum, golongan adalah lajur vertikal sedangkan periode adalah jalur horizontal.

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Pengelompokan unsur kimia menurut kemiripan sifat berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan itu dimulai dari Antoine Lavoisier hingga disempurnakan oleh Henry Moseley, kimiawan asal Inggris yang menemukan cara menentukan nomor atom.

Dilansir dari Detik, Moseley telah melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X pada 1913 seperti ditulis dalam buku “Kimia” karya Nana Sutresna.

Moseley berkesimpulan bahwa sifat dasar tidak didasari oleh massa atom relatif, melainkan oleh kenaikan jumlah proton karena adanya unsur-unsur dengan massa atom berbeda dan jumlah proton yang sama. Unsur tersebut disebut isotop.

Ikatan jumlah proton itu menggambarkan kenaikan nomor atom unsur. Jadi, sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari nomor atomnya.

Pengelompokan unsur-unsur sistem periodik modern adalah penyempurnaan hukum periodik Mendeleev yang disebut juga sebagai tabel periodik bentuk panjang.

Dalam tabel ini, penyusunan sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan atom dan kemiripan sifatnya. Sistem periodik modern terdiri dari 7 periode yang kemudian dikelompokkan menjadi periode panjang (periode 4, 5, 6, dan 7) serta periode pendek (1, 2, dan 3).

Terdapat 8 golongan utama (golongan A) dan 8 golongan tambahan (golongan B) pada sistem periodik. Unsur-unsur pada golongan B disebut sebagai logam transisi atau unsur transisi. Letak unsur golongan B berada di antara golongan IIA dan IIIA.

Gambar Tabel Periodik Unsur Kimia

Supaya penjelasan lebih mudah dipahami, berikut adalah tabel sistem periodik lengkap dengan golongan yang diberi nama khusus.

Tabel unsur periodik HD
Susunan berkala unsur-unsur kimia

Sifat Keteraturan Tabel Periodik

Angka-angka dengan keteraturan sifat unsur menurut jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan, logam dan non-logam, serta afinitas elektron akan ditemukan pada tabel periodik. Berikut adalah istilah-istilah yang berguna untuk lebih memahami tabel periodik.

1. Jari-Jari Atom

Jari-jari atom adalah jarak antara inti atom dan kulit terluar atom. Secara periodik, jari-jari atom dalam satu golongan cenderung makin besar dari atas ke bawah. Itu dapat terjadi karena bertambahnya nomor atom serta kulit elektron dalam satu golongan.

Dalam satu periode, jari-jari atom cenderung semakin kecil dari kiri ke kanan, seperti muatan inti efektif. Makin banyak proton dalam muatan inti efektifnya, makin besar pula gaya tarik inti terhadap elektron terluar.

2. Energi Ionisasi

Ionisasi adalah energi untuk melepaskan elektron terikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Secara periodik, energi ionisasi semakin kecil dalam satu golongan dari atas ke bawah. Energi ionisasi cenderung bertambah dalam satu periode dari kiri ke kanan.

Energi ionisasi bergantung pada elektron yang dilepaskan, yaitu besar gaya tarik inti terhadap elektron kulit terluar.

3. Afinitas Elektron

Besarnya energi yang dihasilkan suatu atom ketika menarik sebuah elektron disebut afinitas elektron.

Secara periodik, afinitas elektron cenderung berkurang (semakin kecil) dalam satu golongan dari atas ke bawah, dan cenderung bertambah (semakin besar) dari kiri ke kanan sampai golongan VII A kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia.

Semua unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif dan unsur golongan terbesarnya dimiliki oleh golongan halogen. Semakin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron. Sehingga, afinitas terhadap elektron semakin besar.

4. Elektronegativitas

Elektronegativitas atau keelektronegatifan suatu unsur adalah sifat yang menyatakan kecenderungan suatu atom menarik pasangan elektron ketika membentuk ikatan. Unsur dengan energi ionisasi dan afinitas elektron yang besar akan membuat keelektronegatifan semakin besar.

Secara periodik, elektronegativitas cenderung akan semakin kecil dalam satu golongan dari atas ke bawah. Sedangkan, dari kiri ke kanan dalam satu periode cenderung makin besar sehingga membuat penarikan atom akan makin mudah.

Nilai keelektronegatifan dapat diukur menggunakan skala Pauling antara 0,7 (Fr) – 4,0 (Fr).

5. Logam dan Non-logam

Sifat logam dan nonlogam adalah kecenderungan atom melepas elektron dan membentuk ion bermuatan positif yang tergantung dengan energi ionisasi.

Logam memiliki sifat keelektropositifan. Semakin besar energi ionisasinya, maka makin berkurang sifat logamnya karena sulit melepas elektron. Sementara itu, sifat non logam berkaitan dengan keelektronegatifan yaitu kecenderungan atom untuk menyerap elektron.

Kecenderungan melepas atau menarik suatu elektron disebut dengan kereaktifan. Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA. Unsur non-logam paling reaktif berada pada golongan VIIA (lihat sifat logam dan non logam), namun golongan VIIIA (gas mulia) tidak reaktif.

Secara periodik, dalam satu golongan dari atas ke bawah kecil, dan dalam satu periode dari kiri ke kanan dimulai mengecil, dan akan membesar hingga golongan VIIA.

Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial:

Jual
Tutup