Contoh Naskah Drama Singkat 4 Orang Persahabatan

Drama adalah sebuah cerita atau kisah yang dibuat menjadi pertunjukan. Drama yang dipentaskan umumnya memiliki naskah yang harus dihafalkan pemainnya.

Selain itu, drama harus memenuhi ciri dan unsur tertentu. Sebelum membahas contoh naskah drama, ketahuilah ciri, unsur, dan jenis drama terlebih dahulu.

Unsur-Unsur Drama

Sebuah pertunjukkan drama dipertontonkan harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

  • Tema khusus yang diangkat
  • Terdapat latar, termasuk waktu dan tempat
  • Tokoh serta penokohan
  • Memiliki alur cerita
  • Memberi sesuatu yang bisa dibawa pulang, misal pesan moral, motivasi, atau rasa bangga

Ciri-Ciri Drama

Drama juga mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri ini harus dilengkapi supaya pementasan berjalan lancar.

  • Durasi yang tergantung naskah dan tema drama yang dimainkan
  • Terdapat konflik yang merupakan inti sebuah pertunjukan
  • Naskah drama yang dimainkan berbentuk dialog
  • Pemain yang memerankan tokoh tertentu
  • Pemeran drama memerlukan latihan
  • Dilakukan di hadapan penonton, sebab drama adalah media hiburan

Jenis-Jenis Drama

Terdapat banyak jenis drama yang biasa dipentaskan. Jenis dapat pula disebut sebagai tema drama. Apa saja jenis drama yang bisa kamu mainkan?

  • Komedi adalah drama lucu.
  • Tragedi adalah drama emosional penuh kesedihan.
  • Tragekomedi adalah perpaduan drama duka dan komedi.
  • Opera adalah jenis drama yang diiringi oleh musik.
  • Melodrama adalah drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi musik.
  • Tablo adalah pertunjukan drama berupa gerakan tanpa dialog.
  • Sendratari adalah drama yang dipadukan dengan tari-tarian.
  • Farce adalah drama lucu serupa dagelan.

Contoh Teks Naskah Drama 4 Orang Wanita tentang Persahabatan

Judul: Kepedulian Sahabat Bikin Bahagia
Tema: Sosial & Persahabatan
Alur: Naskah drama pendek
Pemeran: 4 orang
Penokohan:

  • Liana: Patuh pada perintah orangtua
  • Uria: Sosok sahabat yang baik
  • Arin: Sosok sahabat yang peduli terhadap teman
  • Irene: Adik Arin
Contoh naskah drama singkat 4 orang
Naskah drama

Sinopsis Drama

Hari itu, Uria menemani Liana yang diminta orang tuanya mengantarkan barang titipan ke rumah salah satu saudaranya. Di tengah perjalanan, ban motor yang ditunggangi Liana dan Uria kempes. Apesnya, tidak terlihat tambal ban atau bengkel di sekitar tempat tersebut. Arin dan Irene yang tak sengaja melewati jalan itu menawari bantuan mendorong motor bergantian hingga menemukan bengkel.

Dialog Drama

Liana: Ur, besok kan libur sekolah, kamu ada waktu nggak buat nemenin ke rumah saudaraku?

Uria: Besok? Belum tahu sih. Emangnya kamu ada perlu apa ke sana?

Liana: Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.

Uria: Emangnya barang apa?

Liana: Belum tahu. Tapi, kamu besok bisa nggak?

Uria sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Liana.

Uria: Ya udah deh, besok aku nemenin kamu. Jam berapa besok? Aku ke rumahmu atau kamu yang ke rumahku?

Liana: Yeyy. Besok aku ke rumahmu aja soalnya searah. Jam 8 atau 9 pagi gitu kamu bisa?

Uria: Oke.

Liana: Makasih ya, Uria temanku.

Keesokan harinya Uria dan Liana berangkat menuju rumah tante si Liana yang jaraknya sekitar 10 km dari rumah Uria. Ditengah perjalanan motor yang dikendarai Liana bannya bocor, dan akungnya tidak ada tempat penambalan ban di sekitar situ.

Liana: Aduh. Gimana nih, bannya bocor ya? Kayaknya pecah nih ban!

Uria: Wah, mau nggak mau harus dorong gantian, Li.

Mereka bedua pun mendorong motor tersebut dengan keringat mengucur. Setelah lama mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang menghampiri dan menawarkan jasa pengangkutan motor ke bengkel terdekat.

Sopir mobil box: Kenapa mbak? Bannya bocor ya?

Liana: Iya nih. Bisa minta tolong angkutin motor sampai bengkel?

Sopir mobil box: Bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?

Liana: Mahal amat, bang? 50 ribu ya?

Sopir mobil box itu menolak, alhasil Liana dan Uria harus meneruskan mendorong motor mereka. Setelah lanjut mendorong motor, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Uria, yaitu Arin yang kebetulan lewat di jalan itu. Arin bersama adiknya bernama Irene.

Arin: Stop stop, dek.

Irene: Kenapa kak? Ada apa?

Arin: Itu kayaknya Uria deh, dek. Ur. Ur.

Uria: Eh itu Arin.

Arin: Motormu bannya bocor?

Uria: Iya nih. Kayaknya bengkel juga masih jauh deh.

Arin: Oke, gini aja. Kalian kan udah capek banget nih. Sekarang biar aku yang dorong motormu, terus kamu bawa motorku sambil ngikutin dari belakang.

Uria: Emang nanti nggak kecapekan? Berat kamu dorong motor ini.

Arin: Ya emang bakal capek, makanya kita gantian gitu.

Motor tersebut didorong bergantian oleh mereka berempat hingga akhirnya tiba di salah satu bengkel tambal ban.

Pesan sosial dari drama ini adalah tentang kepedulian seorang sahabat. Jika ada sahabat kita yang terjebak dalam masalah atau kesulitan, kalau bisa kita menolongnya.

Contoh Naskah Drama Singkat 4 orang tentang Kejujuran

Judul: Pentingnya Jujur
Tokoh: Guru, Tania, Erni, Farah

Berlatar sebuah ruangan kelas, guru meminta murid-murid mengumpulkan tugas lalu diadakan ulangan dadakan.

Guru: Anak-anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis minggu kemarin.

Kemudian para murid mengumpulkan tugas karya sastra yang ditulis masing-masing siswa.

Guru: Karena ini adalah tugas perorangan maka penilian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis. Oke, masukkan semua buku kalian, kita akan ulangan.

Erni: Hah, ulangan apa lagi pak? 2 hari lalu kan sudah ulangan.

Guru: Tania, tolong bagikan kertas folio ini ke teman-temannya.

Tania: baik, pak.

Sambil berjalan membagikan kertas folio. Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh karena murid mengeluh karena ulangan bahasa Indonesia dadakan ini.

Guru: Pada ulangan kali ini, bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok dan kesimpulan dari karya tulis yang telah kalian buat.

Kemudian suasana beralih hening karena para murid sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa karya tulis yang telah dikumpulkan. Pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Tania yang isinya sama persis dengan karya tulis buatan Farah. Setelah 20 menit berlalu, kertas ulangan dikumpulkan.

Guru: Baiklah yang lain bisa istirahat. Tolong Tania dan Farah tetap di sini, bapak mau bicara sebentar.

Semua siswa keluar ruang kelas kecuali Tania dan Farah.

Guru: Bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugasmu berdua bisa sama persis, bahkan sampai titik dan komanya juga?

Tania: Aku mengerjakan karya tulis aku sendiri, pak.

Farah: Aku juga mengerjakannya sendiri.

Guru: Lalu, mengapa isi jawaban ulangan kalian tidak sama dengan isi karya tulis kalian?

Lama Tania dan Farah terdiam, takut-takut untuk memulai berbicara.

Guru: Jika tetap diam, bapak anggap kalian tidak mengerjakan tugas karya tulis dan tidak mengikuti ulangan tadi.

Farah: Maaf, pak. Apakah kalau aku berkata jujur bapak akan memaafkan aku?

Guru: Tentu.

Farah: Aku mendapatkan materi tugas karya tulis dari internet, pak. Aku langsung copy paste dan tidak aku cek lagi. Itulah alasan mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi karya tulis aku.

Guru: Baiklah, alasan bapak terima. Terus kamu Tania?

Tania: Aku minta tolong Erni mengerjakan tugas karya tulis itu, pak. Kelihatannya, dia mencari sumber dari internet juga.

Guru: Kalau begitu tolong panggilkan Erni sekarang.

Tania: Baik, pak.

Tania pun keluar memanggil Erni, lalu kembali masuk ke kelas.

Erni: Bapak memanggil aku?

Guru: Iya, bapak ingin bertanya, apa benar murid 1 minta tolong padamu untuk mengerjakan tugasnya?

Erni: Iya, pak. Maafkan aku, pak. Tania bilang dia tidak paham tugas dari bapak terlebih dia bilang tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena tidak punya uang untuk ke warnet.

Guru: Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian ini bapak kembalikan. Tapi, kalian harus mengumpulkan karya tulis buatan kalian sendiri dalam 3 hari.

Tania dan Farah: Baik, pak.

Contoh Naskah Drama Pendek 4 Orang tentang Persahabatan di Sekolah

Naskah Drama 4 Orang
Tema: Friendship / Persahabatan
Karakter: Cerie, Coki, Cinderella, Canera

Suatu kisah yang terjadi di sebuah sekolahan yang sangat terkenal bernama Growpee High School. Di sekolah tersebut tedapat sebuah persahabatan yang bernama The Friend, beranggotakan tiga pelajar populer yang bernama Coki, Cerie, dan Canera.

Pada suatu ketika seorang anak bernama Cinderella yang dari dulu ingin gabung menjadi anggota The Friend akhirnya memberanikan diri untuk bertanya apakah bisa masuk anggota The Friend.

Cinderella: “Hey Sobat!”

Tapi mereka asyik sendiri dan menghiraukan Cinderella.

Cinderella: “Hey! Sedang membahas apa sih?”
Coki: “Eh, siapa ni anak? Kepo banget!”
Canera: “Iya nih, sok kenal banget!”
Cerie: “Udah deh, dia kan cuma nanya hal sepele.”
Cinderella: “Kalau tidak mau jawab juga gapapa kok. Aku cuma ingin nanya boleh tidak sih gabung ke The Friend?”
The Friend: “APA?!”
Coki: “Aku salah denger nih?”
Canera: “Ngaca dong! Kamu tidak punya cermin ya di rumah? Ih kasian banget deh!”
Cerie: “Maaf ya, kita tidak open audition.”

Akhirnya Cinderella pergi meninggalkan The Friend dengan hati amat terluka. Dia pergi menyendiri dengan keinginan balas dendam.

Cinderella: “Liat aja nanti. Aku bakal ngehancurin The Friend!”

Keesokan harinya, Cinderella datang pagi-pagi sekali. Dia hanya bertemu Cerie di dalam kelas dan kemudian mulai menjalankan rencana jahatnya.

Cinderella: “Hey Cerie. Maaf ya kemarin aku tidak bermaksud bikin kalian marah.”
Cerie: “Iya, gapapa kok. Kemarin kita juga yang kelewatan.”
Cinderella: “Cerie, kamu kemarin pulang sendiri?”
Cerie: “Iya, kenapa?”
Cinderella: “Kemarin aku lihat cowokmu pulang bareng sama Canera.”
Cerie: “APA?! Kamu tidak salah lihat?”

Cinderella: “Aku awalnya sih juga tidak percaya. Tapi kulihat-lihat emang bener.”

Lantas, Cerie langsung meninggalkan kelas dengan kesal.

Cinderella: “Game on!”

Cinderella tersenyum licik dan mengikuti ke mana Cerie pergi dari belakang. Lalu Cerie bertemu dengan Canera.

Canera: “Hei Cerie!”
Cerie: “Maksudmu apa? Kamu mau nusuk aku dari belakang? Dasar pengkhianat!”
Canera: “Kamu ngomong apa sih? Tiba-tiba marah-marah tidak jelas.”
Cerie: “Ternyata kamu deketin aku biar bisa ngerebut cowok aku gitu?”
Canera: “Ha? Aku tidak ada niat sedikit pun untuk ngerebut cowokmu. Kaya tidak ada cowok yang lain aja.”
Cerie: “Alah, tidak usah alasan deh! Aku bener-bener tidak menyangka!”

Kemudian Cerie meninggalkan Canera dengan tatapan sinis. Di belakang, Cinderella melihat kejadian itu dan tersenyum licik.

Cinderella: “Yes! Rencanaku berhasil.”

Sepulang sekolah, Canera pergi ke rumah Coki.

Coki: “Hey Canera, sendirian aja? Tumben banget Cerie tidak ikut?”
Canera: “Dia lagi ngambek aneh.”
Coki: “Ngambek kenapa?”
Canera: “Tau deh, tiba-tiba banget dia marah-marah sambil fitnah aku ngerebut cowoknya.”
Coki: “Kok bisa? Emang dia tau dari siapa?”
Canera: “Tau ah, males bahas dia.”

Keesokan harinya, Coki dan Canera bertemu Cerie di kelas.

Canera: “Hei Cerie, kamu kemarin marah-marah tidak jelas kenapa?”

Tetapi Cerie, tidak menghiraukan Canera dan langsung keluar dari kelas. Coki menyusul Cerie dan berusaha menghentikannya.

Coki: “Cerie, tunggu! Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba ngambek gitu?”
Cerie: “Kamu tau tidak sih? Si Canera ternyata bermuka dua! Hati-hati deh sama dia. Dia ngedeketin kita cuma buat manfaatin kita doang.”
Coki: “Emang Canera kenapa? Perasaan kemarin lusa biasa aja. Kenapa tiba-tiba dari kemarin kamu jadi kaya gini?”
Cerie: “Masa sih, kemarin dia pulang bareng cowokku coba. Tidak punya perasaan banget deh tu anak.”
Coki: “Ha? Itu kata siapa?”
Cerie: “Cinderella yang kasih tau, katanya kemarin dia lihat langsung.”
Coki: “Terus kamu percaya? Asal kamu tau ya, kemarin aku tidak dijemput, jadinya pulang bareng Canera.”
Cerie: “Apa? Tapi Cinderella bilang.”
Coki: “Jadi, kamu lebih percaya Cinderella yang tiba-tiba muncul dan ingin masuk geng kita daripada sahabat kamu sendiri yang udah dekat dari dulu?”
Cerie: “Jadi, Cinderella udah bohongin aku gitu?”
Coki: “Nah, itu tau.”
Cerie: “Sialan, udah dibaik-baikin malah ngelunjak dia.”

Kemudian, Cerie dan Coki pergi ke kelas menemui Cinderella.

Cerie: “Cinderella! Maksudmu apa fitnah Canera kaya gitu?”
Cinderella: “Fitnah apa sih? Kamu bahas apa?”
Cerie: “Alah, tidak usah ngeles deh!”
Canera: “Ada apa sih? Kok ribut?”

Sambil menghampiri Cerie, Coki, dan Cinderella.

Coki: “Canera, kamu tau tidak? Sebenernya, yang ngefitnah kamu ternyata si Cinderella.”
Canera: “Apa? Aku punya salah apa sama kamu, Cinderella? Kamu sakit hati gara-gara kumarahin waktu itu?”

Cinderella hanya terdiam, mukanya terlihat jengkel tetapi tidak mau mengatakannya.

Coki: “Kamu beneran marah? Maaf banget deh, kita tidak bermaksud nyakitin hatimu.”
Cerie: “Jika kamu marah bilang dong. Tidak usah pake acara ngefitnah orang segala.”
Canera: “Cerie udah, dia kaya gitu kan karena kita juga yang salah.”
Cinderella: “Maaf ya, aku cuma iri liat kalian yang selalu bareng, sedangkan aku tidak punya temen.”
Coki: “Cinderella, harusnya kamu bilang dong yang sebenernya, mungkin kita bisa ngerti.”
Cinderella: “Kalian tidak salah kok. Aku aja yang kelewatan. Tidak seharusnya aku bikin kalian berantem.”
Cerie: “Makanya, jika berbuat sesuatu tu dipikir dulu! Sekarang kamu minta maaf sama Canera!”
Cinderella: “Canera, maafin aku ya?”
Canera: “Iya, Cinderella. Aku maafkan asal jangan diulangi.”
Cinderella: “Coki, Cerie, maafin aku juga ya? Aku emang salah.”
Cerie: “Bagus deh jika kamu nyadar.”
Coki: “Cerie, udah dong. Dia kan udah minta maaf. Malahan harusnya kita minta maaf juga ke dia.”
Cerie: “Ih, ngapain? Orang dia yang salah kok.”
Canera: “Gimana pun juga, kita udah kelewatan memperlakukan dia kayak gitu.”
Cerie: “Ya deh. Maafin kita ya, Cinderella?”
Cinderella: “Maafin aku juga ya?”
Coki: “Kamu masih mau gabung sama The Friend?”
Cinderella: “Tidak usah. Jika ada aku, kalian malah berantem terus.”
Canera: “Tidaklah, asalkan kamu mau jujur sama kita, kita juga bakal jujur sama kamu.”
Cerie: “Jadi?”
Cinderella: “Ya deh, aku mau. Makasih ya guys. Kalian baik banget sama aku.”
Coki: “Ya! The Friend Forever!!”

Contoh Naskah Drama 4 Orang Remaja Perempuan

Judul: Penampilan Tidak Bisa Membeli Cinta
Tema: Percintaan Remaja
Jumlah Pemeran: 4 orang
Penokohan:

  • Sarah (perempuan stylish)
  • Dina (perempuan sederhana)
  • Rima (perempuan stylish)
  • Tama (Lelaki penuh ketulusan)

Sarah: Penampilan kamu kok payah banget sih?

Dina: Payah? Kayaknya biasa aja deh.

Rima: Iya, Din. Penampilanmu terlihat payah banget.

Dina: Kalau payah, aku harus tampil gimana menurut kalian?

Sarah: Ya. setidaknya baju yang kamu pakai jangan begituan dong! Malu-maluin tahu nggak?!

Dina: Kalian ini serius atau cuman mau ngisengin? Sepertinya penampilanku simple dan nggak bermasalah kaya yang kalian bilang.

Rima: Kamu salah, Din. Kamu kan masih muda, masa pilih baju untuk ibu-ibu gitu? Nanti cowok kamu malah ogah lagi sama kamu.

Sarah: Betul itu! Cowok kan perhatikan fashion ceweknya. Kalau gayamu kaya gitu, jangan nyesel ya nanti kalau Tama ngejauhin kamu.

Dina: Kalian ini ada-ada aja deh! Ngasih masukan sih ngasih masukan, tapi jangan ampe segitunya dong. Masa sampai kehilangan cowok lagi.

Rima: La emang bener, Din. Kami kan cuma pengen kamu terlihat cantik dan bisa bikin cowokmu pede pas bareng kamu. Nah, kalau fashion kamu seperti itu bahaya dong.

Sarah: Bener tu apa yang Rima bilang.

Dina pun dibuat terdiam oleh kedua teman dekatnya itu. Dia bengong beberapa detik, kemudian mereaksi pernyataan kedua temannya itu.

Dina: Kalau seperti itu, aku harus bagaimana nih? Bagaimana aku harus memperbaiki gayaku?

Tiba-tiba Tama datang dan menghampiri mereka bertiga. Tama sendirian dan penampilan kekasih Dina memukau Rima dan Sarah.

Tama: Eh. Kalian lagi ngapain kok kayaknya serius banget ngobrolnya?

Rima: Nggak ada kok. Cuma ngerumpi sesama cewek. Kamu abis darimana, Tam?

Tama: Tadi abis nganterin temen terus lihat kalian di sini, ya sekalian aja aku gabung. Nggak papa kan cowok sendirian?

Sarah: Ya nggak papa dong! Btw, mau gabung ngerumpi sama kita atau mau ngerumpi sama Dina nih?

Saut Sarah bercanda kepada Tama yang sangat khas dengan senyum manisnya itu. Dina pun tanpa segan memberitahu isi obrolan mereka kepada Tama.

Dina: Tama, aku mau nanya sama kamu. Tapi jawab jujur ya?

Tama: Mau tanya apa? Sepertinya serius amat. Emang selama ini aku penah bohong sama kamu? Mau nanya apa?

Dina: Penampilanku payah banget ya?

Mendengar Dina mengajukan pertanyaan itu kepada Tama, Rima pun sangat terkejut dan kemudian coba mengalihkan perhatian Tama.

Rima: Apaan sih kamu, Din? Jangan dengarkan dia, Tam. Si Dina nih kadang-kadang ngomongnya memang sering ngelantur.

Dina: Kok nggak dijawab, Tam?

Rima: Apaan sih mau, Din?

Tama: Begini, selama ini aku selalu jujur sama kamu, Din. Kalau kamu tanya apakah penampilanmu payah, jawabannya penampilanmu emang tidak sebagus Rima dan Sarah. Tapi, aku tidak menjadikan itu sebagai masalah, karena siapapun kamu, bagaimanapun kamu aku tetap suka kamu.

Rima, Sarah, dan Dina terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan Tama yang ternyata selama ini melihat penampilan Dina agak bermasalah, namun ternyata Tama tetap sepenuhnya mencintai Dina. Dina pun mengucapkan sebuah kalimat kepada kekasihnya itu.

Dina: Tam, aku sayang banget sama kamu. Jadi, kamu berhak untuk melihat aku seperti yang kamu mau selagi itu bisa aku lakuin. Kalau kamu kurang suka dengan penampilan aku, kamu bisa menasehati aku supaya bisa berpenampilan lebih baik lagi.

Tama: Ya, lain kali aku ngomong. Dan tadi aku juga sudah bilang ke kamu bahwa penampilan kamu di mata orang lain dan juga dimataku tidak menjadi tolak ukur seberapa besar aku sayang sama kamu.

Suasana pun terus diselimuti kedamaian, cinta, dan kebahagiaan. Kedua teman Dina, yaitu Rima dan Sarah, hanya dapat tercengang mendengarkan Dina dan Tama saling mengungkap kejujuran dan tulusnya cinta mereka.

Contoh Naskah Drama Singkat 4 Orang Tema Persahabatan

Judul: Nasehat Dari Sahabat
Tema: Sosial Persahabatan
Jumlah pemeran: 4 orang
Karakter:

  • Ina: Baik (suka menasehati)
  • Rista: Baik (suka dengan kebaikan)
  • Jodi: Jahat (suka menjahili orang)
  • Sandi: Baik (suka menegur temannya ketika salah)

Alur Drama

Pada pagi hari itu tepatnya di depan rumah Ina, ada Rista, Jodi, dan Sandi sedang berkumpul. Tidak lama kemudian Ina keluar dari rumahnya menemui ketiga temannya yang sedang berbincang di depan halaman rumahnya.

Naskah Dialog Drama

Ina: Hai, ada apa ini? Kok tumben kalian pada ngerumpi di depan rumah aku.
Rista: Aku tadinya mau manggil kamu, tapi kamunya sudah keburu nongol. Nggak ada acara kamu hari ini, In?
Ina: Nggak ada tuh. Emang mau ngajak kemana kok kayaknya mau ngajak aku jalan gitu?
Rista: Nggak kok, aku cuman tanya aja. Siapa tahu kamu mau kemana gitu, kan biasanya kamu sibuk.
Ina: Nggak ada kok, hari ini aku di rumah aja.

Tiba-tiba Jodi menyampaikan idenya kepada teman-temannya untuk ngejahilin Lela yang biasanya lewat di depan rumah Ina.

Jodi: Eh teman-teman, aku ada ide nih!
Sandi: Ide apaan tu?
Jodi: Bisanya jam segini kan Lela pasti lewat sini, gimana kalau kita kerjain dia. Setuju nggak kalian?
Sandi: Ngerjain Lela?! Ah. Kamu ini jahat amat sih jadi orang!
Ina: Iya tuh. Kenapa sih dari dulu kamu tuh nggak pernah berubah, Di. Dari dulu kerjaannya pengen ngejahilin orang terus!
Jodi: Biarin. Kan itu emang hobiku.

Rista berusaha untuk menyadarkan Jodi yang usianya sudah menginjak 17 tahun, tapi sikapnya masih saja seperti anak-anak.

Rista: Jodi, kamu tu kan udah dewasa, mestinya tabiat buruk yang selama ini melekat pada dirimu itu sudah hilang, nggak malah makin menjadi.
Ina: Tuh. Dengerin kata Rista, harusnya kamu tuh bisa bersikap lebih dewasa, dan kebiasaan kamu yang suka ngejahilin orang itu sedikit demi sedikut harus kamu hilangin.

Karena Jodi anaknya memang keras kepala dan suka menganggu orang lain, maka dia tidak mengindahkan nasehat teman-temannya.

Jodi: Ah, masa bodoh kalian!

Melihat sikap si Jodi yang tidak juga sadar diri tentang kebiasaan buruknya, Sandi pun berusaha menyadarkan Jodi.

Sandi: Iseng itu emang boleh aja sih, Jod. Tapi, kalau berlebihan kan nggak baik juga. Lela anaknya baik dan pendiam, terus kenapa tega amat kamu mau ngerjain dia. Emang salah dia apa?
Ina: Bener banget apa yang Sandi bilang. Justru kalau aku pas ngelihat Lela itu yang ada di hati ini malah rasa hiba.
Jodi: Iba? Emang kenapa kok harus ngerasa iba?
Ina: Lela itu kan sudah nggak punya Ibu. Dia sehari-hari menghabiskan waktunya untuk membantu ayahnya dagang di pasar.

Jodi baru tahu kalau ternyata Lela sudah tidak memiliki ibu. Mendengar kabar tersebut, keinginan Jodi untuk menjahili Lela pun pupus.

Jodi: Oh, begitu ya. Kasihan ya si Lela! Ya sudah deh, aku janji nggak bakalan ngejahilin atau ngerjain Lela lagi.
Rista: Bagus itu, tapi jangan hanya sama Lela dong! Sama siapapun kamu nggak boleh bersikap jahil. Itu kan perbuatan dosa.
Ina: Bener itu!
Jodi: Ah. Kalian dikit-dikit dosa!

Semenjak itu, Jodi sudah tidak pernah menganggu Lela lagi, namun perangai buruknya masih saja tidak berubah. Jodi sering membuat onar di kampungnya dan juga di sekolahan.

Contoh Naskah Drama 4 Orang Komedi Lucu Panjang

Contoh naskah drama teater
Naskah drama

Judul: Politikus Kecelakaan
Pemeran: Jono, Vincent, Polisi, Bu Sinta.

Pada suatu masa yang akan datang, hiduplah dua pemuda yang dikenal dengan sebutan Vincent dan Jono. Mereka nampak kelelahan, karena melakukan sesuatu hmm, mau tahu? Kita langsung saja saksikan kejadiannya.

Jono: “Eh, Cent. Mana jatahku?”
Vincent: “Jatah apaan?”
Jono: “Jangan pura-pura bego, tadi aku lihat. Kamu salaman pas kita selesai ngubur. Aku juga kebagian capenya pas nguburin tadi.”
Vincent: “Yaelah, itu cuma nyalamin doang.”
Jono: “Iya nyalamin, salam tempel kan?”
Vincent: “Enggak lah, Jon!”
Jono: “Beneran?”
Vincent: “Iya, sumpah demi kesambar geledek bareng-bareng.”

“Stop!” ucap sang narator sambil menekan tombol di remote dan mereka pun terdiam.

Tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, datanglah seorang polisi bersama seorang wanita yang tengah bersedih. Ada apa gerangan? Kita lanjutkan ceritanya. Mencet tombol lagi, lalu kepinggir.

Polisi: “Maaf, bisa minta waktunya sebentar.”
Jono: “Minta? Beli dong!”
Polisi: “Kamu berani ya bercanda sama saya? Saya ini polisi, lho!”
Jono: “Saya ini rakyat lho!”
Polisi: “Apa kamu bilang?”
Jono: “Maaf, pak. Cuma bercanda.”
Vincent: “Jadi, ada urusan apa bapak dan ibu datang kemari?”
Polisi: “Jadi begini. Begitulah.”
Vincent: “Oh, begitu”
Jono: “Emangnya tadi dia bilang apa, Cent?”
Vincent: “Gak tau tuh.”
Polisi: “Makanya denger baik-baik.”
Jono : “Oke.”
Polisi: “Begini. Begitulah.”
Jono: “Begitulah apanya?”
Polisi: “Beberapa jam yang lalu, suami dari ibu Sinta mengalami kecelakaan.”
Ibu Sinta: “Jadi suami saya buru-buru aahkhaa (nangis), buru-buru akkhaa.”
Vincent: “Buru-buru apa?”
Jono: “Buru-buru itu bukannya hewan yang ada di laut yang punya tentakel?”
Vincent: “Itu macan!”
Ibu Sinta: “Tadi suami saya buru-buru berangkat.”
Vincent: “Kerja?”
Ibu Sinta: “Bukan, tadi dia mau beli oncom di warung depan, tapi dia gaya-gayaan pake mobil segala.”
Vincent: “Oh gitu.”
Jono: “Kamu tau?”
Vincent: “Kagak lah.”
Jono: “Hahahahhahaah. Sama dong kita.”
Polisi: “Jadi intinya, apakah bapak berdua melihat suami Bu Sin ini?”
Bu Sinta: “Nama saya jangan disingkat-singkat dong, Pak Pol.”
Polisi: “Oh iya, maaf Ibu Sinta. Jadi, apa kalian melihat suami Bu Sin ini?”
Jono: “Oh, udah dikuburin tadi.”
Butut: “Hiks.”
Polisi: “Tenang bu, ini memang sulit, tapi setidaknya orang-orang baik ini langsung menguburkan suami ibu. Ngomong-ngomong, bisa dijelaskan kondisi beliau saat kalian melihatnya?”
Vincent: “Bisa pak, jadi tadi itu dia masih gerak-gerak gitu, masih nafas juga.”
Polisi: “Lho, terus kenapa dikubur?”
Jono: “Gini pak, suami Bu Sin inikan politisi. Nah politisi itu suka bohong, berarti kalau dia kelihatannya hidup, sebenarnya dia udah mati.”
Polisi: “Oh iya-ya, sekarang kamu ikut saya ke kantor bersama ibu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.”
Jono dan Vincent: “Ide bagus tuh.”

Akhirnya, Jono dan Vincent ikut bersama Pak Polisi menuju kantor, tapi mereka tidak di penjara. Mau tahu sebabnya? Ini dia penjelasannya.

Jono: “Saya memang membunuh seorang politikus.”
Polisi: “Bagus, itu artinya kamu mengakui kesalahanmu.”
Jono: “Tapi saya menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia dari tikus berdasi itu!”
Vincent: “Merdeka!”
Polisi: “Merdeka!”

Begitulah akhir kisah perjalanan antara Jono dan Vincent. Pada akhirnya jika ada orang yang kecelakaan, mereka memastikan apakah orang itu seorang politikus yang korupsi atau bukan. Jika iya, mereka tidak akan menolong, karena politikus juga tidak menolong rakyat Indonesia. Merdeka!

Itulah beberapa contoh naskah drama persahabatan, kejujuran, dan komedi yang bisa kami bagikan. Secara umum, naskah drama adalah teks tertulis berisi alur cerita yang digambarkan melalui dialog antar tokoh.

Bagikan ke media sosial:

Tutup