Cara Menjadi Influencer Media Sosial Masa Kini

Influencer atau secara harfiah berarti orang yang bisa mempengaruhi lagi ramai dibahas di penjuru dunia.

Termasuk anak-anak muda di Indonesia, banyak orang ingin menjadi influencer karena pekerjaannya terlihat mudah namun sangat menghasilkan.

Ayo ngaku, siapa yang tidak mau menjadi seorang influencer?

Terlihat sebagai profesi dengan pendapatan yang menjanjikan, semakin banyak orang yang tergiur untuk menjadi seorang influencer di media sosial.

Tapi kita sama-sama tau bahwa hal itu tidak semudah yang dipikirkan karena harus memikirkan banyak hal. Setidaknya tiga hal inilah yang perlu kamu pikirkan.

  • Konten yang bisa memikat banyak orang
  • Harus paham siapa yang menjadi target kita
  • Tentunya kita harus bertanggung jawab terhadap semua hal itu nantinya.

Sebenarnya artikelnya sudah cukup di sini karena ulasan di bawah berakar dari 3 poin dari yang sudah saya sebutkan.

Namun, mari kita selesaikan agar semakin jelas. Selamat membaca dan semoga mendapat wawasan baru.

Cara Menjadi Influencer dengan Cepat

Ada beberapa tahapan yang bisa dicoba dan patut diperhatikan apabila kamu ingin menjadi seorang influencer.

menjadi influencer

1. Ketahui Talentamu

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Apa yang bisa kamu jual kepada netizen dan menjadikan dirimu satu-satunya yang terunik di bidang itu.

Suka main game? Tekunilah bidang itu sampai kamu jago. Rangkum perjalananmu ke dalam sebuah video dan unggah itu ke YouTube. Setelahnya, lihat reaksi penontonmu.

Suka bernyanyi dan memainkan alat musik? Coba nyanyikan ulang lagu populer, merekamnya, dan uploadlah ke YouTube, dari situ kamu bisa tau reaksi orang terhadap konten atau karyamu.

Intinya, ketahuilah hal apa yang paling kamu sukai dan rela lakukan meski itu berulang-ulang setiap harinya, lalu tekuni bidang itu.

2. Jadi Diri Sendiri

Masih terkait dengan poin pertama, kamu harus menjadi dirimu sendiri dengan bidang yang kamu suka dan kuasai. Orang lain lebih suka mengapresiasi orang melakukan sebuah hal tanpa beban dan bukan paksaan.

Ingat, kebanyakan orang-orang bermedia sosial karena mereka jenuh dengan kehidupan mereka.

Jadi, jangan coba-coba menjadi orang lain karena itu akan berat jika dilakukan secara terus menerus.

3. Pilih Media Sosial dengan Bijak

Pilih satu jenis media sosial yang paling cocok dengan jenis konten yang cocok dengan dirimu. Jangan terlalu ambisius di awal dengan menguasai semua media sosial.

Masing-masing media sosial memiliki iklim dan sistem kerjanya masing-masing. Sehingga dengan berencana menguasai semuanya membutuhkan waktu yang lama serta sumber daya yang besar pula.

Jadi, mulailah dari satu sampai besar terlebih dulu. Jangan buru-buru, bangun identitasmu di media sosial itu sebelum merambah ke media sosial yang lain.

4. Manfaatkan Akun yang Sudah Ada

Kamu tidak perlu membuat akun baru dan mulai dari nol. Rapikan saja akun Instagram, YouTube, Pinterest, Facebook, atau Twitter milikmu dengan cara menghapus post lama yang tidak sesuai dengan konsep baru yang ingin kamu buat.

Pilih nama akun yang sesuai dengan brand baru yang ingin kamu buat. Jangan lupa tambahkan bio dengan tulisan yang jelas tapi tetap catchy tentang brand barumu.

5. Gunakan Akun Bisnis

Jika kamu memilih Instagram sebagai media sosial yang hendak kamu manfaatkan maka buka setting di Instagram dan ubah akunmu menjadi akun bisnis.

Kenapa? Selain terlihat lebih legit, dengan memakai akun bisnis, kamu jadi bisa melihat data engagement yang kamu miliki, mulai dari demografi follower hingga informasi jam paling cocok untuk mengunggah konten.

6. Bijak dalam Memposting

Hanya posting hal-hal yang merepresentasikan brand-mu. Entah itu artinya dengan konsisten di sebuah tema warna (warna pastel atau hitam-putih, misalnya), objek foto yang spesifik, artikel yang sesuai dengan niche.

Ada endorse? Kamu harus tetap bisa kontrol itu agar sesuai dengan warna akunmu.

7. Bikin Jadwal Posting

Sebaiknya tentukan waktu yang konsisten untuk menaikkan sebuah postingan. Entah itu di Instagram, Twitter, Facebook, atau Pinterest, posting setidaknya satu kali dalam sehari.

Biasakan posting pada jam prime time (saat banyak orang mengecek media sosial) atau kamu juga bisa melihat laporan statistik dari akun bisnismu.

Untuk YouTube, upload setidaknya satu video setiap minggu di waktu yang sama. Untuk blog, naikkan artikel yang berbobot paling tidak sehari sekali dengan kualitas yang bagus.

Jangan naikkan konten yang belum siap karena itu sangat berpengaruh pada kualitas brandmu.

8. Manfaatkan Hashtag

Tuliskan kurang lebih 10 hashtag yang relevan dengan foto atau video yang kamu unggah untuk memudahkan orang menemukannya di media sosial seperti Instagram.

Tulis semua hashtag itu di komentar pertama. Selain memakai hashtag yang sudah populer, kamu juga bisa bikin sendiri hashtag pribadi yang bisa diikuti orang lain.

Untuk media sosial lain yang memiliki fitur hashtag, kamu juga bisa mencobanya di sana. Prinsipnya sama dengan Instagram. Dan untuk blog, kamu tidak perlu bingung masalah hashtag, karena tidak terlalu berpengaruh.

9. Engage dengan Follower dan Influencer Lain

Kalau sempat, jangan malas membalas komentar dari followers kamu dan jangan lupa menjalin koneksi dengan para influencer lain di bidang yang kamu tekuni.

Kalau kamu merasa menghubungi via DM terlalu “memalukan” buatmu, coba pelan-pelan dengan follow dan meninggalkan komentar di postingan mereka.

Begitu pun saat bertemu di acara, perkenalkan diri dengan sopan, dan tag akun mereka dengan tidak membabi buta.

10. Maksimalkan Fungsi Link

Selain digunakan untuk link menuju blog, website, atau akun media sosialmu yang lain, fungsi link di sebuah media sosial bisa kamu manfaatkan untuk banyak hal lainnya, mulai dari berjualan atau mempromosikan sesuatu.

Selain itu, ada beberapa perusahaan yang memberi kesempatan untuk afiliasi. Prinsipnya sederhana, kalau followers kamu mengakses sebuah website atau produk lewat link yang kamu berikan, kamu akan mendapat insentif. Lumayan kan?

11. Bekerja Sama dengan Brand

Setelah mengumpulkan setidaknya 5 ribu follower, kamu bisa mencoba cari beberapa brand yang mau mengendorse sebuah post.

Bikin daftar brand yang kamu suka atau yang produknya sudah kamu pakai sendiri lalu telusuri situs mereka untuk mencari tahu siapa orang-orang marketingnya.

Coba saja hubungi mereka dengan sopan, bilang kalau kamu memang memakai produk mereka dan suka dengan hasilnya.

Dan jangan lupa, ungkapkan juga kalau kamu ingin membuat konten yang menampilkan mereka sebagai sponsor.

Lengkapi emailmu dengan beberapa statistik yang mencakup jumlah followers dan engagement yang kamu punya.

Pelan-pelan, dengan semakin banyaknya portfolio yang kamu punya, brand-brand lain pun akan menghubungimu dengan sendirinya.

12. Lakukan dengan Sabar dan Tekun

Langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah sabar dan tekun.

Unggah satu kali, belum berhasil? Unggah dua kali, belum berhasil juga? Jangan menyerah, jangan cepat bosan, karena poin utama dari menjadi influencer adalah sabar.

Tidak ada influencer yang sehari langsung tenar, pasti ada proses yang harus dilewati, dan itu tidak mudah.

Influencer yang saat ini punya jutaan follower pasti pernah merasakan punya 2-10 follower. Yang penting kamu konsisten dalam membuat konten.

Semangat!

Nah, apakah kalian jadi terinspirasi setelah membaca artikel cara menjadi influencer ini?

Dari manapun kamu memulai proses menjadi seorang influencer, semoga kamu dikuatkan karena jalan yang ada di depan tidak mudah.

Dan jikalau, kamu sudah sampai di atas, semoga kamu bertanggung jawab atas tindakanmu karena segala hal yang kamu posting pada saat itu akan sangat berpengaruh bagi banyak orang yang menjadi pengikutmu.

Sampai jumpa.