Penulisan Daftar Pustaka yang Tepat [Ada Contoh]

Penulisan daftar pustaka

Kali ini saya mau berbagi ilmu untuk kalian semua yang lagi kebingungan dan mencari contoh soal essay penulisan daftar pustaka.

Pengertian daftar pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya tulis yang berisi informasi sumber atau rujukan seorang penulis. Penulis perlu mencantumkannya karena itu merupakan etika yang harus dihargai olehnya.

Untuk penulisan daftar pustaka, itu memiliki cara yang baku tetapi tidak mengikat, karena setiap sumber atau karya tulis yang digunakan biasanya beragam.

Kebetulan, saya ada banyak contoh daftar pustaka yang baik dan benar dari buku, skripsi, makalah, artikel dan lain sebagainya, yang bisa diambil untuk tugasmu.

Sebab saya tau betapa pentingnya mencantumkan sumber atau referensi dalam sebuah tugas formal seperti yang tertulis di skripsi.

Ciri-ciri Daftar Pustaka

Kepustakaan atau daftar pustaka yang benar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Diambil dari sebuah buku, majalah, makalah, jurnal, surat kabar, internet, orasi dalam karya ilmiah, dan sebagainya.
  2. Berisikan nama pembuat dan penerbit
  3. Terdapat identitas buku yakni judul, tahun terbit, edisi atau cetakan, halaman, nama penerbit, dan tempat terbit.

Aturan yang biasanya digunakan sebagai berikut:

  1. Disusun berdasarkan urutan abjad berturut-turut dari atas ke bawah,
  2. Disusun dengan penulisan huruf kapital yang benar,
  3. Susunannya tidak menggunakan urutan angka dan huruf (ordered list atau unordered list).

Tujuan Penulisan Kepustakaan

  1. Ciri khas karya tulis ilmiah.
  2. Rujukan, kajian atau sumber ilmu pengetahuan terkait.
  3. Memberikan kepuasan batin untuk penulis, penerbit dan sebagainya.
  4. Mengetahui kota atau tempat terbit.
  5. Membangun kepercayaan pembaca.
  6. Membantu pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun terkait isi karya tulis.

Jadi, jika tidak ada nama pengarang atau tahun terbit maka akan menyusahkan proses perujukan.

Ada satu hal yang harus diperhatikan yakni susunan dalam penulisan kepustakaan, urutannya seperti ini:

  1. Nama penulis
  2. Tahun Terbit
  3. Judul Buku/Karya
  4. Tempat Terbit
  5. Nama Penerbit

Bila sudah mengetahui urutan dalam penulisan kepustakaan, langkah selanjutnya adalah mengetahui tentang hal-hal yang harus diperhatikan untuk menulisnya dengan baik

  1. Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar.
  2. Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan.
  3. Judul buku atau karya ilmiah menggunakan font italic (cetak miring) pada setiap katanya.
  4. Kota dan nama penerbit berada di bagian akhir daftar pustaka.
  5. Teknik penulisanya dibedakan menurut sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya tulis lain.
  6. Jika menggunakan referensi yang berbeda, namun satu penulis, penulisan nama penulis ditulis cukup satu saja, yang kedua, ketiga, dan seterusnya penulisannya dimulai dari tahun terbitnya saja.
  7. Referensi yang terdapat pada kepustakaan, harus ada pada kajian atau sebaliknya.
  8. Setiap bagian dalam kalimat sesuai dengan urutan yang telah dijabarkan di atas, dipisahkan dengan titik sebagai tanda bacanya kecuali setelah tempat terbit. Setelah tempat terbit tanda titik dua digunakan.
  9. Penulisan 1 nama dengan dua kata, nama belakang penulis ditaruh paling depan, diikuti dengan tanda koma, lalu nama depannya.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Berikut adalah contoh-contoh cara menulis daftar pustaka menurut masing-masing sumbernya. Sebab, beda media ternyata juga berbeda cara penulisannya.

Semoga contoh di bawah bisa dijadikan referensi cara menulis daftar pustaka.

1. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Nama Pengarang (penulisan nama dibalik, misalnya Robertus Andrean, maka menjadi Andrean, Robertus). Tahun terbit. Judul buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit

a. Contoh Penulisannya:

Andrean, Robertus. 2015. Perkembangan Peserta Didik Baru. Rembang: ABC.

Hendrawan, Robin. 2016. Mahir Bisnis Online. Bandung: Pustaka Sinar

b. Contoh Penulisan dengan Dua dan 3 Pengarang:

Penulisan nama penulis pertama tetap dibalik sedangkan penulis kedua tidak perlu.

Djarwoto, G.H., dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia.

Sukanto, Ruddy, Budi Mulya dan Rangga Sela. 1999. Business Forcasting. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Manajemen Informatika UGM.

Untuk karya yang ditulis oleh 3 orang, penulisan kepustakaan tersebut boleh mencantumkan semua nama seperti:

Yanuarsih, Sri dan Yunita Suryani. Membaca Pendalaman Indonesia. Surabaya: Kasafani.

Namun bila dirasa terlalu panjang, juga boleh menggunakan singkatan dkk yaitu dengan menuliskan nama pengarang pertama lalu diikuti tanda baca koma dan singkatan dkk. Seperti:

Shofiyuddin, dkk. 2014. Kalimat Efektif. Tuban: Unirow Press.

c. Contoh Penulisan tanpa Pengarang:

Depdiknas. 1999. Petunjuk Pelaksanaan dan Implementasi Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.

Divisi SDM. 2005. Company Profile. Jakarta: Citra Van Titipan Kilat.

d. Contoh Penulisan Buku terjermahan, Saduran, atau Sutingan

Wibowo, Herman (Penerjermah). 2013. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.

e. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Nama 3 Suku Kata

Bagaimana jika sebuah buku ditulis oleh satu orang namun namanya 3 kata?

Seperti inilah satu contohya:

Hendarto, Ari Prastowo. 2016. Jangan Lupakan Dimana Rumahmu. Semarang: PT. Umbul.

2. Contoh Penulisan Kepustakaan dari Majalah

Budiharto, Widodo. 2004. Beralih ke Oracle 10g. Jakarta: Majalah Bisnis Komputer, No. 6 Thn. 04. (20 Juni-20 Juli 2004)

3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Buletin

Granger, C.W.J. 1989. Developments in the study of Co-integrated Economic Variables. Oxford Bulletin of Economics and Statistics. Vol. 48:215-226.

Catatan: Tidak perlu menambahkan kota dan nama penerbit.

4. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Insukindro dan Aliman. 2000. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61.

Agustina. 2007. “Klausa Relatif dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Fenomena Kontroversial“. Linguistik Indonesia. Tahun ke-25. Nomor 2.l

5. Cara Menulis Kepustakaan dari Surat Kabar atau Koran

Purbo, Onno. 2009. Wireless RT RW Net dengan Wajan Bolik, VOIP. Jakarta: Media Indonesia. (25 Maret 2005)

Sumber lain menulis sebagai berikut:
Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Penting dalam Penulisan Daftar Pustaka. Suara Merdaka, hlm 5 & 6.

Kompas. 18 Maret 2015. “Bahasa Ibu“, hal. 41

Imanda, Rona. 18 Maret 2015. “Kalimat Ambigu“. Kompas. Hal. 13

6. Contoh Daftar Pustaka dari Internet

Berikut salah satu penulisan judul artikel dalam sebuah daftar pustaka:

Tania, Novita. 2020. Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Simpleks dan Kompleks. https://semutaspal.com/kalimat-simpleks-dan-kompleks/. Diakses pada 6 Oktober 2018.

Fathoni. 2011. “Rembang“. Dalam http://www.rembang.co.id. Download 17 Maret 2011 Jam 14.00 WIB.

Contoh membuat daftar pustaka dari jurnal internet
William, Bates. 2000. Advancing Quality Through Additional Attention to Result. Chronicle. Vol. 1 number 11, January 2000. Diambil dari: http://www.chea.org/chronicle/vol.1/no.11/index.html. (20 Desember 2008)

Catatan:
Jika mengambil sumber dari internet, pilihlah penulis yang jelas identitasnya.

7. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Kamus

David-Margaret, D. 1992. Mentasy disorders and therir trearment. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 255: 750-758.

8. Cara Menulis Kepustakaan dari Sumber Skripsi/Tesis/Disertasi

Pembuatan daftar pustaka dari skripsi sama seperti yang terjadi di atas. Tuliskan nama pengarang, cantumkan tahun terbit dan judul. Tuliskan jenis sumber dan penerbit.

Sugiyanto. 2011. “Realisasi Kesantunan Berbahasa antara Kepala Sekolah dengan Guru dan Staf SMA Muhammadiyah 4 Andong“. Tesis. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Shofiyuddin. 2011. “Kajian Sosiolinguistik Penggantian Nama pada Masyarakat Rembang“. Skripsi. FKIP, Pend. Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pramono, Agus. 2014. “Pengelolaan Jurnal di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan“. Skripsi. Ilmu Perpustakaan, FAH UIN Jakarta.

Semangat!

Nah, itu dia penjabaran secara lengkap mengenai definisi hingga cara penulisan daftar pustaka yang tepat. Menyusun daftar pustaka adalah sebuah proses yang harus kamu lakukan sebagai seorang yang menghargai buah pikir orang lain.

Jadi, mari pelajari contoh-contoh penulisan di atas setiap hari agar semakin hafal penerapannya.

Terima kasih.

Subscribe
Notify of
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar