Struktur Teks Eksposisi Lengkap dengan Contoh Artikel

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Pelajaran
  6. /
  7. Struktur Teks Eksposisi Lengkap...

Bagikan ke media sosial:

Pengertian teks eksposisi
  • Apa yang dimaksud dengan teks eksposisi?
  • Bagaimana struktur teks eksposisi?
  • Bagaimana ciri-ciri teks eksposisi yang benar?
  • Berikan contoh artikel dengan struktur eksposisi!

Jika kamu dapat tugas dari sekolah dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, kali ini saya akan bahas masalah eksposisi mulai dari definisi (pengertian), strukturnya, hingga contoh artikel yang memperkuat pemahaman.

Pengertian Teks Eksposisi

Eksposisi berakar dari kata expose dalam bahasa Inggris yang berarti membuka, membongkar, atau menyingkap lebih jelas. Jadi, pengertian teks eksposisi adalah teks atau artikel yang mengandung informasi dengan gaya penyampaian yang singkat, padat, akurat, dan mendalam.

Contoh-contoh tulisan eksposisi bisa dilihat lewat berita di koran dan petunjuk penggunaan. Teks eksposisi menyingkap suatu permasalahan dari sumbernya dan itu berupa fakta.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

Setelah mengetahui pengertian teks eksposisi, kamu harus tau unsur-unsur teks eksposisi. Suatu teks dikelompokkan sebagai teks eksposisi, jika terdapat dua unsur utama, yaitu gagasan dan fakta. Berikut ini adalah penjelasan mengenai dua unsur dari teks eksposisi tersebut.

  • Gagasan
    Unsur pertama yang harus dipenuhi adalah adanya gagasan dalam bentuk penilaian, komentar, maupun saran terkait suatu topik permasalahan.
  • Fakta
    Unsur kedua teks eksposisi adalah menyampaikan fakta. Sebagai teks nonfiksi, teks eksposisi menyajikan informasi sesuai fakta yang benar-benar terjadi. Fakta dalam teks eksposisi biasanya berupa informasi terkait kejadian mulai dari waktu, tempat, penyebab, hingga pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Struktur teks eksposisi
Struktur teks eksposisi

Struktur Teks Eksposisi

Struktur teks eksposisi panjang mengandung tiga bagian utama yaitu tesis, argumentasi, serta penegasan ulang.

  1. Pernyataan/pendapat (tesis) adalah bagian teks eksposisi yang berisikan pernyataan pendapat atau pandangan penulis tentang suatu permasalahan berdasarkan fakta di lapangan. Bagian ini juga biasa disebut sebagai bagian pembuka.
  2. Argumentasi adalah bagian yang memaparkan beragam argumen yang disertai beberapa alasan dan fakta yang penulis rasakan.
  3. Penegasan ulang pendapat atau reiteration adalah bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Penegasan ulang dalam teks eksposisi bertujuan untuk menguatkan pendapat.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Teks atau pengembangan paragraf yang adalah artikel eksposisi memiliki ciri atau karakteristik tertentu, yang antara lain:

  1. Benar-benar bersifat netral dan obyektif
  2. Disertai dengan data-data riil dan akurat
  3. Disajikan dengan lugas dan bahasa yang baku
  4. Dibuat untuk menjelaskan informasi berbasis pengetahuan
  5. Memakai fakta-fakta sebagai alat konkritisasi dan kontribusi
  6. Gaya bahasa bersifat informatif yang mengajak
  7. Tidak memihak dan tidak memaksakan pendapat penulis
  8. Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana

Tujuan Teks Eksposisi Dibuat

Dibuatnya artikel eksposisi bertujuan guna memaparkan atau menjelaskan informasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah dan akan mendapatkan wawasan secara rinci tentang suatu permasalahan atau kejadian yang sedang terjadi.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Teks eksposisi dikelompokkan menjadi 9 jenis, yakni: teks eksposisi berita, definisi, proses, ilustrasi, klasifikasi, perbandingan, analis, pertentangan, dan laporan.

  1. Teks eksposisi berita memberikan informasi tentang suatu kejadian yang sedang terjadi. Sering dijumpai dalam teks berita atau surat kabar.
  2. Teks eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi tentang suatu hal.
  3. Teks eksposisi proses berisi tentang cara-cara lengkap dengan langkah-langkahnya untuk melakukan suatu hal dari langkah awal hingga langkah terakhir.
  4. Teks eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi dan penjelasan-penjelasan tertentu untuk memberikan gambaran sederhana mengenai suatu permasalahan.
  5. Teks eksposisi klasifikasi adalah teks eksposisi tentang suatu gagasan utama yang dapat dikelompokkan ke dalam suatu grup atau kelas.
  6. Teks eksposisi perbandingan menerangkan ide dan gagasan pada kalimat utama dengan metode perbandingan.
  7. Teks eksposisi analisis memaparkan proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian gagasan utama, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
  8. Teks eksposisi pertentangan berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung meski begitu, akan tetapi, atau sebaliknya.
  9. Teks eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
Unsur kebahasaan teks eksposisi
Unsur kebahasaan teks eksposisi

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Yang dimaksud dengan unsur kebahasaan dalam kalimat eksposisi yaitu kaidah dan ciri kebahasaan yang digunakan untuk menyusun serta membuat teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah dengan menggunakan beberapa jenis kata berikut ini.

Pronomina

Pengertian pronomina adalah kata ganti orang, benda, atau nomina yang dapat digunakan terutama pada saat pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam:

  1. Pronomina persona adalah kata ganti orang baik persona tunggal ataupun jamak. Persona tunggal contohnya: aku, kamu, ia, dia, anda, saudara, bapak, ibu, kakanda, adinda, ayah, bunda, papa, mama, mas, mbak, kakak, -nya, -mu, -ku, si-. Persona jamak contohnya: kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
  2. Pronomina nonpersona adalah kata ganti bukan orang, baik itu pronomina petunjuk maupun penanya. Pronomina penunjuk, contohnya: ini, itu, sini, situ, sana. Dan pronomina penanya contohnya: apa, mana, siapa.

Konjungsi

Apa kegunaan konjungsi bagi teks eksposisi? Konjungsi atau kata penghubung bisa digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat suatu argumentasi. Konjungsi atau kata hubung dapat diaplikasikan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi.

Dengan demikian akan membentuk koherensi antarkalimat. Beberapa jenis konjungsi dapat pula dikombinasikan dalam satu teks sehingga tercipta keharmonisan dalam makna maupun struktur. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada kalimat eksposisi:

  1. Konjungsi waktu, contohnya: lalu, sesudah, sebelum setelah, setelah itu, kemudian
  2. Konjungsi gabungan, contohnya: dan, serta, dengan
  3. Konjungsi pertentangan, contohnya: akan tetapi, tetapi, sedangkan, namun, melainkan
  4. Konjungsi pilihan, contohnya: atau
  5. Konjungsi perincian, contohnya: adalah, merupakan, yaitu, ialah, antara lain, yakni
  6. Konjungsi persyaratan, contohnya: jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
  7. Konjungsi penjelasan, contohnya: bahwa
  8. Konjungsi perbandingan, contohnya: bagai, serupa, seperti, ibarat
  9. Konjungsi pembatasan, contohnya: asal, asalkan, kecuali, selain
  10. Konjungsi tujuan, contohnya: untuk, agar, supaya
  11. Konjungsi sebab-akibat, contohnya: karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya
  12. Konjungsi penegasan/penguatan, contohnya: apalagi, hanya, bahkan, lagi pula, itu pun
  13. Konjungsi penyimpulan, contohnya: oleh sebab itu, jadi, oleh karena itu, dengan demikian.

Kata atau Makna Leksikal Tertentu

Teks eksposisi menggunakan kata atau makna leksikal tertentu, sebuah kata yang mengacu pada kamus.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 805), leksikal adalah suatu hal yang berkaitan dengan kata; berkaitan dengan kosa kata; berkaitan dengan leksem. Jadi, dapat ditarik simpulan bahwa makna leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

Kata-kata leksikal yang dimaksud mencakup:

  1. Nomina adalah kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak. Dalam kalimat perannya sebagai subjek. Contohnya: kursi, gubuk, kucing, perbuatan, kekuatan, dan gawai.
  2. Verba adalah kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat perannya sebagai predikat. Contohnya: menendang, datang, merangkak, berjalan, dan menuruni.
  3. Adjektif adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya: manis, ganteng, indah, keren, berlebihan, keras, panjang, luas, negatif, positif, keruh, panas, teliti.
  4. Adverbia adalah kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain. Contohnya: di-, dari-, ke-, sini, mana, sana, saat, ketika, mula-mula, dan dengan.

Kata-Kata yang Menyatakan Kronologis

Teks eksposisi memakai kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis, istilah yang menyatakan keterangan waktu. Teks eksposisi juga menggunakan kata-kata yang menyatakan perbandingan atau pertentangan sebagai penegasan hubungan kronologis.

Poin ini sangat terkait dengan poin penggunaan konjungsi yang telah di bahas sebelumnya. Beberapa kata yang digunakan untuk menjelaskan waktu kronologis kejadian adalah akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda halnya.

Kata Kerja Mental

Teks eksposisi juga memakai kata kerja mental yang digunakan untuk mendeskripsikan perasaan. Jenis kata ini misalnya menyimpulkan, memperkirakan, memprihatinkan, mengharapkan. mengagumkan, menyedihkan, mengasumsikan, menduga, dan menjelaskan.

Kata-Kata Rujukan

Karena harus memuat fakta, teks eksposisi sering menggunakan kata-kata rujukan untuk menguatkan pendapat yang dibagikan. Kata ini misalnya menurut data, berdasarkan, merujuk pada, dan kata lain yang senada dengan itu.

Kata-Kata Persuasif

Teks eksposisi juga memakai kata-kata persuasif untuk mengajak dan memengaruhi pembaca. Kata-kata yang bisa dipakai untuk mempersuasi antara lain sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, dan harus.

Kata-Kata Denotatif

Teks eksposisi juga bisa memakai kata-kata denotatif untuk memperkuat penjelasan terkait suatu hal. Kata denotatif adalah bentuk kata yang belum mengalami perubahan atau penambahan makna.

Cara membuat teks eksposisi
Cara membuat teks eksposisi

Cara Membuat Teks Eksposisi

Berikut akan dijelaskan tentang cara membuat teks eksposisi. Secara sederhana kamu akan melalui tahap penentuan tema, pengumpulan data, pembuatan kerangka, dan pengembangan.

  1. Tentukan Tema
    Di awal, kamu harus menentukan tema utama teks eksposisi. Dengan adanya tema, maka arah tulisanmu akan menjadi lebih jelas. Pada akhirnya, pesan dari teks eksposisi buatanmu akan diterima pembaca.
  2. Kumpulkan Sumber
    Kumpulkan data dari berbagai sumber yang bisa kamu akses, baik itu buku maupun informasi dari internet. Usahakan untuk mendapatkan data terbaru dan relevan dengan keadaan terkini.
  3. Buat Kerangka Tulisan
    Setelah mendapatkan keduanya, kamu bisa membuat kerangka tulisan. Ini penting supaya teks eksposisi buatanmu tetap pada topik dan tidak terlalu melebar.
  4. Kembangkan
    Ketika semuanya sudah siap, kembangkan tulisan tersebut menjadi sebuah teks eksposisi yang utuh dengan berbagai data yang telah kamu dapatkan sebelumnya.

Pola-Pola Pengembangan pada Teks Eksposisi

Dalam pengembangan sebuah teks eksposisi, kamu bisa berpegang pada pola-pola tertentu yang terbukti berhasil menceritakan suatu peristiwa secara utuh. Berikut adalah pola pola pengembangan itu.

Umum-Khusus

Pola pengembangan ini merupakan bentuk paragraf deduktif karena ide atau gagasan pokok terletak di awal paragraf dan dilanjut kalimat penjelas. Contoh penggunaan pola paragraf umum ke khusus:

Kopi memang tidak tergolong sebagai minuman kesehatan, namun kopi memberi efek baik untuk gigi. Penelitian terbaru dari Italia, menguatkan informasi itu. Carlo Pruzzo dari Universitas Ancona menerangkan bahwa senyawa yang terkandung pada kopi menghentikan bakteri yang menempel ke gigi sintesis. Senyawa tersebut efektif membasmi bakteri yang bisa merusak gigi.

Awal paragraf menyatakan gagasan pokok yang bersifat umum yakni kopi baik untuk gigi. Setelahnya, ada kalimat penjelas. Pada kalimat ketiga dan keempat menjelaskan fakta yang diungkap pada kalimat kedua.

Khusus-Umum

Pola pengembangan teks eksposisi ini adalah kebalikan pola pengembangan umum-khusus. Pola pengembangan khusus ke umum ini merupakan paragraf induktif.

Paragraf induktif memiliki kalimat pertama sebagai kalimat penjelas dan paragraf terakhir sebagai kalimat umum yang memuat ide pokok sekaligus menjadi simpulan. Berikut adalah contoh paragraf teks eksposisi dari khusus ke umum:

Gerakan pecinta alam dengan dasar “cinta lingkungan sehat” mulai diminati kalangan remaja. Banyak perkumpulan pecinta lingkungan yang anggotanya merupakan pelajar SMP, SMA, maupun para santri. Keberanian untuk melakukan penelitian ilmiah makin populer, khususnya di jenjang SMA. Fenomena semacam ini membuktikan bahwa remaja seharusnya tidak selalu dipandang negatif.

Paragraf di atas memiliki kalimat penjelas tentang gerakan pencinta alam yang mulai diminati remaja. Dilanjut dengan fakta tentang remaja yang mulai melakukan penelitian secara ilmiah. Pada akhir paragraf dinyatakan ide pokok sekaligus simpulan tentang fenomena tersebut.

Ilustrasi

Pola pengembangan teks eksposisi selanjutnya adalah ilustrasi. Pola paragraf ini menempatkan gagasan utama di awal dan diikuti beberapa ilustrasi pendukung gagasan utama.

Ilustrasi yang disajikan merupakan data hasil pengamatan atau pengalaman penulis untuk memperkuat gagasan yang disampaikan. Berikut ini adalah contoh paragraf eksposisi dengan pola pengembangan ilustrasi:

Olahraga adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menyehatkan badan. Dengan berolahraga, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit. Misalnya saja dengan berenang, olahraga yang dilakukan di dalam air ini berguna untuk menjaga kesehatan paru-paru yang kita gunakan untuk bernafas. Jenis olahraga lain pun dapat menyehatkan badan.

Paragraf tersebut memiliki gagasan utama yaitu, olahraga adalah kegiatan untuk menyehatkan badan. Kalimat berikutnya memberikan ilustrasi tentang olahraga renang yang dapat menjaga kesehatan paru-paru yang kita gunakan untuk bernafas.

Perbandingan

Pola pengembangan teks eksposisi yang terakhir adalah perbandingan. Setiap kalimat dari jenis pola pengembangan ini adalah kalimat penjelas yang meyakinkan pembaca. Gagasan pokok yang diangkat biasanya terkait sebuah benda, keadaan, atau hal lain yang memiliki persamaan atau perbedaan.

Berikut adalah contoh paragraf teks eksposisi pola pengembangan perbandingan:

Susu kedelai merupakan salah satu sumber protein, namun kandungan protein pada susu kedelai jauh lebih kecil daripada susu sapi. Menurut sebuah sumber, kandungan protein pada susu kedelai hanya 6,73 gram, lebih kecil dibanding susu sapi dengan kandungan protein sebanyak 8, 02 gram.

Pada kalimat pertama, kamu sudah membaca perbandingan kandungan protein susu kedelai dan susu sapi. Pada kalimat berikutnya, perbandingan diperkuat dengan data yang menunjukkan pernyataan di kalimat pertama.

Contoh Artikel atau Paragraf Teks Eksposisi

Agar dapat memahami lebih dalam mengenai bagian struktur kalimat eksposisi, berikut disajikan contoh paragraf atau artikel berita dengan tema lingkungan yang termasuk kalimat eksposisi.

Contoh Teks Eksposisi Singkat tentang Lingkungan Sekolah

Teks eksposisi tentang kebersihan sekolah
Teks eksposisi tentang kebersihan sekolah

Tesis:

Kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor dari beberapa faktor penting lainnya dalam upaya menciptakan suasana nyaman bagi seluruh warga sekolah, termasuk juga hewan dan lingkungan sekolah tersebut. Setiap lembaga pendidikan tentu harus selalu berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih dengan mengajarkan siswa-siswi agar menjaga kebersihan.

Untuk menarik minat warga sekolah, terutama para siswa, maka sering kali dilakukan lomba kebersihan kelas dan kebun sekolah secara rutin dan berkelanjutan. Beberapa cara dan upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekolah, antara lain ialah membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, serta merawat kebun sekolah agar selalu terlihat asri.

Argumentasi:

Dalam upaya penguatan praktik kedisiplinan dan tanggung jawab siswa dalam menjaga lingkungan sekolahnya, biasanya di setiap kelas telah dilakukan pembagian jadwal piket setiap hari yang bertugas menjaga kebersihan secara bergiliran. Petugas piket biasanya melakukan tugas menyapu ruang kelas, menghapus papan tulis, membersihkan jendela, dan mempersiapkan alat tulis guru.

Di hari Jumat atau Sabtu, sekolah biasanya memiliki program untuk melakukan kegiatan bersih-bersih secara massal dan menyeluruh. Seluruh warga sekolah melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Selain meningkatkan kualitas kebersihan sekolah, salah satu manfaat yang bisa dipetik dari program rutin ini adalah untuk mempererat hubungan antara murid dan murid maupun guru dan murid.

Penegasan Ulang:

Kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah. Dan bahkan menjadi faktor penting demi mencapai proses belajar mengajar yang nyaman dan menyenangkan. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kesehatan seseorang. Sehingga kebersihan merupakan usaha manusia agar lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus dan berkesinambungan.

Sebagai perbandingan dan untuk lebih bisa memahami tentang teks eksposisi, berikut ini juga disajikan contoh karangan lain dari artikel bertema hukum yang tergolong eksposisi beserta strukturnya.

Realita Hukum di Indonesia Saat Ini

Teks eksposisi tema hukum
Teks eksposisi tema hukum

Tesis:

Jika kita menilik hukum di Indonesia seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang, maka kita ketahui bahwa telah secara tegas diatur berbagai hukuman bagi pelaku berbagai tindak kejahatan. Namun sayangnya, realita yang seringkali terjadi di lapangan justru muncul ketidakadilan hukum, terutama kalangan rakyat biasa. Hukum terlihat tegas bagi rakyat bawah, namun tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saat ini.

Argumentasi:

Seperti yang sudah sering diberitakan oleh media mainstream, bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia hanya mendapatkan hukuman yang masih tergolong ringan, tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan. Bahkan ada sejumlah koruptor yang menerima fasilitas mewah di dalam penjara. Hal terbalik seringkali terjadi kepada seorang maling ayam dihajar masa hingga tewas atau mendapat hukuman yang lebih berat ketimbang koruptor yang menggelapkan uang negara berapapun nominalnya. Belum pernah ada berita seorang koruptor di Indonesia dikeroyok masa hingga tewas.

Penegasan Ulang:

Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan tegas dan terlihat berwibawa di hadapan rakyat kecil. Sebut saja salah satu contoh kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor yang cenderung di bawah lima tahun penjara.

Catatan:

Struktur yang membahas gagasan utama atau prediksi penulis mengenai suatu persoalan yang didasarkan pada kenyataan, fakta, dan non-fiksi disebut kesimpulan.

Ikuti kami di Google News untuk dapatkan artikel terbaru!

Bagikan ke media sosial: