Penulisan Singkatan dan Akronim dalam Bahasa Indonesia

  • 4
    Shares

Singkatan dan akronim

Saya yakin bahwa tidak semua orang memahami bahwa penulisan singkatan dan akronim berbeda. Keduanya mirip dan susah dibedakan. Tapi tenang, saya akan membahas cara penulisan akronim dan singkatan yang benar kali ini.

Aturan Penggunaan Singkatan

Apa itu singkatan? Singkatan artinya adalah sebuah frasa atau kalimat yang semula utuh diubah menjadi lebih pendek.

  • Singkatan nama orang, nama belakang, sapaan, gelar, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Contoh: Saudara disingkat menjadi sdr. atau dokter gigi disingkat menjadi drg.
  • Cara menyingkat nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan, organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya: PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
  • Penulisan yang benar singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih adalah diakhiri dengan satu tanda titik. Tetapi, singkatan yang terdiri dari dua huruf saja diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. Misalnya: Atas nama disingkat menjadi a.n.
  • Lambang kimia, satuan ukur, takaran, timbangan, dan mata uang asing tidak perlu dibubuhi tanda titik. Misalnya rupiah ditulis dengan Rp saja.

Masih bingung?

Huruf besar yang dijadikan pola singkatan adalah huruf-huruf awal pada setiap kata. Huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tanda titik tidak perlu digunakan.

Contoh:

  • APBD = Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
  • BBG = Bahan Bakar Gas
  • NPWP = Nomor Pokok Wajib Pajak
  • PTKP = Penghasilan Tidak Kena Pajak
  • STNK = Surat Tanda Nomor Kendaraan
  • RSUD = Rumah Sakit Umum Daerah
  • KTP = Kartu Tanda Penduduk
  • KK = Kartu Keluarga

a. Singkatan pada Gelar Kesarjanaan dan Sapaan

Singkatan dapat terdiri dari huruf pada awal kata atau bisa juga berbentuk akronim. Contoh:

  • S.Ag. = Sarjana Agama
  • S.Psi. = Sarjana Psikologi
  • S.E. = Sarjana Ekonomi
  • M.Pd. = Magister Pendidikan
  • M.Kom. = Magister Komputer
  • K.H. = Kyai Haji
  • M.H. = Magister Hukum
  • M.Si. = Magister Sains
  • R.A. = Raden Ajeng

Agar tidak salah, kamu bisa berkunjung ke Penulisan nama gelar yang benar.

b. Singkatan 2 Kata yang Terdiri atas Huruf Kecil

Singkatan tersebut terdiri dari huruf pada awal kata. Dalam penulisannya, harus menggunakan tanda titik di antara huruf pembentuk singkatan.

Contoh:

  • a.n. = atas nama
  • y.l. = yang lalu
  • d.a. = dengan alamat
  • u.p. = untuk perhatian
  • a.l. = antara lain
  • s.d. = sampai dengan

c. Singkatan 3 Kata yang Terdiri atas Huruf Kecil

Singkatan dibuat dari sebuah frasa yang disusun menjadi tiga huruf kecil dan dibubuhi tanda titik pada akhir singkatan.

Contoh:

  • dkk. = dan kawan-kawan
  • dsb. = dan sebagainya
  • yad. = yang akan datang
  • dll. = dan lain-lain
  • ybs. = yang bersangkutan
  • yth. = yang terhormat

d. Singkatan Lambang Kimia dan Ukuran

Aturan baku tentang singkatan ini dibuat untuk kata yang digunakan untuk penulisan lambang kimia, satuan ukuran baik internasional atau bukan, mata uang, dan besaran lainnya. Tanda baca titik tidak diimbuhkan pada pola singkatan ini.

Contoh:

  • Rp2000 = dua ribu rupiah
  • 3km = tiga kilometer
  • 2l = dua liter
  • 1000000 Hz = sejuta hertz
  • $200 = dua ratus dolar

Tata Cara Penggunaan Akronim

Pengertian akronim secara singkat adalah suatu gabungan huruf, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang ditulis, dilafalkan, dan, diperlakukan sebagai kata umum yang wajar. Misalnya panwas untuk panitia pengawas.

Akronim dapat dibuat secara mandiri namun dengan beberapa syarat. Yaitu:

  • Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim di Indonesia yakni 2 suku kata.
  • Akronim disusun dengan memperhatikan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia.
  • Karena akronim sering dilafalkan sebagai kata yang wajar, maka dapat diberikan imbuhan pada akronim. Contoh:
    • Tilang (bukti pelanggaran) = menilang, ditilang, penilangan, dll
    • Tapol (tahanan politik) = ditapolkan
    • PHK (putus hubungan kerja) = mem-PHK, di-PHK-kan, dll

Aturan penulisan akronim:

  • Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari frasa ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
  • Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata diawali dengan huruf kapital.
  • Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun huruf dan suku kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.
  • Singkatan dan akronim (pada judul) sebaiknya digunakan jika hal tersebut jauh lebih lazim daripada kepanjangannya. Misalnya AIDS vs. Acquired Immune Deficiency Syndrome, radar vs. Radio Detection and Ranging.

Masih bingung? Ini ada beberapa contohnya.

a. Akronim yang Terdiri atas Huruf Awal Kata

Contoh:

  • SIM = Surat Izin Mengemudi
  • ABRI = Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
  • BIN = Badan Intelijen Negara
  • HUT = Hari Ulang Tahun
  • PAM = Perusahaan Air Minum

b. Akronim yang Tidak Terbentuk dari Huruf Pertama

Terkadang akronim dapat dibuat bukan hanya dengan huruf pertama kata saja. Hal ini bertujuan untuk:

1) Agar bisa dieja.

Contoh:

  • WALHI = Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, alih-alih menggunakan WLHI.
  • MURI = Museum Rekor Indonesia, alih-alih menggunakan MRI.
  • AKABRI = Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, alih-alih menggunakan AABRI.

2) Membedakan dengan akronim lainnya.

Contoh:

  • WITA = Waktu Indonesia Tengah, untuk membedakan dengan WIT, Waktu Indonesia Timur.
  • MTs = Madrasah Tsanawiyah, untuk membedakan dari singkatan dua huruf MT-MT yang lain.

c. Akronim yang Dilafalkan seperti Sebuah Kata

Akronim ini terdiri dari huruf yang membentuk dan dilafalkan seperti sebuah kata. Akronim ditulis dengan huruf awal kapital.

Contoh:

  • Bappeda = Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Kemenperin = Kementerian Perindustrian
  • Polri = Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Gestok = Gerakan Satu Oktober
  • Kapolresta = Kepala Kepolisian Resor Kota
  • Cawabub = Calon Wakil Bupati
  • Satpam = Satuan Pengamanan
  • Panwaslu = Panitia Pengawas Pemilu

d. Akronim yang Seluruhnya Ditulis dengan Huruf Kecil

Akronim ini dapat ditulis dengan huruf kecil saja karena bukan nama diri ataupun organisasi.

Contoh:

  • Radar = radio detection and ranging
  • Tilang = bukti pelanggaran
  • Toserba = toko serba ada
  • Pilpres = pemilihan presiden

Sampai di sini kita tahu bahwa penulisan akronim dan singkatan tetap memperhatikan tentang penulisan huruf kapital.

Singkatan Huruf dan Angka (Numeronim)

Selain 2 hal di atas, ternyata juga sering kita jumpai singkatan yang menggunakan angka. Kurang lebih ada 4 jenis numeronim yang bisa kita temukan.

a. Angka Melambangkan Jumlah Huruf

Jenis singkatan ini adalah hasil gabungan huruf dan angka. Angka digunakan untuk menggantikan jumlah huruf yang disebut sebelum angka.

Contoh:

  • P2KP = PPKP untuk Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
  • P3DT = PPPDT untuk Proyek Peningkatan Pembangunan Desa Tertinggal
  • P3AD = PPPAD untuk Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat
  • P4 = PPPP untuk Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  • P3GB = PPPGB untuk Pusat Pengembangan Pendidikan Guru Bahasa
  • P3K = PPPK untuk Pertolongan pertama pada kecelakaan

b. Angka yang Melambangkan Waktu

Singkatan jenis ini menggunakan angka untuk mendeskripsikan waktu, entah itu tanggal, bulan, maupun tahun. Biasanya digunakan untuk menandai dan mengingat suatu peristiwa yang berkaitan dengan sejarah.

Contoh:

  • UUDS50 = Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950
  • UUD45 = Undang-Undang Dasar tahun 1945
  • G30S = Gerakan 30 September

c. Angka yang Melambangkan Jenjang

Singkatan jenis ini digunakan untuk melambangkan tingkatan yang ditulis sebelum angka. Penulisan yang tepat untuk permasalahan kali ini adalah dengan menambahkan tanda hubung sesudah huruf dan sebelum angka.

Contoh:

  • D-3 = Diploma III untuk Ahli Madya
  • D-4 = Diploma IV untuk Ahli
  • S-1 = Strata I untuk Sarjana
  • S-2 = Strata II untuk Magister
  • S-3 = Strata III untuk Doktor

d. Angka untuk Memendekkan Kata yang Panjang

Dalam bahasa Inggris, teknik penyingkatan ini sangat lazim. Angka melambangkan jumlah huruf yang dihilangkan.

Contoh:

  • i18n = internationalization – internasionalisasi
  • l10n = localization – pelokalan
  • v11n = versification – versifikasi

Gaya Penyingkatan Kata: Kontraksi

Adap pula sebuah teknik penyingkatan untuk memendekkan kata dengan menggunakan petik tunggal.

Contoh: b’lum, t’rang, dan s’lamat

Penghilangan atau pelesapan swarabakti, khususnya “/ɘ/” pada suku kata yang diikuti dengan konsonan “/r/”. Tidak perlu petik tunggal.

Contoh: sebrang, negri, dan trima

Bentuk penyingkatan yang sebagian katanya berasal dari bahasa asing, tidak memerlukan tanda titik.

Contoh:

  • Memo = memorandum
  • Konsen = konsentrasi
  • Nego = negosiasi
  • Matre = materialistis
  • Seleb = selebritis
  • Lab = laboratorium
  • Resto = restoran
  • Promo = promosi
  • Kafe = kafetaria
  • Info = informasi

Pedoman Penulisan Singkatan dan Akronim yang Benar

Seringkali suatu singkatan yang terkenal, kepanjangannya menggunakan bahasa asing. Hal tersebut membuat penutur bahasa Indonesia lebih terbiasa mengucapkan akronim atau singkatan tersebut.

Contohnya: ASEAN vs. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Penutur bahasa Indonesia mungkin akrab dengan lebih dari satu varian nama yang merujuk pada entitas yang sama.

Misalnya: PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan UN (United Nations).

Jika kepanjangan suatu akronim berakar dari bahasa Inggris hendak dijadikan judul artikel maka perlu dialihbahasakan menjadi bahasa Indonesia.

Misalnya WHO vs. Badan Kesehatan Dunia.

Akronim atau singkatan yang hanya memiliki dua atau tiga huruf sangat tidak disarankan untuk dipakai sebagai bagian judul artikel apabila tidak terpaksa.

Inilah ‘kamus mini’ yang berisi beberapa contoh akronim dan singkatan yang meliputi gelar pendidikan, provinsi, badan dan organisasi, serta singkatan lain yang sering digunakan masyarakat:

KependekanKepanjanganKependekanKepanjangan
A.M.v.B.Algemene Maatregel van BestuurM.Kom.Magister Komunikasi
a.n.Atas namaM.M.Magister Manajemen
ABRIAngkatan Bersenjata Republik IndonesiaM.P.Magister Pertanian
ADAngkatan DaratM.P.A.Master of Public Administration
adm.AdministrasiM.P.H.Master of Public Health
AgrobisAgrobisnisM.Pd.Magister Pendidikan
AIPDAAjun Inspektur Polisi DuaM.Ph.Master of Philosophy
AIPTUAjun Inspektur Polisi SatuM.Sc.Master of Science
AKABRIAkademi Angkatan Bersenjata Republik IndonesiaM.Si.Magister Sains
AkuaAkuadesM.Sn.Magister Seni
ALAngkatan LautM.T.Magister Teknik
AngkotAngkutan kotaMakasihTerima kasih
AnjalAnak jalananManipolManifesto Politik
APBDAnggaran Pendapatan dan Belanja DaerahMemoMemorandum
APBNAnggaran Pendapatan dan Belanja NegaraMensMenstruasi
art.ArtikelMetroMetropolitan
ASAmerika SerikatMgr.Monseignor
ASEANAssociation of South-East Asian Nationsmph, m.p.h.Miles per hour
AspalAsli tapi palsuMr.Meester in de rechten
ATMAnjungan Tunai MandiriMrs.Mistress
AUAngkatan UdaraMTsMadrasah Tsanawiyah
AURIAngkatan Udara Republik IndonesiaMuntaberMuntah berak
B.A.Bachelor of Artsn.b., NBNotabene
B.B.A.Bachelor of Business AdministrationNapiNarapidana
B.Ch.EBachelor of Chemical EngineeringNeg'riNegeri
B.Sc.Bachelor of ScienceNn.Nona
BalitaBawah lima tahunno.Nomor
BalonBakal calonNTBNusa Tenggara Barat
BandaraBandar udaraNTTNusa Tenggara Timur
BatagorBakso tahu gorengNy.Nyonya
BatitaBawah tiga tahunorg.Orang
B'lumBelump.m.Post Meridiem
Bpk., Bp.Bapakp.p.Pulang pergi, Per Procurationem (latin: atas nama)
B'raniBeraniPasutriPasangan suami istri
B'riBeriPatasCepat terbatas
BrigjenBrigadir JenderalPemiluPemilihan umum
BrimobBrigade MobilPengacaraPengangguran banyak acara
BripdaBrigade polisi duaPersamiPerkemahan sabtu minggu
BriptuBrigade polisi satuPh.D.Philosophiae doctor
bulogBadan Urusan LogistikPilkadaPemilihan kepala daerah
BUMDBadan Usaha Milik DaerahPjs.Pejabat sementara
BUMNBadan Usaha Milik NegaraPlt.Pelaksana tugas
CabaCalon bintaraPoleksosbudPolitik ekonomi sosial budaya
Cah'yaCahayaPolriKepolisian Republik Indonesia
CapaCalon perwiraPonselTelepon seluler
CapegCalon pegawaiPopPopuler
CawuCatur wulanPosyanduPos pelayanan terpadu
CekalCegah tangkalPPNPajak Pertambahan Nilai
CerbungCerita bersambungPPn.Pajak pendapatan
CergamCerita bergambarPramukaPraja Muda Karana
CerpenCerita pendekProf.Profesor
Co.CompanyProvProvinsi
CuranmorPencurian kendaraan bermotorPsi.Psikologi
CurasPencurian dengan kekerasanpsw.Pesawat (telepon)
CVCurriculum VitaePTPerseroan Terbatas
Commanditaire VennootschapPTNPerguruan Tinggi Negeri
d.a.Dengan alamatPuebiPedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
D.Sc.Doctor of SciencePungliPungutan liar
DaringDalam jaringanPuskesmasPusat Kesehatan Masyarakat
DemoDemonstrasiR.A.Raden Ajeng, Raden Ayu
DIYDaerah Istimewa Yogyakartar.p.m.Revolutions per minute
DKIDaerah Khusus Ibukotar.p.s.Revolutions per second
dkk.Dan kawan-kawanRekapRekapitulasi
dll.Dan lain-lainrhs.Rahasia
Dr.DoktorRMRumah makan
Dr.h.cDoctor Honoris CausarpmRotasi per menit
Dr.Phil.Doctor Philosophiae, Doctor of PhilosophyRr.Raden Roro
Dr.Th.Doctor TheologiaeRudalPeluru kendali
Dra.DoktorandaS.Ag.Sarjana Agama
Drg.Doktor gigis.d.Sampai dengan
drh.Dokter hewanS.E.Sarjana Ekonomi
Drs.DoktorandusS.H.Sarjana Hukum
ds.DominusS.Hut.Sarjana Kehutanan
dsb.Dan lain sebagainya, dan sebagainyaS.K.M.Sarjana Kesehatan Masyarakat
dst.Dan seterusnyaS.Kedg.Sarjana Kedokteran Gigi
dtoData transfer objectS.Kedh.Sarjana Kedokteran Hewan
DubesDuta besarS.Kom.Sarjana Komunikasi
e.g.Exempli gratia (latin: sebagai contoh)S.Pd.Sarjana Pendidikan
E.Z.Economische ZakenS.Pol.Sarjana Ilmu Politik
etc.Et ceteraS.Psi.Sarjana Psikologi
eydEjaan yang disempurnakanS.S.Sarjana Sastra
FaksFaksmileS.Si.Sarjana Sains
Fr.FraterS.Sn.Sarjana Seni
ft.Foot, feetS.Sos.Sarjana Ilmu Sosial
GerpolGerakan politikS.T.Sarjana Teknik
gg.GangS.Tekp.Sarjana Teknologi Pertanian
G'lapGelapS.Th.Sarjana Theologi
G'napGenapSatpamSatuan Pengamanan
GolputGolongan putihSDNSekolah Dasar Negeri
H.HajiSeb‘rangSeberang
Hj.HajahSeb'lumSebelum
hlm.HalamanSeg'napSegenap
HumasHubungan masyarakatSeg'raSegera
HUTHari ulang tahunSendratariSeni drama dan tari
i.c.In casuSerbanekaSerba aneka
i.e.Id estS'galaSegala
InfoInformasiSiskamlingSistem keamanan lingkungan
IntelIntelijenS'karangSekarang
IntroIntroduksiS'laluSelalu
ipoleksosbudhankamIdeologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamananS'lamaSelama
Ir.InsinyurS'lamatSelamat
JabarJawa BaratS'luruhSeluruh
JatengJawa TengahSMANSekolah Menengah Atas Negeri
JatimJawa TimurSMKNSekolah Menengah Kejuruan Negeri
jln., jl.JalanSMPNSekolah Menengah Pertama Negeri
Jr.JuniorS'pertiSeperti
K.Kiaissk.Satuan saham kolektif, satuan setingkat kompi
K.H.Kiai HajiSulbarSulawesi Barat
ka.KepalaSulselSulawesi Selatan
kab.Kabinet, kabupatenSultengSulawesi Tengah
KajatiKepala Kejaksaan TinggiSultraSulawesi Tenggara
KalbarKalimantan BaratSulutSulawesi Utara
KalselKalimantan SelatanSumbarSumatera Barat
KaltengKalimantan TengahSumselSumatera Selatan
KaltimKalimantan TimurSumutSumatera Utara
kapt.KaptenT.Teuku
Kar'naKarenaTap.Ketetapan
KBBIKamus Besar Bahasa Indonesiatel.Telepon
kec.KecamatanTent’ramTenteram
kel.Kelurahan, keluargath., thn.Tahun
kep.KeputusanTilangBukti pelanggaran
KgKilogramT'lahTelah
KiloKilogram dan/atau kilometerTNITentara Nasional Indonesia
KmKilometerToserbaToko Serba Ada
kp.KampungT'rimaTerima
kvaKilovolt-ampereT'rusTerus
LabLaboratoriumUNESCOUnited Nations Educational, Scientific and Cultural Organization
lamp.LampiranUNICEFUnited Nations Children's Fund
LansiaLanjut usiValasValuta asing
LatmaLatihan bersamavol.Volume
LL.BLegum BaccalaureusvsVersus
LL.DLegum DoctorwibWaktu Indonesia Barat
ltd.LimitedwitWaktu Indonesia Timur
LuringLuar jaringanwitaWaktu Indonesia Tengah
M.A.Master of ArtswwwWorld Wide Web
M.Ag.Magister Agamaybs.Yang bersangkutan
M.B.A.Master of Business Administrationytc.Yang tercinta
M.Hum.Magister Humaniorayth.Yang terhormat
M.Kes.Magister Kesehatan

Mari Belajar Menulis Singkatan dan Akronim

Semua pedoman penulisan akronim dan singkatan telah selesai jelaskan. Kamu bisa mulai menggunakannya. Ini semua sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Secara garis besar, perbedaan antara singkatan dan akronim terdapat pada perlakuannya. Singkatan umum dilafalkan huruf per huruf sedangkan akronim dilafalkan layaknya sebuah kata yang umum.

Catatan: kebanyakan singkatan menggunakan kata baku sebagai kata dasarnya.

Kamu boleh membagikan artikel ini ke media sosialmu. Saya akan berterima kasih untuk itu.


  • 4
    Shares